
"tadi saat aku dan acha memasuki devisi keuangan dan mengecek hasil kerja mereka aku menemukan ketidak sinkron antara yang ditulis dengan jumlahnya" ucap Arga
"hah, kenapa kita bisa sampai kecolongan seperti ini" ucap pak Ryan
"ntahlah ayah seperti nya mereka sekongkol dengan menejer" ucap Arga
"hah yah mungkin saja besok kita usut dengan tuntas" ucap pak Ryan
"benar ayah, untung saja kita melakukan pengecekan tadi siang kalau tidak mungkin kita sudah akan mengalami kerugian besar" ucap Arga
"Iyah benar saking tidak terurus nya perusahaan itu sampai mengalami seperti ini" ucap pak Ryan
"Iyah benar" ucap Arga
"jangan khawatir ayah kedepannya acha akan memperhatikan perkembangan perusaan disana untuk lebih baik lagi kedepannya" ucap acha
"tentu nak ayah yakin kau pasti bisa" ucap pak Ryan
"Iyah ayah acha akan berusaha pastinya dengan Bingbingan kak Arga" ucap acha
"Iyah tentu nak" ucap pak Ryan
"tenang aja kakak akan selalu membantu" ucap Arga
"ayah, bagaimana tentang pengenalan acha dan nela pada keluarga besar kita" ucap bu shena
"ouh Iyah ayah hampir melupakan itu" ucap pak Ryan
"jadi kapan kita akan ke sana ayah" ucap bu shena
"lusa kita akan memperkenalkan acha dan nela kebetulan kan lusa adalah perkumpulan keluarga" ucap pak Ryan
"akh baguslah lebih cepat lebih baik" ucap bu shena
"Iyah bun, apa acha dan nela sudah siap untuk berkenalan nanti" ucap pak Ryan
"siap dong yah" ucap acha dan nela berbarengan
"baguslah, kalo begitu ini sudah malam jadi ayo sebaiknya kita tidur" ucap pak Ryan
"baik ayah aku memang sudah sedikit mengantuk" ucap acha
"tidur yang nyenyak persiapkan dirimu untuk besok dan membalas omongan semua orang" ucap pak Ryan
"tentu ayah" ucap acha
"kalo begitu ayo acha dan nela kita ke atas saja" ucap bu shena
__ADS_1
"ayo bun" ucap nela
"kami ke kamar duluan ya ayah kak" ucap nela
"silahkan" ucap Arga
bu shena nela dan acha mereka menuju kamar,
sedangkan pak Ryan dan Arga hanya sedang berbincang bincang sebentar.
keesokan harinya.
pagi menjelang
setelah melaksanakan solat subuh dan bersiap kini mereka sedang dimeja makan dan akan makan.
namun ada tamu yang datang kerumah.
"permisi nyonya ini ada nyonya lita" ucap pelayanan
"ouh Iyah terimakasih" ucap bu shena.
lalu pelayanan pun berlalu pergi.
"Hai semuanya" ucap lita
"Hai juga tante" ucap acha
"memangnya tidak boleh" ucap bu lita
"boleh boleh saja, cuman heran aja biasnya juga kan kamu gak pernah sepagi ini kesini" ucap pak Ryan
"ayah kok gitu sama adik sendiri udahlah" ucap bu shena
"aku ke sini tentu saja karena merindukan keponakanku dan kenapa aku datang pagi pagi yah karena kan kalian semua akan ke kantor untuk mengangkat acha jadi ceo dan tentu saja aku ingin ikut pada kalian" ucap bu lita
"ouh begitu yah" ucap pak Ryan
"Iyah begitu kakaku" ucap bu lita
"sudah sudah ayo kita makan saja, kau belum sarapan kan" ucap bu shena
"Iyah ayo makan, tentu aja belum kak karena aku langsung meluncur untuk datang kesini" ucap bu lita
"apa suamimu tak marah" ucap bu shena
"tentu saja tidak karena dia tak ada disini, ouh rasanya aku seperti masih perawan anakku tak ada suamiku juga bekerja aku dirumah sendiri" ucap bu lita
__ADS_1
"haha kasian sekali kau" ucap pak Ryan
" ikh kaka malah ngeledek" ucap bu lita
"tante udah dong ayo makan tuh acja udah nyiapin makanan di piring kalian semua, kalian malah asik ngobrol" ucap acha cemberut
"ututu putriku terimakasih yah yasudah ayo makn jangan hiraukan tantemu yang berisik ini" ucap pak Ryan
"apa kak bilang berisik bukan kah kaka yang membuatku berisik" ucap bu lita
"sudah lah ayo makan" ucap pak Ryan
mereka semua pun akhirnya makan dan setelah selesai makan mereka semua segera menuju kantor.
