
3 jam perjalanan berlalu begitu saja kini mereka sudah sampai di tempat tujuan. kini mereka mulai keluar dari mobil buss lalu berkumpul dulu dan ditunjukan dimana saja tempat tenda masing masing, yang sudah di sediakan.
"nah semunya kalian sudah mengerti dimana tenda kalin masing masing kini kalian tinggal istirahat semuanya sudah disediakan" ucap ansa.
lalu semuanya pun mulai bubar, menuju tenda mereka yang sudah ditunjukan oleh ansa, dan memang di depan tenda juga sudah ada nama keluarga masing masing, tepat seakan anak pramuka yang sedang berkemah.
sekarang semuanya mulai istirahat sedangkan ansa, naren, Arga, dan sepupu lainnya berjaga terlebih dahulu, lebih tepatnya mengarahkan para penjaga untuk berjaga dititik mana saja. setelah selesai mengarahkan mereka ke tandanya sekarang, ansa dan Arga mereka dalam satu tenda.
"kenapa kau lebih banyak diam di mobil" ucap Arga
"tidak apa apa kak" ucap naren
"benarkan, kulihat kau sedikit kecewa dengan respon acha yang tak mau duduk bersama mumu"ucap ansa
" tak apa, hanya lebih baik tadi aku tidak ikut buss sana" ucap naren
"kau harus sabar naren, acha memang susah ditebak, kadang kalaupun dia bilang tidak justru hatinya mau, bahkan semua wanita tampaknya begitu mereka lebih suka dipaksa dari pada ditanya" ucap Arga
"kakak tampaknya mengerti soal cinta, aku pernah mengalami jatuh cinta jadi aku mengerti, bahkan saat ini dengan nela pun aku jadi lebih mengerti karena aku punya pengalaman sebelumnya" ucap Arga
"ouh begitu yah Kak, pantas saja, naren kan punya pacar aja belum, mencitai seorang wanita juga baru sekarang yaitu pada acha" ucap naren
"baguslah adikku orang pertama yang kau cintai, dan kau juga orang pertama yang dia cintai" ucap Arga
"yah seperti aku dan karin" ucap ansa
"benarkah, apa selama ini acha menolak semua lelaki yang mendekatinya" ucap naren
"tidak, dulu tak ada yang menyukainya sama sekali" ucap Arga
"hah kenapa" ucap naren
"acha yang berhak menceritakan nya bukan aku ataupun ansa" ucap Arga
"ouh begitu baiklah semoga acha mau menceritakan nya" ucap naren
kini pagi menjelang semuanya, sudah mulai berkumpul dilapangan. sedangkan acha, nela, shanin, karin, dan sepupu lainya, mereka sedang memasak sarapan pagi. setelah selesai mereka memasak meraka pun ikut bergabung dilapangan.
"okey semuanya sudh berkumpul, pagi ini kita akan melakukan olahraga, yah kegiatan pertama kita adalah olahraga, dan instruktur senam nya adalah karin" ucap Arga
"heii cucuku kenapa kita melakukan seperti kegiatan pramuka saja pagi di awali dengan olahrga" ucap nenek buyut
"nenek olahraga itu biar kita sehat" ucap acha
"nah benar nenek, lagian kita tidak ada aturan seperti di pramuka, nanti setelah olarga yah kita bersantai dan juga berbincang ringan nenek" ucap ansa
"ouh begitu yah, ya sudah ayo kita olahrga, nenek ingin sehat" ucap nenek buyut
kini mereka memulai acara olahraganya. mereka melakukan senam sekitar 30 menit, sedangkan yang merasa sudah cape dan lelah melakukan senam kurang dari 30 menit.
selesai senam kini semunya istirahat dulu. sedangkan acha dan sepupu sepupunya menyiapkan sarapan dijejerkan di depan tenda dapur.
__ADS_1
"okey semuanya kalau sudah selesai istirahat nya mari kita mengantri untuk makan" ucap naren setelah 15 menit istrahat
"ayo ayo kita mengantri" ucap Ibu pa Ryan
semuanya mulai mengantri dan memulai sarapan.
setelah sarapan semuanya berkumpul kembali dan bersantai.
sedangkan acha dia lebih memilih memanggil naren dengan isyarat kode matanya. naren yang mengerti menghampiri acha.
