Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
lelaki lain


__ADS_3

achapun kembali ke tenda, acha kini mulai tiduran dan tanpa sadar dia pun terlelap. dia mungkin kekeklahan karena semua pikiran yang mengelilingi kepalanya.


sore menjelang. semuanya sedang berkumpul disana. sedangkan naren saat ini dia mendekati acha.


"ayo kita melihat sunset" ucap naren


"boleh" ucap acha


"kau sudah membawa hpmu" ucap naren


"belom" ucap acha


"yasudah ayo ambil dulu, sambil ijin dengan om dan tante" ucap naren


"baiklah ayo" ucap acha


merekapun berjalan menuju tenda pak Ryan dan bu shena. setelah sampai acha langsung masuk dan mengambil hpnya lalu acha berbicara pada bu shena dan pak Ryan.


"ayah, bunda aku bersama naren di depan" ucap acha


"ouh yasudah bunda akan ke depan" ucap bu shena


"baikan bunda" ucap acha


"ayo ayah" ucap bu shena


"iya bunda ayah mengikuti dari belakang" ucap pak Ryan


mereka keluar dari tenda.


"om tante" ucap naren


"kalian mau kemana" ucap bu shena


"saya mau melihat sunset bersama acha tente, mohon izin yah om tante" ucap naren


"ouh melihat sunset yah" ucap bu shena


"boleh asal jangan lama lama yah" ucap pak Ryan


"terimakasih om tante" ucap naren


"yasudah naren ayo kita pergi lagian kita sudah izin juga, jadi bunda dan ayah tak akan khawatir lagi seperti tadi" ucap acha


"yasudah ayo, om tante kami pamit" ucap naren


"Iyah silhkan hati hati yah" ucap pak Ryan


"Iyah omm" ucap naren.


merekapun pergi menuju tempat tadi pagi. saat sudah sampai.


"wah lihat itu indah, naren ayo poto aku" ucap acha


"baiklah, aku poto yah" ucap naren

__ADS_1


narenpun mulai mempoto acha dengan hpnya, dan achapun berpose.


"coba lihat hasilnya" ucap acha


"ini" ucap naren memberikan hpnya


"wah bagus sini hpnya makasih yah" ucap acha tanpa melihat HP siapa itu


"Iyah itu HP boleh buat kamu asal kirimkan potonya ke HP baru ku yah" ucap naren


"ekh" ucap acha lalu dia menelisik ternyata HP itu adalah HP naren "ini punya mu maaf, kirimkan saja kepadaku, aku kira ini HP punyaku" ucap acha


"tak apa kalau kau mau ambil saja" ucap naren


"tidak aku juga masih punya hpku" ucap acha


"baiklah ayo kita poto berdua, untuk kenang kenangan nanti" ucap naren


"boleh, tapi pakai kamera depan" ucap acha


"iyah kita pakai kamera depn lalu nanti kita pakai ini, (maren menunjukan sesuatu) tada" ucap naren


"tripod, sejak kapan kau membawanya" ucap acha


"sejak tadi kau saja baru lihat" ucap naren


"akh begitu yah" ucap acha


"iyah ayo kita berpoto saja" ucap naren


merekapun mulai berpoto selfie, lalu berpose, dan terakhir mereka poto lewat tripod, dan mereka mulai berpose pose.


hingga akhirnya selesai dan merekapun kembali ke tenda.


setelah mereka kembali ini saatnya semua orang sedang mempersiapkan diri untuk solat magrib berjamaah dan achapun memilih mengambil whudu begitupun dengan naren.


setelah selesai berwudhu dan solat berjamaah kini semua berdzkir dan mengaji dulu lalu selanjutnya merekapun melaksanakan solat isya berjamaah lagi. selesai melaksankan sokat isya berjamaah semuanya kembali ke tenda untuk membawa mantel masing masing, setelah itu kini semua mulai membuat BBQ an di pinggir, dan para lelaki sedang menyiapkan kayu untuk dibuat api unggun. sambil memasak semuanya berbincang ringan, semua keluarga bekerja smaa dengan baik.


kini acara puncaknya, api unggu sudah dinyalakan dan semua membuat lingkaran mengelilingi api unggun. dengan membawa makanan masing masing, acha, pak Ryan, bu shena dan naren duduk berdekatan, karin dan anda beserta keluarganya duduk saling berdekatan juga begitupun dengan nela dan Arga.


