Secangkir Kopi Hitam

Secangkir Kopi Hitam
Bab 75


__ADS_3

Sarah duduk di hadapan sang tante dengan wajah datarnya. Dia sangat percaya diri jika apa yang akan di ucapkan oleh sang tante hannyalah sebuah pembelaan diri semata.


Tanpa banyak kata, Tania mengeluarkan ponsel dalam tasnya dan menghubungi nomor kakak iparnya.


Tak lama panggilannya terjawab, di seberang sana orang tua Sarah yaitu Eriska ibunda Sarah menjawab dengan suara lembut.


Tania hanya bisa mendengus menahan kesal dengan kelakuan kakak iparnya yang bermuka dua.


"Kau atau aku yang harus menjelaskan pada anakmu Mbak? Aku benar-benar enggak sangka kamu akan sepicik ini? Bicara yang jujur dengan putrimu, kalau tidak kupastikan dia akan tau segala tingkah busukmu!" ancam Tania.


"Ma-maksud kamu apa Tania? Hei ada apa ini?" sanggah Eriska yang sudah sangat pucat pasi di seberang sana.


Dia tak menyangka jika semua rencana yang sudah dia susun selama ini akan berantakan karena ulah anaknya.


Sarah lantas meminta Tania mengeraskan suara telepon mereka.


Tania lantas meletakan ponselnya di meja, agar semua mendengar cerita dari biang utama pembuat masalah di keluarga besar Tania dan Farah.


"Kau adalah wanita penggoda yang dengan tega menggoda kakakku agar berpisah dari istrinya dulu. Tapi dengan tak tau malu kamu memutar balikan fakta tentang apa yang sebenarnya terjadi."


"Ingat, aku membencimu karena sebuah alasan, jadi jangan membohongi putrimu dan menjadikan dia alat balas dendamu."


"Hentikan apa pun rencanamu kalau tidak maka aku akan menghancurkanmu lebih dalam lagi," ucap Tania.


"Jaga bicaramu Tania. Memang apa yang sudah aku lakukan? Hentikan omong kosong ini. Aku sibuk, aku harus pergi menemani mas Tegar. Ini hanya salah paham," elak Eriska yang ingin segera mengakhiri panggilan teleponnya.


"Coba ceritakan yang sebenarnya Mah. Jangan takut, kita memang perlu memberi pelajaran pada tante Tania dan Farah agar tidak serakah," sela Sarah yang merasa jika apa yang di ucapkan Tania tidaklah benar adanya.


"Sa-Sarah? Cukup nak, mamah sibuk, maaf ya, kalian hanya salah paham aja kan?" ucap Eriska yang sudah benar-benar merasa gugup.


Dia merutuki kebodohan Sarah yang justru membuka apa yang dia ucapkan dulu saat memintanya tinggal di kota yang sama dengan Tania untuk menghancurkan adik iparnya itu.

__ADS_1


Eriska memang sengaja meminta anaknya tinggal di kota kelahirannya untuk membalaskan dendamnya pada Tania yang sejak dulu dia rasa jadi penghalang kebahagiaannya bersama sang suami.


Setelah mendapatkan Tegar nyatanya tak membuat Eriska merasa cukup, sebab sakit hati akibat ucapan-ucapan kasar yang dulu pernah di lontarkan Tania dan mertuanya padanya saat menjadi selingkuhan Tegar masih membekas di hatinya.


Terlebih lagi setelah menikah justru Tegar kehilangan banyak hartanya terutama perusahaan yang kini di jalankan oleh Farah.


Padahal semua akibat ulahnya sendiri yang suka berfoya-foya dan tak memikirkan nasib perusahaan.


Beruntung ayah Farah mau membeli sebagian saham milik kakak iparnya agar perusahaan itu bisa di selamatkan.


Namun sayang, semua bagi Eriska adalah di rebut, dia tidak mengaca pada kesalahannya sendiri justru malah menyalahkan orang lain.


Eriska yang kehidupannya juga tergantung dari salah satu usaha milik Tania benar-benar merasa cemas.


Dia takut akan kehilangan segalanya jika Tania mengadu kepada Tegar.


Eriska sudah berjanji pada Tegar tak akan membuat masalah dan hidup damai meski harus berada di tempat terpencil seperti sekarang.


Baginya yang paling di takuti adalah perginya Tegar meninggalkannya.


"Mah ... Mah!" panggil Sarah saat Tania tak merespons pertanyaannya.


"Lihat kan? Bahkan mamahmu enggak berani menjawab. Tante enggak bohong, baiklah tante akan berikan kamu bukti lain."


Tania lantas bangkit menuju kamarnya. Dia hendak mengambil sesuatu untuk membuktikan ucapannya pada Sarah.


Ternyata ada sebuah album foto dan kepingan kaset yang dia bawa dari sana.


Tania tak lupa memutar kaset tersebut. Di sana terdapat Tegar yang tengah bersama seorang wanita berhijab yang sama sekali tidak Sarah kenal.


"Dia adalah Amanda, istri pertama papahmu," jelas Tania.

__ADS_1


Banyak sekali penggalan foto-foto Tegar bersama Amanda yang terlihat bahagia.


Hingga tak lama, ada video di mana memperlihatkan Amanda tengah terbaring lemah di sebuah ranjang rumah sakit.


"Dia sahabatku. Dan kamu tau kenapa dia terkapar di sana? Itu semua ulah mamahmu!" ucap Tania tajam.


"Mamahmu tiba-tiba datang ke rumah kami dan berkata jika hamil anak kakakku. Amanda syok tak terima. Papahmu menolak mengakui dirimu, hingga membuat mamahmh buta hati dan melakukan kekerasan pada Amanda."


Tania menarik napas mengingat betapa kasihannya sahabat sekaligus kakak iparnya dulu.


"Dia ingin menguasai kakakku lalu berbuat sesuatu pada Amanda yaitu dengan mencelakainya. Usahanya berhasil, Amanda akhirnya kehilangan anak yang tengah dia kandung dan dia juga tak lama meninggal."


"Jadi kamu tahu kan betapa kejamnya mamahmu itu. Aku ingin sekali memenjarakan mamahmu hingga dia membusuk di penjara. Tapi kamu tau, orang tua Amanda memilih berdamai dan memaafkan mamahmu, asalkan kalian pergi dari sini."


"Itulah alasan kenapa mamah dan papahmu enggak bisa berada di sini lama-lama, karena dosa masa lalu mereka."


"Kakakku juga salah karena terpikat pada wanita murahan itu!"


"Mamahku bukan wanita murahan!" elak Sarah lantas bangkit berdiri.


Ada sedikit rasa malu saat Tania menjelaskan tentang masa lalu kedua orang tuanya.


Namun sebagai seorang anak, dia tetap harus membela orang tuanya.


"Terserah apa katamu. Tante harap, kamu enggak perlu lagi mengganggu kehidupan rumah tangga Farah. Urusi kehidupan kamu sendiri, kalau kamu enggak mau melihat Tante menghancurkan kehidupan orang tuamu," ancam Tania.


"Tante mengancamku?" tantang Sarah dengan senyum mengejek.


.


.

__ADS_1


.


Tbc


__ADS_2