Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
memperketat penjagaan


__ADS_3

ansa dengan tergesa gesa masuk kedalam ruangan acha.


"ada apa karin menelponku, dan acha kenapa kamu" ucap ansa yang berdiri di hadapan acha dan karin


"aku ingin membicarakan tentang acha" ucap karin


"ada apa memangnya" ucap ansa khawatir


"tadi ada karyawan yang hampir melecehkan acha untung saja para penjaga cepat datang" ucap karin


"apa karyawan tersebut adalah orang yang sama yang terobsesi pada acah 2 bulan lalu" ucap Arga yang baru masuk ke ruangan itu


mereka melihat ke arah Arga.


"Iyah benar" ucap karin


"kenapa kejadian itu bisa terjadi, apa kau tidak melihatnya" ucap ansa sedikit emosi


"tenangkan emosimu" ucap Arga


"tadi dia bilang ada keributan di bawah dan meminta segera aku untuk keluar, dan dia yang akan menangis acha untuk itu, tapi ternyata itu hanya akal akalnya dan berujung dia hampir melecehkan acha" ucap karin


"apa kau tak apa apa cha, apa yang di lakukan, apa ada yang terluka padamu" ucap Arga pada acha


"tidak kak aku baik baik saja dia... dia hampir menukar bajuku dan memperkosa ku, tapi aku menendang *********** dan langsung aku mengunakan ilmu bela diriku, dan saat itu para penjaga datang... hiks.. hikss.. " ucap acha


"lalu sekarang orang itu ada diakan" ucap ansa


"dai sedang di bawa ke luar kota ini oleh para penjaga" ucap acha


"kenapa kau tak menungguku, dan kenapa tidak habisi saja orang itu biar tidak melakukan tindakan itu lagi" ucap ansa


"jangan kak biarkan saja, lagian acha juga tak apa apa" ucap acha


"ini tak bisa dibiarkan acha, kakak menyesal kenapa tidak dari dulu saja memecat orang itu" ucap Arga


"dia.. dia bilang tadi karena sekarang tak ada kakak, makannya dia berani melakukan tindakan seperti itu" ucap acha


"kan benar apa yang ku katakan, sekarang lebih baik perketat penjagaan" ucap Arga


"kau benar, penjaga itu sekarang tempatkan di depan ruanganmu ini, kakak akan memangil penjaga lain untuk berjaga di setiap sisi perusahaan ini, kakak tidak ingin ini semua terjadi lagi" ucap ansa


"baiklah itu terserah kakak, kalau memang itu yang terbaik" ucap acha


"ayo sebaiknya kita pulang, tak bagus bila kau harus bekerja dalam kondisi seperti ini" ucap ansa


"tapi kak" ucap acha


"turuti perintah ansa , sekarang juga, atau kau tak perlu bekerja lagi" ucap arga


"baiklah kak Arga" ucap acha


"yasudah ayo pulang" ucap arga


"karin kau juga ikut" ucap ansa


"tapi perusahaan" ucap karin


"tidak ada penolakan" ucap ansa

__ADS_1


"baiklah"ucap karin


" sebenatar kak, aku mau bereskan dulu tas ku" ucap acha


"biar aku bantu acha" ucap karin


"baiklah mbak" ucap acha


setelah selesai mereka segera turun dan menuju parkiran.


"kamu bersama kakak, biarkan penjaga yang membawa mobilmu" ucap Arga


"baik kak" ucap acha


"ayo" ucap ansa pada karin


mereka semua pun menaiki mobil masing masing dan melakukan mobilnya menuju rumah kediaman pak Ryan.


cukup lama perjalanan ditempuh, kini sudah sampai di depan rumah pak Ryan.


mereka semua pun masuk kedalam rumah tersebut.


