
Gambar buat cuci mata karena chapter ini mungkin membosankan dan menyakiti mata kalian.
Mo Xian dan Bai Yue duduk di sebuah ruangan menunggu Bao Yu yang sedang mempersiapkan latihan kultivasi tertutup untuk Wu Jiao Xing, Bai Ruo dan Zhang Rouruan.
"Sepertinya hidupmu selalu dipenuhi keberuntungan, bisa menemukan guru yang sangat perhatian pada kita itu benar-benar mengesankan."
Mo Xian menoleh pada Bai Yue, pemuda itu menatap dengan mata biru safirnya.
"Bukan aku yang menemukannya. Guru, yang menemukan kita."
Bai Yue menatap diam, sebelum berkata. "Baiklah, aku perbaiki. Bisa membuat guru melihat kita itu hal yang mengesankan."
Bai Yue memalingkan wajahnya ke depan. "Aku sudah membaca biografi tentang guru. Dia laki-laki yang hebat, tapi sepertinya dia menyembunyikan sesuatu."
Mo Xian menatap heran. "Apa maksudmu?"
"Di dalam catatan tentang guru, bukankah dikatakan guru menghilang setelah perang?"
Mo Xian mengangguk. "Apa menurutmu dia pergi untuk berkultivasi di suatu tempat?"
"Mungkin."
"Lalu, apa maksudmu guru menyembunyikan sesuatu?"
"Tingkat kultivasinya." Bai Yue menjawab saat menoleh dan menatap Mo Xian.
"Tuan Bai Xue pernah mengatakan kalau orang-orang kuat bisa menyembunyikan tingkat kultivasinya, seperti ayahmu yang menyembunyikan tingkat kaisarnya."
Mo Xian tidak pernah tahu kalau ayahnya menyembunyikan tingkat kultivasinya.
"Kenapa?"
__ADS_1
Bai Yue menghela napas. "Seseorang biasanya tidak ingin orang mengetahui tingkat kultivasinya. Seperti guru yang dengan mudah membawa kita keluar dari sekte Bai Lian, tidakkah kau berpikir kalau kemungkinan guru sebenarnya tidak hanya memiliki posisi penting di Bai Lian dan tingkat kultivasinya lebih kuat dari Master sekte Bai Lian?"
Mo Xian kemudian mulai memikirkannya. "Apa yang kamu katakan ada benarnya, tapi bukankah itu bagus? Kita mendapatkan guru yang hebat di Xin Yue."
Bai Yue menghela napas, semakin dia tinggal dengan Mo Xian semakin dia mengerti sifat Mo Xian, selain baik hati anak ini sebenarnya cukup tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Bagaimana dia bisa begitu tenang saat mengetahui gurunya bukan orang biasa, apa dia tidak berpikir kalau gurunya mungkin orang jahat yang akan menyesatkan jalannya?
Namun, karena tugasnya untuk mengawasi Mo Xian, dia harus mengikutinya. Bahkan jika sesuatu yang tidak beres terjadi, Aliansi Merak dan Embun Salju Abadi tidak akan tinggal diam.
——————————
Bao Yu mulai mengajari Mo Xian dan Bai Yue begitu dia memastikan Wu Jiao Xing, Bai Ruo dan Zhang Rouruan melakukan kultivasi tertutup dengan benar setelah melakukan terapi akupuntur pada mereka.
"Pola mantra memiliki banyak jenis dan kegunaan layaknya mantra kertas. Perbedaannya hanya pada kita yang menggunakan energi spiritual untuk membentuk pola mantra."
Bao Yu mulai menjelaskan, memperhatikan Mo Xian dan Bai Yue.
"Terdengar seperti membuang-buang energi spiritual, tapi jika kau benar-benar telah menyempurnakan inti energi spiritualmu dan melakukan latihan untuk mengokohkannya maka kalian akan menemukan cara tersendiri untuk mengatasinya."
"Cara tersendiri?" Mo Xian bertanya dengan rasa penasaran karena dia pikir, setelah membentuk inti energi spiritual sempurna, yang perlu dilakukan adalah berlatih untuk naik tingkat ke level berikutnya. Sama seperti yang dilakukan orang lain.
Mo Xian menatap bingung masih tidak mengerti.
Bao Yu tersenyum melihat kebingungan Mo Xian. "Orang pikir, naik tingkat adalah hal mutlak untuk menjadi kuat. Namun, mereka melupakan dasarnya. Apa kalian mengerti maksudnya?"
Mo Xian dan Bai Yue menggeleng. Ucapan Bao Yu sulit dimengerti.
"Lupakan menjadi kuat," ucap Bao Yu membuat Mo Xian dan Bai Yue terkejut.
