
keesokan harinya.
saat ini acha yang sedang berada di kantornya yang sedang disibukan oleh pekerjaannya tiba tiba dia teringat sesuatu dan memilih keluar dari ruangannya. diapun berjalan dan melangkah baru beberapa langkah dia berjalan tiba tiba ada orang yang mencekam tangannya. acha pun langsung menoleh dan mencoba melepaskan.
"tolong lepaskan ada apa kau disini" ucap acha
"nona sekarang tuan Arga sudah gak ada jadi ayo Terima cinta saya" ucap nya
yah orang itu adalah orang yang terobsesi padanya.
"tidak, lepaskan atau ku panggilkan o
penjagaku sekarang juga"ucap acha
" tidak nona kau harus menerima cintaku sekarang juga, dan silahkan kau akan memanggil penjagamu itu, kau akan sudah ku rusak saat penjagamu tiba di ruangan ini jangaka waktu dari lantai bawah sangat jauh" ucap orang itu
"apa yang akan kau lakukan, mbak karin, mbak karin tolong" ucap acha terus berusaha melepaskan tangan yng mencekal dan akan mencoba membuka pakaiannya
"tidak ada siapapun diruangan ini nona tadi saya sudah membuat nona aktin turun kebawah dan memanipulasi nya" ucap orang tersebut terus mencoba membuka pakaian acha
" brengsek kau yah, aku akan melakukan tindakan yang berbahaya kalau ku tidak berhenti melepaskan ku" ucap acha
"silahkan saja nona" ucap orang tersebut.
dengan sigap acha langsung menendang ******** lelaki tersebut lalu di menerkam orang tersebut dengan bela diri yang dia punya. dan tak lama dari itu para penjaga datang pada acha, karena acha menghidupkan perekam suara yang tersambung dengan para penjaganya.
"nona biar kami saja yang urus orang ini" ucap penjaga 1 dan 2 saat melihat acha yang sedang bertarung.
orang tadi langsung dikungkung oleh para penjaga.
"nona suruh mereka melepaskanmu aku kn orang yang mencintaimu, heii kalian cepat lepaskan" ucap orang itu
"heii lihat ini" ucap acha menunjuk ke jari yang memakai cincin dari maren kemarin"aku sudah memiliki pasangan jangan coba coba kau atau calon suami ku sendiri yang akan menghajar mu sampai kau tak sadarkan diri, haruskah ku panggilkan" ucap acha
"hah itu tidak mungkin kau pasti berbohong nona" ucap orang itu
"ini adalah sebuah fakta dan kebenarannya" ucap acha.
"nona mau kita kemanakan orang ini" ucap penjaga 1 yang sedang mencekal tanganya.
"bawa yang saja yang jauh tapi jangan apa apa kan, dan kau mulai saat ini kau di pecat, ku harap kau tidak menunjukan dirimu dikota ini lagi kalau kau tidak ingin mati karena kejamnya kakaku dan calon suamiku" ucap acha
__ADS_1
"nona ampun jangan pecat saya, bagaimana saya harus pergi dari kota ini saya sudah tidak punya siapa siapa, nona maafkan kehidupan saya" ucap orang itu
"aku masih memberimu keringan dengan hanya memecatmu, tak sadarkan apa yang kau lakukan tadi itu adalah tindakan hina dan bahkan bisa ku polisikan, tapi aku hanya memecatmu saat ini" ucap acha
"tapi nona saya mohon" ucap orang itu
"ada apa ini" ucap karin yang tiba tiba datang " dan kau kenapa ada dibawa oleh penjaga bukannya kau ingin menangis acha karena dibawah ada keributan" ucap karin kembali
"dia akan melecehkanku mbak, dia yang terobsesi padaku sejak dulu membuatnya seperti itu kak" ucap acha
"apa dasar yah kau" ucap karin lalu menampar pipi laki laki itu dengan keras" pantas saja saat ku lihat tadi yak ada keributan apapun teryata kau akan berulah, aku akan segera menelpon anda agar kau dibawa ke kandang buatan dan menjadi santapan buaya itu" ucap karin lalu mulai membuka hpnya.
