Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
kumpul di rumah nenek


__ADS_3

dua hari berlalu.


kini acha dan arga sedang berada di bandara untuk menjemput nela dan bu lita.


"kaka ngapain ngeliatin mulu kesana, orang pesawat nya aja belum mendarat" ucap acha


"yah gak papa dong terserah kakak" ucap arga


"ciee yang kangen nela udah dua hari gak ketemu kasin deh" ucap acha


"ngak kasian lah orang kakak dari pulang kerja vc terus malemnya lanjut sampai tidur" ucap arga


"lah pantesan kalo malem acha nelpon gak bisa cuman pagi doang bisanya, kakak curang ikh" ucap acha


"biarin dong terserah kakak" ucap arga


"huh dasar nyebelin" ucap acha


"ekh dek ngomong ngomong maren itu ada ngirim pesan ke kamu gak" ucap Arga


"gak ada tuh kak" ucap acha


"mana coba kakak mau liat" ucap Arga lalu mengambil HP acha


"ikhh maen rebut rebut aja sih, liat aja gak ada yang ngirim pesan, isi HP acha aja nomornya keluarga besar ayah sama bunda doang gak ada orang lain" ucap acha


"baguslah ternyata maren gak ngirim pesan, kakak kira dia minta nomor kamu langsung ngirim pesan sama kamu nyatain perasaan" ucap Arga


"hih itu mah kakak yang kegeeran dia nya aj gak suka sama acha kakak maen kaya gitu gimana gak syok tuh orang" ucap acha


"yah kakak kaya gini juga demi siapa biar kamu dapet cowo yang bener bener sayang sama kamu. buktinya naren baru kakak gituin dia gak ada tuh ngirim pesan lagi ama kamu" ucap Arga


"iyah lah ngapain orang dia juga gak suka sama acha" ucap acha


"yah baguslah" ucap arga.


saat mereka berbincang ada pengumuman pesawat sudah mendarat. dan orang orang dalam pesawat mulai turun begitupun dengan nela, bu lita, dan suaminya. saat mereka melihat keberadaan Arga dan acha mereka menghampirinya.


"Hai tante" ucap acha melambaikan tangan" ucap acha yang dimana bu lita mulai mendekat ke mereka.


"apa kalian sudah lama menunggu disini" ucap bu lita.


"yah kami sedikit menunggu tante" ucap acha


"ouh begitu yah" ucap bu lita


"tente, nela, om ayo sebaiknya kita kedalam mobil untuk menuju rumah" ucap Arga


"eum ayo baiklah" ucap suami bu lita sambil mendorong koper.


mereka semua pun menuju mobil dan menyimpan koper, serta beberapa oleh oleh khas Banjar yng diberikan oleh orang yng mengurus nela.


kini mobil pun mulai melaju.


"eum tante nela om, kita akan menuju rumah kakek" ucap acha


"ouh baiklah" ucap suami bu lita

__ADS_1


"kenapa ke rumah om" ucap bu lita


"karena kata ayah hari ini kita akan mengunjungi rumah kakek seperti janjinya nya ayah saat acara keluarga" ucap acha


"ouh begitu" ucap bu lita


"kebetulan kakek meminta datang bersama nela juga, dan hari ini adalah waktu yang tepat, sekarang hari libur dan nela juga baru pulang, jadi acha menjemput kalian dan langsung menuju rumah kakek" ucap acha


"kenapa menunggu nela segala"ucap nela


" yah kan kamu juga cucu nya" ucap acha


"ouh begitu" ucap nela


"iyah"


mobil pun mulai melaju dan tak ada perbincangan. Arga yang menyetir diam diam mencuri pndang dari kaca mobil di atas, saat nela menyadari itu di menunduk saja.


kini mobil sudah sampai di kediaman ayah nya pak Ryan.


mereka semua turun dan masuk ke rumah, sambil membawa oleh oleh yang tdi di bawa bu lita.


"assalamu'alaikum" ucap bu lita


"waalaikumsalam, wah kalian sudah sampai ternyata"ucap bu shena


" iyah kak kami baru sampai" ucap bu lita


"ayo kita ke ruang keluarga semua sudah menunggu kedatangan kalian" ucap bu lita


"halo kakek" ucap acha


"halo cucuku, kau sudah menjemputnya" ucap ayah pak Ryan


"sudah dong kek" ucap acha.


