
"sekarang semua ceritaku sudah selesai, dan kini ceritaku selanjutnya akan kau ketahui, lalu sekarang aku belum mengenalmu lebih jauh ayo ceritakan tentang kehidupan mu" ucap naren
"naren sepertinya ini sudah terlalu lama kita berada disini, tampaknya sudah siang, liat jam sudha menunjukan pukul 12 belas tak ada waktu untuk mendengarkan ceritaku" ucap acha
"akh kau benar mungkin sekarang orang orang sedang mencari kita" ucap naren
"naren bagaimana kalau aku menceritakan tentang kehidupanku nanti setelah aku memutuskan akan menerimamu" ucap acha
"kapan itu, kau kan belum memutuskan waktunya" ucap naren
"bagaimana kalau 2 hari setelah acara pertunangan kak Arga" ucap acha
"baiklah sekitar 10 hari lagi yah, aku akan menyiapkan dan menata hatiku untuk itu"ucap naren
" yah baiklah terimakasih yaudah ayo sekarang kita mencari kayu bakar dulu itu kan alasan kita sesungguhnya "ucap acha
" baiklah ayo ikuti aku dalam waktu singkat kita akan mendapatkan 2 ikat"ucap naren yang mulai berjalan
"okey" ucap acha mengikuti langkah naren
kini mereka sampai ditempat yang naren maksud, dan segera memunguti kayu bakar tersebut, setelah selesai mereka kini mengikatnya dan kayu bakar tersebut dibawa oleh naren lalu mereka kembali ke tenda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sedangkan saat ini di sisi lainnya sebuah keluarga yang kebingungan mencari anaknya, yah dia adalah pak Ryan dan bu shena, setelah 2 jam dari sarapan mereka tak melihat putrinya itu.
"sayang acha kemana yah kita dari tadi tak melihatnya bahkan menemukannya" ucap bu shena
"benar bunda dia kemana yah apa bersama sepupu sepupunya ayo kita lihat dan tanyakantanyakan"ucap pak Ryan
" baiklah ayo yah"ucap bu shena
mereka berkeliling mencari keberadaan sepupu acha.
"Shahin dimana acha" ucap bu shena saat sudah melihat sanin dan sepupu lainnya berkumpul
"kurang tau tante, soalnya dari setelah sarapan tadi dia bersama nela, dan Shahin mengobrol disini, Shahin kira dia akan menghampiri kita" ucap Shahin
"ouh begitu yah kalau sekarang dimana nela yah" ucap bu shena
"kurang tau juga tante, tapi sepertinya bersama Arga dan keluarga lainnya membicarakan pertunangan mereka yang tinggal seminggu lagi kan"ucap Shahin
" yah kau benar juga yah ayo ayah kita cari nela dan Arga"ucap bu shena
"iyah bunda kan dari tadi juga ayah mengikuti bunda " ucap pak ryan
"haha benar yah maaf maaf ayo" ucap bu shena kalau berjalan menuju tenda keluarga nela, sedangkan pak Ryan mengekori saja dari belakang.
kini mereka sudah sampai didepan tenda keluarga acha tau nampaknya disana juga tak ada orang.
__ADS_1
"lah gak ada orang ayah mereka kemana yah" ucap bu shena
"mana ayah tau bun, kan ayah dari tadi ngikutin bunda" ucap pak ryan
"ekh iyah benar juga yah" ucap bu shena
"bunda, bentar deh, bunda kan punya HP kenapa tadi gak telpon aja acha nya dimana" ucap pak Ryan
"ekh iyah yah lupa yasudah ayo telpon acha" ucap bu shena
"yasudah bunda telpon, HP ayah kan ada di tenda didalam tas" ucap pak Ryan
"lah HP bunda juga sama di dalam tas" ucap bu shena
"yasudah ayo balik lagi ke tenda" ucap pak Ryan
"aduh kita bulak balik mulu ini" ucap bu shena
"gak papa bun olahraga biar sehat" ucap pak Ryan lalu berjalan meningalkan bu shena
"kayu sehat sih sehat, ekh ayah tunggu bunda jangan ditinggal" ucap bu shena mengerjar pak ryan
"bunda kebanyakn mikir udah deh ayah duluan" ucap pak Ryan
kini pak ryan dan bu shena sudah sampai ditendanya dan mulai mengambil hpnya lalu menelpon nomor acha.
"ekh ayah itu kok ada HP yang bunyi. tuh disana" ucap bu shena
"coba ambil" ucap bu shena
pak ryan membuka tas tersebut dan mengambil hpnya "ini HP milik acha bun" ucap pak ryan
"duh kemana yah acha dia ini gak bawa HP lagi gak ngomong ama bunda lagi, gimana kalau ilang coba anak satu satunya lagi" ucap bu shena
"just bunda jangan ngomong gitu, kalau beneran gimana" ucap pak ryan
"iyah ayah maaf bunda kan khawatir banget" ucap bu shena
"yaudah sekarang telpon nela coba" ucap pak ryan
"iyah benar telpon nela" ucap bu shena lalu menelpon nela
nut....nut... .. nutt....
hallo bunda.
hallo nela kamu dimana.
nela di pinggir deket hutan di deket tendanya om wira.
__ADS_1
ouh kamu disana yaudah bunda kesan yah.
iyah bunda.
bu Shela lalu mematikan sambungan telponnya.
"ayo ayah ikut bunda" ucap bu shena
"kemana bunda menghampiri nela, mungkin saja acha juga disana" ucap bu shana
"yasudah ayo" ucap pak ryan
mereka pun berjalan menuju tenda pak wira. dan sekarang sampailah mereka disana.
"kalian semua ternyata disini pantas disana agak sepi" ucap bu shena
"ouh iyah kami sedang membicarakan tentang pertunangan Arga" ucap bu lita
"akh begitu yah" ucap bu shena
"acha dimana nela, kami datang kesini mencari acha sejak tadi kami tak menemukan acha" ucap pak ryan
"ouh acha yah omm, tadi dia mau mencari kayu bakar bersama neren" ucap nela
"hah acha mencari kayu bakar, untuk apa" ucap Arga
"eum itu kan untuk api unggun nanti malam" ucap nela
"tapi kan kita sudah menyiapkan khusus kayu untuk api unggun" ucap Arga
"ntahlah mungkin sambil melihat lihat keindahan disini juga" ucap nela
"tapi kenapa tidak bersama sama saja kita melihat keindahannya" ucap bu shena
"ntahlah nela juga tidak mengerti, sekarang om dan tante jangan khawatir tidak perlu mencari mereka mereka akan kembali sebentar lagi sepertinya" ucap nela
"nah iyah kak shena mereka akan kembali, lagian biarkan mereka berdua agar lebih dekat, kalau mereka semakin dekat dan akrab mereka akan menyusul nela dan juga Arga" ucap bu lita
"yah kau benar juga yah, yasudah biarkanlah mereka berdua dan semoga cepat kembali" ucap bu shena
"bunda sudah tak khawatir" ucap pak ryan
"iyah karena dia sudah bersama naren" ucap bu shena
"namun ayah masih sedikit khawatir, mencari kayu bakar sudha 2 jam lebih loh bahkan ini 3 jam dan mereka belum kembali" ucap pak ryan
"sebentar lagi juga kembali ayah" ucap bu shena
"semoga cepat kembali yah kalau belum juga kemabli stelah saku jam ini ayah akan mencari mereka" ucap pak ryan
__ADS_1
"baiklah ayah kalau begitu bunda akan ikut mencari mereka juga" ucap bu shena
"yah terserah bunda" ucap pak ryan