"ayo ikut aku" ucap acha
"mau kemana kita kan sedang berkumpul lihatlah keluargamu semua bagaimana nanti mencarimu" ucap naren
"tida akan ayo ikut saja tadi aku sudah berbicara pada nela" ucap acha
flashback
acha saat ini sedang membereskan bekas makan semua orang bersama nela.
"nela" ucap acha
"kenapa cha" ucap nela
"aku mau mencari kayu bakar yah bersama naren" ucap acha
"kenapa mencari kayu bakar, kan sudah ada kayu nya sudah disiapkan untuk membuat api unggun itu" ucap nela
"kan bisa mengobrol disini saja tidak perlu sambil alasan mencari kayu bakar" ucap nela
"kalau disini akan terganggu mengobrol pun akan ada saja yang terpotong potong, ayo lah aku mohon" ucap acha
"yakan bisa nanti saja " ucap nela
"kan tujuan aku ngajak naren buat ngobrol sama dia dan liat dia bakal jujur apa ngak" ucap acha
"ouh pantas saja yasudah sana boleh deh" ucap nela
"pokonya jangan sampai orang mencariku yah, kau harus bilang tidak perlu khawatir aku akan baik baik saja" ucap acha
"okey baiklah" ucap nela
"aku pergi" ucap acha
flashback off.
kini acha dan naren pun mulai menjauh dari mereka.
"ayo ikut aku aku punya tempat yang cukup bagus untuk aku bercerita nanti" ucap naren
"baiklah boleh" ucap acha
__ADS_1
"ekh naren" ucap acha
"yah kenapa" ucap naren
"nanti kita harus sambil bawa kayu bakar yah" ucap acha
"kenapa begitu" ucap naren
"karena itu alasanku untuk menjauh dan bisa mendengar ceritamu" ucap acha
"ouh okey, kebetulan di tempatku nanti bercerita dekan dengan pepohonan, dan ada ranting yang sering berserakan" ucap naren
"baiklah boleh kalau begitu" ucap acha
merekapun kini mulai berjalan menuju tempat yang dimaksud naren. 15 menit perjalanan mereka kini sudah sampai di tempat yang naren maksud.
"wah bagus sekali tempatnya" ucap acha
"iyah memang bagus, itu sebabnya aku memilih tempat ini" ucap naren
"apa kau pernah kesini sebelumnya" ucap acha
"pernah nanti akan ku ceritakan tentang bagaimana aku tau tempat ini, tapi sebelum itu kau kan harus dengan cerita awalnya dulu" ucap naren
"baiklah ayo ceritakan" ucap acha
"sebentar bersabarlah kau tak ingin menikmati keindahan ini dulu" ucap naren
"aku ingin menikmati keindahan ini tentunya, tapi sambil mendengar ceritamu" ucap acha
"boleh tapi sebelum itu kau harus mlihat dulu sesuatu ada yang indah sangat sangat indah" ucap naren
"apa itu aku ingin lihat" ucap acha
"lihatlah kesebelah dan biasanya disana adalah tempat terbenamnya matahari"ucap naren menunjuk ke arah timur
" wah bagus sekali" ucap acha
"akan lebih bagus kalau sore kita datang kesini, kau bisa berpoto di sana, nah kalau di sana kau bisa melihat sunrise" ucap naren menunjuk ke arah barat
"kenapa kau tidak mengajakku pada sore hari saja kalau akan bagus sore" ucap acha
"kau kan yang ingin terburu buru dan mengajak sekarang" ucap naren
"karena aku penasaran ingin mendengarkan ceritamu" ucap acha
"baiklah tak apa nanti sore kau akan ku ajak lagi kesini dan bercerita lagi kalau ceritanya belum selesai ku lanjutkan" ucap naren
"benarkah" ucap acha antusias
"baik sekarang ayo kita mulai bercerita dulu" ucap naren
__ADS_1