
Orang-orang Embun Salju bersorak bahagia dengan kemenangan yang diraih oleh orang-orangnya empat kali berturut-turut. Kesombongan di wajah mereka semakin jelas terlihat bahkan hingga pertandingan terakhir hari ini, orang-orang Embun Salju memandang rendah orang-orang dari dataran luar.
"Mereka keterlaluan, apa pertandingan persahabatan kota Embun Salju selalu seperti ini?" tanya Li Zhou Ran yang jengkel saat kembali ke kamar mereka.
Li Huan menuangkan teh. "Puluhan tahun berlalu sejak pertandingan kita di kota ini. Kota ini jelas berbeda dengan masa lalu."
Mo Xian yang tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan melemparkan diri ke tempat tidur bersama Xiao Hei.
"Xian'er, pergi mandi terlebih dahulu." Li Zhou Ran segera mengingatkan, dia sangat tidak suka dengan orang yang tidak bisa menjaga kebersihan terutama diri sendiri. Mo Xian mengangguk dan segera pergi ke ruangan yang sudah disediakan bak air panas untuk mandi.
"Apa menurutmu ini adalah perbuatan Bai Xue. Pria tidak berguna itu sejak muda sudah terkenal tidak memiliki hati nurani. Ingat saat pertandingan kita dulu, dia bahkan hampir membunuh lawannya di arena meskipun sudah diingatkan?"
Li Huan mengangguk. "Bagaimana aku bisa lupa, orang yang hampir mati itu menatapku untuk mencari pertolongan. Bai Xue, aku kira saat dia diangkat menjadi pemimpin sifatnya akan berubah, aku tidak menyangka ini justru menjadi semakin buruk karena orang-orang Embun Salju sekarang sudah seperti dia. Tidak berperasaan."
Mo Xian yang berada di ruang sebelah bisa mendengar pembicaraan keduanya. Mo Xian sedikit bisa memahami apa yang sedang terjadi.
"Tentang jantung Hongbaoshi. Aku kira itu hanya untuk memancing orang-orang agar datang ke tempat ini."
Li Huan tampak berpikir sejenak.
"Aku yakin bukan itu alasannya, anggota kita benar-benar mendapat informasi bahwa Bai Xin telah dicuri dari tempat penyimpanan mereka. Orang-orang kita tidak mungkin salah tentang hal ini."
"Jika itu benar Bai Xin yang dicuri, apa Bai Xue benar-benar harus bertindak sejauh ini untuk menangkap pencuri?"
"Aku takut bukan hanya itu alasannya. Bagaimanapun berharganya Hongbaoshi dan Bai Xin, itu bukan hal yang sulit untuk didapat bagi orang seperti Bai Xue."
"Lalu?"
"Orang-orang kita mengatakan bahwa bukan hanya Bai Xin yang telah dicuri, tapi benda pusaka berharga mereka juga ikut dicuri."
"Apa itu?"
Li Huan menggeleng.
"Tidak ada informasi tentang hal itu, sepertinya kita hanya bisa menunggu."
Li Zhou Ran menghela napas dan melihat Mo Xian keluar dengan keadaan bersih, memakai baju bersih dengan rambut yang sedikit basah. Li Zhou Ran kemudian memilih membantu Mo Xian mengeringakan rambut dan mengabaikan perasaan khawatirnya.
.....
__ADS_1
Hari kedua pertandingan, Mo Xian kembali duduk di bangku peserta bersama Wu Jiao Xing.
Tidak seperti hari pertama, pertandingan hari ke dua dibagi menjadi lima pertandingan dan kali ini untuk pertandingan pembuka, tidak disangka nama Wu Jiao Xing muncul di urutan pertama, dan untuk lawannya adalah pemuda dari dataran Embun Salju.
Pemuda itu bernama Bai Rou memiliki wajah yang sedikit lebih lembut dari orang-orang yang kemarin. Ada tahi lalat di bawah mata kirinya, dan rambutnya juga sengaja diikat tinggi seperti ekor kuda. Dia membawa pedang berwarna perak yang berkilauan terkena sinar matahari.
Sebaliknya Wu Jiao Xing juga membawa pedang hitam yang biasa digunakan untuk berlatih bersama Mo Xian. Keduanya berhadapan dan membungkuk memberi hormat satu sama lain sebelum Bai Hua membunyikan gong, pertanda pertandingan akan dimulai.
"Aku dengar Anda adalah anggota Aliansi Merak. Suatu kehormatan untukku bisa berhadapan dengan anggota Aliansi Merak. Aku harap Anda tidak mengecewakanku," ucapnya tersenyum sebelum dengan cepat bergerak maju dan menyerang Wu Jiao Xing.
Gerakannya sangat cepat dan hampir tidak terlihat, Mo Xian yang menonton bersama orang lain dibuat terpesona dengan gerakannya yang cepat, beberapa dari mereka menganggap Wu Jiao Xing tidak bisa menghindari serangan ith, tapi Mo Xian tahu gegenya tidak sesederhana itu.
Mata Bai Ruo membulat saat menyadari serangannya ditangkis dengan pedang yang bahkan belum keluar dari sarungnya.
Wu Jiao Xing tersenyum sinis. "Kalau begitu aku juga berharap orang Embun Salju tidak mengecewakanku karena aku sudah lama tidak bertarung dengan sungguh-sungguh."
Wu Jiao Xing mendorong Bai Ruo dan menarik pedang hitam miliknya. Wajah Bai Ruo yang mendapat serangan pertamanya gagal menjadi bengok dan gelap.
Wu Jiao Xing melompat memberikan sengan balasan, Bai Ruo dengan sigap menangkisnya dengan pedang, tapi gerakan Wu Jiao Xing lebih cepat dan berhasil mendaratkan tendangan di pinggang Bai Ruo. Satu poin untuk Wu Jiao Xing.
