
pembicaraan pun terus berlanjut.
"bunda merestui kalian kok" ucap bu lita
"ayah juga merestui kalian kok" ucap suami bu lita
"kami tentunya sangat merestui kalian" ucap pak Ryan
"kenapa acha tidak terkejut mereka menyatakan sudah pacaran, apakah acha tau" ucap bu shena
"hehe achakan memang sudah tau dari sebelum mereka jadian" ucap acha
"hah, kenapa bisa kenapa kau tidak berbicara pada kami" ucap bu shena
"kan acha di sogok sama baju terus di traktir banyak makan pas dikantor, heheh" ucap acha tersenyum nyengir
"bisa bisa nya kau disogok" ucap bu shena
"heh aku gak nyogok yah" ucap nela
"Iyah lagian kamu yang minta kan" ucap Arga
"kan itu biar aku gak ngomong sama bunda dan ayah" ucap acha
tiba tiba acha dijewer,
"kamu yah dasar belajar sama siapa mau di sogok" ucap bu shena
"aduh bunda jangan dijewer bunda aduh tolong bunda" ucap acha
"nah rasain tuh" ucap Arga
"kakak apaan sih sakit tau ini mau aku jewer juga" ucap acha
"ehh no no no" ucap Arga
semua orang tertawa melihat tingal mereka.
"ekh Arga tau gak, kayanya ade kamu juga jadi tuh sama anaknya adinata"ucap pak Ryan
" hah kamu kok gak ngomong ama kakak" ucap Arga
"apaan sih kakak ucapan ayah di percaya aja" ucap acha
"orang bener kan kemaren kamu sempet dianterin sama naren" ucap pak Ryan
"kok bisa dianterin sih" ucap arga
"kan ceritanya jadi mobil aku mogok terus aku..... " ucap acha terputus
"kok gak langsung telpon kakak sih kalau mobil kamu itu mogok" ucap Arga nyerocos
"ikh kakak diem dulu dong jn motong pembicaraan" ucap acha
"yaudah lanjutin" ucap Arga
"nah aku tuh jalan aja gitu nyari taksi sama angkot ternyata gak ada tiba tiba ada motor nyamperin aku ekh ternyata itu Arga" ucap acha
"terus kamu mau diajak gitu sama dia" ucap Arga
"yah Iyah masa aku nolak sih, lagian kan aku juga butuh tumpangan" ucap acha
"makannya kamu tuh kalu ada apa apa ngomong ama kakak langsung bukan malah jalan sendiri" ucap Arga
"yah kan acha dah jelasin tadi" ucap acha
__ADS_1
"dia ngapain aja kekamu" ucap Arga
"gak ngapa ngapain, cuman minta nomor aku doang udah itu aja gak lebih" ucap acha
"kan waktu itu kamu udah kasih nomor ke dia" ucap Arga
"kan nomornya ilang katanya" ucap acha
"terus kenapa dia gak minta sama kakak nomornya" ucap Arga
"kan takutnya bukan dapet nomor malah kena omel sama kakak" ucap acha
"yah lagian gak punya nyali banget" ucap Arga
"udah udah Arga lagian posesif banget sih" ucap pak Ryan
"kalian tuh yah lagian Arga juga biarin aja harusnya kamu dukung" ucap bu shena
"haha lagian bun Arga cuman ngerjain dia aja dilihat lihat kayanya emang beneran suka serius ama acha dia ituh" ucap arga
"apaan sih kak" ucap acha
"kakak telpon aja naren nya haha" ucap Arga mulai membuka hpnya dan menelpon Arga
sedangkan naren saat ini
dia baru selesai makan malam bersama keluarganya dan dia berkumpul di ruang tamu, diapun memilih pamit untuk kekamar.
naren mulai merebahkan tubuhnya.
"acha sedang apa yah sekarang apa dia udah tidur atau belum yah aku chatt aja deh dia" ucap naren
saat dia akan mengirim pesan tiba tiba ada telpon masuk.