"jangan nona saya mohon ampun maafkan saya, saya tidak akan melakukan ini lagi maafkan saya" ucap lelakinitu memohon
"Iyah ka sudahlah lagian dia akan ku kirim jauh dari kota ini oleh parapenkagaku.
" baiklah ayo keruangamu tenangkan dirimu" ucap karin
"Iyah ayo mbak" ucap acha
"kalian bawa segera orang itu" ucap karin
"baik nona" ucap para penjaga
"ini minumlah acha, tenangkan dirimu" ucap karin yang melihat tubuh acha bergetar
acha pun meminumnya.
"mbak acha takut sebenarnya acha sangat takut akan tadi tapi acha berusaha melawan dan untung saja acha punya bekal ilmu bela diri walau sedikit sedikit" ucap acha sambil memeluk karin
"sudahlah tak apa, ayo ceritakan pada mbak kenapa ini bisa terjadi padamu" ucap karin
"acha tidak tau saat acha baru keluar ruangan tangan acha di cekal dan dia mengancam kalau tidak menerima dia akan melecehkan acha, acha pun langsung bertindak mengaktifkan suara agar tersambung ke para penjaga acha dan menangis nama mbak tapi sayangnya mbak tak ada" ucap acha
"maafkan mbak tadi dia bilang katanya ada sesuatu yang terjadi kebawah jadi mbak kebawah dan dia bilang akan memang ilmu juga, dan mungkin kalau kau tidak keluar dia yanga akan masuk ke ruanganmu" ucap karin
"mbak benar untunglah, dan tadi saat acha mnunjukan cincin ini dia langsung diam seketika" ucap acha
"cincin dari siapa ini" ucap karin
"ini dari maren semalam kak, sebenarnya ini karena dia menyatakan cinta pada acha tadi malam namun acha tak menerimanya, dan berjuang dia bilang ambil saja cincin ini sebagai hadiah dan pengikat kalau aku ingin mengenalnya lebih dalam" ucap acha
__ADS_1
"ouh begitu baguslah" ucap karin
flashback on
semalam saat acha sudah pulang kencan dan dia ke kamarnya dia memegangi kotak cincin yang di berikan naren lalu dia membukanya.
'indah sekali cincinnya, apa kau pakai sekarang saja yah" ucap acha lalu dia mengambil vincin itu dan mulai memakaikan di jarinya
"wah bagus juga bila dipakai semakin cantik, aku pakai aja dulu sekarang aku mau bersih bersih lalu tidur aja.
ternyata acha lupa melepasnya tadi pagi alhasil diapun memakainya ke kantor.
flashback off
" syukurlah hubunganmu baik bersama naren, dan kenapa kau tak menerima cintanya" ucap karin
"belum ada perasaan dibenak acha mbak" ucap acha
"perasaan akan tumbuh seiring waktu, naren adalah perisai untuk kau menjauhi orang seprti tadi, lihatlah bahkan dengan hanya kau menunjukan cincin dari naren orang itu langsung bungkam kan" ucap karin
"mbak benar, tapi acha belum mau memiliki hubungan serius dengan siapapun" ucap acha menatap cincin naren
"Iyah tak apa kalau begitu mbak hanya mengingatkan, mbak akan telpon Arga dan anda dulu yah mereka harus tau tentang kejadian tadi" ucap karin
"silakan mbak tapi tolong jangan lakukan apapun pada orang tadi biarkan saja" ucap acha
"baiklah" ucap karin
karin pun mulai menelpon nomor ansa
nut..nut..
hallo sayng ada apa.
hallo, bisa kah kau ke kantor acha sekarang juga.
memangnya ada apa.
ada hal penting, jadi aku mohon kemari.
baiklah tunggu aku
__ADS_1
setelah mematikan telpon diapun langsung menelpon ansa