
pov naren.
aku terbangun dari tidurku dan ternyata jam sudah menunjukan pukul 4 subuh akupun bergegas kekamar mandi membersihkan diriku dan juga berwudhu untuk melaknsakan solat subuh.
setelah aku melaksanakan solat subuh kini aku mulai membuka laptopku dan melihat kondisi file yang dikirim aditya semalam yang belum sempat ku buka.karena aku lelah dan syok dengan semua kejadian yang tak pernah ku banyakan.
cukup lama aku melihat lihat file di HP ku hingga akhirnya semua sudah selesai ku cek, tidak ada kendala apapun semunya rapih dan sudah diselesaikan dengan baik oleh aditya.
kini aku menyimpan kembali laptopku akupun mulai mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap menuju ke kantor. hari ini aku berpikir untuk memberi kejutan makan siang untuk acha tapi aku tidak ingin menjanjikan karena takut ada kendala jadi sebaiknya aku memberikan suprise saja untuk nya.
setelah aku selesai bersiap akupun turun dari kamarku menuju ruang makan disana sudah ada ayah dan bunda.
"selamat pagi ayah bunda" ucap naren
"pagi nak kau sudah turun"ucap bunda naren
" Iyah bun" ucap naren
"nak ayah dengar semalam kau menyewa resto tapi resto itu kebakaran, apakah kau saat itu ad disana" ucap ayah naren
"Iyah ayah aku tadinya menyewa resto untuk makan malam dan saat kebakaran terjadi saat itu aku belum datang ke restoran tersebut" ucap naren
"syukurlah kau belum sampai disana karena kebakarnya cukup besar tapi langsung segera dipadamkan" ucap ayah naren
"jadi kencan kamunya gagal dong" ucap bunda naren
"hah kencan, kamu kencan dengan siapa" ucap ayh naren
"eum itu... " ucap naren terhenti
"yah dengan seorang wanita dong ayah" ucap bunda naren
"siapa nama wanitanya" ucap ayah naren sambil menatap naren
"eumm. acha namanya" ucap naren menunduk
"wah anak ayah sudah besar yah sudah berani kencan tapi tak mengenalkan pada ayah" ucap ayah naren
"eumm.. kalau ayah dan bunda mau dikenalkan dengan acha bagaiamana kalau lusa saja" ucap naren
"eum boleh ayah setuju" ucap ayah naren
"bunda juga setuju, bunda tak sabar ingin bertemu dengan acha" ucap bunda naren
"baiklah kalau kalian setuju hari ini naren aka langsung membicarakan padanya dia mau atau tidak" ucap naren
"yah kau harus tanyakan dulu, ngomong ngomong putri siapa acha dari keluarga mana" ucap ayah naren
"apakah ayah akan memikir kan tentang kasta" ucap naren
"tidak nak, ayah hanya ingin tau dia dari keluarga mana, kasta itu tidak penting yang penting adalah kebahagianmu nak" ucap ayah naren
"baiklah kalau begitu ayah, dia dari keluarga Wijaya" ucap naren
ayah dan ibu naren langsung terkejut seketika.
