Sang Penjaga : Pendekar Bulan

Sang Penjaga : Pendekar Bulan
Gunung Jinshan.


__ADS_3

Sejak kedatangan Zhao Jin waktu itu, dua hari telah berlalu dan hari keberangkatan akhirnya tiba. Li Huan sudah menyiapkan berbagai hal yang diperlukan dalam perjalanan. 


Mo Xian melihat kuda yang akan membawa mereka adalah kuda hitam arang. Itu jenis kuda yang langka dan sulit didapat karena sulit untuk dijinakkan, kuda itu memiliki kemampuan untuk membawa barang-barang berat dan berlari sekencang angin.


Li Huan memilih kuda ini karena perjalanan yang akan mereka tempuh memakan waktu yang cukup lama.


Saat semuanya sudah dipastikan telah siap, Li Huan mengajak Li Zhou Ran dan Mo Xian masuk ke dalam kereta. Sementara Wu Jia Xing dan Zhao Jin duduk di luar dan bertugas mengendalikan kuda.


Zhao Jin menyentak tali kekang kuda Hitam Arang, dan dengan begitu kuda mulai berjalan pelan melewati jalanan kota yang sedikit ramai, Mo Xian melihat keluar jendela dam melihat orang-orang kota memberikan salam mereka serta mengucapkan selamat jalan.


Mo Xian merasa dirinya menjadi salah satu anggota kerajaan dalam parade. Memang, keluarga Li sangat terkenal dan dihormati di Kota Empat batu karena penguasa kota Empat Batu bisa dibilang adalah Li Huan. 


Awalnya Mo Xian tidak tahu tentang hal ini, tapi dengan berjalannya waktu, Mo Xian telah mengetahui beberapa hal penting seperti Li Huan yang memiliki Aliansi Merak, menguasai kota Empat Batu dan satu dari seratus pendekar paling berbakat dan kuat di benua Yuan Xing. Bahkan Li Zhou Ran juga masuk ke dalam daftar orang-orang berbakat itu.


Mo Xian sama sekali tidak mengira bahwa di kehidupannya sekarang, Mo Xian akan memiliki dua orang kuat yang begitu disegani sebagai orang tuanya.


Kuda Hitam Arang mulai berlari cepat setelah melewati pintu keluar kota. Kuda itu terus berlari tanpa henti melewati jalanan yang membelah hutan.


Mo Xian dengan antusias melihat keluar jendela dan memperhatikan pemandangan yang dilewati mereka. Saat kuda berjalan lebih jauh dan melewati padang rumput, dari kejauhan Mo Xian bisa melihat sebuah gunung yang sangat megah dan perkasa, kokoh, berdiri sendiri.


"Itu adalah gunung Jinshan," ucap Li Huan memberi tahu saat melihat Mo Xian melihat dengan mata terpana pada gunung itu.


"Legenda mengatakan Kaisar Langit menggunakan gunung itu untuk menyegel Raja iblis Tao Hua ribuan tahun yang lalu." 


Mo Xian kembali memperhatikan gunung itu lagi sebelum melihat Li Huan.


"Apa itu berarti Raja iblis masih ada di sana sekarang?"


Li Huan tersenyum dan melihat istrinya.


"Dalam gulungan kuno, dikisahkan tubuh Raja iblis Tao Hua dan jiwanya dipisahkan di tempat yang berbeda untuk mencegahnya bangkit kembali. Kaisar Langit menggunakan gunung Jinshan untuk mengurung tubuh Raja Iblis, sementara untuk jiwanya, tidak ada tulisan yang menjelaskan itu," ucap Li Zhou Ran.


Mo Xian mengangguk.


"Kenapa Kaisar Langit mengurung Raja Iblis, apa Raja Iblis telah melakukan kesalahan besar?"


Li Huan mengangguk. "Dikatakan ribuan tahun yang lalu, Raja Iblis adalah seorang pendekar yang sangat berbakat, namun karena suatu hal dia beralih menjadi orang sesat dan berpindah ke jalur iblis, diceritakan karena begitu berbakatnya Tao Hua, bahkan setelah menapaki jalur iblis, kekuatannya semakin meningkat dan membawa bencana bagi surga Kekaisaran Langit."

__ADS_1


"Raja Iblis menyerang istana langit dan membuat kekacauan besar, seluruh pejabat surga yang ada di kekaisaran langit mencoba menghentikannya tapi Raja Iblis terlalu kuat hingga pada akhirnya Kaisar Langit turun tangan, memerintahkan seluruh pejabat surga untuk membentuk formasi delapan pilar langit untuk mengekang kekuatan Raja Iblis."


"Apa itu berhasil?"


"Mm, kekuatan Raja iblis berhasil dikekang untuk sementara waktu hingga Kaisar Langit bisa menggunakannya untuk mengurung Raja Iblis di bawah gunung Jinshan."


Mo Xian kembali memandang gunung yang kini mulai terlihat semakin kecil saat kereta kuda yang ditumpangi semakin jauh.


"Apa itu artinya Raja Iblis masih hidup sekarang?"


