Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
kenangan yang tak bisa di ulang


__ADS_3

setelah acara pengumuman dari ansa tersebut semua orang bersorak gembira.


sedangkan nenek dan yang lainnya sedang mengobrol.


"lihat lah ternyata cucuku tak ingin dilangkahi, tanpa perencanaan apapun dan kita tak tau apapun dia tiba tiba mengumumkan pernikahan" ucap Ibu pak Ryan


"Iyah mah, dia sat set dari pas ketemu pertama juga langsung gercep kenalan" ucap pak Ryan


"Iyah baguslah" ucap Ibu pak Ryan


"nanti yang menyusul tinggal acha" ucap Arga


"kaka aja dulu perjalan ku masih panjang" ucap acha


"yah yah tentu kalau itu" ucap Arga


"sudah lah biarkan acha dia punya jalan nya sendiri" ucap nela


"nah dengar itu kak aku punya jalanku sendiri" ucap acha


naren hanya menyimak saja percakapan mereka.


"yaudah ayo sekarang kita kembali ke tenda kita masing masing" ucap ansa


"sebentar sebelum itu nanti besok pagi kita akan melihat sunrise, kita berjalan dan menunggu sunrise dari selesai soakt subuh, untuk menikmati indahnya pemandangan pagi disini, agar kita tidak kecewa datang kesini, setidaknya kita punya kenang kenangan yang indah disini" ucap naren


"wah baguslah dimana itu" ucap bu shena


"ditempat tadi sore aku dan acha pergi" ucap naren


"hah lalu kenapa tadi kau tidak mengajak kami" ucap ansa


"karena aku ingin menikmati momen berdua, jadi aku mengajak kalian melihat sunrise saja" ucap naren


"baiklah setidaknya kau mengajak kami untuk tidak menyia nyiakan pemandangan disini" ucap Arga


"haha Iyah maaf, baiklah ayo semuanya kita istirahat untuk menikmati keindahan Alloh pagi nanti, selamat beristirahat semuanya" ucap naren


lalu semua orang pun bubar dari tempat api unggun dan muali kembali ke tendanya. dan naren saat ini dia merenung di hadapan api unggun dia sengaja menunggu api unggun itu agak mati.


"apakah acha tidak akan menerimaku setelah mendengar semua ceritaku, kalaupun dia tidak mau menerimaku tak apa lah setidaknya aku punya momen ini bersamanya dan mungkin takdirku menikah dengan orang yang dulu ku hina, aku memang bersalah atas semua ini, bahkan karena itu karna menimpa ibuku, benar adanya karma itu nyata, maafkan semua dosa dosaku ya Alloh, aku yakin semua yang terjadi adalah teguran darimu"ucap naren dan tanpa sadar air matanya pun menetes.


kini api unggun sudah mulai padam, dan narenpun kembali ke tendanya dan diapun tidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


keesokan harinya.

__ADS_1


kini mereka sudah selsai solat subuh dan merekapun mulai kembali ke tenda dan memakai mantelnya karena dingin, setelah itu merekapun muli berkumpul.


"sudah siap semuanya" ucap naren


"sudah" ucap semua orang


"kalian sudah membawa HP kalian untuk mengabadikan momen ini" ucap naren


"sudah" ucap semuanya


tiba tiba anak kecilpun datang dan berkata


"om aku membawa kamara dan ini untuk kita semua berpoto" ucap anak kecil sepupu acha


"iyah tentu saja boleh baguslah nak" ucap naren


"okey" ucap anak kecil tersebut


"ayo semuanya ikuti aku kita berjalan untuk melihat Sunrise" ucap naren


semuanya pun mengikuti instruksi naren dan mengikuti naren. dan kini semua sudah berada di tempat melihat sunrise udara sangat dingin.


