
Wanita Qingluo Nuzi membawa Mo Xian berjalan melewati lorong-lorong dan ruangan yang ada di rumah bordil. Mo Xian melihat banyak hal, tapi tempat ini sama sekali jauh dari gambaran rumah bordil pada umumnya, tidak ada keramaian, tidak ada tawa yang menggoda dari penghuninya, tidak tercium bau arak dan bau kosmetik yang biasanya begitu kental dengan rumah bordil.
"Saat bulan bunga persik mengalir di sungai yang dingin, Qingluo Nuzi akan membebaskan diri mereka dari rutinitas mereka," ucap wanita yang mengantar Mo Xian. "Mereka tidak diperbolehkan minum arak, menghias diri dan menggoda, selama satu bulan penuh kami Qingluo Nuzi hanya diperbolehkan untuk melakukan kebaikan dan bermeditasi, jadi jangan heran jika Tuan Muda melihat sebagian dari kami mengurung diri di dalam kamar."
Mo Xian mengangguk dan terus mengikuti wanita itu sampai dia tiba-tiba ditarik ke samping.
Mo Xian tidak mengerti apa yang terjadi, tapi dia merasa sedang disembunyikan jadi dia menahan diri untuk bertanya.
Suara langkah kaki perlahan terdengar disusul suara lemah dari seorang nenek. "Sedang apa kau di sini, bukankah hari ini tugasmu berjaga di depan?"
"Maafkan saya Nyonya Induk Semang, saya membawa beberapa manisan yang dikirim oleh adik saya untuk Nyona Fai Mu Yan."
"Oh, itu bagus. Berikan itu padanya, setelah itu kembali ke posmu."
"Baik, Nyonya Induk Semang."
Mo Xian mendengar suara pintu terbuka dan disusul dengan suara pintu ditutup. Wanita itu kemudian memberi isyarat pada Mo Xian untuk bergerak dan diam-diam mengikuti langkahnya yang semakin cepat, melewati taman yang memiliki kolam kecil Mo Xian bisa melihat ada seorang wanita tua tengah memperhatikan kolam.
"Salam Nyonya Fai Mu Yan."
Mo Xian melihat wanita Qingluo Nuzi membungkuk memberi salam pada wanita tua itu dan membuat Mo Xian segera mengetahui bahwa wanita tua itu adalah Fai Mu Yan.
Fai Mu Yan menoleh dan tersenyum saat dia perlahan berdiri dan berjalan mendekat.
"Xiao Ai, apa yang sedang kau lakukan di sini, dan siapa gadis manis ini?"
Mo Xian tiba-tiba merasa malu saat dia dipanggil gadis manis, tapi dia juga tidak bisa berbohong jika dia tidak bahagia saat dia dipanggil dengan sebutan itu.
"Nyonya Fai Mu Yan, dia datang dari jauh hanya untuk bertemu dengan Nyonya, dia bilang dia memiliki hal untuk dibicarakan."
Fai Mu Yan terlihat mengangkat alisnya, nampak ragu dan curiga sebelum berjalan manaiki lantai kayu.
"Apa itu hal yang penting?"
Mo Xian menganggukan kepalanya.
Fai Mu Yan nampak berpikir sejenak sebelum mengajak Mo Xian masuk ke dalam ruangan dan menjamunya dengan secangkir teh hijau.
"Jadi apa yang ingin nona muda ini sampaikan padaku? Ah, sebelumnya siapa namamu?"
"Namaku Mo Xian, Nyonya."
Fai Mu Yan tersenyum lembut, wanita yang telah dimakan usia itu masih terlihat cantik dengan keriput di wajahnya, ada kelembutan di matanya yang redup.
"Nyonya Fai Mu Yan sebelumnya aku minta maaf untuk ketidak sopananku, tapi ini benar-benar urusan yang mendesak, jadi aku akan cepat."
Fai Mu Yan sedikit terkejut saat Mo Xian berbicara begitu berani padanya, tapi dia kemudian mengangguk dan tidak mempermasalahkannya.
"Aku sebenarnya adalah seorang pembudidaya abadi."
Jawaban itu mengejutkan Fai Mu Yan.
__ADS_1
"Lalu ... Kenapa seorang pembudidaya abadi datang mencariku, aku tidak pernah keluar dari tempat ini selama puluhan tahun lamanya, aku pikir aku tidak akan memiliki urusan dengan pembudidaya abadi."
Mo Xian mengangguk, sebelum dia menjelaskan tujuannya, Mo Xian memanggil binatang penjaganya dan mengirim pesan pada Bao Yu.
Beberapa saat kemudian, binatang kelinci Mo Xian berbicara di sebelah telinga Mo Xian.
Fai Mu Yan tidak dapat mendengar apa yang sedang mereka bicarakan, jadi dia hanya bisa menatap heran.
Mo Xian menganggukan kepakalanya, kembali menatap Fai Mu Yan.
"Nyonya, kami telah menangkap roh suamimu."
Mata Fai Mu Yan melebar, tapi setalah itu dia menjatuhkan pandangannya.
