
Setelah memastikan semua orang tidur di tempat tidur dan mendapatkan janji Nyonya Hu yang akan memerintahkan anak buahnya untuk menjaga semua orang, Mo Xian akhirnya setuju untuk pergi bersama Nyonya Hu ke suatu tempat.
Itu masih di jalan yang sama yang dilewati Mo Xian saat menuju desa yang telah ditinggalkan penduduknya, Menunggangi kereta kuda yang ditarik oleh rubah-rubah ajaib bahkan Mo Xian tidak merasakan roda mereka menginjak batu, begitu mulus dan mudah.
Mereka kembali melewati jembatan, anehnya saat melewati jembatan batu itu suasana di sana sangat berbeda dengan apa yang dilihat tadi sore. Lampion-lampion digantung di sepanjang jembatan dan Mo Xian mulai melihat sebuah kota yang sangat ramai dengan lampion warna-warni yang menghiasi jalan dan bangunan-bangunan yang ada. Bahkan Mo Xian melihat begitu banyak orang yang membawa kehidupan untuk kota ini.
Suara orang-orang yang bercengkrama terdengar riuh, anak-anak kecil berlarian memegang permen buah, manusia kepala b*b* terlihat menjual permen apel, berteriak, "Tanghulu yang aku dapatkan dari dunia manusia memiliki rasa yang kaya dengan cita rasa dari dunia manusia, aku menjamin kalian tidak akan menyesal jika membelinya dariku."
Mo Xian memperhatikan sepertinya manusia b*b* itu mencoba mempromosikan dagangannya. Orang-orang mulai berdatangan dan membelinya terutama anak-anak. Namun, tiba-tiba datang manusia bebek yang berteriak menganggu. "Kwek-kwek! Jangan mau dibodohi oleh bab* gendut ini, dia bakan mengambil buahnya di kandang b*bi yang penuh dengan kotoran. Itu adalah ilusi, kwek, itu adalah ilusi, kwek-kwek-kwek!"
Setelah mengatakan itu, tanghulu yang berkilauan dengan kristal manis dari gula yang telah dicairkan berubah menjadi buah busuk yang dilumuri tanah liat berwarna hitam. Orang-orang yang telah memakannya muntah, sementara yang belum memakannya segera mengembalikannya dan meminta ganti rugi dan memberi pukulan untuk wajah gemuk manusia b*b*.
Kini wajah gemuk b*b* menjadi wajah bengkak, bahkan matanya hampir tidak terlihat. Namun, dia masih bisa memberi tatapan marah pada bebek yang masih berisik itu.
"Apa masalahmu, kita sama-sama mencari nafkah, kenapa kau menyusahkanku!"
Bebek itu berkacak pinggang dan menjawab. "Kwek-kwek! Itu menyenangkan. Kwek!" Dan dengan begitu bebek pergi sambil berbunyi "Kwek! Kwek! Itu adalah ilusi, itu adalah ilusi, ambil kembali uang kalian, kwek! Kwek!"
"Bebek itu semakin gila setiap hari." Nyonya Hu mendesah dan menggelengkan kepalanya.
Mo Xian menatap dan bertanya apa yang sedang terjadi, tapi Nyonya Hu hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya, tidak ingin memberi tahu. Namun, ternyata Mo Xian sudah tahu hanya dengan melihat, bebek ini sebenarnya suka mencari masalah dengan orang lain karena dia ingin mencari perhatian agar barang dagangannya dibeli oleh pembeli. Namun, telur asin buatannya dibuat dari telur busuk, bahkan jika ada pembeli yang membelinya, bebek itu akan menjadi satu-satunya yang memakan telur itu.
"Barang daganganmu sama busuknya dengan mulutmu! Tolong, seseorang ambil dia ke rumah sakit jiwa atau bisnis kita akan hancur!"
__ADS_1
Malam itu Mo Xian melihat bagaimana bebek itu digiring seorang diri oleh ratusan pedagang yang telah dirugikan karena mulutnya yang kejam.
Mo Xian tidak tahu harus tertawa atau menangis. Semuanya mencari nafkah, bebek melakukan hal benar dengan mengungkap kecurangan pedagang lain, tapi dia sendiri ternyata tidak sadar jika dia juga curang dengan menjual telur busuk.
