
kini satu bulan berlalu.
selama sebulan ini acha bekerja di perusahaan dia sudah mahir dalam melakukan rapat, dan pertemuan lainnya juga.
sedangkan nela sekarang tinggal bersama bu lita dan seperti yang sudah di rencanakan ia menjadi sekertaris ayahnya.
hubungan Arga dan nela pun semakin dekat bahkan mereka memutuskan akan memberitahu orang tua mereka tentang hubungan mereka. dan Arga juga berencana akan mulai mengelola perusahaan ayahnya, karena saat ini kakak Arga sedang berada diluar negri sehingga dia harus mengelola perusahaan milik keluarga nya.
sekarang adalah hari weekend sehingga mereka sedang berkumpul di ruang tengah.
"cha ayah rasa perusahaan mengalami banyak perubahaan saat kamu yang menjadi ceo selama sebulan ini" ucap pak Ryan
"yah banyak orang yang melakukan kerja sama dengan perusahaan yang acha kelola" ucap acha
"baguslah ayah juga ingin kau segera bekerja di perusahaan pusat" ucap pak Ryan
"ntahlah ayah untuk perusahaan pusat acha merasa belum sanggup untuk mengelolanya" ucap acha
"untuk 6 bulan kedepan tampaknya kau akan mampu bekerja di perusahaan pusat" ucap pak Ryan
"yah kita lihat saja nanti" ucap acha
"sudahlah ayah jangan terlalu memaksakan acha mungkin belum ingin, tunggu sampai dia siap" ucap bu shena
"iyah bun" ucap pak Ryan
tak lama dari itu Arga datang menuju ruang tamu dan menyapa mereka.
"Hai bun, yah, cha" ucap Arga
"ekhh Arga, ayo duduk lah" ucap bu shena
"terimakasih bun" ucap Arga
"apa ada masalah perusahaan, kenapa kau datang" ucap pak Ryan ketus
"ayah ngomong nya ketus amat" ucap bu shena
"ngak ada masalah perusahan kok yah, gak papa bun ayah emang gitu" ucap Arga
"ouh baguslah" ucap pak Ryan
"kakak kesini gak bawa apa apa" ucap acha
"bawa dong" ucap Arga
"bawa apa" ucap acha
"ini pempek buatan bunda" ucap Arga
"wah enak tuh sini acha mau cobain" ucap acha
"yaudah ini tapi harus dimasak dulu yah" ucap arga
"okey kak, kalo gitu acha mau masak ini dulu" ucap acha lalu bergegas ke dapur
mereka mengobrol tentang kondisi perusahaan sambil menunggu acha yang sedang memasak.
tak butuh waktu lama kini acha sudah selesai memasaknya.
"ini udah jadi bun ayah" ucap acha
"yaudah ayo sini bunda cicipi" ucap bu shena
__ADS_1
"ayah juga mau kok" ucap pak Ryan
"yaudah tunggu mau acha tungguin buat kalian satu satu" ucap acha lalu menuangkan pempek tersebut.
setelah semuanya selesai dituangkan mereka makan terlebih dahulu.
"wah enak banget kak" ucap acha saat mencoba pempek tersebut.
"yah bagus kalau enak" ucap Arga
"pempek punya mama Arga kan emang enak semua orang juga tau kok" ucap bu shena
"kok semua orang bisa tau rasanya enak bun sedangkan acha gak tau" ucap acha
"ouh Iyah kamu belum tau yah kalau resto dan kemasan frozen food yang terkenal itu adalah milik mamanya Arga" ucap bu shena
"hah masa kok acha gak tau, kalau tau dari dulu acha minta aja dibawain sama ka Arga buat ngemil malem malem" ucap acha
"kamu aja yang gak nanya" ucap Arga
"gimana mau nanya kalau gak tau" ucap acha
"iyah juga sih hehe" ucap Arga.
sekarang mereka sudah selesai makan.
