Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
menjenguk acha


__ADS_3

keesokan harinya.


hari ini maren tlah bersiap dan akan berangkat ke kantor sebelum itu dia sarapan terlebih dahulu.


saat di meja makan.


"maren kapan kau akan mengajak acha bertemu bunda" ucap bunda naren


naren tampak berpikir.


"bun bagaimana kalau sekarang saja, hari ini setelah jam istirahat naren akan ke rumah acha" ucap naren


"kenapa tidak di ajak kesini saja, ayah juga ingin bertemu" ucap ayah naren


"kalau di bawa kerumah tidak bisa hari ini" ucap naren


" kenapa tidak"ucap bunda naren


" karena acha kemarin hampir mengalami pelecehan"ucap naren


"kenapa bisa begitu, siapa yang melakukannya" ucap bunda naren


"yang melakukan nya adalah karyawan yang terobsesi pada acha, dia melakukan karena merasa berani tidak ada Arga di perusahaannya, dan dia juga memanipulatif sekertaris acha" ucap naren


"hah dimana kejadiannya" ucap ayah naren


"kejadian nya di perusahaan dan di ruangan acha" ucap naren


"hah benar benar, dimana sekarang orangnya" ucap bunda naren


"orangnya sudah langsung dibawa body guard acha ke luar kota" ucap naren


"kenapa tidak ada tindak di bawa kepolisi" ucap ayah naren


"naren pun bertanya hal yang sama, dan jawaban acha adalah kasian pada nya karena dia masih punya keluarga yang harus iya tanggung" ucap naren


"begitu mulia hatinya" ucap ayah dan ibu naren


"Iyah sangat mulia, dan naren berencana akan menemuinya hari ini di rumahnya, karena keluarganya belum mengijinkannya ke perusahaan, dan kebetulan bunda juga ingin menemui acha, jadi hari ini saja, apa bunda mau untuk ikut" ucap naren


"tentu bunda ingin ikut" ucap bunda naren


"baiklah nanti jam istirahat naren akan menjemput bunda" ucap naren


"apa ayah juga ingin ikut" ucap Ibu naren


"tidak, sepertinya kalau ayah ikut terkesan akan melamar, sedangkan lamaran naren saja masih ambigu"ucap ayah naren


" baiklah kalau begitu" ucap naren


"yasudah ayolah makan" ucap bunda naren


"Iyah benar nanti takutnya telat ke kantor" ucap ayah naren


merekapun akhirnya makan.


setelah selesai makan kini naren akan berangkat kekantor dan dia memilih mengirim pesan pada acha


hallo acha selamat pagi


nanti aku akan datang ke rumahmu

__ADS_1


bersama ibu ku


sedangkan di keluarga acha sama halnya mereka juga sedang sarapan, dan acha mengatakan bahwa akan ada naren datang ke rumahnya hari ini.


"ayah bunda, kata naren hari ini dia akan datang kerumah untuk menjenguk acha" ucap acha


"ouh baguslah kalau mau datang" ucap bu shena


"eum baiklah" ucap acha


"sampaikan salam pada naren dari ayah yah" ucap pak Ryan


"okey akan bunda sampaikan" ucap bu shena


mereka sudah selesai sarapan dan sekarang pak Ryan akan pamit berangkat ke perusahaan.


"kalau begitu karena ayah sudah selesai sarapan ayah akan berangkat ke perusahaan, kalian hati hati di rumah ya" ucap pak Ryan


"baiklah ayah hati hati yah" ucap bu shena mencium tangan suaminya


"ayah hati hati" ucap acha lalu mencium tangannya


pak Ryan mencium kening anak dan istrinya.


"ayah pamit assalamu'alaikum" ucap pak Ryan


lalu keluar dari rumah.


acha langsung ke kamar dan mengambil HP nya,


saat sudah mengambil hpnya tersebut HP nya berbunyi.


"kebetulan ada yang mengirim pesan siapa yah" ucap acha lalu dia membuka pesan tersebut, "ada apa naren" ucap acha lalu melihat isi pesannya.


