
obrolan masih berlanjut.
"kalian tampaknya selama satu bulan ini sudah mempersiapkan segalanya dalam satu bulan itu" ucap bu lita
"Iyah tante memang itulah, kami sudah merencanakan semuanya sejak awal"ucap Arga
" kenapa kau masih memanggilnya tante, panggil bunda dong dan ayah" ucap suami bu lita
"hehe baiklah ayah" ucap Arga
"baguslah ternyata kamu yang menjadi calon nela adalah kau Arga dengan begitu aku bisa pensiun dan kau yang mengurus semua pekerjaan" ucap suami bu lita
"haha benar, kebetulan sekali ayah, kebetulan perusahaan milik papa akan di urus oleh kakak dan adikku, jadi aku akan bisa mengurus perusahaan milik ayah" ucap Arga
"tentu baguslah" ucap suami bu lita
"tapi aku tidak mengharapkan itu sejak awal, karena ayah Ryan bahkan menginginkan aku untuk mengelola perusahaan membantu acha sebelum dia menikah" ucap Arga
"ouh begitu, dan tampaknya acha juga akan menyusul, dia saja tadi sudah ada yang mengajak kencan" ucap suami bu lita
"yah ayah benar mereka juga akan punya menantu seperti kita hahah" ucap bu lita
"aku tidak berharap banyak sih, jadi menantu ataupun tidak itu tergantung keputusan acha" ucap pak Ryan
"benar lalu sekarang bagaiman denganmu nak apa kau akan menerimanya sebagai pacar suatu saat" ucap bu shena
"entah lah bun acha juga binggung" ucap acha
"kenapa binggung" ucap nela
"kau tau kan ada rahasia tentang naren yang belum aku katakan dan ingin aku ketahui terlebih dulu sebelum mengatakannya pada ayah dan bunda" ucap acha
"ouh begitu baiklah" ucap nela
"rahasia apa nak" ucap bu shena binggung
"Iyah ayo katakan apa rahasianya" ucap pak Ryan
"sekarang bukan waktu yang tepat, tapi yang pasti di masa lalu aku pernah mengenalinya sekarang saja dia tidak mengenaliku karena aku sudah berubah drastis"ucap acha
" hah kenapa kau tak bicara pada kaka sejak awal kalau kau mengenalnya" ucap Arga
"untuk apa aku mengatakannya yang ada nanti kakak malah murka" ucap acha
"kaka kan bilang kalau apa apa tuh bilang" ucap Arga
"yaudah kan emang sekarang dah bilang" ucap acha
"udah dong gak yang penting dia dah bilang sama aku" ucap nela mentap Arga
"Iyah maafkan aku" ucap Arga
"kau selalu saja posesif ke segala hal semuanya lagian itu hak nya" ucap nela
"Iyah maafkan aku kan sudah ku bilang aku menjaganya" ucap Arga
"menjagapun sama saja, membuatmu nya risih aku juga selalu dibuat seprti itu oleh mu" ucap nela ketus
"yasudah maafkan lah aku yang sebesar besarnya, aku juga begini untuk kalian" ucap Arga
"sudah sudah, nela bunda menanggapi Arga yang berbuat seperti itu karena dia menyayangi kalian" ucap bu shena
__ADS_1
"nah kamu dengar kan apa kata bunda" ucap arga
"udah lah jangan berdebat lagi sudah malam ayo kita istirahat saja" ucap pak Ryan
"yah benar tuh ayo istirahat, kalian akan menginap disini kan" ucap bu shena
"Iyah kak kami tentu akan menginap disini" ucap bu lita
"baguslah" ucap bu shena
"sebelum itu aku ingin berbicara sesuatu" ucap Arga
"bicara apa" ucap pak Ryan
"besok aku akan mengajak nela menemui orang tuaku"ucap Arga
" ouh begitu" ucap suami bu lita
"apakah kalian mengijinkan" ucap Arga
"tentu saja Arga agar nela lebih dekat juga dengan keluargamu" ucap bu lita
"baiklahkalau begitu" ucap arga
"yasudah ayo kita istirahat selmat tidur semunya ayo nela kita ke kamar" ucap acha
"Iyah ayo" ucap acha
"huh cepet banget ngajak mau tidur tumben" ucap Arga
"tumben liat tuh dah jam 10 malem bilang tumben lagi wuh" ucap acha
"haha Iyah lupa" ucap Arga
semua orang tertawa melihat tingkah nacha dan Arga. mereka yang melihat acha ke kamarpun juga mengikuti menuju kamar masing masing.
acha yang sudah sampai dikamarnya saat ini. mereka duduk di ranjang. dia mengambil hpnya.
lalu ada notifikasi pesan.
