
Semua orang yang ada di sana melihat dengan tidak percaya. Lima orang itu berhasil bangkit kembali seolah tidak ada yang terjadi pada mereka.
Hari mulai gelap, Wu Jiao Xing berangsur-angsur membaik, tapi Bai Yue yang terus menggunakan energi spiritualnya untuk Wu Jiao Xing mulai memucat, wajahnya dipenuhi keringat dingin.
Bai Ruo yang melihatnya menjadi khawatir dan Mo Xian tidak tahu harus berbuat apa, jika dia menyuruh Bai Yue untuk berhenti, keadaan Wu Jiao Xing mungkin akan kembali memburuk, tapi jika dia membiarkan Bai Yue melanjutkan aktifitasnya, Bai Yue juga akan menjadi tidak baik.
Mo Xian hanya bisa mengutuk dirinya sendiri yang tidak berguna dan tidak bisa melakukan apa-apa selain membuang air mata.
"Ge, biarkan aku yang melanjutkan. Sebaiknya Gege beristirahat," ucap Bai Ruo.
Bai Yue menggeleng, dia tidak bisa membiarkan adiknya yang sedang terluka melakukan penyaluran energi spiritual, itu akan buruk untuk keadaannya. Dan yang lebih ironis adalah dia sebenarnya sedang berusaha menyelamatkan orang yang telah membuat adiknya terluka, orang yang telah menghina adiknya di depan semua orang, orang yang mempermalukan adiknya di depan Bai Xue, Wu Jiao Xing.
Bai Yue sama sekali tidak mengerti kenapa dirinya refleks memberi bantuan pada orang yang telah melukai adiknya, yang jelas Bai Yue tidak tahan saat melihat Mo Xian menangis, terpuruk sambil memeluk Wu Jiao Xing yang sudah tidak berdaya.
Di sisi lain, Bai Xue menjadi serius saat menghadapi lima orang yang ternyata bukan sembarangan orang.
Bai Xue kembali menggerakan tangannya dan ratusan tombak es terbentuk, melayang di udara dan mulai menyerbu lima orang bertopeng itu. Namun, hasilnya tetap sama, setiap kali Bai Xue berhasil memaku kelima orang itu ke tanah, asap hitam akan menguar dari tubuh mereka dan melelehkan tombak esnya.
"Sialan, siapa sebenarnya orang-orang ini!"
Bai Xue menggertakan gigi, ia membuat lebih banyak lagi tombak es dan menyerang mereka, dan pergerakan mereka menjadi semakin cepat. Udara dingin menguar dari tubuh Bai Xue yang mulai kehilangan ke sabaran dan di tangannya terbentuk sebuah pedang perak panjang.
Mata Bai Ruo yang melihatnya membola. "Pedang Naga Es pemberian Dewi Danau."
Mo Xian mendengar perkataan Bai Ruo, ia melirik sekilas pada pedang perak panjang yang sangat menawan, tubuh pedang itu dialiri energi spiritual berwarna biru. Namun, Mo Xian kembali memperhatikan keadaan Wu Jiao Xing. Dia lebih khawatir padanya.
Bai Xue mengayunkan pedang, angin dingin berhembus dan membentuk es runcing yang menyerang mereka. Energi gelap semakin terasa, asap hitam yang keluar dari tubuh pria bertopeng itu semakin banyak dan pergerakan mereka menjadi semakin lancar. Mereka berlima menyerang secara acak, tidak terkoordinasi menanadakan bahwa mereka tidak bekerja sama dalam tim, yang mereka pedulikan adalah menyerang lawan.
Bai Xue yang sudah di ujung tanduk mengayunkan pedangnya dan memotong lima orang bertopeng yang menyerangnya. Tubuh mereka terpotong menjadi dua di area pinggang, tapi mereka benar-benar membuat Bai Xue dan mereka yang melihatnya tidak habis pikir makhluk apa mereka. Meskipun badan mereka telah terpotong menjadi dua dan menggelepar di salju yang putih, bagian atas mereka masih bisa bergerak dan bangkit, mencari pasangan tubuh mereka.
Tidak ada darah yang keluar dari tubuh mereka, tapi bau busuk segera menyebar dari tubuh bagian bawah mereka. Melihat itu Bai Xue bergerak cepat untuk memisahkan badan bagian atas dan bawah. Namun, Bai Xue masih kurang cepat, dua diantara mereka berhasil menyatukan kembali tubuh mereka.
Bai Xue menggertakan gigi, hari sudah semakin gelap dan lawannya masih baik-baik saja. Namun, saat Bai Xue hendak menyerang tiba-tiba muncul penghalang berbentuk kubah yang mengurung semua orang termasuk musuh mereka.
"Kau datang terlambat, anggotamu hampir mati," ucap Bai Xue.
"Maaf, aku ambil alih dari sini," ucap Li Huan yang tiba-tiba muncul bersama kubah yang terbentuk.
__ADS_1
Mo Xian yang melihat Li Huan seolah menemukan harapan, dan tidak hanya itu Li Zhou Ran juga datang bersama Zhao Jin.
"Ibu ...," ucap Mo Xian tidak berdaya.
Li Zhou Ran melihat keadaan putranya begitu menyedihkan, terpuruk di atas salju yang dingin sambil memeluk Wu Jiao Xing yang tidak berdaya.
Li Zhou Ran menepuk pundak Bai Yue. "Sudah cukup. Terima kasih untuk bantuanmu, aku akan ambil alih dari sekarang," ucap Li Zhou Ran. "Zhao Jin, periksa keadaan Bai Yue, lakukan sesuatu jika ada yang salah."
