
Li Zhou Ran kembali ke kamar mereka bersama Li Huan. Mo Xian melihat, Li Huan meletakan beberapa makanan di atas meja.
Mo Xian segera mendekati Li Huan dan menarik lengan bajunya. "Ayah, katakan padaku bahwa gege baik-baik saja."
Li Huan tersenyum sementara Li Zhou Ran duduk di depan meja.
"Lihat, kalian berdua memang ayah dan anak laki-laki, tidak ada yang mempercayai kata-kataku." Li Zhou Ran berkata dengan kesal sambil mengibaskan selendang tipisnya.
Mo Xian menjadi merasa tidak enak hati, melihat wajah Li Zhou Ran yang sedang kesal membuatnya segera memperbaiki kata-katanya.
"A Xian hanya ingin memastikan," ucap Mo Xian pada Li Zhou Ran.
Li Huan mengambil tempat duduk dan mengelus punggung Mo Xian.
"Dia baik-baik saja, kondisinya sudah membaik dan kultivasinya juga sudah kembali seimbang. Xian'er tidak perlu khawatir lagi. Sekarang, bagaimana kalau kita sarapan?" tanya Li Huan.
Mo Xian menatap Li Huan yang tersenyum padanya, dia ingin mendesaknya tapi pada akhirnya memilih untuk percaya dan duduk bersama mereka mengelilingi meja bundar.
Li Huan membawa tiga mangkuk nasi dan tumisan sayur serta daging cincang, steam ikan dan tahu.
Li Zhou Ran dengan pengertian memberikan mangkuk nasi serta sumpit untuk Mo Xian dan Li Huan.
"Kapan A Xian bisa mengunjungi gege?" tanya Mo Xian sambil memegang sumpit.
Li Zhou Ran meletakan potongan daging cincang yang ditumis di mangkuk Li Huan sementara Li Huan menuang air di cangkirnya sebelum meminumnya.
"Xian'er bisa mengunjunginya setelah dua hari," jawab Li Huan.
Mendengarnya wajah Mo Xian menjadi cerah. "Benarkah?"
Li Huan mengangguk.
"Mm, Xian'er bisa mengunjunginya setelah dua hari. Sekarang sebaiknya Xian'er makan dengan tenang, hmm?" Li Zhou Ran berkata sambil meletakan potongan daging di mangkuk Mo Xian.
Mo Xian mengangguk dan mulai makan dengan perasaan sedikit lega saat mengetahui keadaan Wu Jiao Xing baik-baik saja.
"Lalu, Ayah. Apa Ayah tahu siapa orang-orang yang menyerang kita semalam. Mereka itu mayat hidup, kan?" tanya Mo Xian setelah beberapa suapan masuk ke dalam mulutnya.
Mendengar pertanyaan Mo Xian, Li Huan dan Li Zhou Ran saling memandang dan berhenti dari aktivitas makannya.
"Ehem." Li Zhou Ran berpura-pura batuk. "Xian'er, kenapa kita tidak menyelesaikan acara makan dulu, baru berbicara?" tanyanya.
Mo Xian sedikit bingung, enam tahun mereka tinggal bersama dan makan bersama, tidak pernah ada larangan untuk berbicara di atas meja makan.
"Tapi, A Xian ingin tahu. Apa ini berhubungan dengan Aliansi Merak? Mereka mayat hidup yang dikirim seseorang untuk mengganggu Aliansi Merak?" tanya Mo Xian sedikit memaksa.
Li Huan meletakan sumpitnya. Dia memandang istrinya sekilas. Li Huan tidak mengira Mo Xian akan berpikir sampai seperti itu, tapi tiba-tiba Li Huan menyadari bahwa itu adalah hal yang bagus. Setidaknya Mo Xian tidak tahu bahwa mayat hidup itu sebenarnya sedang mengincar Mo Xian untuk suatu Hal. Namun, jika dipikirkan lagi, apa benar mereka sedang mencari masalah dengan Aliansi Merak? Tapi itu tidak mungkin, karena Topeng Mantra Darah ini baru muncul saat Mo Xian datang di keluarganya. Mantra darah itu, adalah mantra yang bahkan Aliansi Merak belum tahu dari mana itu berasal.
__ADS_1
Namun, hal yang pasti adalah Li Huan tidak akan membiarkan orang lain melukai keluarganya, Aliansi Merak, istrinya dan anaknya—Mo Xian. Tidak peduli siapa orang yang sedang mencari masalah dengannya akan membayar dengan harga yang pantas.
