Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Mo Xian memasak 2


__ADS_3

Selesai mandi, Mo Xian segera bersiap untuk makan malam, sup ayam gingsengnya masih di hangatkan di atas api kecil saat Mo Xian masuk ke dalam dapur.


Zhang Rouruan mengangkat panci supnya dan menaruhnya di atas nampan agar lebih mudah saat di bawa ke meja makan.


Meja makan mereka berada di halaman, Bao Yu bilang dia suka makan di luar sambil menikmati suasana dan merasakan udara segar.


Wu Jiao Xing dan yang lainnya sudah duduk mengelilingi meja makan saat Mo Xian dan Zhang Rouruan datang membawa dua hidangan terakhir.


Meletakan pot sup ayam gingseng di tengah meja, Zhang Rouruan bergabung duduk bersama Mo Xian yang meletakan manisan kumis naga sebagai makanan penutup.


Sedikitnya Mo Xian memasak enam hidangan, mulai dari telur gulung, pokcoi rebus yang disiram dengan saus cabai dan bawang putih, ayam cincang yang ditumis dan ditaburi bubuk cabai, tahu mapo, sup ayam gingseng dan manisan kumis naga yang dia buat sepenuh hati.


"Aku sama sekali tidak menyangka kau akan sangat pandai memasak." Bai Ruo memuji saat mereka mulai makan setelah seorang murid dari sekte Bai Lian mengirimkan pesan bahwa Bao Yu akan pulang terlambat dan meminta mereka tidak menunggunya untuk makan malam.


Wu Jiao Xing memperhatikan bagaimana senyum Mo Xian sangat lebar, mengetuk sumpitnya dia mulai memgambil nasi dan memasukannya ke dalam mulutnya.


"Mm, ini sangat enak, jika aku tahu kau bisa memasak aku tidak akan memasak sediri dari dulu."


Zhang Rouruan ikut memuji saat dia menelan supnya.


Bai Ruo mendesis.


"Kau sendiri yang mengatakan laki-laki tidak berbakat di dapur."


Zhang Rouruan mengerutkan bibirnya. "Itu karena aku telah melihat banyak laki-laki mengacau di dapur. Tidak hanya membuat makanan menjadi asin dan memiliki rasa yang aneh, mereka bahkan sering mengabaikan apa yang mereka masukan ke dalam wajan."


"Tsk! Itu hanya berasal dari keluargamu!"


Zhang Rouruan semakin kesal. "Apa yang kau katakan! Seluruh keluargamu tidak pandai memasak!"


"Aku mohon jangan bertengkar saat makan." Mo Xian mencoba menengahi, sementara Bai Yue dan Wu Jiao Xing sepertinya tidak peduli dan hanya mementingkan perut mereka. Mereka makan dengan sangat tenang.


"Rouruan, mulai besok aku akan membantumu memasak di dapur."


Zhang Rouruan tersenyum senang. "Benarkah, itu bagus. Itu artinya akan ada lebih banyak hidangan untuk guru."


Mo Xian mengangguk.


Bai Ruo juga ikut mengangguk. "Ya, itu bagus. Setidaknya kita akan memiliki cita rasa yang berbeda."


"Apa maksudmu?" Zhang Rouruan bertanya tidak suka.

__ADS_1


Bai Ruo akan menanggapi, tapi Bai Yue segera memegang tangannya dan memanggil namanya sekali, itu sudah sanngat cukup untuk membuat Bai Ruo diam dan melanjutkan makan malam mereka.


Di meja makan, mereka mengobrol tentang banyak hal termasuk tugas misi mereka. Bai Ruo mengeluh karena anak yang dia jaga sangat menyebalkan dan membuat banyak masalah untuknya dan Bai Yue. Tidak hanya mengambil barang dagangan orang tanpa membayar dia juga mengambil apa yang dia sukai di sepanjang jalan.


"Tuan Muda kecil ini seperti kue beras yang sangat menyebalkan, dia pikir semua yang dilihat oleh matanya adalah miliknya."


