
Flasback Off
Zhafran muak dengan segala sanggahan yang selalu Aryani ucapkan. Dia meninggalkan sang istri dan pergi menuju ruang kerjanya, begitu saja.
Aryani membuntuti sang suami tak terima, dia merasa apa yang di lakukannya adalah hal wajar sebagai seorang istri, lagi pun uang sisa harta gono gini sang suami masih ada.
Jika hanya untuk mencicil pinjamannya pada koperasi itu, masihlah sangat cukup. Meski awalnya sang suami berharap dia melunasinya.
Namun menurut Aryani itu sia-sia saja karena pada akhirnya mereka tak akan memiliki pegangan untuk memulai hidup baru lagi.
Oleh sebab itu Aryani membelanjakan separuh uang itu untuk keperluannya agar dia bisa kembali membuat vlog, siapa tahu nanti banyak orang lagi yang mau memakainya menjadi endorsan.
Dia seakan lupa kalau dirinya yang masuk dalam jajaran wanita paling di benci di negara ini dan berharap terlalu tinggi.
Merasa dirinya kembali di abaikan, Aryani tak ambil pusing, toh keinginannya sudah tercapai. Dia bisa kembali berselancar di sosial media dengan barang barunya.
Dirinya yakin sesalah apa pun dia, sang suami pasti akan memaafkannya lagi.
Aryani lantas memposting video saat dirinya berbelanja kemarin. Bukannya pujian yang dia terima justru komentar cacian masih saja memenuhi kolom komentarnya.
Salah satunya kata-kata yang sangat kasar dan membuat hati Aryani terluka sangat dalam.
[ Cih, pelakor akhirnya nongol lagi! Belanja Bu? Enggak kasihan apa sama suami yang baru aja cerai? Apa lagi yayasannya udah mau kolaps. Upps lupa kalau modal pertama pelakor kan emang penampilan, iye kan?]
Komen salah satu orang yang mendapat like terbanyak. Ada pula yang berkata [Siap-siap cari target baru nih! Gue mah sebenernya amat menyayangkan aja, banyak cewek yang berhijab bener, tapi rusak gara-gara pelakor model begini nih!]
Aryani melempar ponselnya ke ranjang, dia frustrasi karena semua orang masih menghinanya.
"Apaan sih mereka, kaya yang suci aja! Suka banget ngurusin hidup orang!" gerutunya.
Niat hati ingin memamerkan baju yang kemarin dia beli, harus urung di lakukan. Ia lantas mematikan kolom komentar karena takut hatinya semakin sakit.
Iseng masih berselancar di media sosial, dia lantas terkejut saat melihat postingan mantan istri suaminya yang justru tengah menghabiskan waktu di luar negeri.
"Kurang ajar mbak Zahra! Abis cerai bukannya merenung apa kesalahannya, malah jalan-jalan. Pasti dia dapet banyak dari pembagian harta kemarin."
"Ini enggak bisa di biarin, aku mau tau berapa sih uang yang sebenarnya mereka bagi itu!" keluhnya.
Namun dia tak menemukan surat perjanjian apa pun tentang hasil pembagian harta gono gini suaminya di dalam kamar.
Aryani yakin jika surat itu pasti di simpan Zhafran di ruang kerjanya.
Saat tengah frustrasi dengan keadaan rumah tangganya, tiba-tiba sang suami masuk ke dalam kamar dengan mata sembab.
__ADS_1
"Papah mau ke mana?" tanya Aryani saat melihat Zhafran sedang mengambil pakaian ganti.
"Aku di telepon Abi buat ke rumah sekarang," jawab Zhafran datar.
"Ya pah. Kemarin kan baru ke sana. Ada apa sih?" keluh Aryani.
Zhafran malas menjawab, dia segera melangkahkan kaki menuju kamar mandi hendak berganti pakaian.
Sayangnya niat itu harus terhenti kala Aryani menghalanginya.
"Aku mau jalan-jalan Pah! Kamu lihat postingan Mbak Zahra enggak? Abis cerai dari kamu bukannya mawas diri, dia malah asyik-asyikkan ke luar negeri!" keluh Aryani.
Zhafran hanya membuang wajahnya muak. Dia ingin sekali melempar Aryani dari hadapannya andai dia tidak ingat jika Aryani adalah istrinya.
