
Dikala senja datang
*Senja, bolehkah sejenak aku berbicara kepadamu
Tentang segala kalut yang bebal memenuhi relung hatiku
Ini bukan lagi tentang siapa yang berat menjalani hidup
Tapi, entahlah mungkin ada ruang yang kau sematkan untukku
Senja, tak pernah ku dengar kisah lalumu menyeringai pedih tanpa menyisakan perih
Sepertinya hadirmu tetap disukai mereka yang menyukai redupnya perantara sore dan malam
Hadirmu tetap dinanti oleh mereka sampai rela mendaki bukit demi mendapatkan salam indahmu
Senja, aku ingin disapa olehmu tanpa harus bersusah payah mengejarmu
Ataukah hanya pejuang senja yang mendapatkan sapaanmu
Mengapa aku tak berjuang mengejar keindahanmu?
__ADS_1
Aku tahu tentangmu, membawa keindahan tetapi tetap saja kau harus meninggalkanku di kala malam gelap telah tiba
Senja, tolong beritahu aku
Apa saja di dunia ini yang tak pernah berpisah dan tak pernah meninggalkan luka
Senja, kau telah mengajariku bahwa yang indah tidak selamanya bersama
Kau tahu..?
Aku selalu ingin bicara denganmu
Mungkin tentang rindu yang ada di telapak tanganku ini
Dan aku berharap, semoga kau juga merasakan hal yang sama
Ada banyak hal yang aku favoritkan di dunia ini
Salah satunya yaitu senyummu
Bahkan disaat pagi datang, yang ku nanti bukanlah mentari
__ADS_1
Tetapi aku mengharapkan datangnya senyummu
Jangan salahkan aku yang terlalu memikirkanmu
Tak ada yang membuat bahagia selain keindahan di kalau kau datang menghampiri ku*.
Lagi...lagi aku teringat akan dia pujaan hati yang belum lama aku kenal. Entah kenapa aku teringat padanya. Padahal aku sudah merasa lelah dengan kaum hawa yang selalu saja membuat rumit kehidupan para lelaki. Yah aku malas dengan persoalan cinta, rasa, perasaan, rindu yang kadang tak berujung sehingga menyiksa tatkala rindu tak berbalas. Seakan-akan seperti sekelompok cacing yang sedang menggerogoti secara perlahan sehingga terasa menyakitkan dan menyiksa.
Mungkin bagi sebagian orang menyukai seseorang itu adalah sebuah anugrah. Memang aku akui itu adalah sebuah anugrah jika di lihat atau dirasa dari awal. Namun...setelah sekian lama mereka yang merasakanya akan merasa tersiksa, apa lagi...jika perasaan dan rindu yang ada tidak terbalaskan.
Dan....kali ini aku merasakanya kembali setelah 5 tahun lamanya.
Aku ingat saat dulu sewaktu aku duduk di bangku SMA begitu banyak perhatian tertuju padaku. Yah jelas tertuju padaku. Mengingat dulu aku cukup aktif dalam sebuah organisasi tentunya orang-orang cukup banyak yang mengenalku. Terlebih....tak jarang aku mendapatkan salam dan sapaan dari seorang gadis siswi SMA yang ada di sekolahku. Mungkin ini terdengar narsis dan berlebihan.
Namun memang kenyataanya seperti itu, dulu aku adalah seorang ketua paskibra. Aku juga tak percaya pada awalnya aku hanya iseng saja mendaftarkan diri untuk menjadi anggota paskibra di sekolah. Itu hanya sekedar untuk memenuhi daftar kegiatan ku sekaligus memenuhi kewajiban sebagai siswa SMA yang di haruskan mengikuti ekstra kulikuler.
Saat itu aku rutin mengikuti kegiatan sekolah dan ekstra kulikuler dari mulai pelantikan anggota paskibra dan acara kemping bersama. Dari setiap kegiatan-kegiatan yang di adakan. Senior-senior ku tentu melakukan sebuah pendidikan kedisiplinan kepada juniornya sekaligus mereka melakukan penilaian selama proses kegiatan ekstra kulikuler berlangsung. Tidak jarang kami mengikuti kegiatan atau sebuah acara yang diadakan khusus untuk ekstra kulikulerpaskibra dan salah satunya adalah pengibaran bendera 17 agustus untuk memperingati hari kemerdekaan.
Aku heran entah apa yang membuat aku berubah. Dulu...sebelum aku singgah di SMA yang sekarang aku tempati. Aku sempat sekolah di SMA 21 bandung di buah batu namun aku harus pindah karena mengalami sebuah masalah yang terbilang sepele. Yah...benar...benar sepele. Lagi...lagi perihal cinta masa SMA. Ternyata wanita selalu saja menjadi sebuah cobaan dan fitnah dikala kita sebagai kaum lelaki tidak bisa menjaga diri. Padahal wanita adalah mahluk yang paling allah cintai dan paling mulia yang di ciptakan oleh allah seraya melengkapi dan menemani kehidupan kita sebagai kaum lelaki. Karena hakikatnya kita sebagai lelaki membutuhkan pendamping hidup untuk menempuh perjalanan mengenali tuhan kita yaitu allah.
Wanita begitu banyak diberi penghormatan dan beberapa hal yang sepecial oleh allah namun tak jarang beberapa dari mereka tak menyadarinya. Dan malah menyebar fitnah.
__ADS_1
Tak jarang dari kami kaum lelaki yang terkena konflik akibat seorang wanita bahkan aku pun terkena imbas nya. Padahal waktu itu aku tidak bermaksud untuk memiliki kedekatan dengan gadis siswi SMAdua belas IPA empat itu. Aku tak sengaja mengenalnya, awalnya dia tak sengaja akrab dengan ku karena program MOS atau lebih di kenal dengan masa orientasi siswa. Pada saat itu dia adalah kakak kelas ku dan kebetulan dia aktif di organisasi kepengurusan OSIS. Otomatis...dia ikut andil dalam pelaksanaan MOS. Awal aku mengenalnya pada saat acara kemping di sekolah sebagai sarana pendidikan kedisiplinan canon siswa baru. Pada malam itu kami sedang berada di ruangan kelas yang terpisah-pisah dan di bagi menjadi beberapa kelompok. Saat itu susana gelap hanya di terangi oleh sinar rembulan. Sengaja. Senior kami melakukan itu di saat kami hendak makan menyantap bekal yang kami bawa.