Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Kasih Sayang.


__ADS_3

Lima tahun berlalu sejak Mo Xian diangkat menjadi anak keluarga Li dan hidupnya kian menjadi lebih baik. Mo Xian tidak pernah kekurangan apapun, Li Zhou Ran sangat memanjakannya melebihi Li Huan memanjakan dirinya.


Saat Mo Xian ditanya kapan hari lahirnya, Mo Xian tidak bisa menjawab karena dia benar-benar tidak tahu dan Li Zhou Ran langsung memanggil Tetua di kota Empat Batu untuk menemukan kapan Mo Xian lahir dan jika tetua itu menemukan Mo Xian lahir di tahun, bulan, tanggal dan hari yang buruk, Li Zhou Ran dengan keras kepala memintanya untuk menemukan tahun, bulan tanggal dan hari yang paling baik.


Sejak saat itu Mo Xian diketahui lahir di hari ke 27 bulan ke delapan. Tetua mengatakan Mo Xian lahir di tahun kelinci dengan bintang keberuntungan yang sangat baik, membuat Li Zhou Ran sangat senang hingga rela membuang sekantung keping emas untuk membayar Tetua kota Empat Batu.


Dan sejak saat itu, ulang tahun Mo Xian selalu dirayakan dengan meriah dan meriah selama tujuh hari tujuh malam. Namun, setelah ulang tahunnya yang ke delapan Mo Xian dengan ramah menolak dibuatkan pesta yang menurutnya menghambur-hamburkan uang. Menurut Mo Xian, akan lebih baik jika hari ulang tahunnya dirayakan dengan cara berbagi dengan orang lain.


Li Huan dan Li Zhou Ran sangat terpesona dengan kecerdasan berpikir Mo Xian dan semakin mengagumi dan menyayangi Mo Xian. Sejak saat itu, setiap kali Mo Xian berulang tahun, rumah keluarga Li akan ramai dikunjungi orang-orang yang kurang beruntung seperti pengemis dan gelandangan yang mengantri untuk kebaikan tuan muda Mo Xian yang dengan cepat terkenal di kota Empat Batu.


Mo Xian sendiri tidak tahu dirinya telah dikenal di seluruh penjuru kota. Orang-orang  menyebut Mo Xian adalah berkah dari dewa, kekasih surga, hati selembut giok dengan wajah secantik bunga teratai.


Semakin umur Mo Xian bertambah, Mo Xian menyadari bahwa dirinya bagaimanapun seorang gadis yang menyamar sebagai pria. Li Huan dan Li Zhou Ran tidak tahu tentang hal ini karena Mo Xian tidak pernah mengizinkan mereka membantunya mandi dan berpakaian dengan alasan dia sudah terbiasa melakukannya sendiri dan tidak ingin merepotkan orang lain.


Li Huan tidak masalah dengan itu, sebaliknya Li Zhou Ran yang sudah lama ingin memiliki anak dan merawat anak sesekali memaksa ingin memandikan dan membantunya berpakaian saat Mo Xian masih berumur lima tahun, tapi Mo Xian selalu punya cara untuk menghindarinya dan hanya akan membiarkan Li Zhou Ran menyisir dan mengikat rambutnya setiap hari.


Sejalan dengan waktu, wajah Mo Xian semakin cantik dan mulai dikenal sebagai pemuda berwajah cantik yang baik hati. Tidak hanya mengambil hati gadis-gadis pelayan di rumahnya, Mo Xian juga sudah menarik sebagian besar hati gadis di seluruh kota.


Li Huan, laki-laki yang sekarang telah menjadi ayah angkatnya itu sebenarnya bukan kultivator biasa. Mo Xian mengetahui ini saat dia mengejar Xiao Hei yang tiba-tiba berlari masuk ke ruang kerja Li Huan. Di dalam ruang kerja Li Huan, Mo Xian melihat banyak gulungan-gulungan penting dan karena rasa penasaran Mo Xian membaca gulungan-gulungan yang kurang lebih berisi informasi-informasi yang tentu saja Mo Xian saat itu tidak paham. 


Namun, saat Li Huan melihat ruang kerjanya dijarah oleh Mo Xian, laki-laki itu tidak marah dan justru menjelaskan dengan detail setiap gulungan yang ada di dalam ruangannya.


Li Huan menjual informasi, dia adalah ketua Aliansi Merak. Li Huan memiliki anggota yang tersebar di seluruh benua untuk mencari informasi dan menjual informasi. Li Huan bilang, Aliansi Merak adalah sebuah organisasi kuat yang diturunkan dari mendiang gurunya.


Awalnya Mo Xian tidak tahu kekuatan yang dimaksud, atau seberapa kuat dan seberapa hebatnya Aliansi Merak. Sejak dia diangkat sebagai anak, Mo Xian tidak pernah melihat pertarungan dan pertumpahan darah lagi.


