Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
mengetahui kebenaran kencan


__ADS_3

setelah nela selesai makan siang diapun melanjutkan kembali pekerjaanya. dia terus melanjutkan pekerjaan sampai tak terasa sudah sore. saat ini diapun memilih untuk menyudahi pekerjaannya karena sudah sore dia mulai membereskan mejanya dan juga tas nya. diapun berjalan keluar dari ruangannya dengan membawa tas slempang beserta tas yang berisi kotak bekalnya.


saat sudah berjalan ada karin juga yang keluar.


"selamat sore nona" ucap karin


"sore karin" ucap acha tersenyum


"mari nona kita berjalan bersama menuju lobby" ucap karin


"yah ayo karin, kau masuk lift khusus CEO saja bersamaku tak perlu mengunakan lift karyawan" ucap acha


"baik nona, kebetulan ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan" ucap karin


"yah silahkan karin" ucap acha sambil memasuki lift begitupun dengan karin


"bagiin nona jadi untuk acara pada hari minggu itu kami sudah mengatur acaranya, karena kebetulan acaranya adalah di depan kantor jadi acaranya dari pagi sampai sore" ucap karin


"ouh acaranya di depan kantor" ucap acha


"iyah nona dan mereka mengusulkan acara ini ingin di adakan setiap satu bulan sekali untuk mendekatkan antar karyawan dan juga CEO" ucap karin


"iyah tentu boleh saja, memangnya acaranya apa saja" ucap acha


"ini nona acara pertama adalah ini, kita akan melakukan joging dari jam 7 sampai jam sembilan rutenya dari sini sampai sini karena kebetulan kantor kita sangat luas jadi lumayan dikelilingi untuk 2 jam, setelah itu jam 9 sampai jam 12 akan membuat makanan karena makanannya akan sangat banyak jadi membutuhkan waktu yang lama dan yang membuat adalah orang dari daerah itu" ucap karin menjelaskan sambil menujukan proposal.


"maksudnya dari daerah masing masing bagaimana, dan yah lanjutkan juga penjelasannya" ucap acha


"jadi nona, di perusahaan ini kan tidak ada hanya orang sini tapi dari daerah masing masing, nah misalnya untuk tema hari ini adalah nasi liwet, yang membuat adalah orang yang dari daerah Jawa Barat, nah bulan depan membuat nasi goreng yang membuat adalah orang dari daerah yogyakarta, nah lalu setelah jam 12 kita sholat berjamaah dulu, stelah itu kita makan siang, kalau dilanjutkan dengan permainan hingga sekitar jam 3 setelah itu kita solat berjamah lagi, lalu membuat grille dan memasak kuah tomyam ataupun apa bebas sesuai keinginan setiap bulannya, nah dan juga untuk anggaran bulan bulan selanjutnya adlah dari iuran semua karyawan jadi setiap bulan karyawan dipungut 50rb tapi tergantung jabatan juga yang tinggi bisa lebih dari itu" ucap karin berhenti menjelaskan saat lift sudah sampai dilantai dasar.


"ouh begitu baiklah kau atur saja akan berapa biaya yang dikeluarkan karena bulan ini akan aku yang biayai" ucap acha berjalan keluar dari lift


"baik nona kalau begitu" ucap karin


"yasudah karin aku duluan ke parkiran kau infokan terlebih dulu dan atur siapa ketua dan sekertaris yang mengatur acara untuk bilan ini, atur perkiraan biaya dan bahan bahan, pastinya kau akan mengerti apa yang harus di persiapkan" ucap acha


"baik nona saya akan memberitahukan ke bagian resepsionis untuk mempersiapkan segalanya" ucap karin


"baiklah aku duluan" ucap acha


"silahkan nona" ucap karin


mereka pun berjalan menuju tujuan masing masing. acha menuju parkiran dan krin memberitahukan pada resepsionis.


sedangkan saat ini di kediaman pak Ryan.


pak Ryan yang sudah pulang dari tadi dia menghampiri istrinya.


"assalamu'alaikum bunda" ucap pak Ryan


"waalaikumsalam ayah, ayah sudah pulang" ucap bu shena

__ADS_1


"yah seperti yang bunda lihat" ucap pak Ryan


"baiklah ayo ke kamar bersihkan dirimu" ucap bu shena sambil membawa tas kerja pak Ryan


"ayo bun" ucap pak Ryan berjalan menuju lantai dua


"iyah" ucap bu shena mengikuti langkah pak Ryan


"bunda mau tau gak kenapa kemaren acha kencannya gak jadi restoran" ucap pak Ryan menaiki tangga


"kenapa yah" ucap bu shena


"katanya resto yang udah maren pesan kebakaran hebat" ucap pak Ryan


"hah, ayah tau dari siapa" ucap bu shena terkejut


"ayah tau dari Arga, tadi Arga nelpon ngasih tau begitu" ucap pak Ryan


"Arga tau dari mana, ekh tapi apa acha tau soal ini" ucap bu shena


"Arga kan nyari info dan dapet lah fakta itu, acha belum tau dan katanya kita gak boleh kasih tau fakta itu biar maren yang kasih tau langsung" ucap pak Ryan