"Aku dan dia sudah tidak memiliki hubungan apapun, kenapa Nona Pembudidaya Abadi mengatakan ini padaku?"
Mo Xian bisa melihat raut kesedihan di wajah Fai Mu Yan, tapi tidak ada hal yang bisa dia gunakan untuk menghiburnya.
"Tuan Xiao Ma telah menjadi roh jahat tingkat tiga, dia membelenggu penduduk desa dan menjadikan mereka sebagai budak untuk menghasilkan koin emas, tuan Xiao Ma melakukan ini untukmu Nyonya Fai Mu Yan."
Fai Mu Yan merasa darahnya mendidih dan hatinya diremas, dia menatap marah pada Mo Xian. "Aku tidak pernah menyuruhnya melakukan itu, aku selalu menolak apa yang dia bawa padaku, aku tidak ingin melihatnya lagi, aku tidak ingin mengingatnya lagi, kanapa kau tiba-tiba datang ke sini dan membawa namanya, mengatakan itu semua untukku, aku tidak membutuhkannya! Aku tidak membutuhkannya!"
Mo Xian melihat Fai Mu Yan mulai lepas kendali, wanita itu mulai meronta dan menangis jadi dia memeluknya.
"Maafkan aku, maafkan aku, tolong dengarkan aku terlebih dulu."
Mo Xian menepuk punggung wanita itu, tapi wanita itu tetap memberontak jadi dia menggunakan energi spiritualnya untuk menekan titik Fai Mu Yan agar wanita itu berhenti bergerak dan berteriak untuk menghindari masalah.
Mo Xian merasa sangat bersalah karena harus menggunakan cara ini pada wanita tua, tapi dia tidak bisa membuang waktu dengan membujuknya karena lingkaran formasi penyucian yang dibentuk oleh Bao Yu dan tiga temannya telah selesai, ritual akan segera dilaksanakan.
Mo Xian kemudian menyuruh binatang penjaganya di depan Fai Mu Yan, kelinci itu mulai membacakan pesan yang yang dikirim Bao Yu.
"Formasi penyucian telah selesai dibuat, Xiao Ma sekarang dalam keadaan setengah sadar jadi dia bisa mendengar apa yang akan dikatakan Fai Mu Yan."
Mo Xian mengangguk, dia kemudian menatap Fai Mu Yan setelah menggambar mantra transmisi suara di atas binatang penjaganya, mantra itu berfungsi untuk mengirimkan suara seseorang melalui dua binatang penjaga.
Mo Xian kemudian membungkukkan badannya. "Aku benar-benar minta maaf Nyonya Fai Mu Yan, tapi ini benar-benar mendesak dan harus segera diselesaikan."
Fai Mu Yan berusaha untuk bebas, dia tidak ingin mendengarkan. Namun, Mo Xian tetap melanjutkan.
"Tuan Xiao Ma telah membuat seluruh penduduk Bunga Malam mengalami hal yang seharusnya tidak mereka dapatkan, mereka diperbudak hingga mereka sendiri tidak sadar bahwa mereka telah mati. Sekarang jiwa mereka dibelenggu oleh tuan Xiao Ma yang masih memperbudak mereka untuk menghasilkan koin emas."
"Nyonya Fai Mu Yan, tuan Xiao Ma melakukan semua ini demi Nyonya, dia hanya ingin permintaan maafnya diterima, tuan Xiao Ma telah menyesali perbuatannya. Jika Nyonya Fai Mu Yan tidak memaafkannya, maka nasib jiwa penduduk desa akan menerima ketidak adilan, tuan Xiao Ma tidak akan membebaskan mereka dan jiwa mereka selamanya tidak bisa masuk ke dalam roda reinkarnasi dan perlahan-lahan menghilang bersama udara."
Mo Xian memperhatikan bahwa Fai Mu Yan tidak lagi melawan, ada kesedihan di matanya, dia kemudian menghela napas dan melanjutkan. "Jika Nyonya Fai Mu Yan memaafkan tuan Xiao Ma maka jiwa tuan Xiao Ma bisa disucikan dan belenggu yang menjerat penduduk desa bisa dipatahkan, dan jiwa mereka bisa dibebaskan."
Mo Xian menghela napas, dia merasa telah mengatkan apa yang harus dia katakan. Dia berpikir bahwa Fai Mu Yan mungkin sudah memahami apa yang ingin dia sampaikan, jadi dia bertanya.
"Apa Nyonya Fai Mu Yan bersedia memaafkan tuan Xiao Ma agar jiwa penduduk desa bisa dibebaskan?"
Mo Xian menatap Fai Mu Yan yang masih dibawah kendalinya, dia kemudian mengambil kembali energi spiritual yang mengekang kebebasan Fai Mu Yan.
__ADS_1
Fai Mu Yan tidak mengatakan apapun setelah dibebaskan, Mo Xian dengan sabar menunggu, sama halnya dengan Bao Yu dan tiga temannya yang menjaga formasi penyucian.