sekarang mereka sudah tiba dikantor dan langsung menuju aula karena semua karyawan sudah dikumpulkan untuk menuju aula.
mereka berdiri di atas aula.
sedangkan karyawan lain bertanya tanya ada apa berbeda dengan devisi bagian desain yang memang menunggu apa yang akan terjadi dari kemarin.
pak Ryan pun mulai akan berpidato
"assalamu'alaikum selamat pagi semuanya" ucap pak Ryan
"waalaikumsalam pagi pak" ucap semua karyawan.
"mungkin kalian akan bertanya tanya kan ada apa sebenarnya kenapa semua karyawan dikumpulkan disini sebenarnya ada dua tujuan utama saya mengumpulkan kalian disini pertama pengangkatan anak saya sebagai ceo kedua pemecatan satu devisi" ucap pak Ryan
semua orang nampak terkejut dengan hal itu ada yang bertanya tanya devisi mana yang akan di pecat, sedangkan devisi bagian keuangan sudah panas dingin dan gemetar
"kan aku sudah bilang kita akn di pecat bagaimana ini" ucap karyawan 2
"akh tenanglah" ucap karyawan 1
pak Ryan melanjutkan pidatonya
"apakah kalian masih ingat 1 bulan lalu aku membawa putriku dan memperkenalkan nya disini bukan, tapi setelah hari itu anakku yang akan jadi ceo tidak datang kesini pada keesokan harinya, mungkin kalian binggung akan hal itu. aku dan istri ku sangat kecewa pada hari itu karena apa karena dengan teganya mulut karyawan disini menghina anakku habis habisan, bahkan aku tak habis pikir berani sekali dia menghina putriku sedangkan dia bekerja dengan diriku, aku bahkan berharap orang orang yang berbicara itu ingat akan ucapannya dan mau meminta maaf pada putriku" ucap pak Ryan
orang orang yang menghina acha pun mereka agak takut kena imbasnya tapi sebisa mungkin mereka tenang tapi berbeda 2 orang yang mulutnya begitu jahat.
"minta maaf bagaimana orangnya saja tidak ada" ucap karyawan
"Iyah kau benar lagian paling juga dihukum POTONG gaji" ucap karyawan lain
"kalian ingat kemarin ada orang yang mengecek kesetiap ruangan kalian, dan yah orang itu hari ini ada di sebelah kiriku, kalian ingin tau siapa dia, yah dia adalah putriku yang 1 bulan lalu kalian hina dan tatap sinis begitu tajam" ucap pak Ryan
semua orang terkejut dan takjub bagaimana bisa dalam sebulan berbuat drastis sangat kurus dan begitu cantik
__ADS_1
"bagaimana apa kalian terkejut akan hal itu, itulah sebabnya jangan pernah menghina seseorang sekarang setelah kalian menghina putriku dan kalian melihat dia berubah kalian akan melakukan apa, tidak ada yang kalian berikan kan makan dari itu jagalah mulut mulut kalian yang begitu jahat" ucap pak Ryan
saat itu semua orang bungkam karena hal itu karena apa yang dibilang oleh pak Ryan adalah suatu kebenaran