"Jujur sama mamah, sebenarnya pembagian harta kalian adil enggak sih!" cecar Aryani sambil melipat kedua tangannya di dada.
Zhafran menatap tajam sang istri yang mencurigainya.
"Kamu curiga?" balas Zhafran.
"I-iyalah, papah enggak terbuka sama mamah soal pembagian harta gono gini itu!" jawab Aryani jujur.
Tanpa banyak bicara, Zhafran meletakkan pakaiannya di ranjang, lalu berjalan menuju ruang kerjanya lagi.
Dia mengambil sebuah map cokelat dari dalam laci lantas meletakannya di dada sang istri.
Aryani segera membuka surat pembagian harta gono-gini Zhafran dan Zahra.
Dia terkejut bukan main saat melihat kenyataan bahwa Zahra mendapatkan uang lebih banyak seperti dugaannya.
"Tuh kan bener, kalau mbak Zahra dapat lebih banyak, ini enggak adil dong pah!" keluh Aryani.
"Itu harta aku dan Zahra. Kamu lupa? Saat kamu melahirkan waktu itu aku udah bilang kalau memakai uang tabungan kami? Jadi uang itu memang milik dia, makanya aku mengganti separuhnya sama dia. Paham?"
"Loh kok ganti sih. Itu kan kewajiban papah untuk membayar biaya persalinan aku. Enggak adil pokoknya."
"Terserah kamu. Lagi pula, kamu enggak berhak ikut campur masalahku dan Zahra."
Malas melanjutkan keributan untuk masalah yang bukan ranah Aryani, membuat Zhafran meninggalkan sang istri begitu saja.
Dia harus segera datang ke rumah orang tuanya karena sang ayah memintanya buru-buru sejak tadi.
Sedangkan Aryani masih saja menggerutu tak jelas di ruang kerja Zhafran.
__ADS_1
Dia lantas memiliki ide untuk kembali mengusik mantan kakak madunya.
Memakai akun palsu, dia mengomentari postingan Zahra yang terlihat sangat bahagia.
[ Duh enaknya yang jalan-jalan pakai uang hasil gono-gini yang enggak adil pembagiannya ya sis. Awas, orang serakah balasannya sadis loh ]
Zahra yang tahu siapa akun tersebut hanya tersenyum sinis.
"Kamu emang benalu Yan. Sekali-kali harus di bungkam juga," monolog Zahra sambil mengetikan balasan untuk akun palsu Aryani.
[ Alhamdulillah, harta saya adalah mutlak milik saya. Bukan hasil merampas harta orang lain. Bahkan memakai hak orang lain. Saya malah takut orang yang suka makan hak orang lain kena karma yang lebih menakutkan ]
Aryani kembali merasa kesal dengan jawaban Zahra, seolah-olah mantan madunya itu sudah tahu jika yang memberi komentar tadi adalah dirinya.
"Sial betul mbak Zahra ini. Sekarang dia berani balas aku, awas aja dia. Pasti dia cuma pura-pura bahagia, padahal hatinya lagi kacau!"
"Aku bakal bikin dia tambah panas, kalau tau bagaimana romantisnya kami kini. Tunggu aja kamu mbak, pasti kamu akan menangis darah!"
.
.
Zhafran segera mendatangi kediaman orang tuanya tanpa berpamitan lagi pada sang istri.
Di ruang tamu sudah ada orang tuanya, Hulya juga pasangan suami istri Fathur dan Mala.
Dalam hati Zhafran bersorak gembira jika rencana membujuk sang adik pasti berhasil, terlihat dari raut wajah Hulya yang tak tampak masam saat bertemu dengannya.
"Assalamualaikum, maaf udah nunggu lama ya Pak Fathur dan Bu Mala?" sapa Zhafran sambil menyalami keduanya.
Dia lantas duduk di kursi satu dudukan tepat di seberang sang ayah.
Zhafran menatap sang ayah bingung. Sebab ayahnya menampilkan raut wajah sendu.
Dia merasa ada hal buruk yang telah terjadi. Zhafran merutuki kebodohannya yang justru mengabaikan permintaan sang ayah hanya demi berdebat dengan istrinya.
.
.
.
Tbc
__ADS_1