Li Huan dan Li Zhou Ran benar-benar menjaganya seperti permata berharga yang hanya boleh untuk dipajang, dilihat dan dikagumi. Mo Xian, sekalipun tidak boleh ikut campur dalam pekerjaan kasar.


"Biarkan pelayan yang melakukannya."


"Biarkan ayahmu yang mengerjakannya."


"Aiya, jangan lakukan itu!"


"Biar ibu yang melakukannya."


"Pergi dan lakukan sesuatu yang lebih baik dari ini, atau bermainlah dengan Xiao Hei."


Situasi ini membuat Mo Xian bosan dan merasa dirinya terlalu dimanjakan, hingga pada akhirnya seseorang datang ke rumah keluarga Li.


Orang itu memiliki tampilan yang mengerikan dengan bekas luka sayatan di pipinya. Rambutnya yang panjang diikat tinggi seperti ekor kuda, gigi-giginya runcing seperti gigi hiu. Harus diakui saat itu Mo Xian merinding melihatnya.


"Luo Chen, lama tidak bertemu. Bagaimana kabar Master Fai Huang?"


"Kabar Master Huang Baik. Sangat baik."


"Oh, itu bagus. Lalu apa yang membuatmu mendatangi kediamanku?" tanya Li Huan saat itu.


Laki-laki bernama Luo Chen tersenyum hingga gigi-giginya terlihat, menatap tajam pada Mo Xian yang saat itu berdiri di samping Li Huan.


"Orang hebat seperti tuan Li Huan yang terkenal sebagai ketua Aliansi Merak dengan segudang informasi pasti sudah tahu. Istana telah memberikan perintah untuk mengumpulkan semua pemuda berbakat untuk belajar bela diri di sekte-sekte terdekat."


Li Zhou Ran yang mendengar itu langsung menggebrak meja.


"Hmph! Masa bodoh dengan istana. Keluarga kami dan aliansi kami tidak berhubungan dan tidak pernah tunduk pada istana. Xian'er putra kami tidak akan pergi ke mana-mana!"


Li Huan mencoba menenangkan istrinya dengan menggenggam tangannya. Li Zhou Ran yang mendapatkan itu segera menatapnya dengan tajam.


Li Huan yang menerima tatapan mematikan dari istrinya mencoba tersenyum dengan bibir bergetar. Dia tahu istrinya sangat menyayangi Mo Xian sampai tidak ingin dipisahkan. 

__ADS_1


Pandangan Li Huan beralih pada Luo Chen.


"Putra kami tidak akan pergi kemana-mana. Dan jika dia harus belajar bela diri, maka satu-satunya orang yang akan menjadi gurunya adalah aku dan istriku. Kami berdua sudah cukup untuknya."


Luo Chen tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban itu, sementara Mo Xian menatap dengan heran.


"Aku dengar anak ini sangat disayangi dan dicintai, ternyata aku tidak salah dengar. Tapi, Tuan dan Nyonya Li yang hebat ...," Luo Chen sengaja memberi jeda untuk memberikan tatapan tajam pada Mo Xian.


"Bukankah akan menjadi sebuah kemalangan dan nasib buruk bagi harga diri Aliansi Merak jika tuan muda mereka tidak pernah tampil di mana-mana. Atau harus aku katakan ... tidak berguna," ucapnya sambil tersenyum sinis.


Mo Xian yang mendengarnya entah kenapa merasa sakit hati. Dan yang bertidak atas sakit hatinya adalah Li Zhou Ran yang dengan agresif langsung melancarkan sebuah serangan dengan kipas yang selalu dibawa kemana-mana.


Dari kipas itu muncul hembusan angin yang terlampau hebat hingga pilar rumah yang berukuran besar terpotong menjadi dua. Pria itu--Luo Chen--berhasil menghindar dengan gerakan yang mulus. 


Mo Xian yang baru pertama kali melihat ibu angkatnya mengamuk kehilangan kata-kata, dia sudah sering melihat wanita itu mengamuk untuk hal-hal sepele dan marah-marah setiap kali melihat sesuatu yang salah dan tidak pada tempatnya. Namun, untuk hal ini, kipas yang bisa menciptakan angin yang bahkan bisa mematahkan pilar, itu baru kali ini.


"Omong kosong!" Li Zhou Ran memicingkan lengannya dan mengibaskan kipasnya di wajahnya.


"Putraku adalah berkah dari dewa, kekasih surga, dengan hati selembut giok, dan wajah secantik bunga teratai. Mo Xian'er adalah kebanggan kami, beraninya kamu sampah tidak berguna mengatakan dengan mulut kotor dan bau mu bahwa dia tidak berguna. Biarkan wanita yang hebat ini mencabut lidahmu dengan tanganku sendiri!"