Bai Ruo mengeluh. "Bahkan orang tuanya tidak meninggalkan satu keping emas pun untuk jaga-jaga. Aku dan kakakku harus mengeluarkan uang dari kantong pribadi kami untuk semua kerugian yang diperbuat oleh anak itu, tapi setelah semuanya selesai, kami bahkan masih menerima keluhan karena anak itu menangis dan tidak menerima uang ganti."


"Aiya, hidup begitu keras."


Wu Jiao xing terkekeh. "Baru menemui masalah seperti itu dan kau sudah mengeluh seolah bebanmu sebesar gunung."


Bai Ruo yang mendengarnya menjadi kesal, tapi dia duduk di sebelah Bai Yue dan dia tidak bisa memukul wajah menyebalkan Wu Jiao Xing sekarang atau kakaknya akan marah.


—————————————


Dua hari berlalu sejak Mo Xian memasak dan sejak saat itu Mo Xian dan Zhang Rouruan memasak bersama di dapur. Bao Yu memuji keterampilannya memasak, Wu Jiao Xing mendesak Mo Xian untuk memberi tahu dari mana dia belajar memasak karena di mata Wu Jiao Xing, Mo Xian tidak pernah belajar memasak sebelumnya. Sebagai alasan, Mo Xian mengatakan kalau dia belajar memasak dari Mo Shan, saat itu Wu Jiao Xing masih terlihat curiga tapi tidak memaksa lebih.


Roh jahat yang disegel Mo Xian juga sudah diurus oleh Bao Yu, setidaknya sudah lima hari Bao Yu mencoba mencari informasi dari roh jahat itu, tapi roh itu tidak ingin menjawab bahkan saat Bao Yu sampai menggunakan cara kekerasan dengan menyiksanya, roh itu tetap pada pendiriannya dan tidak ingin menjawab.


Mantra itu, pada akhirnya masih meninggalkan misteri setelah memberi sedikit harapan pada Mo Xian. Mo Xian hanya berharap, Li Huan dan Li Zhouran lebih beruntung dari dirinya dan segera menyelesaikan masalahnya.


Beralih pada latihan, Bao Yu memberi mereka waktu istirahat dari latihan yang berat dan tidak mengizinkan mereka masuk ke kultivasi terpencil untuk beberapa hari. Jadi mereka menggunakan waktunya sesuai dengan apa yang mereka inginkan.


Sebelumnya, Mo Xian sudah meminta izin pada Bao Yu dan gurunya itu telah memberi ijin, bahkan Bai Yue dan Zhang Rouruan ingin ikut pergi tapi tidak diberi izin karena kota Hantu bukan kota yang bisa dimasuki sesuka hati mereka. Ada aturan yang tidak biasa menguasai kota itu, jika kau tidak memiliki kenalan penting dan hebat di sana, maka jangan harap bisa masuk atau makhluk yang menghuni kota Hantu akan memakanmu hidup-hidup. Meskipun, Mo Xian telah mengenal Nyonya Hu, tapi Bao Yu tetap tidak bisa menjamin semua muridnya akan kembali ke sisinya jika dia memberi mereka izin. Jadi dia hanya mengizinkan Mo Xian dan Wu Jiao Xing pergi.


"Apa yang ingin kau lakukan setelah bertemu dengannya?" Wu Jiao Xing bertanya saat keduanya mulai memasuki hutan.


"Nyonya Hu bilang dia akan membantu mencari tahu tentang kertas mantra itu, aku pikir aku perlu bertanya, siapa yang tahu mungkin Nyonya Hu sudah menemukan sesuatu."


Keduanya kemudian berjalan masuk ke dalam kota Hantu saat portal dibuka. Suasana seketika berubah dari sepi menjadi hiruk-pikuk keramaian hantu-hantu dan binatang iblis yang berkeliaran di tempat itu melakukan aktivitas mereka.


Mo Xian bahkan masih melihat bebek penjual telur asin itu masih berjualan di sudut jalan dan manusia bab* yang menjual tanghulu berselimut lumpur. Keduanya bahkan masih berdebat.


"Kau bebek sialan, lagi-lagi kau membuat masalah dengan mengumbar rahasia kami. Aku katakan! Kita sama-sama mencari nafkah kenapa kau mencari masalah!"


