
keesokan harinya.
semua orang kembali ke rutinitas masing masing. yah hari senin adalah hari yang sangat sibuk bagi sebagian orang. begitupun dengan acha yang saat ini mulai kembali memasuki kantor. pekerjaanya sangat banyak terutama banyak yang tertunda beberapa hari belakangan.
diruangan acha.
"mba karin, ini masih banyak lagi kah apa tidak ada lagi" ucap acha sambil melihat tumpukan berkas berkas di depan matanya
"satu tumpuk lagi nona" ucap karin
"ikh mba karin jangan pangil nona apaan sih" ucap acha
"haha yah maaf maaf acha, sudah setelah satu tumpuk lagi, tinggal dikerjakan semuanya" ucap karin
"baiklah apa ada rapat hari ini" ucap acha
"tidak, karena pekerjaannya sangat mengunung kalau ada rapat akan tambah banyak, jadinya aku tidak menjadwalkan rapat" ucap karin
"akh baguslah" ucap acha
"dan aku juga tidak mau kau sakit, kalau ada pekerjaan lainnya" ucap karin
"Iyah tapi aku yakin pekerjaanku tidak se pusing milikmu, aku hanya perlu mengeceknya dengan teliti" ucap acha
"yah tidak masalah, karena aku kan hanya karyawan sedangkan kau bos nya" ucap karin
"aku bukan bos mu, bos mu adalah ayahku" ucap acha
"sama saja, sudah sampai jumpa selamat berkutat dengan semua pekerjaan yang ada" ucap karin
"Iyah selamat bekerja juga" ucap acha
karin pun pergi dari ruangan acha.
"baiklah ayo kita mulai dari mana yah" ucap acha lalu dia mengambil satu persatu berkas mengeceknya dan menandatangani yang perlu ditandatangani sampai semuanya selesai.
kini acha mulai keluar dari ruangan nya untuk menuju kantin. sebelum itu dia keruangan karin terlebih dahulu.
"mbak" ucap acha sambil mengetuk pintu
"Iyah masuk aja"ucap karin
"mbak ayo ke kantin acha dah laper" ucap acha setelah dia masuk ke slama ruangan karin.
"maaf aku hari ini mau makan siang sama keluarga cha jadi gak bisa" ucap karin
"sama keluarga siapa" ucap acha
"keluargaku dan keluarga kakakmu membicarakan pernikahan" ucap karin
__ADS_1
"ouh begitu okey, acha ke kantin yah" ucap acha
"Iyah silahkan" ucap karin
achapun pergi dari ruangan karin lalu dia menuju kantin dengan di ikuti bodyguard nya.
"kenapa yang mengikuti cuman kamu sendiri" ucap acha pada penjaga
"memangnya nona mau kemana" ucap penjaga lima balik bertanya
"mau ke kantin" ucap acha
"y Iyah makannya saya sendiri saja yang mengantar toh nona hanya ke kantin" ucap penjaga 5
"sana ajak temanmu yang lain, kita makan bersama sekalian, kalian belum makan kan" ucap acha
"baim nona, Iyah kebetulan kami belum makan" ucap penjaga 5
"yasudah sana panggil aku tunggu disini" ucap acha
"baik nona" ucap penjaga 5 diapun pergi.
sedangkan acha berdiam diri sambil melirik hpnya.
"kenapa maren gak ada kirim pesan hari ini yah, apa dia kecapean atau dia sedang banyak pekerjaan sama sepertiku, nanti aku kirim pesan saja kalau sampai mala. dia tak kunjung mengirim pesan padaku, tak biasanya dia seperti itu, sejak di ajak kemah sikapnya sedikit memberi jarak, apa karena semua perkataanku yah" ucap acha dalam hati.
lalu para bodyguard pun menghampiri acha.
"yah kenapa" ucap acha dengan sedikit kaget, "aku tidak kenapa napa ayo" ucap acha.
"yah mari nona di depan kami mengikuti dari belakang" ucap penjaga 1
"ikh barengan aja, kalian ini kaya apa aja tau jadinya, udah cepet kita barengan sejajar kalau ngak berdua sejajar yang tiga dibelakang" ucap acha
"baiklah nona seperti itu saja" ucap penjaga satu
kini merekapun berjalan menuju kantin. dan sesaat sudah sampai disana terdengar gemuruh para karyawan yang terpesona pada wajah tampan para bodyguard.