"Mm, mungkin," jawab Li Huan. "Aliansi Merak adalah organisasi yang besar. Pekerjaan kami mengumpulkan informasi dan menjualnya. Mungkin ada orang-orang yang tidak suka dengan Aliansi Merak dan mencoba untuk mencari masalah."
Li Zhou Ran menatap tidak percaya pada kata-kata suaminya. Dia sudah puluhan tahun mendampingi suaminya jelas tahu betul bahwa Aliansi Merak adalah organisasi besar dan kuat yang disegani orang. Orang akan berpikir dua kali untuk berurusan dengan Aliansi Merak. Namun, saat melihat senyum di wajah suaminya, Li Zhou Ran dapat menangkap kebohongan di wajahnya, itu semua untuk menenangkan hati Mo Xian—putra—mereka.
Sementara itu, Mo Xian sudah menduga itu akan menjadi jawaban yang keluar dari mulut Li Huan. Dugaannya benar, orang yang mengirim mayat hidup untuk membunuhnya sedang mencoba mencari masalah dengan Aliansi Merak.
"Begitu ... Ayah?"
"Hmm?"
"A Xian ingin menjadi lebih kuat lagi."
Li Zhou Ran dan Li Huan terpana hingga tangan mereka berhenti.
"Di pertarungan kemarin, A Xian merasa sangat tidak berguna dan menjadi beban untuk gege. Bahkan A Xian tidak bisa melakukan apa-apa untuk gege dan harus merepotkan Bai Yue. A Xian ingin menjadi kuat dan tidak menjadi beban untuk orang lain." Mo Xian sebaik mungkin mencoba untuk mengontrol emosinya, tapi saat dia mengingat kejadian kemarin, melihat bagaimana Wu Jiao Xing terluka dan Bai Yue sampai tidak sadarkan diri untuk membantu mereka benar-benar meremas hatinya.
Melihat Mo Xian menundukan kepala dengan wajah sedih, Li Zhou Ran segera mendekatinya dan memeluknya.
"Tidak apa, siapa bilang Xian'er tidak berguna?" tanya Li Zhou Ran mencoba menenangkan, mengusap kepala Mo Xian.
"Tapi A Xian benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan tubuh gege tidak menerima energi spiritual milikku."
Tubuh Mo Xian mulai bergetar, Li Zhou Ran mendekapnya lebih erat.
"Tidak, tidak. Jangan menyalahkan dirimu, Xian'er. Xian'er putra ibu adalah bakat dari surga, di usiamu yang masih sangat muda Xian'er bahkan sudah menyempurnakan inti energi spiritualnya. Jadi, bagaimana mungkin putra ibu tidak berguna, hm? Ini bukan salahmu, ini bukan salahmu."
Li Huan melihat bagaimana Mo Xian begitu putus asa menyalahkan dirinya sendiri, menghela napas. Dia mengerti bagaimana kejadian kemarin benar-benar membuat Mo Xian terpukul. Bagaimanapun, Mo Xian hanyalah seorang anak yang baru berumur 11 tahun dan bagaimana anak semuda itu bisa menghadapi musuh yang tidak sebanding dengan tingkat kultivasinya.
"Xian'er, yang ibu katakan itu benar," ucap Li Huan pelan sambil mengelus punggung Mo Xian sebelum menarik lembut pundak Mo Xian agar Mo Xian menatap wajahnya.
Wajah Mo Xian dipenuhi air mata, Li Huan dengan perhatian menghapusnya untuk Mo Xian, menyunggingkan senyum ramah pada putranya.
"Xian'er, musuh yang kalian hadapi tidak sebanding dengan kalian berdua. Bukankah Xian'er melihat bagaimana ketua Bai Xue dan ayah bahkan juga kesusahan untuk melawan mereka?" tanya Li Huan dengan penuh perhatian, menatap Mo Xian dengan kasih sayang.
Mo Xian kembali mengingat kejadian kemarin saat Bai Xue datang untuk membantu mereka, Mo Xian ingat bagaimana mayat hidup itu selalu berhasil lolos dari serangan Bai Xue yang luar biasa dan bahkan saat tubuh mereka telah dipasak di tanah dan dipotong menjadi dua, tubuh mereka kembali menjadi utuh.
Mo Xian mengangguk pelan. "Lalu, kenapa tubuh gege menolak energi spiritual milik A Xian?"
Li Huan tersenyum, mengusap pipi Mo Xian. "Tentang itu, Xian'er harus bertanya pada ibu."
Mo Xian berkedip, kemudian menatap Li Zhou Ran.