Li Zhou Ran melompat dan menyerang Luo Chen, mengarahkan mereka ke halaman. Keduanya bertarung sengit dan saling bertukar serangan, Li Huan mengawasi mereka dan meminta Mo Xian untuk masuk dan menunggu di dalam, tapi Mo Xian menolak.


Mo Xian tidak pernah tahu bahwa wanita cerewet yang telah menjadi ibu angkatnya itu adalah petarung yang hebat. Beberapa kali Li Zhou Ran mengungguli Luo Chen dengan serangan khasnya, yaitu angin. Angin yang dibuat kipas Li Zhou Ran bisa berbentuk angin puyuh, hembusan yang kuat hingga cukup untuk merobohkan tembok dan merontokan tulang, terkadang itu adalah angin yang setajam pisau.


Luo Chen yang telah menghina putra kebanggaan keluarga Li, memang bukan orang biasa, kemampuannya juga bisa dikatakan cukup hebat, tapi tidak cukup kuat jika dibandingkan dengan kekuatan Li Zhou Ran. Dengan mudah Li Zhou Ran membuatnya terpojok dan terluka, hingga akhirnya seseorang tiba-tiba turun dari langit dan menembakan pedang, memisahkan keduanya.


Seorang laki-laki tua dengan jenggot panjang berwarna putih mendarat di halaman.


Li Zhou Ran menatap dengan tidak suka. 


"Tua bangka! Kau datang untuk mengambil mayat anak didikmu atau menghalangiku? Katakan agar wanita hebat ini bisa segera mengambil keputusan!"


"Salam untuk nyonya Li Zhou Ran," ucapnya sebelum menatap Li Huan dan Mo Xian yang berdiri di teras. "Salam tuan Li Huan dan salam tuan muda Mo."


Li Huan menerima dan membalas salam dari orang tua itu. 


"Salam Master Huang."


Namun Li Zhou Ran enggan menerima salam itu dan tidak ingin membalsnya selain dengan, "Hmph!"


"Tolong maafkan kesalahan muridku, apapun yang dia lakukan pasti karena kesalah pahaman. Aku mengirimnya ke kediamanmu bukan untuk mencari permusuhan dengan keluarga Li." 


Li Zhou Ran membuang ludah. "Pei! Kesalahpahamanan apa? Mulut busuk muridmu jelas-jelas telah merendahkan putraku! Dan kau masih berani untuk mengatakan kalau kalian sedang tidak mencari permusuhan di rumah kami!?"


Luo Chen tertawa dengan kondisi yang sudah terluka parah, mulutnya memuntahkan darah.


"Hahaha, aku juga mendengar dari angin yang lewat. Bukankah tuan muda Mo bukanlah anakmu?" tanya Luo Chen dengan senyum menghina.


Semua orang terkejut dengan perkataannya. Ada satu hal yang menjadi larangan penting di kota Empat Batu, terlebih di kediaman keluarga Li. Tidak ada yang boleh mengatakan bahwa Mo Xian bukan anak dari keluarga Li. Li Zhou Ran akan marah besar dan menghukum siapa saja yang mengatakan itu jika dia mendengarnya. Dan sekarang Luo Chen mengatakan itu tepat di depannya, seolah Luo Chen dengan sengaja meludah tepat di wajahnya.


Wajah Li Zhuo Ran yang cantih mulai menghitam dan berubah menjadi merah, tangannya menggenggam erat kipasnya. Dia akan melakukan serangan untuk membunuh kotoran yang telah berani merendahkan putranya dan dengan berani mengatakan Mo Xian bukan putranya.


Namun, sebelum serangan itu berhasil. Li Huan dengan sigap menghalanginya.


"Laogong!" teriak Li Zhou Ran marah.


Li Huan tidak mengatakan apa-apa, dia hanya menatap Mo Xian dan Mo Xian sudah mengerti apa yang harus dia lakukan. Dengan cepat, Mo Xian berlari menuruni tangga dan menghampiri wanita yang sedang marah itu, memegang tangannya.


"Ibu, berhentilah," ucap Mo Xian pada Li Zhou Ran yang mulai tenang saat dia memegang tangannya.

__ADS_1


"Putraku," ucap Li Zhou Ran dengan lembut. "Kembali ke kamarmu, biarkan ibu menyelesaikan apa yang harus diselesaikan." Sambungnya menatap tajam pada Luo Chen.


Mo Xian menggeleng. "Sudah cukup, Ibu. Jangan kotori tangan Ibu lagi, bukan seperti ini jika Ibu ingin membalas kemarahan Ibu."


Li Zhou Ran menatap dengan heran. "Apa maksudmu?"


Mo Xian tersenyum. "Ayo kembali lebih dulu, dan aku akan memberi tahu Ibu."


