
kini Arga dan nela sudah kembali ke ruang tamu.
"kalian abis dari mana dari tadi gak ada" ucap bu shena
"eumm, itu tadi kami mengambil barang nela yang ketinggalan di mobil" ucap Arga gugup
"ouh gitu" ucap bu shena
"iyah bun" ucap Arga
acha menatap curiga kepada mereka berdua.
nela yang ditatap seperti itu di langsung menunduk.
"kalian menginap lah malam ini" ucap ayah pak ryan
"baik ayah" ucap pak Ryan
"baik om kebetulan kami juga lelah" ucap suami bu lita
"yasudah ayo kalian istirahat saja" ucap ayh pak ryan
"kakek acha dan nela sekamar saja yah" ucap acha
"yasudah kalau begitu, biar ibu mu yang menunjukan dimana kamarmu" ucap ayah pak Ryan
"baik kek" ucap acha.
"ya sudah ayo nenek antarkan kalian ke kamar kalian" ucap bu shena
"ayo bunda" ucap acha
mereka pun menuju kamar dan istirahat. saat sampai kamar. acha langsung menanyai nela
"kamu tadi abis ngapain ama kak Arga" ucap acha
"kan kamu tadi udah denger kata kak Arga apa" ucap nela
"bohong" ucap acha
"ng.. engak kok" ucap nela gugup
"ayo cepet jujur sama acha kalian abis ngapain, itu ngomong aja kamu gugup" ucap acha
"ikh apaan ngak kok biasa aja" ucap nela
"jujur atau acha bilang ke semua keluarga kalian lagi deket" ucap acha beranjak
"jangan" ucap nela memegang tangan acha
"yaudah ayo ngomong" ucap nela
"tadi aku abis nerima cintanya ka Arga" ucap nela menunduk
"hah, jadi kamu tdi di tembak sama kak Arga" ucap acha
"bukan, tadi aku cuman ngejawab iyah doang" ucap nela
"jadi kapan dong" ucap acha
"saat ditaman rumah ayah waktu itu" ucap nela
"jadi waktu itu kak Arga ngungkapin cintanya, pantesan kamu cuman nunduk kalo ketemu kak Arga, ternyata karena udah di tembak" ucap acha
"iyah" ucap nela
"bagus dong sekarang kalian udah pacaran, hore besok aku minta traktiran ama kak Arga, kalo ke kamu aku minta dibeliin baju okeyy, nanti aku kirim potonya tinggal beli lewat HP okeyy" ucap acha
"mana uangnya cha" ucap nela
"gak usah pura pura uang kamu kan banyak" ucap acha
__ADS_1
"ikh nyebelin" ucap nela
"biarin" ucap acha, dia langsung membuka hpnya dan memilih baju yang dia mau.
"kamu lagi ngapain liatin HP cha" ucap nela
"ini lagi liat liat baju kan, nah ketemu, nih aku mau yang ini pesenin hari ini juga" ucap acha
"mana uangnya tau" ucap nela
"itu kan dikartu itu ada uang, sekalian deh sama buat kamu aku pilihannya" ucap acha
"yaudah aku beliin asal kamu jangan bilang bilang sama keluarga kita kalau aku sana kak Arga pacaran" ucap nela
"kenapa kalian mau sembunyi sembunyi" ucap acha
"bukan aku cuman mau ngasih taunya di waktu yang tepat aja" ucap nela
"ouh gitu okey rahasia kalian di aku aman" ucap acha
"nah bagus" ucap nela
"yaudah nih udah aku pesen cepet bayar transfer uangnya" ucap acha
"mana gimana transfernya mesin ATM nya aja gak ada" ucap nela
"ada kok" ucap acha
"dimana" ucap nela
"dirumah ini tadi pas kita ngobrol ngobrol kakek bilang ada kok, disimpennya dideket mushola" ucap acha
"ouh gitu aku kan gak denger tadi" ucap nela
"yaudah ayo kesana" ucap acha
mereka berdua pun keluar kamar dan mencari dimana mushola berada saat sibuk mencari di lantai atas, acha melihat ada pelayan disana.