"assalamu'alaikum bunda, tante" ucap mereka serempak


"waalaikumsalam" ucap bu shena lalu menoleh" loh loh kok kalian udah pulang aja dan kenapa ada ansa dan Arga juga" ucap bu shena heran


"ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan" ucap Arga


"apa itu" ucap bu shena


"Iyah akan kami ceritakan" ucap Arga


"ekh Iyah ayo duduklah" ucap bu shena


"sebenarnya ada apa" ucap bu shena


"kami pulang karena, tadi ada orang yang hampir melecehkan acha" ucap Arga


"hah bagaimana mungkin itu semua terjadi, bukankah banyak penjaga disana, nak apa kau tak apa apa" ucap bu shena begitu panik


"tak apa bun" ucap acha


"kejadian itu diluar dugaan tante" ucap ansa


"kenapa diluar dugaan" ucap bu shena


"dia memanipulasi karin dan itu terjadi di depan ruangan acha, di aman tidak ada penjaga disana" ucap Arga


"siapa orang tersebut" ucap bu shena


"dia orang yang sangat terobsesi pada acha pun, dan dia bilang berani melakukan hal itu karena tidak ada Arga" ucap Arga


"hah, lalu kemana orang itu sekarang, orang itu pantas di penjara" ucap bu shena


"orang itu sudah dibawa oleh para penjaga keluar kota, dan dia tidak sudah berjanji tidak akan kembali lagi kesini tante, kami sudah mengancam kalau kembali kesini dia bisa dihabisi oleh ansa dan juga Arga" ucap karin


"syukur kalau begitu bunda benar benar berharap tidak akan pernah terjadi hal seperti itu kembali, nak apa ada luka ataupun apa" ucap bu shena


"tidak bunda untung tidak terjadi apa apa karena acha langsung menendang *********** dan juga mengeluarkan ilmu bela diri acha" ucap acha

__ADS_1


"akh syukurlah sayangku, bunda akan segera bilang pada ayahmu, supaya menegaskan hal ini pada semua karyawan, dan kan hari ini bukannya ayah akan berkunjung ke perusahaan" ucap bu shena


"akh Iyah benar bunda acha melupakan itu" ucap acha


"ya sudah kita telpon saja sekarang" ucap bu shena


"ya ampun Arga juga lupa tadi tidak meminta ijin pada ayah, setelah mendapat telpon dari karin Arga segera menuju perusahan acha karena takut sesuatu terjadi, dan benar saja" ucap Arga


"yasudah ayo telpon lah sekarang" ucap bu shena


"baik bun" ucap arga


Arga mulai menelpon pak Ryan.


tu.. tutt..


hallo.


hallo Arga kenapa kau nelpon bukan kah kau ada di perusahaan.


tidak ayah Arga ada di rumah saat ini.


dirumah kenapa kau tidak bilang terlebih dahulu ada apa, bukankah kita akan ke perusahaan acha setelah makan siang nanti.


itulah ayah, tadi ada insiden, karin menelpon dan argapun segera ke perusahaan acha.


hah ada apa memangnya dengan acha.


jadi begini ayah (Arga menceritakan semua sampai selesai).


hah bagaimana bisa ini semua tidak bisa dibiarkan.


Iyah ayah Arga pun syok mendengar hal tersebut, dan arga dan juga ansa pun memutuskan memperketat penjagaan.


baguslah kalau begitu mana acha biar ayah bicara padanya.


(argapun meberikan telpon pada acha)


iya ayah.


kau tak apa apa nak, jangan khawatir ayah tidak akan membiarkan hal semacam tadi terulang.


acha baik baik saja ayah terimakasih, untunglah para penjaga tepat waktu.


akh syukurlah,kalau begitu nak jangan khawatir, tenangkan dirimu.


Iyah ayah tentu saja.


("berikan hpnya nak" ucap bu shena, lalu acha pun memberikannya)


hallo ayah.


Iyah bund.


ayah sekarang akan ke perusahaan acha kan tolong tegaskan pada karyawan perusahaan tentang hal ini yah agar mereka mengerti dan beri mereka peringatan kalau hal tersebut terulang kembali.


baik bunda akan ayah tegaskan nanti.


yasudah ayah kembali bekerja saja, acha tenang bersama bunda.

__ADS_1


baiklah bunda jaga baik. baik acha


Iyah ayah


__ADS_2