^^^nanti aku akan datang kerumahmu^^^


^^^ bersama ibuku^^^


pagi juga,


ouh begitu baiklah.


^^^Iyah dan sekarang aku akan berangkat ke perusahaan terlebih dahulu. ^^^


Iyah silahkan


^^^baik dah^^^


acha tidak membalas pesan naren selanjutnya lalu dia pun bergegas turun keruang tamu.


setelah sampai di ruang tamu, dia menghampiri ibunya.


"bunda" ucap acha


"Iyah kenpa nak" ucap bu shena


"itu bunda acha mau bilang, tadi kata naren iya akan datang bersama ibunya saat jam makan siang" ucap acha


"akh benarkan berarti kita harus menyiapkan apa untuk makan siang nanti karena akan ada calon mertuamu datang ke rumah" ucap bu shena


"bunda acha saja belum menjawab apa apa tentang perasaan naren" ucap acha

__ADS_1


"yah kau tinggal menjawabnya saja" ucap bu shena


"itu tidak mudah bunda" ucap acha " andai bunda tau masalalu ku sebenernya passti bunda tak menerimanya" ucap acha dalam hati


"mudah tingal ucapkan" ucap bu shena


"sudahlah bunda tak akan mengerti" ucap acha


"baiklah bunda tak mengerti, eum bi tolong bersihkan ruangan ini dan ganti aroma ruangan yang yang lebih aroma terafik" ucap bu shena saat melihat ada pelayan lewat


"baik nyonya" ucap pelayan tersebut


"eum kenapa bunda menganti aroma rumah" ucap acha


"karena mertuamu akan datang hari ini" ucap bu shena


"huh bunda" ucap acha.


kembali ke naren


dia sudah sampai dikantor dan memulai pekerjaannya, tidak terlalu banyak pekerjaan hari ini, dan akhirnya dia memutuskan akan mengecek devisi devisi sebelum dia menuju rumahrumah acha. telebih dahulu dia keruangan aditya.


"aditya" ucapnya masuk tanpa mengetuk pintu


"apa" ucap aditya tanpa sadar, "ekh maaf tuan saya salah, ada ap memangnya tuan" ucap aditya kembali


"aku akan mengecek devisi disini karena aku akan kerumah acha dan tidak akan kembali ke perusahaan" ucap naren


"baiklah tuan kalau begitu" ucap aditya


"Iyah kalau begitu ayo kau ikut" ucap naren


"baik tuan" ucap aditya


naren pun lalu keluar dan mulai mengecek setiap devisi, mereka menyambut naren dengan antusias, setelah selesai mengecek setiap devisi tepat saat jam makan siang sehingga diapun langsung pulang ke rumahnya untuk menjemput ibunya.


sekarang naren sudah sampai di rumahnya.


"assalamu'alaikum bunda" ucap naren


"waalaikumsalam nak" ucap bunda naren


"apa bunda sudah siap ayo kita berangkat" ucap naren


"sebentar bunda mengemas makanan untuk acha dan keluarganya" ucap bunda naren


"ouh baiklah bunda kalau begitu, naren juga akan membeli bunga terlebih dahulu untuk acha apa bunga yang bagus untuk acha" ucap naren


"sepertinya bunga tulip" ucap bunda naren


"kenapa bunda tak memilih mawar" ucap naren


"mawar memiliki Duri itu akan melukainya"ucap bunda naren


" lalu kenapa dengan tulip" ucap naren


"tulip bunga yang sederhana dan begitu indah" ucap bunda naren lalu mengambil bekal tersebut "nah sudah ayo berangkat" ucap bunda naren


"ouh begitu yah bunda, yasudah ayo berangkat" ucap naren


lalu merekapun berangkat, sesuai yang diucapkan naren diapun membeli bunga tulip terlebih dahulu.

__ADS_1


sekarang dia sudah sampai dirumah acha.


dan mulai memasuki rumahnya juga disambut oleh para pelayan. lalu sekarang dia sudah berada di ruangan rumah acha dan juga sudah tampak ada bu shena di sana


__ADS_2