
Setelah bertemu dengan salah satu anggota Aliansi Merak yang ditugaskan untuk mencari informasi mengenai Mo Shan dan mantra yang ada di balik topeng, Li Huan mengajak istrinya kembali ke rumah menggunakan kereta kuda.
Li Zhou Ran tidak banyak berbicara di perjalanan, pandangannya kosong menatap ke luar jendela. Li Huan mengerti akan perasaannya yang harus kembali menelan rasa kecewa dengan kabar kosong. Lima tahun Li Huan menggerakan hampir semua anggotanya untuk menemukan identitas Mo Shan, tapi tidak ada satupun dari mereka yang membuahkan hasil.
Walau bagaimanapun juga, sejak Li Huan melihat kerusakan gubuk tempat tinggal Mo Xian lima tahun yang lalu, Li Huan masih bisa menebak bahwa orang yang bernama Mo Shan itu masih hidup sekalipun banyak darah yang berceceran di sana.
Alasan Li Huan mendesak Mo Xian untuk ikut dengannya tidak lebih dari rasa egoisnya sendiri yang langsung jatuh hati pada anak yang sangat menggemaskan itu.
Berapa banyak anak jalanan yang sudah dia lihat? Ratusan, bahkan ribuan, tapi tidak ada satupun yang menggerakkan hatinya untuk mengambil anak-anak itu sebagai anaknya. Hanya Mo Xian seorang yang bisa melakukan itu. Saat melihat Mo Xian, dia teringat dengan istrinya, saat dia mendengar Mo Xian tinggal bersama pamannya, dia berdoa berpikir bahwa alangkah beruntungnya jika Mo Xian tidak tinggal bersama siapa-siapa sehingga dia bisa membawanya pulang.
Li Huan sama sekali tidak menyangka bahwa keinginan hatinya terwujud begitu cepat, saat melihat Mo Xian menangis kehilangan Mo Shan, Li Huan bahagia, tanpa berniat membantu anak itu mencari pamannya, Li Huan berpura-pura membantunya dan mengatakan sedikit kebohongan.
Saat anak itu jatuh ke dalam pelukannya, Li Huan sangat bahagia hingga dia lupa tentang Mo Shan untuk sementara waktu. Namun, saat dia mengingat nama itu dan mencari latar belakang orang itu, untuk pertama kali dalam hidupnya Li Huan kembali merasakan takut. Itu karena Li Huan tidak bisa menemukan identitas Mo Shan.
Gurunya pernah mengatakan, ada orang-orang dengan bakat luar biasa tidak jarang melatih dirinya sendiri dan cenderung malas. Saat orang itu menjadi hebat, tidak ada seorang pun yang mengenalnya.
Li Huan menghela napas saat mengingat kata-kata gurunya. Ia kemudian menatap wajah istrinya yang masih melihat ke luar jendela.
"Laopo?" panggil Li Huan.
__ADS_1
Li Zhou Ran menoleh.
"Apa kau pernah bertanya pada Xian'er tentang seperti apa Mo Shan?"
Li Zhuo Ran menggelengkan kepala. "Setiap kali aku ingin bertanya tentang Mo Shan, Xian'er akan bersedih. Jadi aku tidak pernah mengungkitnya lagi sejak saat itu."
Li Huan menyandarkan punggungnya ke sandaran saat mendengar itu.
"Karena kita tidak bisa mengetahui identitas Mo Shan, aku hanya bisa berharap Mo Shan adalah orang yang baik."
Li Zhou Ran mengangguk. Namun, masih ada hal lain yang mengganggu pikirannya.
Li Huan menatap dengan wajah sedih.
"Karena kita juga tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang itu, yang bisa kita lakukan hanyalah segera melatih Xian'er secepatnya agar bisa melindungi dirinya sendiri."
Li Zhou Ran menundukan pandangannya, terlihat masih tidak setuju dengan hal itu karena yang Li Zhou Ran inginkan adalah menyimpan Mo Xian di rumah dan tidak membiarkannya pergi ke mana-mana.
"Xian'er suka berpetualang, dia menyukai dunia yang bebas. Kita tidak bisa mengurung Xian'er seumur hidupnya."
__ADS_1
Li Zhuo Ran tidak menjawab, tapi dia tahu apa yang dikatakan suaminya memang benar. Lagi pula, inti energi spiritual Mo Xian telah sempurna, saat inti energi spiritual telah sempurna, orang itu akan mudah mengolah energi yang ada di sekitarnya dan membuatnya menjadi energi dalam yang bisa digunakan untuk bertahan juga menyerang.
....
Waktu berlalu dengan cepat, Li Huan masih menggerakkan anggotanya untuk mencari informasi tentang mantra darah pada topeng itu. Tidak ada kejadian aneh yang terjadi sejak itu dan baik Li Huan maupun Li Zhou Ran benar-benar menaati perkataan mereka sendiri untuk melatih Mo Xian menjadi pemuda yang kuat dan memiliki beragam keterampilan.
Satu tahun berlalu begitu saja, perkembangan Mo Xian dalam berlatih bela diri sudah berkembang sangat jauh, bahkan saat berlatih tanding dengan Wu Jiao Xing, Mo Xian sudah bisa mengimbanginya dan mengunggulinya.
Wu Jiao Xing yang melihat perkembangan Mo Xian yang begitu pesat mau tidak mau mengakui bahwa tuan mudanya memang terlahir dengan bakat dan sifat yang keras kepala. Satu tahun berlatih bersama, Wu Jiao Xing sering mendengar Mo Xian mengeluh tentang latihan yang berat, tubuhnya yang sakit, matanya yang mengantuk, tapi mulut dan tindakannya saling bertolak belakang.
Mo Xian dengan giat berlatih setiap hari dan bahkan masih berlatih hingga larut malam. Wu Jiao Xing bisa melihat kesungguhan Mo Xian dalam berlatih bela diri.
Sejak awal hingga sekarang, Mo Xian bahkan sudah menguasai beberapa jurus dasar termasuk jurus-jurus sulit milik Li Huan dan Li Zhou Ran, seperti jurus Tarian Pedang yang bisa membuat lawan kebingungan, jurus Pukulan Batu yang membuat pukulan sangat kuat hingga bisa digunakan untuk memecahkan sebongkah batu, jurus Jarum Beracun yang sulit untuk dilihat mata lawan, dan tentu saja jarum yang digunakan adalah jarum beracun dengan penawar rahasia.
Mo Xian juga sudah bisa ilmu meringankan tubuh, mengumpulkan energi alam dan mengubahnya menjadi energi dalam. Kemajuan Mo Xian benar-benar sesuai dengan perkiraan Li Huan dan Li Zhou Ran karena inti energi spiritual Mo Xian sudah sempurna.
849 Kata.
25-27 Agustus 2020.
__ADS_1
03 September 2020.