
keesokan harinya.
hari ini setelah melaksanakan solat subuh dia langsung berkutat di dapur untuk memasak untuk bekal makan siang. karena makanan yang akan dia buat cukup banyak dia dibantu oleh bi inah.
"nah bi akhirnya selesai juga" ucap acha
"Iyah non, tumben non masuknya buat bekal banyak" ucap bi inah
"Iyah bi soalnya buat 3 orang" ucap acha
"ouh gitu pantes aja toh" ucap bi inah
"yaudah bi acha mau ke mandi dulu siap siap ke kantor nanti bibi tolong masukin ke kotak ini yah bi" ucap acha
"ouh baik non" ucap bi inah
"maaf banget yah bi acha nyuruh" ucap acha
"gak papa kok non tenang aja, udah seharusnya" ucap bi inah
"yaudah deh acha mau siap siap yah bi" ucap acha
"yah silhkan non" ucap bi inah.
acha pun menuju kamarnya dan dia bersiap siap. setelah selesai bersiap siap kini dia menuju meja makan untuk sarapan terlebih dahulu.
"Hai bunda ayah" ucap acha
"ayo duduk nak" ucap bu shena
"Iyah bunda" ucap acha
"nak bunda dengar kamu masak bekal cukup banyak untuk siapa saja" ucap bu shena
"hehe Iyah bun, itu buat aku karin dan naren" ucap acha
"kok buat naren sayang" ucap pak Ryan
"kan dia katanya mau ketemu sama acha gak tau apa, dan dia bilang mau dia yang bawa makan siang atau acha, karena acha emang sering bawa bekal akhir akhir ini jadi acha bilang udah biar acha aja" ucap acha
"ouh gitu" ucap bu shena
"mungkin dia kayanya rindu ama kamu, makannya langsung ngajakin kamu ketemu" ucap pak ryan
"apaan sih ayah" ucap acha
"Iyah deh kayanya gitu secara dua minggu dong, kalau dia gak sayang mana mungkin dia mau langsung ketemu" ucap bu shena
"nah Iyah bener tuh bun" ucap pak Ryan
"ikh apaan udha dong ayah bunda goda terus, gak kak ansa gak kak Arga ayah bunda juga ikutan terus nela ama mbak karin juga, kalian berpihak nya ama siapa sih" ucap acha
"kami berpihak ama hubungn kalian biar lancar" ucap bu shena dan pak Ryan
"ik mana barengan lagi, udah lah ayo makan aja" ucap acha
"hahah Iyah Iyah, ayo makan" ucap bu shena
lalu merekapun makan dan seperti biasa acha yang mengambil kan makanannya. mereka makan tanpa berbicara apapun. setelah selesai makan acha pun pamit akn berangkat.
"bibi" ucap acha agak berteriak
"Iyah nona ada apa" ucap bi inah mendekati
"bekal acha udah siap kan bi" ucap acha
"sudah nona sebentar bibi bawakan" ucap bi inah
"baik bi"ucap acha
sambil menungu bi inah acha pun pamit pada bu shena dan pak Ryan
" ayah bunda acha mau pamit yah duluan" ucap acha
"Iyah kamu hati hati ayah besok saja berkunjung ke perusahaan mu, hari ini ayah tak akan menggangumu bersama naren" ucap pak Ryan
"ikh ayah terserah ayah aja jan bawa bawa naren" ucap acha
"hahaha, Iyah maaf nak kelepasan" ucap pak Ryan
"ayah ayah ngomong aja sengaja" ucap bu shena
"Iyah tuh bener bun" ucap acha
"Iyah maaf sayang" ucap pak Ryan
"permisi nona ini bekalnya" ucap bi inah
"ekh Iyah makasih yah bi" ucap acha
__ADS_1
"sama sama nona, maaf menggangu, tuan nyonya" ucap bi inah
"tidak apa bi" ucap bu shena
"kalau begitu saya permisi" ucap bi inah
"Iyah silahkan bi" ucap bu shena
"yaudah bun, ayah acha mau pamit" ucap acha
"yaudah sana hati hati yah nak" ucap bu shena
"Iyah hunda" ucap acha
acha pun segera berangkat menuju kantornya dan diikuti oleh para pengawalnya.
setelah sampai diperusahaan ia segera masuk kedalam ruangan yang dan mengerjakan pekerjaanya.
pov Owen.
dia berangkat dari rumahnya dengan semangat sambil membawa totebag berisi gaun dan perhiasan yang disiapkan semalam sengaja untuk acha. dia menuju ruangan nya dengan penuh semangat.