"Aku bilang itu bukan telur busuk, kwek, itu telur asin berkhasiat! Kwek! Aku buat itu dari resep leluhur yang agung, merendamnya di lumpur yang dicampur garam selama seratus tahun, telur itu hampir sama dengan pil ajaib yang bisa meningkatkan kekuatan spiritual kalian Kwek! Bahkan telur ini juga mampu memberbaiki hubungan kalian di atas ranjang! Kwek! Kwek! Kwek! Aku bukan penipu! Kwek! Aku katakan aku bukan penipu! Kwek! Kwek! Kwek!"
Sosoknya telah menghilang, tapi suaranya masih bisa terdengar, itu mengingatkan Mo Xian pada sosok kartun bebek cerewet di serial tv, bebek yang menyebalkan tapi bisa membuat orang yang menonton tertawa.
Mungkin itu karma untuk tuan bebek yang telah memasak telur spesisnya sendiri.
Melewati jalan kota, Mo Xian melihat banyak hal yang belum dilihat sebelumnya. Banyak binatang iblis berbaur dengan manusia. Namun, Nyonya Hu menjelaskan mereka adalah hantu yang tidak ingin pergi ke alam baka dan masih ingin bersenang-senang di dunia manusia dari pada menunggu giliran di roda reinkarnasi.
Nyonya Hu juga menjelaskan bahwa mereka sekarang berada di kota Hantu, tidak ada manusia biasa yang bisa masuk ke kota ini. Jika ada yang tidak sengaja masuk, manusia itu kemungkinan tidak bisa keluar dari kota ini seperti tiga anak buah Tuan Kong yang lain yang juga sudah terjebak di kota ini selama dua hari karena tidak sengaja masuk ke dalam kota hantu saat portal terbuka.
"Jadi hantu itu sebenarnya sudah merencanakan untuk membawa kami ke jalan ini untuk menjebak kami?"
Kereta yang mereka naiki akhirnya berhenti saat berada di depan sebuah bangunan yang paling besar di kota itu, bahkan paling tinggi.
Mo Xian membaca papan nama yang terpasang di depan pintu.
'Rumah Keindahan Dunia.'
Wajah Mo Xian menggelap segera mengerti apa maksud dari nama itu, ratusan wanita berwajah cantik berpakaian minim, dengan sengaja memamerkan putihnya paha mereka dan belahan dada mereka yang berisi, memasang wajah tebal dengan make up serta pemerah bibir, tersenyum melambai-lambai menggoda setiap orang yang lewat untuk minum. Bahkan tidak hanya wanita-wanita cantik yang ada di tempat itu, laki-laki tampan dengan segala jenis bentuk tubuh dari yang memiliki kulit sehalus porselen dengan wajah yang menggetarkan seluruh jenis makhluk, hingga jenis laki-laki yang memiliki tubuh proposional dengan perut kotak-kotak layaknya model pakaian dalam di dunia Mo Xian sebelumnya juga memasang senyum dan menggoda orang yang lewat untuk minum dengan mereka.
__ADS_1
Nyonya Hu melihat wajah Mo Xian yang sudah pucat pasi tidak bisa menahan tawa dan segera menarik Mo Xian untuk masuk ke dalam bangunan itu.
"Aiya, siapa anak menggemaskan ini?" Segerombolan wanita cantik bergaun merah menghadang jalan mereka.
"Nyonya Hu, apa kau mulai menyukai anak yang lebih muda sekarang. Hihihi."
"Aiya, jika anak ini yang menjadi santapan aku pun tidak ingin menolaknya. Hohoho."
Nyonya Hu melambaikan tangannya. "Jaga ucapan kalian, ini adalah Tuan Muda Mo dari dunia manusia. Jangan ganggu dia, dia adalah tamuku malam ini."
Mendendengarnya, gerombloan wanita cantik itu menjadi takut dan menciut.
"Aiya, kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi."
"Tapi, anak ini benar-benar menggemaskan, tumbuh beberapa tahun lagi dan dia akan menjadi pemuda yang akan digilai oleh wanita."
Wajah Mo Xian sudah segelap pantat panci, dia melihat bagaimana wanita-wanita itu sebenarnya sangat senang saat menggodanya seperti ini. Lihat bagaimana mereka tertawa, bahkan Nyonya Hu sama saja.
"Hohoho, dia akan memiliki waktu yang sulit dengan gadis-gadis."
"Ahihihi, bahkan memilih gadis bisa membuat sakit kepala."
"Ahahaha."
__ADS_1
'Tolong berhentilah berbicara tentang hal yang tidak berguna!'
06 Oktober 2020.