Li Zhou Ran menyambutnya dengan senyum keibuan. "Xian'er putraku sayang, terkadang ada suatu kondisi dimana energi spiritual ditolak oleh tubuh seseorang."
"Bagaimana itu bisa terjadi? tubuh gege tidak menolak energi spiritual milik Bai Yue."
__ADS_1
"Itu benar, karena Bai Yue melakukannya dengan cara yang benar."
"Apa maksud Ibu, A Xian melakukan kesalahan? Tapi bagaimana, A Xian sudah melakukannya seperti yang Ibu ajarkan."
"Benarkah?" tanya Li Zhou Ran. "Coba Xian'er ingat kembali bagaimana Xian'er menyalurkan energi spiritual Xian'er pada Wu Jiao Xing, apa Xian'er benar-benar melakukannya dengan benar?"
Mo Xian berpikir sejenak, mengingat kejadian kemarin saat dia berusaha menyalurkan energi spiritualnya dengan tangannya yang bergetar, ketakutan. Namun, Mo Xian tidak mengerti dimana kesalahannya.
"Mo Xian'er putraku. Satu hal penting yang dilakukan saat seseorang ingin menyalurkan energi spiritualnya untuk orang lain, orang itu tidak boleh dalam keadaan panik, dia harus tenang agar aliran energi spiritual bisa mengalir dengan lancar ke dalam tubuh orang lain. Jika orang itu tidak tenang dan fokus dengan apa yang sedang dia lakukan, energi spiritualnya menjadi tidak seimbang dan bertabrakan dengan energi spiritual milik orang lain. Dan Xian'er tahu apa yang akan terjadi?"
Mo Xian menatap Li Zhou Ran. "Energi spiritual A Xian tidak bisa masuk dan kembali lagi pada A Xian," ucapnya dengan wajah sedih.
Li Zhou Ran mengelus kepala Mo Xian. "Mo Xian'er anak ibu yang paling pintar."
"Tetap saja, A Xian merasa A Xian benar-benar tidak berguna dan hanya menjadi beban untuk gege. Jika saja A Xian lebih kuat ...," Mo Xian berhenti berbicara, nampak berpikir sebelum mengambil keputusan. "Ayah, Ibu, A Xian ingin menjadi lebih berguna dari ini. A Xian ingin menjadi lebih kuat lagi dari ini."
Keduanya nampak terkejut dengan deklarasi Mo Xian.
"A Xian janji akan berlatih lebih keras lagi, Ayah, Ibu tolong buat A Xian menjadi lebih kuat dari ini, ya?" Mo Xian memohon.
Li Zhou Ran masih kehilangan kata-kata atas permintaan Mo Xian, sementara Li Huan tersenyum sambil menuang air ke dalam cangkir dan meminumnya.
"Mm," jawab Li Huan kemudian.
Mendengarnya, wajah Mo Xian yang sedih seketika menjadi cerah. Dia segera melemparkan diri ke dalam pelukan Li Huan dan Li Huan segera menyambutnya.
"Benarkah? Katakan Ayah tidak berbohong padaku!" desak Mo Xian sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Li Huan.
Li Huan tersenyum dan menganggukan kepala. Mo Xian sangat senang hingga senyumnya mengembang dan segera memeluk Li Huan, menggosok kepalanya di bahu Li Huan.
"Ayah yang terbaik! Terima kasih, A Xian janji tidak akan mengecewakan kalian berdua."
Li Huan menghela napas, tersenyum pada isterinya yang mengelengkan kepala untuk keputusan yang telah Li Huan ambil.
Li Huan menepuk-nepuk punggung Mo Xian yang sedang berbahagia.
"Kalau begitu Xian'er tidak boleh mengeluh jika Ayah menambah latihan Xian'er."
"Ibu juga akan menambah latihan Xian'er. Dan Xian'er tidak boleh lagi mengeluh jika ibu menyuruhmu untuk menghafal semua nama obat dan ramuan ajaib."
Mo Xian menggelengkan kepalanya berkali-kali. "Tidak akan, tidak akan, A Xian tidak akan mengeluh. A Xian akan berusaha sekuat tenaga agar bisa menjadi kuat."
Li Huan dan Li Zhou Ran, keduanya menghela napas bersama dan tersenyum bahagia. Mereka berjanji dengan pandangan mereka yang bertemu bahwa kebahagiaan mereka tidak akan pernah hilang. Mereka akan menjaga kebahagiaan Mo Xian, putra mereka.
1646 Kata.
05 September 2020.
__ADS_1
12 September 2020.
Terima kasih sudah membaca ~♥~