"Kwek, aku tidak peduli! Kau menjual barang palsu dan menipu pembeli, yang kau lakukan adalah kejahatan, kwek! Dan melihatmu menderita karena dipukuli adalah hiburan! Kwek! Kwek! Kwek!"


Bebek itu tertawa, manusia bab* menjadi marah dan mencekik leher si bebek. Bebek meronta meminta pertolongan dan orang-orang mulai berkumpul. Dua petugas keamanan segera melerai perkelahian dengan tongkat besi mereka.


"Apa yang kalian berdua lakukan, berkelahi di kota Hantu sangat dilarang!"

__ADS_1


Leher bebek memanjang ingin mematuk kepala bab* tapi ditahan oleh petugas yang memegangnya. Dengan kesal bebek memuntahkan kata-kata, "Bab* itu mencari masalah denganku, kwek! Aku mengatakan dia menipu pembeli dengan tanghulu busuk berlumpur dari kandang bab* dan dia mencekikku! Kwek! Aku tidak bersalah! Kwek! Aku tidak bersalah!"


Bab* yang mendengar semakin marah, dia ditahan oleh penjaga, ia ingin mendang dengan kakinya yang gemuk tapi tidak sampai karena terlalu pendek.


"Bebek itu adalah pembuat onar, bahkan semua pedagang di sini membencinya! Dia sendiri menjual telur busuk tapi menjelekan barang dagangan orang lain!"


"Aku tidak menjual telur busuk, kwek! Itu adalah telur ajaib! Kwek! Itu diwariskan dari leluhurku yang agung!"


Mo Xian tertawa kering saat melihat pertengkaran itu dan segera menyeret Wu Jiao Xing untuk meninggalkan tempat itu, sepertinya pertengkaran mereka masih panjang.


Sementara itu Wu Jiao Xing menatap jijik pada apa yang binatang iblis dan hantu-hantu itu jual. Tidak hanya buah-buahan busuk berselimut ilusi, dia juga mendapati binatang iblis ayam yang menjual kaki ayam pedas di pinggir jalan. Memasak dengan semangat, api dinyalakan, wajan panas tidak berhenti memasak, melayani pembeli. Mereka bahkan memasak jenis mereka sendiri demi menghasilkan uang.


Bahkan Wu Jiao Xing tidak bisa menggelengkan kepalanya atas keterkejutannya.


Di sisi lain Mo Xian juga melihat bintang iblis yang tengah berbicang dengan hantu.


"Tabungaku akan segera cukup, segera setelah aku mengumpulkan dua juta, dua ratus, dua puluh dua keping emas lagi dan aku bisa membeli barang bagus untuk membuat kulit baru."


"Aiya, itu masih memerlukan banyak waktu."


"Tidak, itu tidak akan terasa jika kau tidak menghitungnya."


"Tapi kau selalu menghitungnya setiap saat, bahkan hari ini kau sudah menghitungnya enam belas kali. Pergi dan cari pelanggan agar koinmu bertambah."


Kota Hantu, tidak ada bedanya dengan kota biasa di dunia manusia. Orang-orang di sini juga terlihat begitu hidup dengan kesibukan mereka masing-masing.


Mo Xian berjalan hingga sampai di Rumah Keindahan Dunia.


Saat keduanya sampai di tempat itu, aroma wewangian dan makeup segera tercium dengan jelas. Wu Jiao Xing yang baru pertama kali datang dan melihat bagaimana orang-orang di tempat itu berpakaian segera memiliki wajah gelap dan menarik tangan Mo Xian yang hendak berjalan masuk.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Wu Jiao Xing.


Mo Xian menatap heran.


"Kenapa kau masuk ke tempat seperti ini? Jika tuan dan nyonya tahu, mereka akan kecewa padamu."


Mo Xian tertawa ringan, membuat Wu Jiao Xing bingung.


"Apa yang Gege pikirkan?" tanya Mo Xian.


Wu Jiao Xing tergagap sebelum kata-katanya kembali tertelan ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Nyonya Hu bilang jika aku ingin menemuinya aku harus pergi ke tempat ini."


__ADS_2