
Saat itu aku malu sekali di tanyai oleh orang-orang yang mengerumuniku. Aku mencoba menjelaskan apa yang terjadi semalam. Mereka hanya mengangguk-ngangguk saja. Dan menasehatiku agar tidak berjalan sendirian di malam hari di tengah sawah.
Aku pun melanjutkan perjalanan hingga bertemu dengan guru ku yang mengasuhku sampai sekarang.
Yah dari kejadian yang aku alami ini. Aku jadi lebih sering berzikir dan puasa. Aku mulai meninggalkan kegiatan ku seperti tauran dan hal-hal yang tidak penting lainnya.
Rey dan zimy sedikit kecewa atas keputusan ku untuk tidak ikut tauran ataupun nongkrong bersama lagi. Namun mereka mengerti dan menghargai keputusan ku. Karena mereka paham sekali dengan karakter ku ini. Yang menganggap mereka sebagai sahabat dan keluarga ku sendiri. Lagi pula kami sudah mau lulus. Dan sudah tidak pantas melakukan hal-hal yang biasa kami lakukan.
Kelulusan pun tiba. Aku dan teman-temanku merayakanya dengan mencoret-coret pakaian seragam yang kami kenakan. Sekali lagi aku terlibat tauran untuk yang terakhir kalinya. Aku tauran...dan hal yang paling gila saat malam itu. Rey membakar sekolah musuh bebuyutan kami. Aku tidak menyangka itu. Rey tidak bicara mengenai hal itu. Dan aku tidak setuju. Rey melakukan itu secara diam-diam setelah tauran selesai dan aku sudah berada di rumah.
__ADS_1
Aku tahu kabar itu dari zimy. Setelah zimy mengabari. Ada pihak kepolisian yang mencari kami yang sempat melakukan tauran. Saat itu aku merasa khawatir. Jika aku di libatkan dalam masalah pembakaran sekolah.bagaimana? Bisa-bisa aku masuk penjara. Lalu bagaimana dengan nenek, kakek dan amih. Kasihan mereka. Terlebih bapak dan ibu akan marah kepadaku. Aku yang merasa was-was hanya berdoa saja supaya aku tidak terbawa kedalam masalah itu. Ya meskipun aku ikut tauran. Tapi aku tidak terlibat dengan pembakaran sekolah.
Ya pagi itu di sekolah. Ada pihak kepolisian yang datang mencari rey..hanya rey yang di cari. Rey dan dua oramg temanku yang ikut terlibat. Mereka di bawa ke kantor polisi untuk di tanyai. Saat itu aku khawatir rey membawa namaku. Namun zimy mengobati rasa ke khawatiranku akan hal itu. Zimy mengatakan bahwa rey tidak akan melibatkankami berdua. Karena memang aku dan zimy tidak mengetahui rencana pembakaran sekolah tersebut. Jadi aku dan jimy memang tidak terlibat.
Mendengar hal itu aku sedikit tenang. Namun tetap saja aku tidak tega melihat rey yang di bawa ke kantor polisi. Bagaimanpun juga ia adalah sahabatku. Ada-ada saja si rey. Untuk apa ia membakar sekolah para cecunguk itu.
Tidak lama kemudian aku meminta bantuan kepada teman ku yang memiliki koneksi luas dengan pihak hukum. Ya teman ku yang di bandung. Pernah aku tolong saat itu. Ia pernah di pukuli oleh teman-temanya di jalanan. Dan aku kebetulan lewat dan menolongnya. Ia sangat berterimakasih sekali kepadaku yang menolongnya. Kalau aku tidak datang mungkin kepala nya sudah bocos di pukul oleh botol minuman. Yah entah masalah apa yang ia timpa. Sejak saat itu kami berteman. Dan ia menawari bantuan kepadaku. Jika aku ada masalah ia mungkin bisa membantu. Sebenarnya aku tidak ingin meminta bantuanya. Karena aku iklas menolongnya. Namun...kali ini aku terpaksa meminta bantuanya untuk mengeluarkanrey dari kasus pembakaran sekolah.
Ia bertanya bagaimana aku bisa mengeluarkanya. Yah aku menjelaskan bukan aku yang bisa mengeluarkan kamu. Tapi teman ku ini si jek yang mengeluarkan kamu. Aku meminta bantuan kepadanya untuk mengeluarkan kamu. (Ujar ku pada rey).
__ADS_1
Rey pun mengucapkan terimakasih kepada jek yang sudah mau membantunya keluar dari kasus ini.
Aku berbicara kepada rey meminta rey untuk tidak mengulangi apa yang ia lakukan. Untung saja kita semua sudah lulus. Jika kamu melakukanya sebelum kelulusan mungkin kamu tidak bisa menyelesaikan sekolah mu dan di keluarkan dari sekolah.
Iya rik...gwa juga nyesel, gwagak akan ngulanginsemua ini lagi. Kemarin gwa kesal sama cecunguk-cenguk itu makanya gwa bakar sekolah mereka.
Sudah lah...reyistighfar jangan terbawa emosi.
Iya rik. Terimakasihyah.
__ADS_1
Sudah...jangan ngomong kayak gitu kita kan sodara (pungkas ku sambil tersenyum).
Kami pun pulang bersama dan meninggalkan kantor polisi.