Mo Xian yang duduk di bangku penonton melihat dengan takjub pada keterampilan Wu Jiao Xing, dia sudah lama berlatih dengan Wu Jiao Xing tapi tetap tidak bisa untuk tidak mengagumi keterampilannya.
"Aku tidak menduga kalau penjaga putramu ternyata juga berbakat, dimana kakak laki-laki menemukannya?"
"Sepertinya mata yang bisa melihat benih bakat seseorang hanya mitos," ucap Li Huan.
Wang Xueshi yang mendaoat jawaban seperti itu menjadi kesal.
"Katakan, apa aku pernah melihat anak ini sebelumnya. Anak ini begitu tenang, bahkan inti spiritualnya belum terlalu berkembang. Aku tidak melihat bakat apapun darinya."
Li Huan tersenyum sementara pertandingan di panggung semakin sengit. Bai Ruo yang kalah satu poin ingin segera mengejar ketertinggalan dengan mengalirkan energi spiritual ke pedangnya dan menyerang dengan cukup agresif. Namun, serangannya masih bisa ditahan dengan baik oleh Wu Jiao Xing dan itu membuatnya semakin marah.
Tidak hanya itu, pedang mereka saling beradu, tapi pedang Wu Jiao Xing masih bertahan dan tidak terkena efek serangan es miliknya.
"Kau harus ingat kalau guru pernah bilang, orang-orang yang hebat dalam bela diri tidak hanya mereka yang memiliki bakat, tapi juga mereka yang bekerja keras."
Wang Xueshi mendengus dan menyandarkan tubuhnya.
Di panggung, Bai Ruo benar-benar dibuat marah oleh Wu Jiao Xing. Gerakan Wu Jiao Xing yang ringan selalu berhasil memghindari semua serangan Bai Ruo.
__ADS_1
"Apa hanya ini kemampuan terbaikmu?" tanya Wu Jiao Xing sambil tersenyum.
Bai Ruo terkejut dengan ekspresi Wu Jiao Xing. Wu Jiao Xing yang sebelumnya mengambil posisi bertahan sekarang mulai menyerang. Mengayunkan pedang hitamnya ke atas dan memutarnya lurus sebelum menyentaknya ke samping hingga pedang Bai Ruo terpental jatuh ke luar panggung.
Bai Ruo yang terpisah dengan pedangnya saat energi spiritual masih terhubung, itu membuat tubuh Bai Ruo mendapatkan hal yang buruk. Bai Ruo memuntahkan seteguk darah dan terhuyung mundur beberapa langkah sambil memegangi dadanya.
"Katakan, kau masih ingin meneruskan atau pergi dengan mulutmu yang mengatakan kekalahan?"
Wu Jiao Xing tersenyum sinis, berdiri di tengah-tengah arena sambil memainkan pedang. Mata Bai Ruo memerah karena marah, orang di depannya benar-benar memiliki kemampuan.
Orang-orang yang duduk di bangku penonton juga memiliki wajah yang tegang, terutama dari dataran Embun Salju, wajah mereka mulai menggelap melihat posisi Bai Ruo yang buruk.
Melihat wajah-wajah dataran Embun Salju yang menggelap dengan mata merendahkan itu membuat Bai Ruo terbakar amarah, bahkan saat dia melihat ketua Bai Xue yang bahkan sudah tidak ingin melihatnya lagi membuat Bai Ruo gila.
"Ini belum berakhir!" ucap Bai Ruo sebelum melompat ke tengah panggung dan bertarung dengan tangan kosong, mencoba menyerang titik vital Wu Jiao Xing, tapi seperti sebelumnya Wu Jiao Xing sangat pandai menghindar apalagi setelah lawannya kehilangan senjatanya.
Wu Jiao Xing melompat ke samping dan mengembalikan pedangnya ke sarungnya, menggunakannya sebagai senjata tumpul, tidak hanya menggunakannya sebagai perisai, Wu Jiao Xing juga menggunakannya untuk memukul dua kali berturut-turut di pinggang dan wajah Bai Ruo yang putih hingga meninggalkan bekas merah di pipinya.
Bai Ruo tidak percaya dia telah dikalahkan oleh Wu Jiao Xing, masih menyerang dengan agresif dengan kemampuan beladiri tangan kosong. Namun, Wu Jiao Xing sudah tidak ingin melayaninya dan turun dari panggung.
"Kembali kau ke sini, aku belum selesai dasar pecundang!" teriak Bai Ruo dari atas panggung.
Wu Jiao Xing yang baru turun dari anak tangga terakhir menoleh menatapnya tajam dengan manik biru gelapnya yang sedalam lautan.
"Berhentilah membohongi dirimu sendiri, bodoh!"
Mo Xian tidak bisa melihatnya lagi, Wu Jiao Xing benar-benar memiliki mulut yang buruk, jangankan orang lain, bahkan Mo Xian sebagai tuan mudanya sudah berkali-kali menerima kata-kata kejam dari mulut Wu Jiao Xing.
Orang-orang dataran luar yang mendengar perkataan Wu Jiao Xing tertawa terbahak-bahak sementara orang-orang dari dataran Embun Salju diam seribu bahasa. Bai Ruo yang mendapat semua tertawaan itu membatu seperti patung seolah kepalanya baru saja dihantam benda yang sangat keras, melihat Wu Jiao Xing pergi begitu saja kembali ke bangku peserta.
Pertandingan pertama di hari kedua benar-benar menampilkan pertandingan yang menarik untuk penonton, terutama dari dataran luar yang kalah empat kali berturut-turut.
1391 Kata.
30 Agustus 2020.
07 September 2020.
Terima kasih sudah membaca (。・ω・。)ノ♡
__ADS_1