"halo kakek" ucap nela


"ekh nela ayo duduk nak" ucap ayah pak Ryan


"kakek ini acha membawa oleh oleh dari Banjar, ini khusus untuk kakek dan nenek, ini untuk ayah dan bunda" ucap nela memberikan masing masing toples berisi makanan khas Banjar


"terimakasih kak" ucap bu lita dan ayah pak Ryan


"sama sama" ucap nela dengan senyum merekah.


"kakek senang kalian datang dan berkumpul di sini hari ini kalian harus tetap rukun seperti ini yah sampai tua" ucap ayah pak Ryan


"tentu saja kek" ucap nela


"nak apa kalung yang nenek berikan sudh kau pakai" ucap ibunya pak Ryan


"sudah dong nek ini" ucap acha menunjukan kalung yang tertutup oleh jilbab


"baguslah, itu adalah kalung yang nenek simpan khusus untuk cucu nenek, dan kau lah cucu nenek jadi kau harus selalu pakai yah" ucap ibunya bu shena


"baik nek acha akan memakainya dan selalu menjaganya" ucap acha

__ADS_1


"iyah bagus lah" ucap ibunya pak Ryan.


berbeda dengan acha yang sedang mengobrol dengan ibunya pak Ryan yang lain sedang asik mencicipi oleh oleh yang dibawa oleh bu lita.


"acha juga mau coba" ucap acha saat melihat semua orang sedang makan.


"ayo makan lah nak ini sangat enak, takutnya nanti kau kehabisan" ucap suami bu lita


"ini aku ambilkan untukmu" ucap nela


"terimakasih la" ucap acha.


mereka semua memakan makanan tersebut, lalu setelah selesai ayahnya pak Ryan mempertanyakan apa yang terjadi sesungguhnya.


"lita" ucap ayah pak Ryan


"yah ada apa om" ucap lita


"jadi saat kau kesana penjelasan apa yang kau dapat" ucap ayah pak Ryan


"saat kami kesana, awalnya mereka mengakui bahwa nela bukan anak mereka sesungguhnya, dan mereka bilang nela adalah anak dari sepupu mereka yang meninggal, saat kami pinta bukti mereka terus saja mengelak, hingga akhirnya aku memberikan kertas hasil tes DNA barulah mereka mengakui tentang bagaimana mereka mendapatkan nela, mereka bilang saat mereka di jakarta dan akan pulang ke Banjar mereka melihat orang gila yang membawa nela karena rasa tidak tega akhirnya mereka membawa nela ke Banjar, dan mereka mengakui nela anaknya karena mereka sudah lama menikah tapi tak kunjung punya anak, baru setelah ada nela mereka punya anak" ucap bu lita panjang lebar.


"ouh jadi begitu ceritanya, pantas kita tak dapat mencari nela kecil dan sulit menemukannya, karena dia tak berada dijakarta" ucap ayah pak Ryan


"yah om benar kami kira nela memang masih ada di sekitaran jakarta ternyata tidak" ucap suami bu lita


"yah untunglah sekarang nela lah yang datang menghampiri kita lewat acha" ucap pak Ryan


"yah benar sekali" ucap bu lita.


mereka semua terus mengobrol dan berbicara ringan tentang bisnis dan sebagainya. berbeda dengan nela dan Arga. ntah sejak kapan merwka berada di luar rumah.


"jadi nela bagaimana jawabanmu" ucap Arga


"kau tidak sabaran sekali" ucap nela


"kan kamu sudah janji hari ini akan menjawabnya" ucap Arga


"iyah tapi tidak langsung sekarang juga" ucap nela


"kenapa" ucap Arga


"kan aku baru sampai" ucap nela


"itukan bagus kau kan sudah memikirkan dari saat kau di Banjar jadi sekarang kau tinggal jawab" ucap Arga


"yah" ucap nela menunduk


"apa yah?" ucap Arga


"jawabannya iyah" ucap nela masih tetap menunduk


"jawaban apa" ucap Arga berpura pura


"jawaban yang kau minta" ucap nela kesal.


" ahahahah benarkah terimakasih telah menjawab yah" ucap Arga antusias

__ADS_1


__ADS_2