"permisi boss" ucap aditya
"Iyah kenapa aditya" ucap naren
"ini berkas berkas yang harus bos tandatangani" ucap aditya
"hah sebanyak ini tapi tak apa akan selesai sebelum jam makan siang" ucap naren
"wah bisa semangat sekali" ucap aditya
"tentu hari ini aku sedang senang dan yah nanti siang aku akan ke kantor acha saat makan siang jadi kalau aku kembali telat mohon kau maklum" ucap naren
"ouh pantas saja dia bahagia" gumam aditya
"apa yang kau bilang aditya" ucap naren
"tidak boss, saya hanya menjawab baiklah" ucap aditya
"ouh begitu baguslah" ucap maren
"iyah bos" ucap aditya
"yasudah apa ada lagi" ucap naren
"tidak bos, kalau begitu saya permisi" ucap aditya
stelah kepergian aditya, maren segera membaca dan menandatangani semua berkas yang diberikan oleh Aditya dengan penuh semangat dan benar saja saking semangatnya 15 menit sebelum jam makan siang di sudah selesai menyelesaikan semua pekerjaannya.
diapun bergegas ke ruangan aditya
saat sudah masuk.
"aditya aku sudah menandatangani semunya, dan kini aku akan berangkat ke perusahaan acha agar saat sampai tepat jam makan siang" ucap naren
"ouh silahkan tuan" ucap aditya
"dah aditya" ucap naren
diapun pergi menuju parkiran dan melakukan mobilnya menuju perusahaan acha.
benar saja saat dia sampai dan menginjakan kakinya di perusahan tepat jam makan siang.
"nah akhirnya tepat juga aku sampai disini" ucap naren
dia segera bergegas menuju ruangan acha
tok tok tok
"masuk" ucap acha masih sibuk dengan pekerjaanya
narenpun masuk kedalam ruangan itu
"kejutan, huh kau selalu sibuk dalam pekerjaan mu" ucap naren
saat mendengar suara yang tak asing itu acha pun langsung meliriknya
"ekh naren kau sudah sampai" ucap acha
"iyah aku baru saja sampai" ucap naren
"tepat waktu sekali kau" ucap acha
"tentu" ucap naren
"hum ya sudah duduklah disana aku akan merapihkan mejaku dulu" ucap acha
"iyah baiklah" ucap naren
__ADS_1
setelah selesai membereskan semunya acha pun membawa kotak bekalnya dan menghampiri naren, diapun mulai membuka satu persatu kotak bekalnya saat itu ada yang mengetuk pintu.
tok. tok. tok
"masuk" ucap acha
orang tersebut pun masuk
"mbak karin ayo duduk" ucap acha
"hehe ada naren juga" ucap karin
"iyah" ucap naren
"mbak ayo makan siang bersama" ucap acha yang melihat karin tak kunjung duduk
"akh tidak mbak takut menganggu kalian berdua" ucap karin
"akh tidak kok" ucap naren
"iyah mbak mbak tidak menggangu kok" ucap acha
"tapi mbak tidak mau akh, mbak makan siang di kantin saja permisi" ucap karin
"mbak kalau mbak tidak mau makan siang bersama yasudah ini mbak bawa makannya acha membuat banyak bekal tadi" ucap acha menyerahkan kotak bekalnya
"eum yasudah terimakasih acha, mbak pergi dulu yah, permisi naren" ucap karin
"iyah silakan" ucap naren
setelah kepergian karin.
"ayo makan" ucap acha
"apa kau tidak merindukanku dua minggu ini" ucap naren
"tidak untuk apa aku merindukanmu" ucap acha cuek
"ouh begitu yah baiklah kalau kau tidak merindukanku" ucap naren
"iyah cepat ayo makan" ucap acha
"baiklah" ucap naren lalu memasukan makanan tersebut kedalam mulutnya "ini siapa yang masak" ucap naren
"tentu saja aku" ucap acha
"wah masakanmu enak sekali, tak salah pilih aku" ucap naren
"iyah terimakasih" ucap acha
merekapun makan tanpa ada pembicaraan setelah itu dan setelah selesai makan. naren pun mulai mengungkapkan maksudnya datang kesini.
"acha" ucap naren
"iyah kenapa" ucap acha
"apa nanti malam kau tidak sibuk" ucap naren
"tidak kenapa" ucap acha
"baguslah, sebenarnya kedatanganmu kemari selain ingin bertemu denganmu aku juga ingin mengajakmu berkencan nanti malam apa kau mau" ucap naren
"eum boleh" ucap acha
"ini aku juga sudah persiapkan gaun dan di dalamnya juga ada perhiasan untuk kau pakai" ucap naren menyerahkan totebag nya
"akh terimakasih" ucap acha
"iyah tenang saja tidak akan gagal seperti dulu lagi" ucap naren
"hah maksudnya" ucap acha pura pura
"dulu aku sempat merencanakan makan malam. yang sedikit istimewa namun ada insiden diluar rencana itu kenapa aku mengajakmu di alun alun kota" ucap naren
"hah, ouh begitu aku gak tau" ucap acha
"dan sekarang ku beri tahu" ucap naren
"eum tapi saat kencan nanti akan ada penjaga bersamaku" ucap acha
"tak masalah, dan aku akan menjemput mu" ucap naren
"baiklah" ucap acha
"yasudah jam makan siang sudah habis dan aku sudah menyampaikan maksudku, aku pamit yah, dan jangn lupa nanti malam dandan yang cantik" ucap naren
"akh baiklah, ekh" ucap acha saat sadar dia salah bicara
"yasudah aku pergi" ucap naren
__ADS_1
"iyah sialhkan" ucap acha