"iyah non ada apa yah" ucap pelayanan
"tempat ATM dimana, katanya kan deket mushola dari tadi kita nyari mushola gak ada" ucap acha
"ouh mushola di bawah non deket ruang keluarga sebelah kiri" ucap pelayanan
"ouh makasih mba" ucap acha
"sama sama non" ucap pelayanan
merekapun bergegas kebawah dan menuju tempat yang disebutkan, saat melewati ruang keluarga disana ada ibunya pak Ryan dan bu shena sedang mengobrol, acha pun meminta ijin terlebih dahulu untuk memakai mesin ATM di rumah itu.
"nenek" ucap acha sambil menghampiri ibunya pak Ryan
"iyah kenapa cucuku" ucap ibunya pak Ryan
"acha boleh pake mesin ATM nya sebentar gak" ucap acha
"buat apa nak, kau butuh uang chas ini ambil bunda punya kok" ucap bu shena mengambil tas nya dan akan mengeluarkan uang
"ngak bun ini acha mau transfer doang kok tadi acha beli baju sama nela dan bayarnya transfer" ucap acha
"ouh begitu" ucap bu shena
"tentu kau boleh memakainya nak ayo sana " ucap ibunya pal Ryan
"makasih nek" ucap acha
lalu nela dan acha pun melanjutkan ke ruang ATM.
"cha kamh sadar gak keluarga kita kaya banget, aku gak nyangka bakal jadi orang kaya, sampai ini nenek punya ATM sendiri" ucap nela
"iyah bener akupun gak nyangka tau aku kira yah keluarga ini yah biasa gitu orang kayanya gak kaya kaya banget, ternyata sekarang apa udah dikenalin ama keluarga besar kita aku insecure dong" ucap acha
__ADS_1
"kenapa kok insecure" ucap nela
"karena saudara saudara kita yang lain pada pinter cantik, terus semuanya S2 sedangkan kita cuman lulusan SMA, gimana gak insecure" ucap acha
"iyah yah bener aku jadi malu banget" ucap nela
"kamu masih mening anak kandung lah aku anak angkat tiba tiba dapet keluarga kaya dan cuman lulusan SMA makin malu gak tuh" ucap acha
"tapi gak papa cha tenang mereka semua sayang sama kita, walaupun kita lulusan SMA" ucap nela
"iyah bener bersyukur banget, keluarga ini selain kaya juga baik hati" ucap acha
"yah bener tuh" ucap nela
"udh cepet transfer biar bajunya dateng hari ini juga" ucap acha
"iyah iyah sabar" ucap nela
lalu nela pun mulai memasukan kartunya ke mesin ATM dan mentransfer uang.
"tuh udah yaudah ayo kita balik lagi" ucap nela
"ayo" ucap acha
mereka menuju ruang keluarga.
"sudah nak transfer nya" ucap bu shena
"sudah bun" ucap acha
"ayo sekarang duduk lah kita mengobrol" ucap bu shena
acha dan nela mengangguk lalu mereka pun duduk.
"apakah kalian tadi istirahat dikamar" ucap ibunya pak ryan
"ngak nek kita ngobrol dan memilih baju" ucap acha
"ouh begitu yah" ucap ibunya pak Ryan
"nek acha mau tanya nenek buyut dan kakek buyut diurus oleh siapa" ucap acha
"mereka di urus oleh kakanya kakek" ucap ibunya pak Ryan
"ouh begitu, kalau nenek dan kakek disini tinggal berdua atau sama siapa" ucap nela
"kami tinggal bersama adiknya Ryan" ucap ibunya pak Ryan
"lalu sekarang nereka dimana" ucap acha
"tadi sebelum kalian kesini mereka mengantar anaknya dulu yang ingin belanja dan jalan jalan" ucap ibunya pak Ryan
"ouh begitu yah nek" ucap acha
"iyah" ucap ibunya pak Ryan
"nek sekarang kan udah jam segini waktunya buat makanan buat makan siang kan nek" ucap acha
"iyah nak" ucap ibunya pak Ryan
"boleh gak kalau hari ini acha dan nela yang masak" ucap acha
"akh tentu boleh nenek ingin mencoba masakan kalian" ucap ibunya pak Ryan
"hehe terimakasih nek" ucap acha
"kalian hati hati" ucap bu shena
"baik bun" ucap acha
acha dan nela pun bergegas menuju dapur
__ADS_1