"Mungkin, orang-orang dengan kultivasi hebat biasanya memiliki umur yang panjang dan mendapatkan keabadian. Orang-orang yang hidup di sekitar gunung juga sering menceritakan bahwa mereka mendengar suara teriakan marah dari gunung itu. Namun, sudah sepuluh tahun berlalu, aku belum mendengar cerita apa-apa lagi tentang gunung itu."


"Ada orang yang tinggal di sekitar gunung itu? Apa mereka tidak takut dengan legenda tentang Raja Iblis?"


Li Zhou Ran tersenyum, mengelus rambut putranya.


"Orang-orang yang tinggal di sekitar gunung biasanya adalah mereka yang masuk ke jalur sesat dan jalur iblis. Mereka datang melakukan ritual pengorbanan dengan menumpahkan darah di kaki gunung sebagai persembahan untuk Raja iblis. Orang-orang biasa juga biasa datang untuk meminta kekuatan dan kemenangan dalam pertempuran."


"Mengorbankan orang?"


Wajah Mo Xian berubah gelap. Orang-orang di dunia ini benar-benar tidak menghargai hidup orang lain.


,,,,,


Kuda mereka terus berlari hingga akhirnya memasuki sebuah kota kecil dan memutuskan untuk berhenti karena hari sudah mulai gelap. Li Huan mengatakan bahwa setidaknya butuh tiga hari untuk sampai di kota Embun Salju.


Wu Jiao Xing dan Zhao Jin bertugas mengamankan kereta kuda mereka sementara Li Huan mengajak Mo Xian dan istrinya ke dalam penginapan.


Saat mereka masuk ke dalam penginapan, beberapa orang yang mengenali mereka segera menghampiri untuk memberikan salam mereka.


"Salam, Tuan Li Huan, Nyonya Li Zhou Ran," ucap beberapa pria yang mendekati mereka.


Li Huan membalas mereka dengan anggukan dan berlalu ke lantai dua setelah seorang pelayan muncul untuk mengantar mereka ke dalam kamar.


Mo Xian tidak ingin masuk ke dalam kamar, jadi dia menunggu di lantai satu untuk menunggu Wu Jiao Xing dan Zhao Jin.


"Pertandingan persahabatan kali ini akan sangat meriah. Para pendekar hebat berdatangan ke kota Embun Salju. Aku bahkan tidak menyangka bahwa tuan Li Huan, pemimpin Aliansi Merak benar-benar akan datang untuk pertandingan ini."

__ADS_1


Mo Xian yang sedang meminum teh mendengarkan pembicaraan orang-orang yang sebelumnya memberikan salam pada orang tuanya.


Pria yang lain mengangguk. "Itu benar, Li Huan pemimpin Aliansi Merak yang hebat tidak pernah terlihat di muka umum sejak menjadi pemimpin Aliansi Merak."


"Dia adalah pria yang hebat, kehebatannya sudah tersebar di seluruh benua. Tapi itu hanya sebuah cerita, kehebatannya tidak lagi dipertontonkan sejak dia menjadi pemimpin."


"Sekarang dia muncul kembali, aku harap bisa menonton langsung pertunjukan hebat yang akan disuguhkan olehnya."


"Jangan bermimpi. Aku dengar alasan Li Huan datang ke kota Embun Salju adalah untuk putranya yang masih muda."


"Ah, begitu rupanya. Tapi kalau itu putra Li Huan, aku masih berharap akan ada pertunjukan bagus. Bagaimanapun, itu putra Li Huan, pendekar seribu pedang yang terkenal. Putranya pasti juga berbakat seperti orang tuanya."


"Tapi apakah putranya akan ikut bertanding?"


Mo Xian tiba-tiba menjadi tertarik dengan obrolan mereka. Dia sama sekali tidak berpikir apakah dia akan ikut bertanding atau tidak. Sekarang setelah mendengar itu, dia menjadi bingung.


"Hahaha, tapi jika putra Li Huan tidak ikut bertanding, masih banyak pendekar muda berbakat yang ikut serta. Itu akan tetap menjadi pertunjukan yang bagus."


1097 Kata


28 Agustus 2020.


04 September 2020.


Terima kasih sudah membaca (๑・ω-)~♥”


Alur berjalan lambat?


Karakter MC tidak kuat?


Maaf, untuk beberapa bab memang digunakan untuk menguatkan hubungan MC dengan keluarga angkatnya, pembentukan konflik dan baru masuk ke tahap awal lagi dimana MC bakal nemuin alasan kenapa dia harus berjuang untuk menjadi kuat. Sedikit berbelit-belit memang, setidaknya itu menjelaskan bagaimana keadaan otak yang nulis saat menghayal cerita ini, paham, kan?


Worldbuilding nggak kuat, kurang jelas?


*Maafkan yang nulis. dia akan berusaha lebih baik lagi.(╥╯﹏╰╥)ง


Dan terakhir yang nulis cuma mau bilang, kalo kalian suka cerita ini, punten dukung cerita ini dengan Like, komen, Vote dan rate bintang 5 🌟. Matur nuwun  ( ꈍᴗꈍ)

__ADS_1


__ADS_2