Li Zhou Ran menatap tajam pada dua tamu yang tidak diundang itu. "Ingat hari ini, jika bukan karena putraku. Kau kotoran **** benar-benar akan mati di tanganku!"


Dengan begitu, Mo Xian berhasil membawa Li Zhou Ran kembali ke dalam rumah dan meninggalkan sisanya pada Li Huan.


Li Huan menatap datar pada dua orang tamu yang tidak diundang ke kediamannya dan tidak hanya membuat keributan, mereka juga telah menyakiti hati putra dan istrinya. Li Huan jelas tidak bisa melepaskan ini begitu saja.


"Mulai hari ini Aliansi Merak tidak akan pernah menerima atau menjual informasi apapun pada sekte Anda, Fai Huang. Murid Anda sudah benar-benar keterlaluan. Berani menghina putraku di depan wajahku, apa dia sudah bosan hidup?" tanya Li Huan dengan wajah datar.


Fai Huang menarik tangannya dan membungkuk sekali. "Ini benar-benar di luar kendaliku. Aku mengirim muridku untuk mengirimkan surat undangan masuk ke sekte kami dan meminta tuan muda Mo untuk belajar di sekte kami. Aku-"


"Itu hanya sebuah alasan yang tidak mendasar, ucapanmu dan perilaku muridmu benar-benar terbalik. Mana yang benar? Kau mengirimkan undangan untuk bergabung atau mengirimkan penghinaan? Jika, sekte mu tidak terletak di dekat kota ini, aku akan membumihanguskan sekte kecil tidak berharga milikmu," ucap Li Huan dengan dingin.


Luo Chen yang sejak tadi tertawa menentang Li Zhou Ran tiba-tiba merasakan seluruh tubuhnya menggigil. Ia menatap dengan tidak percaya pada pria dengan bekas luka di mata kirinya itu ternyata bisa memancarkan aura yang sangat menakutkan.


"Luo Chen." Li Huan menatapnya. "Hanya karena kamu murid tertua dan telah berhasil membunuh beberapa musuh dan segelintir iblis, kamu menganggap dirimu yang paling hebat dan dengan berani mengatakan penghinaan pada putraku di depan wajahku."


Tubuh Luo Chen bergetar untuk alasan yang tidak jelas. Dia juga seolah kehilangan semua kata-kata penghinaan yang keluar dari mulutnya saat berhadapan dengan Li Zhuo Ran.


Fai Huang yang berdiri di sampingnya menatapnya dengan tatapan marah serta kecewa. Luo Chen merasa dia benar-benar telah melakukan kesalahan yang sangat fatal, tapi dia masih tidak tahu di mana letak kesalahannya. Baginya, Aliansi Merak tidak hebat dan kuat selain di bidang informasi, dia tidak tahu bahwa Tuan Li Huan yang sudah beberapa kali bertemu saat dia menjual informasi bisa mengeluarkan aura yang menekan kekuatannya dan membuat seluruh tubuhnya menggigil.


"Tuan Li Huan, ini hanya sebuah kesalahpahaman. Aku akan mendidik muridku-" Fai Huang mencoba bernegosiasi, tapi Li Huan dengan dingin memotongnya.


"Tidak perlu," ucapnya dingin sebelum entah dari mana sebuah jarum berhasil menusuk inti energi spiritual Luo Chen yang itu artinya inti energi spiritual Luo Chen telah dirusak dan Luo Chen tidak ubahnya seperti manusia biasa.


Luo Chen berteriak kesakitan saat inti spiritualnya dirusak. 


Fai Huang menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Fai Huang tahu jarum yang menusuk inti energi spiritual Luo Chen adalah perbuatan Li Huan yang memiliki kekuatan untuk bergerak cepat hingga jika itu lebih lemah dari Li Huan, orang itu tidak bisa melihat pergerakan Li Huan.


"Tuan ...," Fai Huang hendak mengatakan sesuatu, tapi lagi-lagi Li Huan menyela.


"Apa perlu aku membunuhnya?" tanyanya.


Fai Huang menggertakan gigi sebelum membantu muridnya.


"Aku hanya tidak mengerti kenapa Anda sampai perlu melakukan ini. Anda telah memutuskan hubungan dengan sekte kami, Luo Chen juga sudah terluka, lalu kenapa Anda juga merusak inti energi spiritual muridku?"


Li Huan tersenyum ramah melihat Fai Huang menyokong Luo Chen.


"Karena aku menyayangi putraku dan aku takut istriku."


"...."


2355 kata.


Dibuat 25 Agustus 2020.


Diedit dan diunggah 26 Agustus 2020


Terima kasih sudah membaca :)


jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan Vote, Like, Komen dan Rate 5🌟 untuk cerita ini (♡˙︶˙♡)

__ADS_1


__ADS_2