"okey semuanya api unggun sudha dinyalakan mari kita bersenang-senang hari ini, dan kita nikmati makanan di hadapan kita" ucap ansa.


semua bersorak gembira dan mulai memakan makanannya, dengan di iringi lagu untuk menambah suasana disana.


saat ini acha yng duduk di sebelah naren mereka berbincang.


"kau suka sosis" ucap naren


"Iyah aku suka sosis, bakso, see food, dan semua yang ada dipiringku aku menyukainya" ucap acha


"baiklah kalau kau mau ini semua untukmu aku hanya akan memakan satu satu dari ini dan sisanya untukmu" ucap naren


"kenapa begitu" ucap acha


"karena kau menyukainya, apapun yang kau sukai akan ku berikan kecuali lelaki lain" ucap naren

__ADS_1


"lalu kalau aku memang menyukai lelaki lain bagaimana" ucap acha


"aku tidak akan memberikan lelaki itu untukmu, tapi jika memang pilihan dan jalanmu itu terserah dirimu" ucap naren


"maaf aku hanya becanda" ucap acha


"becanda yang membuat hatiku sakit" ucap naren


"maaf" ucap acha menyesali ucapannya, awalnya dia hanya ingin bercanda.


"Iyah aku maafkan, tetapi memang tidak ada lelaki lain yang kau suka kan" ucap naren


"ada" ucap acha


"siapa, baiklah aku tidak jadi memaafkanmu" ucap naren


"kamu" ucap acha


"tapi aku bukan lelaki lain" ucap naren


"kamu lain karena kami bukan keluargaku" ucap acha


"ouh begitu syukurlah" ucap naren


tiba tiba suara ansa terdengar.


"semuanya, mohon perhatiannya maaf menggangu acara makan kalian" ucap ansa


"heii cucuku ada apa sebenarnya" ucap nenek buyut


"begini nek dengarkan lah, ansa ingin membuat pengumuman dihadapan seluruh keluarga" ucap ansa


"apa cepatlah katakan" ucap nenek buyut.


"begini, karin kemarilah, perkenalkan semuanya ini adalah karin, dia adalah wanita yang ansa temui saat ansa mengantar acha dalam acara kantornya, dia sekertaris acha dan dia wanita yang dapat meluluhkan ansa" ucap ansa


"akh manisnya cucuku, ayo lanjutkan" ucap nenek buyut.


"setelh sekian lama ansa mencari wanita yang sekiranya pas dengan kriteria ansa selama 4 tahun ini, pada akhirnya takdir mempertemukan ansa dengan karin, di umur ansa yang akan memasuki umur 30 tahun ini, ansa berencana mempersunting karin, dan rencananya 3 bulan lagi ansa akan melangsungkan pernikahan bersama karin, dengan ini hari ini malam ini ansa akan melamar karin (ansa lalu berjongkok sambil memperlihatkan cincin yang dia bawa) karin mau kah kau menikah denganku, hidup bersamaku suah dan senang, bersama selamanya membangun mahligai ruma tangga hingga kita tua"ucap ansa


karin yang terkejut dengan lamaran ansa dan ini tidak ada rencana mereka diapun hanya mengangguk, dan naren pun langsung menyematkan cincin tersebut.


semua orang bersorak, dengan apa yang mereka lihat.


lalu achapun berkata.


"ternyata ini yang mereka bilang akan memberi kejutan hebat sekali, tapi sayangnya aku sudah tau mereka akan menikah 3 bulan lagi" ucap acha


bu shena yang mendengar itupun lalu berkata. "kau tau ansa akan menikah lalu kenapa kau tidak bilang pada bunda nak" ucap bu shena


"hehe maaf bunda acha di sogok tak boleh bilang dulu sama semua keluarga walaupun acha tau" ucap acha


"disogok dengan apa kau nak mau mau saja" ucap pak Ryan


"rahasia ayah" ucap acha

__ADS_1


__ADS_2