"bagaimana kau bisa berkenalan dekat dengan keluarga Wijaya" ucap ayah acha
"Iyah nak dan sejak kapan kau kenal dengannya" ucap Ibu naren
"aku kenal denganya karena bisnis, dan aku sudah 1 bulan lebih mengenalnya" ucap naren
"memangnya acha menjabat sebagai apa" ucap ayah naren
"di adalah CEO perusahaan cabang Wijaya" ucap naren
"wah wah acha wanita yang hebat yah berarti" ucap bunda naren
"Iyah lah hebat bun usia muda sudah jadi CEO" ucap ayah naren
"kalian kenapa tadi terkejut dengan keluarga Wijaya" ucap naren
"kami terkejut karena keluarga Wijaya memang sangat sangat ramah, tapi karena keluarga mereka terlalu kaya sulit ditemui dan yah jarang berbaur karena saking sibuknya, dan yang terpenting keluarga Wijaya itu selalu memprioritaskan keluarga, misalnya kalau ada pekerjaan tapi salah satu sodaranya terjadi musibah ataupun kumpul keluarga, yah pekerjaan nya pasti ditinggalkan" ucap ayah naren
"ouh begitu, ayah tau saja seperti pernah mengalami" ucap naren
"ayah memang pernah mengalaminya, dulu saat ayah sedang berkumpulan rapat dengan beberapa perusahaan, dan salah satunya ada perusahaan Wijaya yang dipimpim oleh ryan, dan saat itu ada kabar keponakannya hilang diculik, dia langsung meminta maaf untuk meninggalkan rapat tersebut dan pergi ikut mencari keponakannya itu, dan sampai sekarang ayah tidak pernah bertemu lagi dengan pak ryan itu" ucap ayah naren
"ouh begitu ya ayah aku baru tau cerita itu, dan pak ryan itu adalah ayah acha" ucap naren
"kau tidak akan tau karena kau masih kecil, kejadiannya 18 tahun lalu, wah wah kebetulan sekali yah, berarti ayah akan ber besanan dengan ryan" ucap ayah naren
"ayah jangan terlalu pd dulu tanya dulu anakmu apak dia sudah mendapatkan acha atau belum" ucap bunda naren
"mejanya naren sudah mendapatkannya atau belum" ucap ayah naren
"belum yah" ucap naren
__ADS_1
"lalu kau sudah berani mengajaknya kencan, berani beraninya kau yah" ucap ayah naren memukul lengan naren
"akh ayah sakit, memangnya kenapa kalau naren mengajaknya kencan, kan agar bisa lebih dekat" ucap naren
"ayah tidak akan sudi kalau anak ayah diajak kencan dengan orang lain yang bukan siapa siapanya" ucap ayah naren
"yah kan tapi ini cuman buat lebih dekat ayah" ucap naren
"sama saja tidak akan" ucap ayah naren
"sudah ayah kasian, kemaren juga pendekatan dia bawain makan siang tuh buat acha" ucap bunda naren memanas manasi
"hah dasar yah kau modus belajar dari mana" ucap ayah naren menjewer telinga anaknya
"aduh ayah malah dijewer, kan namanya ngedeketin lewat perhatian" ucap naren memegang telinganya
sedangkan bunda naren hanya menertawakan saja.
saat itu tiba tiba telpon naren berdering.
nutt..... nut..... nutt
"sudah sudah itu ada yang menelpon angkat dulu" ucap bunda naren
naren langsung mengambil hpnya dan melihat siapa yang menelpon.
"hah kak xamza" ucap naren
hallo kak
hallo assalamu'alaikum
waalaikumsalam ada apa kakak menelpon bukan kah kakak saat ini sedang asik honeymoon.
yah memengnya kenapa kalau honeymoon kau sirik saja.
cepat katakan ada urusan apa kau menelpon ku aku sedang banyak urusan ini.
begini de bisa kah kau ke kota s sekarang juga.
hah kenapa aku harus ke kota s.
dek tolong lah bantu kakak, ada kolega kakak yang ingin menemui kakak langsung tapi kaka tidak bisa dan dia mau yang mewakilkan adalah keluarga masa kakak nyuruh ayh sih kan kasian ayah.
makannya pulang dong jangan honeymoon mulu udah seminggu perasaan honeymoon gak pulang pulang.
kakak sebenarnya mau pulang kemarin tapi ada kendala di Korea sedang ada badai salju makannya pesawat belum bisa terbang.
ayolah dek bantu kakak mu ini.
memangnya mau diberi imbalan apa.
apapun yang kau mau.
baiklah aku setuju aku akan minta permintaan nya sebelum kau pulang okey, kabari saja saat kau akan pulang.
baiklah akan aku kabulkan.
yasudah akan langsung menelpon maskapai untuk mempersiapkan pesawat untuk aku terbang ke kota s.
yasudah bersiaplah dengan baik.
yah assalamu'alaikum.
tut.. tut...
naren langsung ketikan secara sepi kah telpon tersebut.
