Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Mo Shan-Xiansheng


__ADS_3

Seolah sebuah keajaiban mengikuti Li Yixin. Dia tidak ditakdirkan untuk mati setelah kejadian mencengkam malam itu.


Walaupun Li Yixin tidak bisa melihat apa yang terjadi setelah tiba-tiba kehilangan kesadaran. Namun, sebagai bayi kecil yang hampir kehilangan nyawanya, dia benar-benar masih hidup dan sangat bersyukur untuk itu.


Saat pertama kali dia membuka mata, wajah laki-laki yang semalam menolongnya muncul di hadapannya. Pria itu tersenyum tipis dan mengusap wajah mungil Li Yixin.


"Akhirnya kau bangun juga." Itu adalah kalimat pertama yang diucapkan laki-laki itu padanya dan meskipun bibirnya tersenyum  Li Yixin bisa menangkap bahwa kata-kata itu tidak lebih dari sekedar basa-basi karena dari nada suaranya, pria itu sepertinya tidak terlalu peduli bahkan jika Li Yixin tidak bangun lagi.


Penolongnya ini bernama Mo Shan. Laki-laki yang menurut Li Yixin sedikit tidak waras.


Sejak Mo Shan menyelamatkannya, Mo Shan sepertinya memutuskan untuk merawat Li Yixin. 


Setelah menyelamatkan Li Yixin, Mo Shan sempat memeriksa bagaimana kondisi Li Yixin dan menemukan sebuah kalung dengan bandul batu berlian merah delima berukuran besar.

__ADS_1


Li Yixin yang baru pertama kali melihat perhiasan yang begitu mewah dan berkilauan sangat mengagumi kecantikan benda itu, dan berterima kasih pada siapa saja yang telah memberikan itu padanya. Mungkin, benda itu adalah sesuatu yang bisa digunakan Li Yixin untuk menemukan identitas bayi ini di masa depan. Namun, Mo Shan dengan tidak peduli membuang kalung itu ke sungai seolah itu tidak artinya dan tidak bernilai seperti halnya sampah.


Seandainya Li Yixin adalah dirinya di masa lalu, Li Yixin sudah pasti akan terjun ke sungai untuk mengambil kalung itu lagi, tapi dia hanya seorang bayi, yang bisa dia lakukan hanya meronta-ronta dan menangis sekeras yang dia bisa sebagai bentuk protes. Namun, Mo Shan tidak peduli dan hanya menunggu Li Yixin lelah sampai berhenti menangis.


Selain itu, cara Mo Shan merawat Li Yixin juga terbilang aneh. Walaupun Li Yixin menganggap Mo Shan tidak waras karena dia sering melihat laki-laki itu tiba-tiba tertawa sendiri, tapi sepertinya kenalan Mo Shan ada di mana-mana.


Mo Shan tidak pernah benar-benar merawat Li Yixin, biasanya dia akan meninggalkan Li Yixin di sebuah kamar yang berbeda-beda setiap hari dan akan selalu ada wanita yang masuk untuk menyusui Li Yixin, memberinya makan, memandikannya dan mengganti pakaiannya. 


Li Yixin sempat berpikir bagaimana Mo Shan yang tidak pernah berbicara dengan orang lain, selalu menyendiri, tidak pernah menetap di suatu tempat dan selalu tidur di penginapan bisa kenal dengan semua wanita yang menyusuinya. Dan lagi, bagaimana bisa semua wanita itu sedang menyusui, bukankah itu artinya semua wanita itu sebenarnya memiliki anak bayi, tapi Li Yixin tidak pernah mendengar atau melihat bayi-bayi itu.


Kemudian saat Li Yixin sudah disusui dan diberi makan, dimandikan dan didandani dengan baik, Mo Shan akan datang untuk mengambilnya kembali saat semua orang entah ada di mana dan pergi tanpa berpamitan atau mengucapkan terima kasih pada wanita-wanita yang telah merawatnya.


Sempat terpikir di pikiran Li Yixin bahwa istri Mo Shan ada dimana-mana, karena Mo Shan dengan sangat mudah keluar masuk rumah wanita yang menyusuinya, tapi dia segera menepis pikiran itu karena itu jelas tidak mungkin. Karena sejak Li Yixin ikut Mo Shan, setidaknya sudah dua puluh kali Mo Shan berpindah-pindah tempat dan itu artinya sudah dua puluh wanita yang menyusui Li Yixin. Dan Li Yixin tidak pernah satu kali pun melihat Mo Shan berinteraksi dengan mereka. Mo Shan datang saat rumah sedang sepi, Mo Shan juga pergi saat rumah sedang sepi. Datang tidak diundang dan pergi tanpa diantar.

__ADS_1


Setidaknya sampai Li Yixin berhenti minum susu di umur dua tahun setengah, Li Yixin sudah disusui oleh seratus lima puluh wanita. Dan sampai sekarang itu masih menjadi misteri dari mana Mo Shan bisa mengenal mereka semua.


Sejak Li Yixin sudah bisa memakai pakaian sendiri, Mo Shan berhenti meninggalkan Li Yixin di rumah-rumah orang asing. Ada banyak waktu yang bisa dihabiskan untuk mereka berdua dan Li Yixin semakin bisa memahami bagaimana sifat Mo Shan yang sangat pemalas. Hampir seluruh waktu yang Mo Shan miliki digunakan di tempat tidur. 


Terkadang Li Yixin akan melihat Mo Shan yang bosan menguap sambil menggumamkan sesuatu, atau kadang-kadang dia akan tertawa sendiri secara tiba-tiba seperti orang gila, atau kadang-kadang dia akan melihatnya seperti sedang melamun tidak jelas. 


Melihat semua tingkah laku Mo Shan, Li Yixin terkadang merasa sedikit tidak nyaman. Namun, karena Mo Shan yang merawatnya sejak dia masih bayi, Li Yixin tidak bisa melupakan kebaikannya begitu saja dan suatu hari Li Yixin mulai memanggilnya dengan sebutan "Ayah" karena Li Yixin pikir alasan Mo Shan merawatnya selama ini adalah untuk mengangkatnya menjadi anak yang akan merawat Mo Shan di hari tuanya.


Li Yixin juga tidak merasa terbebani jika dia harus merawat laki-laki aneh itu. Setidaknya dia telah menyelamatkan nyawanya dan merawatnya dengan baik. 


Namun, Li Yixin tidak akan menduga kalau laki-laki itu akan mengatakan ini,


"Jangan panggil aku ayah, aku tidak berniat untuk punya anak. Panggil aku Mo Shan-Xiansheng," katanya sambil tersenyum menatap anak kecil yang baru saja berumur  lima tahun. 

__ADS_1


Tentu saja, Li Yixin bukan anak berusia lima tahun, tapi jawaban Mo Shan benar-benar membuat Li Yixin terkejut setengah mati.


"Lalu untuk apa kau merawatku selama ini?" Tentu saja, Li Yixin hanya bisa mengatakan itu di dalam hati.


__ADS_2