"nah semuanha kita lihat kesebelah sana nanti matahari akan mulai naik dari sana" ucap naren


"wah wah indah sekali bahkan matahari belum mulai naik ayo cucu cukuku poto aku aku ingin bergaya disini" ucap nenek buyut


"yasudah ayo poto" ucap nenek buyut.


dan semua pun mulai berpoto dan berpose masing masing, mereka juga berpoto keluarga masing masing dan juga berpoto sekeluarga besar.


sekarang mereka semua sudah selesai berpoto poto dan kembali ke tenda lalu para wanita memasak untuk sarapan rencananya setelah sarapan mereka semua akan membereskan tendanya masing masing lalu mereka semua pun akan pulang.


sekarang semua sudah selesai sarapan dan semua pun mulai membereskan dan melipat tenda. setelah selesai semunya berkumpul.


"okey semuanya sudah selesai kalian membereskan semuanya ingat jangan sampai ada yang ketingalan yah karena yang akan ditinggalkan hanya sebuah kenangan disini, kita memang bisa kembali lagi ketempat ini, tapi mengukir kenangan yang berbeda nantinya" ucap ansa


"tentu saja semua kenangan yang tidak akan kembali" ucap naren dalam hati


"yasudah semuanya ayo bawa barang barang kita dan kita menuju bis" ucap Arga


semuanya pun mengikuti instruksi Arga dan mereka mulai menuju parkiran tempatnya, semua memasuki busnya masing masing berbeda dengan naren dia tidak kembali ke bisa sebelumnya dia malh beralih ke bus dimana tempat penyimpanan barang tenda dan lainya.


semua orang yang sudah naik bisa masing masing pun mulai duduk tenaga sedangkan acha dia mencari dimana keberadaan naren.


"ini naren kemana sih kok dia gak masuk masuk ke bisa di luar juga gak ada orang" ucapan acha dalam hati


"cha naren diamana" ucap Arga

__ADS_1


"gak tau ini mau acha cari dulu kak" ucap acha lalu dia turun ari bis


acha mulai berpikir.


"apa naren di dibuat tempat penyimpanan barang yah, apa dia tersinggung dengan sikapku yah, dan apa dia masih memikirkan soal kemarin, sudah Lah aku ke bus penyimpanan barang saja" ucap acha lalu dia berjalan ke bus penyimpanan barang.


"nah itu dia naren" ucap acha lalu dia berteriak "naren"


narenpun menolah, dan acha masuk ke bus tersebut.


"kenapa kau ada disini tidak di bus yang ada keluargaku" ucap acha


"tidak apa aku lebih baik disini saja aku tidak mau membuatmu tak nyaman dengan duduk disampingku selama perjalanan" ucap naren


"tidak, maaf atas sikapku kemarin yang kekanakan, ayo kita ke bis keluarga" ucap acha


"yah maaf aku cukup sadar diri kok atas semua ini aku bukan siapa siapa mu, lagian aku ada disini karena kamu ingin lebih dekat dan tau tentangku, namun kau juga bilang belum tentu kau mau menerimaku" ucap naren


"naren tidak begitu maaf, aku mohon ayo naren kita ke bus keluarga" ucap acha


"tidak usah aku disini saja tempat ini lebih cocok untukku, dari pada aku disana yang aku bukan siapa siapa" ucap naren


"tidak kau kau kan bersamaku, aku yang mengajakmu, lalu kau malah harus di tempat ini" ucap acha


"tidak apa sudahlah kau kembali nanti keluargamu mencarimu" ucap naren


"tidak akalu kau tetap ingin disini makan aku juga akan disini" ucap acha


"jangan begitu apa pandangan keluargamu nantinya" ucap naren


"lalu bagaimanan dengan kau apa pandangan keluargaku nanti aku seburuk itu hingga mengusir mu dan kau berada disini" ucap acha lalu air matanya mulai menetes


"tidak kau tidak mengusirku ini kamuanku, sudah jangan menangis ayo kau kembali sana" ucap naren


"tidak aku akan tetap disini jika kau tak mau kembali" ucap acha


"baiklah ayo kita kembali" ucap naren


"ayo" ucap acha


"sudah jangan menangis" ucap naren


"Iyah, maafkan sikapku" ucap acha


"tak masalah" ucap naren


merekapun menuju bus keluarga dan duduk bersebelahan kini mobilpun mulai melaju setelah semua keluarga dipastikan sudah ada di dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2