"Guru, apa maksudnya? Murid tidak mengerti."
Bao Yu tersenyum. "Selalu ingat alasan kalian untuk menjadi kuat tapi lupakan untuk menjadi kuat. Keinginanmu untuk menjadi kuat akan menjadi penghalang terbesar untuk diri kalian di masa depan."
Bao Yu tertawa pelan sambil mengelus jenggotnya melihat wajah bingung kedua muridnya dan menepuk kepala keduanya.
__ADS_1
"Mari belajar perlahan-lahan, dan kalian akan mengerti. Namun, untuk saat ini aku ingin kalian melupakan menjadi kuat, lupakan level kultivasi dan mengejar tingkat kultivasi. Aku ingin kalian terus belajar dan jangan pernah merasa cukup. Dunia ini tidak sekecil yang kita kira, ada banyak misteri yang harus kita lihat dengan mata kita."
Mo Xian dan Bai Yue saling menatap. Sebenarnya mereka sama sekali belum mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan oleh gurunya. Apa itu karena sebenarnya kualitas otak mereka terlalu rendah?
Namun, saat Mo Xian memikirkan kembali perkataan Bao Yu, entah kenapa Mo Xian teringat pada Mo Shan. Ingatan itu tiba-tiba saja masuk ke dalam kepalanya, saat itu Mo Shan mengajaknya pergi keluar gubuk untuk merawat sayuran di halaman.
"Semua yang ada disini memiliki kegunaannya sendiri, tapi anak kecil apa kau tahu banyak orang lebih suka yang masih muda seperti ini?" tanya Mo Shan saat menunjukan sayuran yang memiliki warna hijau segar dengan kualitas terbaik.
Saat itu Mo Xian mengangguk setuju, karena saat memakan sayuran dia juga lebih suka yang seperti itu. Selain rasanya lebih enak, nutrisinya juga masih bagus.
"Sama halnya dengan buah, anak kecil kau juga lebih suka buah yang sudah matang sempurna, bukan?"
Mo Xian mengangguk. Tentu saja dia suka buah yang sudah matang sempurna, jika terlalu muda itu akan terasa asam dan pahit dan jika terlalu matang rasanya sudah tidak terlalu enak.
"Kau juga harus hidup seperti ini."
Alis Mo Xian berkerut, apa maksudnya dia harus hidup seperti sayuran hijau dan buah matang?
Mo Shan menganggukan kepalanya, memperhatikan sayuran hijau di tangannya, memasukkannya ke dalam mulutnya, mengunyahnya dan menelannya. "Selalu hijau dan matang sempurna pada waktunya, apa kau mengerti maksudku?"
Mo Xian menggeleng, tentu saja dia tidak mengerti.
"Sayuran yang masih hijau disukai banyak orang, buah yang matang sempurna pada waktunya juga disukai banyak orang."
"Apa itu artinya aku harus menjadi orang yang disukai banyak orang?"
Mo Shan menyentil dahinya. "Bukan itu maksudnya, bodoh!"
Mo Xian menggosok dahinya yang sakit.
"Maksudku adalah kau harus selamanya hijau dan matang di saat yang tepat. Jangan berpuas diri pada apa yang akan kau dapatkan di masa depan, dunia ini begitu luas hingga matamu yang mungil tidak akan bisa melihat seluruh apa yang ada di dunia ini. Bahkan dengan kapasitas otakmu yang hanya sebesar kepalan tangan tidak akan cukup untuk menyimpan semua pengetahuan dan misteri yang ada di dunia ini. Kau harus terus belajar selama kau masih hidup, jangan berhenti atau kau akan berakhir menjadi sayuran tua dan buah busuk yang tidak akan berguna selain menjadi makanan ternak, itu maksudku. Apa kau mengerti sekarang?"
Mo Xian menatap kesal pada Mo Shan, bukankah laki-laki ini sebenarnya sedang berbicara dengan bahasa yang cukup tinggi untuk anak usia lima tahun. Namun, Mo Xian adalah gadis yang berusia delapan belas tahun, tentu saja dia mengerti dan menganggukan kepalanya. Terkadang Mo Xian pikir Mo Shan tahu usia Mo Xian yang sebenarnya, tapi laki-laki itu selalu memanggilnya anak kecil. Apa-apaan!
__ADS_1
Karena ingatan yang muncul tiba-tiba, sekarang Mo Xian mengerti kenapa Bao Yu menyuruhnya untuk melupakan menjadi kuat. Dia tidak ingin muridnya hanya sekedar menjadi kuat dan berhenti di situ saja, dia ingin muridnya terus belajar dan menerima apa yang alam berikan padanya.