"ouh begitu yah, untung saja resto nya kebakaran sebelum acha sanpai di resto itu yah, kalau sampai pas acha lagi disana kebakaran mungkin bunda bakal langsung syok dan pingsan detik itu juga, apalagi sampai terjadi sesuatu sama acha bunda gak siap kehilangan acha yah" ucap bu shena berkaca kaca


"iyah bun makannya banyak bersyukur sama Alloh anak kita gak kenapa napa, ada hikmahnya juga kan dari kecemberutan dia kemaren karena gak sesuai ekspektasi nya pas di kencan pertama nya" ucap pak Ryan


"benar yah, bunda masih mening dia cemberut dari pada kenapa napa, tapi bunda maunya dia juga bahagia selalu jangan sampai cemberut" ucap bu shena


"iyah bun do'ain yang terbaik buat acha" ucap pak Ryan membuka pintu kamar


"yaudah kalau gitu ayah kekamar mandi dulu bersihin badan" ucap pak Ryan


"iyah sana bunda mau nunggu acha dulu balik lagi ke bawah" ucap bu shena


"iyah bun kasian anak itu pasti kecapean apalagi nyetir sendiri" ucap pak Ryan


"iyah ayah" ucap bu shena


lalu bu shena pun kebawah dan menuju ruang tamu. dan saat bu shena sampai di ruang tamu acha juga baru sampai dan masuk rumah


"assalamu'alaikum bun" ucap acha lalu mencium tangan bunda nya


"waalaikumsalam, duh kasian banget anak bunda lesu gini" ucap bu shena


"iyah bun cape banget tadi ngerjain pekerjaan banyak banget kan besok libur gak kerja" ucap acha


"iyah juga yah, yaudah kalau gitu sana mandi siap siap buat solat magrib berjamaah bentar lagimasuk waktu solat" ucap bu shena


"baik bun, kalau gitu acha mau ke kamar yah" ucap acha


"yaudah sana" ucap bu shena

__ADS_1


acha pun kekamarnya dan dia segera merapihkan dirinya lalu dia bersikap untuk solat magrib berjamaah setalah selesai kini dia pun mulai memsuki masjid. berdiam diri dan menunggu adzan magrib berkumandang.


setelah adzan magrib diapun solat berjamaah dan mengaji lalu melanjutkan sampai solat isya dan juga setelh solat isya dia kekamarnya lalu turun untuk makan malam.


setelah selesai makan malam seperti biasa mereka berkumpul diruang keluarga.


"bun besok mamanya kak Arga jam berapa kesininya" ucap acha


"kata Arga sih jam 8 an soalnya kan keluarga kita tuh banyak yang mau ukur baju keluarga Arga juga cukup banyak nah nanti yang dahulu ini di ukur kamu sama mamanya Arga" ucap bu shena


"ouh gitu yah bun" ucap acha


"iyh nak kan kamu mau berbelanja sama mamnya Arga" ucap bu shena


"berdua bunda gak ikut" ucap acha


"ngak bunda kan nanti disana kan banyak keluarga kita, dan kita juga mau ngobrol ngobrol tentang rancangan baju dan segalanya lah dari pihak perempuan" ucap bu shena


"ouh gitu yah bun gimana kalau nanti belanjanya di mall milik acha aja, acha juga uda 2 minggu ini kan gak ngunjungi mall" ucap acha


"ya urusan itu kmu ajak mamanya Arga aja, tapi yah emang mall yang kamu beli kan mall terbesar di kota ini jadi yah mamanya Arga juga bakal milih disana" ucap bu shena


"heheh siap bun" ucap acha


"iyah nak" ucap bu shena


"huh memangya kalau soal belanja urusannya perempuan ayah sampai pusing dengernya" ucap pak Ryan baru bersuara


"iyah lah laki laki mah tinggal bawa aja belanjaannya" ucap bu shena


"selalu aja laki laki jadi korban ya, apalagi kalau misal disuruh bawain tas, biasanya cowo kan ilfil gak mau, tapi untung ayah orangnya cuek jadi akalu setiap bunda minta bawain tas yah ayah Terima dengan lapang dada" ucap pak Ryan


"hahah ayah tau aja" ucap acha


"yah kan makanya bunda pilih ayah karena ayah gak malu kalau bawain tas bunda" ucap bu shena


"lah bukannya karena cinta yah" ucap pak Ryan mengoda


"yah itu plusnya" ucap bu shena


"ouh gitu yah" ucap pak Ryan


"ayah bunda sebenernya kisah cinta kalian gimana sih kalian gak pernah cerita ama acha, nanti lain kali cerita yah" ucap acha


"iyah nanti yah bunda sama ayah ceritain pas ada waktu luang" ucap bu shena


"siap bunda" ucap acha


"yaudah udah malem nih udah waktunya kamu tidur sana kamu kan cape abis kerja" ucap pak Ryan


"hih ayah ngusir ngomong aja kalau mau mesra mesraan ama bunda" ucap acha

__ADS_1


"tuh kamu tau" ucap pak Ryan


"yaudah deh acha kekamar aja dah" ucap acha lalu pergi kekamarnya.


__ADS_2