"ekh kok ad yang nelpon siapa, hah Arga ada apa yah hallo" ucap naren
"Arga cuba loudspeaker" ucap bu shena pelan
lalu Arga pun mengeraskan suara tersebut dan mulai berbicara
Iyah halo naren
ada apa yah tuan Arga
tidak usah sebut tuan Arga saja naren
akh Iyah kenapa
apa kau sedang sibuk
tidak kok
baguslah kalau begitu
humm kenapa
aku ingin tanya dengar dengar dari ayah dan bunda kemarin kau mengantarkan acha
Iyah benar memangnya kenapa kak
kenapa kau tak langsung berbicara padaku kalau kau sudah mengantarkan adikku.
memangnya semua tentang acha harus dilaporkan ke kamu yah.
tidak rapi dia kan adiku sudah sepatunya aku menjaganya dan tau dengan siapa dia pergi.
__ADS_1
ouh begitu maaf kalau begitu kemarin aku sempat mengantarnya dan tak memberitahu mu.
tak apa tapi lain kali kalau kau mau pergi bersama adikku kau harus bilang padaku.
humm baiklah kalau begitu, nanti hari Kamis aku akan mengajak adikmu berkencan.
ouh baiklah kalau mau berkencan dengan adikku.
Iyah apakah kau mengijinkannya.
tentu saja, tapi tidak gratis.
lalu aku mau minta apa.
aku ingin memakai hotelmu untuk acara pertunangan ku 2 bulan lagi bagaiamana.
okey aku setuju nanti kau atur saja tanggal nya.
baiklah kalau begitu.
nanti jangan sampai kau mengangguku yah saat aku berkencan atau bahkan menghalangi acha.
tentu saja tidak kau akan aman.
baguslah kalau begitu.
yasudah kalau begitu hanya itu yang mau aku tanyakan
ouh begitu.
tut...
telpon pun dimatikan
acha yang mendengar dari awal sampai akhir merasa sangat gugup.
"ciee acha mau kencan gak jadi suprise dong udah tau duluan" ucap nela
"ikh apaan sih nela" ucap acha
"udah udah biarin acha lagi malu jan diganggu" ucap bu shena
"ekh arga tadi kamu bilang apa mau minjem hotel buat pertunangan ku emang kalian mau tunangan kok gak bilang" ucap pak Ryan
"nah Iyah itu kami juga mau tanya itu" ucap suami bu lita
"heheh Iyah kami juga selain ngomong kami pacaran juga mau minta ijin kalau kami tuh mau tunangan 2 bulan lagi" ucap Arga
"hah kalian itu kenapa baru ngomong mendadak banget banyak yang harus di persiapkan" ucap bu lita
"tenang tante aku juga udah ngomong sama keluarga aku bahwa aku mau ngelamar cewe 2 bulan lagi semua udah siap kok, nah aku tuh tinggal hotel, aku dah ngincer hotel naren, pas kemarin aku tanya ke resepsionis katanya gak bisa, nah pasti ada kesempatan ke pemiliknya langsung dan dia setuju jadi semunya dah aman deh" ucap Arga
"syukurlah kalau udah selesai sekarang mungkin tinggal baju kalian dan keluarga" ucap bu shena
"haha tenang bun semua aman kalian tingal Terima bajunya aja Arga udah pesen di butik langganan keluarga kebetulan kan ada ukuran kalian semua" ucap Arga
semua orng terkejut atas penuturan Arga kecuali nela
"hah kalian kok mengejutkan banget gak bilang bilang" ucap bu lita
"jadi selama sebulan ini kalian keliatan sibuk berdua kemana mana itu ternyata karena lagi nyiapin itu semua" ucap acha
"Iyah dong" ucap nela
"hih dasar kalian kenapa pada bungkam sih" ucap acha
__ADS_1
"syukur kalau begitu tinggal biaya yah biar nanti aku bilang ke kami kekurangannya berapa" ucap suami bu lita
"baik om kalau urusan itu" ucap Arga