"ada apa dengan kakak mu nak" ucap bunda naren
"kakak memintaku untuk ke kota s, untuk bertemu klaimnya bunda" ucap naren
"kenapa dia belum pulang juga seharusnya kan dia sendiri yang pergi" ucap ayah naren
"katanya ada badai salju di Korea jadi tidak bisa terbang untuk pulang" ucap naren
"hah beruntung sekali dia" ucap ayah naren
"loh kok beruntung sih yah" ucap bunda naren
"dia bisa lebih lama disana karena badai salju" ucap ayah naren
tiba tiba pesan masuk. pada HP nare.
ting....ting..
^^^kenapa kau mematikan telpon^^^
__ADS_1
^^^secara langsung^^^
terserah ku dong
^^^padahal aku belum selesai bicara^^^
mau bicara apa lagi
^^^kau dua minggu disana sambil^^^
^^^mengurus proyek juga^^^
hah lama sekali
^^^kan kau mau imbalan^^^
baiklah kau harus memberi
yang setimpal
^^^tentu saja^^^
percakapan berakhir kini naren memandang kembali kedua orang tuanya.
"tampaknya lusa tidak akan jadi ayah dan bunda berkenalan bersama acha" ucap anren
"loh kenapa" ucap bunda naren
"karena naren dua minggu disana" ucap naren
"hah harus menunggu lama tampaknya" ucap ayah naren
"sabarlah ayah hanya dua minggu" ucap naren
"dua minggu itu lama nak" ucap bunda naren
"hehe gak papa bun itung itung bunda mempersiapkan sesuatu buat acha" ucap naren
"yasudah ayo makan kita kau kan akan bersiap untuk berangkat ke kota s" ucap bunda naren
"baik hun" ucap naren
naren pun mulai makan setelah selesai makan dia langsung menelpon maskapai untuk mempersiapkan pesawat. dan dia membereskan barang barangnya untuk dibawa. tapi sebelum itu dia mengirim dulu pesan selamat pagi pada acha untuk dan mengingatkan sarapan. setelah itu dia berangkat menuju bandara.
saat diperjalan dia memikirkan rencananya yang gagal memeberi surprise pada acha.
"hah selalu saja gagal memberi kejutan padanya, tak apalah setelah pulang dari kota s aku akan memberikan nya hadia yang bagus" ucap naren
kini dia sudah mulai measuki pesawat. cukup lama menunggu akhirnya akhirnya kini dia sampai dikota s. dia segera mencari penginapan dan tanpa terasa wktu sudah menunjukan makan siang dia teringat pada acha dan mengirimi pesan supaya acha tidak lupa makan dan tak terlalu pokus pada pekerjaan.
setalah itu dia langsung menuju tempat orang yang ingin ditemui kakanya karena dia meminta bertemu saat makan siang.
dalam pertemuan itu dia membahas segala hal.
setelah selesai pertemuan dia langsung mengecek hpnya dan banyak pangilan masuk dari aditya.
"hah aditya aku hampir melupakan orang itu" ucap naren dia langsung mengirimi pesan pada aditya
assalamu'alaikum aditya maaf
aku melupakan mu, aku saat ini
berada di kota s disuruh oleh
kakak ku tolong kau urus perusahan
dua minggu kedepan aku akan disini.
^^^waalaikumsalam bos bos makannya^^^
^^^apa apa tuh langsung ngomong ^^^
^^^ama saya, saya hampir mondar mandi^^^
^^^nyariin bos takut kenapa napa tau tau^^^
^^^bosnya malah ke kota s^^^
haha maafkan ku aditya
^^^tak masalh bos, kalau begitu^^^
^^^saya akan mengurus perusahaan bos^^^
^^^bos jaga diri baik baik disana^^^
terimakasih aditya, kau perhatian
__ADS_1
sekali padaku.
^^^tentu sudah seharusnya^^^