"lihat tampan sekali, aku mau jadi pacaranya gak papa deh walaupun dia bodyguard" ucap karyawan satu
"Iyah ganteng banget aku mau satu yang begitu" ucap karyawan 2
"haii lihat selain tampan mereka juga kekar membuatku ingin langsung menyeretnya ke kua" ucap karyawan 3
"hust itu punyaku satu" ucap karyawan satu
"Iyah kita satu satu lah kebagian lagian mereka kan ada banyak" ucap karyawan 2
"betul tuh" ucap karyawan 3.
__ADS_1
dan banyak karyawan lainya yang menguntungkan para bodyguard lainya.
"udha kalian jangan tebar pesona aja yo pesan makanan" ucap acha
"baik nona memang nona mau pesan apa biarbiar aku saja yang pesan kan" ucap penjaga 4
"aku mau mie nyemek dan ayam panggang, dan yang lainya ayo pesan apa" ucap acha
"bilang saja kau ingin tebar pesona maknya kau mau pesan kan" ucap penjaga 1
"nah kalau tau tujuanya kenapa bilang" ucap penjaga 4
"kau ini yah dasar, mentang mentang paling muda jadi kau tebar pesona" ucap penjaga 2
"harus lah, sudah ayo kita mau pesan apa" ucap penjaga 4
"apa saja lah makanan yang enak terserah dirimu" ucap penjaga 1
"baiklah kita samakan dengan nona acha" ucap penjaga 4 lalu dipun pergi memesan.
setelah itu mereka menunggu beberapa saat lalu makan pun datang dan mereka memakan makannya.
setelah selsai makan acha kembali ke ruanganya mengerjakan semua pekerjaannya. sampai akhirnya menjelang pulang pun masih ada sedikit pekerjaan jadi acha menyelesaikan terlebih dahulu, sambil melakukan pekerjaan acha sambil melirik hpnya mencari apakah ada pesan dari maren atau tidak ternyata tak ada sama sekali pesan dari naren.
...----------------...
sedangkan disisi lainya pagi ini naren dia sedang bersiap menuju kantor melakukan segala rutinitas dan kesibukannya di hari senin, sambil membawa hpnya dia bahkan tak berniat mengirim pesan smaa sekali pada acha seperti pagi pagi biasanya. ntahlah kenapa hatinya mulai mundur untuk mengejar acha. dia cukup sadar posisi, kini dia hanya tinggal menunggu jawaban acha 10 hari lagi, dan mempersiapkan hatinya jika mendapat penolakan dari acha, cukup lancang bila saat ini dia harus terus terkesan mengejar acha. diapun tak ingin egois acha butuh pilihannya sendiri, dia ingin memberikan ruang untuk acha berpikir secara jernih akan menerimanya atau tidak. dia tak mau smpai memaksakan kehendaknya sendiri.
kini mobil naren mulai memasuki parkiran kantornya. diapun memarkirkan mobilnya terlebih dahulu lalu memasuki ruangannya. tapi satu hendak masuk ruangan dia di hadang oleh sang sekertaris.
"bagaimana boss kemarin liburnya sangat menyenangkan kah" ucap aditya
"yah cukup menyenangkan, kenapa memangnya kau mau ikut" ucap naren
"mau dong boss, kenapa boss baru mengajak setelah bos pulang aneh sekali" ucap aditya
"karena biar kau tidak ikut, akan repot bila aku membawamu yang ada kau hanya mengintilku, dan mengganggu waktuku bersama acha" ucap naren
"santai boss kan gak di ajak, udha nih boss maaf nanti mood boss gak bagus lagi" ucap aditya memberikan berkas
"apa ini" ucap naren
"setumpuk berkas" ucap aditya
"Iyah aku juga tau" ucap naren memutar bola matanya malas
"yah pekerjaan yang harus boss lakukan lah" ucap aditya
"ouh begitu baiklah sudha sana kerjakan tugasmu" ucap naren
__ADS_1
"baik boss, selamat mengerjakan berkas juga yah boss" ucap aditya meledek
naren pun tak menjawab ucapan aditya diapun langsung masuk kedalam ruanganya dan mulai melakukan pekerjaanya. naren terus mengerjakan pekerjaannya sampai dia melewatkan makan siang, dia ingin mengerjakan semua nya dengn tuntas. sampai ajakan aditya untuk makan siang pun dia acuhkan, karena dia ingin mengalihkan semua pikiranya.