Zhao Jin mengangguk, Bai Yue melepaskan energi spiritualnya dari tubuh Wu Jiai Xing dan terjatuh tidak sadarkan diri. Bai Ruo sangat panik saat melihat Bai Yue tiba-tiba tidak sadarkan diri dengan wajah pucat dipenuhi keringat.
"Gege!" ucap Bai Ruo.
"Bai Yue!" ucap Mo Xian terkejut.
"Jangan khawatir, dia hanya kelelahan. Dia akan baik-baik saja setelah beberapa saat," ucap Zhao Jin sambil memeriksa keadaan Bai Yue dan mulai memberikan energi spiritualnya.
Di sisi lain, Mo Xian benar-benar merasa sangat bersalah, dia telah merepotkan orang lain hingga sejauh ini sementara dia tidak bisa melakukan apa-apa. Dia merasa bahwa dia benar-benar tidak berguna dan hanya bisa menjadi anak yang cengeng tanpa tahu harus melakukan apa.
Li Zhou Ran melihat putranya menangis segera mengusap pipi Mo Xian.
"Tidak apa, semua akan baik-baik saja," ucap Li Zhou Ran sebelum memeriksa keadaan Wu Jiao Xing.
Li Zhou Ran memperhatikan keadaan Wu Jiao Xing sebenarnya telah membaik meski tubuhnya masih kedinginan, dia mengeluarkan pil dan memasukannya ke dalam mulut Wu Jiao Xing, sebelum menoleh pada Bai Yue yang tidak sadarkan diri.
"Anak ini, dia memiliki bakat dalam bidang pengobatan," pikir Li Zhou Ran tentang Bai Yue. Bai Yue telah mengalirkan energi spiritualnya dengan tepat sehingga peredaran aliran energi spiritual milik Wu Jiao Xing tidak mengalami penyimpangan dan penyumbatan.
Li Zhou Ran kembali melihat kondisi Wu Jiao Xing yang kini berangsur-angsur membaik setelah dia memberikan pil dan mengirim energi spiritual miliknya.
Warna wajah Wu Jiao Xing berangsur-angsur menjadi cerah, napasnya yang berat juga mulai menjadi ringan dan matanya mulai berkedip.
"Nyonya Li?" ucap Wu Jiao Xing pelan.
"Gege!" ucap Mo Xian senang saat mendengar suara Wu Jiao Xing.
"Jangan terlalu banyak berbicara, gunakan waktumu untuk beristirahat," ucap Li Zhou Ran tanpa berhenti menyalurkan energi spiritual miliknya.
Wu Jiao Xing berkedip pelan, ia merasa tenggorokannya sangat kering dan membuatnya sulit berbicara. Namun, ada satu hal yang ingin dia sampaikan.
__ADS_1
"To ... topeng mereka," ucap Wu Jiao Xing pada akhirnya.
Li Zhou Ran yang mendengar suara samar Wu Jiao Xing segera menoleh pada pertarungan yang terjadi di antara Li Huan dan lima orang bertopeng.
Li Huan menggunakan pedangnya untuk memotong mereka menjadi dua seperti yang dilakukan Bai Xue, tapi sama seperti apa yang terjadi pada Bai Xue orang-orang itu tidak terpengaruh dengan serangan Li Huan. Mereka berhasil menyatukan anggota tubuh mereka yang sempat membusuk kembali dan tiba-tiba saja tubuh mereka menjadi utuh tanpa bekas.
"Aku katakan itu tidak akan berhasil, mereka selalu berhasil untuk kembali. Mereka memiliki keahlian untuk memperbaiki struktur yang telah rusak menjadi baru. Ini seperti tidak akan ada selesainya," ucap Bai Xue.
Li Huan memperhatikan bagaiman orang-orang itu membali mejadi utuh setelah dipotong olehnya dan menatap dengan tidak percaya. Namun, saat dia hendak menyerang lagi, sebuah angin kencang muncul dan menerbangkan lima orang itu ke dalam pusaran angin puyuh.
Li Huan menoleh dan menatap istrinya yang kini tengah memegang kipas.
"Laogong! ambil topeng mereka!" seru Li Zhou Ran.
Li Huan segera mengerti dan masuk ke dalam pusaran angin, beberapa saat berlalu tidak ada orang yang bisa melihat apa yang sedang terjadi di dalam pusaran angin.
Mo Xian menunggu dengan khawatir saat melihat ayahnya masuk ke dalam pusaran angin. Setelah sepuluh menit berlalu, pusaran angin berhenti berputar dan perlahan-lahan menghilang, memperlihatkan Li Huan yang melayang di udara sebelum turun bersama tubuh-tubuh tak bernyawa yang berjatuhan dari atas layaknya potongan kayu.
Li Huan kembali dengan lima topeng, mereka kemudian memperhatikan bagaimana tubuh lima orang itu mengeluarkan asap hitam bersama bau busuk yang menguar sebelum berubah menjadi tulang-belulang yang terbungkus kain hitam.
Semua orang terpana dengan apa yang baru saja terjadi. Mereka benar-benar telah melihat bagaimana tubuh orang-orang itu berubah menjadi tulang-belulang hanya dalam beberapa detik.
Li Huan melihat topeng yang ada di tangannya, memeriksa kelima topeng itu dan menemukan mantra yang sama seperti satu tahun yang lalu.
Saat melihat itu, Li Huan merasakan firasat burut dan tanpa sengaja memandang Mo Xian.
Lalu sebuah pertanyaan besar muncul.
Bukan siapa Mo Shan, tapi sekarang berubah menjadi siapa Mo Xian?
Kenapa hal-hal aneh muncul di sekitarnya?
1384 Kata.
04 September 2020.
11 September 2020.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca ~♥~