"hih naren lagi ngirim pesan apa lagi" ucap acha
diapun melihat isi pesan itu,
^^^haii nela^^^
^^^kamu udah tidur yah^^^
^^^selamat malam yah^^^
terserah.
"hih bodo amat loh terserah loh kesel gua, mau gue permainin juga" ucap acha dalam hati.
nela yang melihat perubahan wajah acha diapun langsung menanyakan nya.
"heh cha kamu kenapa" ucap nela
"kesel nih sama naren" ucap acha
"jangan kesel kesel, kamu nanti jatuh cinta juga" ucap nela
__ADS_1
"dah lah, tadi juga bilangnya apa kencan kencan apaan, kencan aja sendiri" ucap acha
"udah udah jangan mengerutu, lagian juga emang bakal luh tolak" ucap nela
"yah dong tolak aja ngapain di Terima segala" ucap acha
"kalau loh tolak gue gak jadi dong tunangan dihotel itu" ucap nela
"ekh Iyah lupa, kak arga sih kamu dasar nyebelin akh" ucap acha
"gak pap dong" ucap nela
"yaudah lah demi kalian nih gue Terima" ucap acha
"hahah jan mengerutu udah gak papa" ucap nela
"Iyah Iyah emang udah nih" ucap acha
"nanti kamu pura- pura gak tau aja yah s diajak kencan sok tau aja" ucap nela
"yaudah siap okey deh beres" ucap acha
"yaudah ini mau tidur atau sesi curhat" ucap nela
"sesi curhat aja yu" ucap acha
"yaudah siapa dulu" ucap nela
"kamu dulu dong ayo ceritain hubungan kamu sama. kak Arga" ucap acha
"okey aku cerita dari awal sampai pas rencana tunangan, tapi jangan sampai kamu potong" ucap nela
"okeyy siap deh" ucap nela
"jadi semenjak kita jadian itu kan dia masih kerja di perusahaan ayah bantu bantu kalian, setiap aku pulang tuh selalu nyuruh aku tunggu di perusahan biar di jemput, dia tuh posesif banget, terus kadang kadang juga dia selalu makan siang sama aku kamu tau kan kan dia kadang suka ke kamu ijin ada urusan, itu tuh sebenarnya nemuin aku, nah terus dua minggu kemudian dari kita pacaran dia bilang dia didesak segera ngenalin cewe ke orang tuanya, tapi dia gak mau dn lebih baik katanya dia ijin langsung tunangan sama aku, terus aku nge iyain, nah disitu dia bilang mau sambil nyiapin buat tunangan nya aja, terus aku tanya emang punya uang, dia jawab ngak, terus aku tanya lagi gimana nyiapin buat tunangannya, katanya tenaga dia kadang suka dapet uang kalau bantu ayah aku, nah terus dia juga bilang kalau katanya pasti papanya ngebantu urusan biaya, ayah Ryan, dan ayah aku juga bakal bantu urusan itu pastinya, udah itu ceritanya"ucap nela
"ouh gitu yah pantes dia kadang sok sibuk gitu haha ternyata nyiapin ini semua" ucap acha
"Iyah yaudh ayo giliran kamu curhat" ucap nela
"curhat apa" ucap acha
"tentang naren lah" ucap nela
"yah apa orang aku biasa aja sama naren, kami cuman ketemu sama dia yah emang dia juga kadang suka ngirim pesan ke aku contohnya kaya tadi" ucap acha
"terus soal kencan" ucap nela
"gak tau gak bilang apa apa dia" ucap acha
"apa ada cowk lain dihati kamu" ucap nela
"gak ada semunya hambar gak ada yang aku suka" ucap acha
"haha kalo sama naren rasnya manis" ucap nela
"agak pait" ucap acha
"berarti ada rasnya dong hahah" ucap nela
"udha akh tidur aja yo" ucap acha
__ADS_1
"ciee malu yah yaudah ayo tidur" ucap nela
merekapun tidur