Semua orang menunggu jawaban Fai Mu Yan, mereka berharap Fai Mu Yan mau memaafkan Xiao Ma dan membebaskan jiwanya dari rasa bersalah dan penyesalan tiada akhir yang membuat Xiao Ma menjadi gila dan menjadi roh jahat tingkat tiga. Namun, jawaban Fai Mu Yan di luar dugaan semua orang.
"Xiao Ma," ucap Fai Mu Yan seolah memanggil pada orang yang ada di depannya. Di tempat yang jauh, telinga anak kecil itu berkedut, air mata mengalir dari pelupuk matanya yang tertutup. Untuk pertama kalinya setelah empat puluh tahun berlalu, dia mendengar lagi suara istrinya yang seolah masih sama saat mereka pertama kali bertemu di tepi danau bunga bakung, begitu indah dan lembut saat membelai telinganya.
Suaranya yang lembut seperti semilir angin di musim panas, sangat menyejukan hati. Namun, sekarang suara itu membawa kepedihan untuknya dan meremas hatinya yang dipenuhi rasa bersalah.
"Fai Mu Yan istriku."
Bao Yu membuka segel larangan berbicara Xiao Ma agar dia bisa berbicara. Fai Mu Yan mendengarnya. Hatinya bergetar dipenuhi rasa sakit yang tak tertahankan hingga dadanya sesak.
"Lepaskan penduduk desa, mereka tidak pantas untuk menderita bersamamu."
"Maafkan aku, Mu Yan. Maafkan aku .... Mu Yan, aku telah mengumpulkan banyak koin emas untukmu, kau menyukai mereka, aku telah mengumpulkannya lebih banyak setiap tahun, itu cukup untuk membuat gunung. Mu Yan kembalilah ke sisiku."
Mo Xian menghela napas saat mendengarnya, tapi saat memperhatikan Fai Mu Yan, wanita itu hanya tertunduk dengan mata yang basah. Xiao Ma, apa dia masih berpikir bahwa istrinya mencintai koin emas milikknya.
Cukup lama Fai Mu Yan diam dan membuat semua orang menunggu sebelum akhirnya wanita itu berkata. "Mm, aku menyukai mereka, tapi aku tidak akan kembali ke sisimu, bahkan jika kau berhasil membuat ribuan gunung dari koin emas, membawa seluruh koin emas di dunia ini ke bawah kakiku, bahkan jika kau mampu memetik jutaan bintang di langit untuk membujukku, aku tidak akan pernah kembali."
"Aku tidak akan pernah memaafkanmu."
"Tidak akan pernah."
Jawaban itu membuat semua orang terkejut sekaligus waspada, Bao Yu segera menguatkan segel formasinya agar roh jahat Xiao Ma tidak lepas kendali. Namun, hal terduga terjadi, gelombang aura jahat berkumpul di sekitar anak itu, asap hitam itu bergulung-gulung seakan menelan anak itu.
Bao Yu terlihat panik karena dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, hal seperti ini sama sekali belum pernah dia lihat. Wu Jiao Xing, Bai Ruo dan Zhang Rouruan saling melempar tatapan, tapi mereka tidak berani bergerak dari posisinya dan mempertahankan formasi mereka, menunggu aba-aba dari gurunya.
Bao Yu menduga roh jahat Xiao Ma sudah tidak akan memiliki jalan keluar lagi, dia terpaksa harus memusnahkan Xiao Ma dan seluruh penduduk desa atau Xiao Ma akan menjadi lebih lepas kendali jika dia hanya disegel di dalam botol.
Bao Yu mulai mengaktifkan mantra, merubah formasi penyucian menjadi formasi pemusnahan. Namun, sebelum hal itu terjadi, gelombang aura jahat yang bergulung-gulung di sekitar Xiao Ma tiba-tiba menghilang meninggalkan dua cahaya kecil yang perlahan-lahan melayang ke udara bersama ratusan cahaya yang tiba-tiba muncul dan terbang ke langit.
Pemandangan itu sangat indah, Zhang Rouruan tidak bisa untuk tidak membuka mulutnya untuk mengagumi mereka.
"Mereka telah dibebaskan," ucap Bao Yu membuat semua orang menatapnya.
"Benarkah begitu, Guru?" tanya Zhang Rouruan sulit untuk percaya.
"Tapi bagaimana bisa, kita belum melakukan ritual penyucian dan pembebasan."
Bao Yu berdiri dari duduknya dan mengelus jenggotnya sambil menatap cahaya-cahaya kecil perlahan-lahan mulai menghilang.
"Xiao Ma telah merelakan."
Mo Xian yang mendengarnya tidak bisa menahan senyum, tapi dia tetap merasa tidak enak kepada Fai Mu Yan, wanita itu kini menangis di depannya. Namun, Mo Xian tidak bisa menghiburnya karena suara langkah kaki mulai mendekat.
Mo Xian melompati jendela menuju atap, tidak memedulikan teriakan Nyonya Induk Semang, Mo Xian melompati satu atap ke atap yang lain dan bertemu dengan Bai Yue.
"Semuanya telah selesai?"
Mo Xian hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban.
__ADS_1
——————