"ayah, sebenarnya arga mau minta ijin sama ayah kalau Arga mau berhenti dari perusahaan ayah, mungkin untuk sementara" ucap Arga
"kenapa kau mau berhenti ga" ucap pak Ryan
"karena Arga diminta untuk mengelola perusahaan milik papa" ucap Arga
"memangnya kakak mu yang mengelola perusahaan kemana" ucap pak Ryan
"dia sekarang keluar negri untuk mengecek kerugian perusahaan di luar negri sehingga arga lah yang harus mengantikan sementara" ucap arga
"iyah baiklah ayah, (arga beralih mentap acha) acha kakak tau dari kemampuanmu yang selama ini cepat tanggap dalam setiap hal yang kakak ajarkan, kakak rasa kau tak butuh bantuan kaka lagi untuk selanjutnya" ucap arga
"hah, terus nanti yang bantu acha gimana dong" ucap acha
"kau carilah sekertaris, atau mau kakak carikan kebetulan ada beberapa kenalan kakak yang cukup di percaya dan pandai untuk menjadi sekertaris" ucap arga
"baiklah tolong kakak carikan" ucap acha
"nanti besok dia akan langsung datang ke perusahaan dan kakak akan menelpon ya nanti" ucap arga
"baiklah kak" ucap acha
"ekh ngomong ngomong bagaimana dengan naren sudah satu bulan dari sejak saat itu apa dia tidak ada sedikitpun pernah menghubungi mu" ucap arga
"naren siapa gak" ucap bu shena
"itu bun anaknya adinata" ucap pak Ryan
"ouh yang waktu itu acha ceritakan yah bunda ingat" ucap bu shena
"tidak ada menghubungi kok kak, tampaknya kaka tetp berharap saja pada naren" ucap acha
"haha tentu tidak, kakak hanya menanyakan saja" ucap arga
"bagaimana cha apa sekarang aku sudah ada tambatan hati" ucap pak Ryan
"belom kok yah acha masih ingin sendiri" ucap acha
__ADS_1
"haha bagaimana mungkin ada yang mau mendekati nya setiap ada pria yang mau menyapanya saja langsung ku hadang dan lelaki tersebut malah kabur" ucap arga
"kau tega sekali kasian adimu" ucap bu shena
"gak papa bun bagus berarti mereka semua ngedeketin cha cuman boongan" ucap arga
"yah tindakan mu itu sangat bagus arga" ucap pak Ryan
"yah memang arga seharusnya bagitu" ucap arga
"kalau kau sekarang tak ada siapa yang akan menjaganya" ucap bu shena
"tamang dong bun kan arga yang bakal menjaga walau dari kejauhan kok" ucap arga
"apa gak kita siapin bodyguard aja" ucap bu shena
"hah jangan bun" ucap acha
"ayah juga berencana seperti itu tapi yah dia gak mau" ucap pak Ryan
"lagian acha juga kan udah bisa naek motor sendiri" ucap acha
"benarkah kalau begitu kau harus selalu hati hati" ucap pak ryan
"nah benar itu harus hati hati dan jangan ceroboh" ucap arga
"baiklah ayah, kak" ucap acha
"eum yah kalau begitu arga mau pamit pulang yah ada urusan soalnya" ucap arga
"loh kok cepet amat" ucap bu shena
"iyah bun kan cuman mau ngasih pempek sama bilang itu sama ayah" ucap arga
"ouh begitu yah yasudah pergilah" ucap pak Ryan
"kalau begitu arga pamit" ucap arga lalu bersalaman dan keluar rumah.
setelah kepergian arga semua orangpun kembali ke perbincangan mereka.
keesokan harinya.
hari ini pagi sekali acha sudah sampai di perusahaan.
dan tak lama dari itu saat dia sudah sampai di ruangan cwo ada yang mengetuk pintunya.
tok tok tok
"masuk" ucap acha
orang itupun masuk.
"permisi nona saya sekertaris yang dikirim kan oleh kak arga" ucap orang itu
"ouh ayo duduk siapa namamu" ucap acha
"perkenalkan nama saya karina Larasati" ucap karin
"ouh begitu, aku panggil kau karin saja" ucap acha
"baik terserah nona saja" ucap karin
"eum begini kau langsung bekerja ini pekerjaan pertamamu, dan itu adalah ruangan untukmu" ucap acha memberikan 2 buah dokumen dan menunjuk arah ruangan sekertaris tersebut.
__ADS_1
"baik nona kalau begitu saya permisi pamit untuk mengerjakan ini" ucap karin
"yah silahkan, semoga kau betah yah disni" ucap acha