
keesokan harinya.
saat ini acha sedang berpamitan pada bunda dan ayah untuk ke kantor.
"bun, ayah acha mau ke kantor kalau begitu"ucap acha
" yaudah hati hati" ucap bu shena
"ayah juga mau berangkat ke kantor" ucap pak Ryan
"dek emang gak mau barengan ama kakak" ucap Arga
"ngak akh acha mau naik mobil sendiri ini juga mau cek ada gak di bagasi" ucap acha
"humm gitu yah yaudah terserah kamu aja" ucap Arga
"yaudah aku mau ke bagasi ini" ucap acha
"Iyah ayo barengan aja kakak juga mau ngeluarin mobil" ucap Arga
"yah tinggal jalan aja kan" ucap acha lalu dipun berjalan ke arah bagasi, dan dia teringat sesuatu lalu berbalik
"kenapa kamu berbalik lagi" ucap Arga
"ada yang lupa kak" ucap acha
"apa" ucap Arga
"itu selaman ama bunda" ucapnya lalu menghampiri bu shena dan mencium tangan bu shena dan juga pak ryan
"hahah Iyah lupa pantesan kaya ada yang hilang" ucap arga lalu melakukan apa yang acha lakukan
"yaudah bun assalamu'alaikum" ucap acha
"waalaikumsalam" ucap bu shena
setelah itu acha dan Arga pun menuju tujuannya yaitu bagasi mobil. dan kini mereka sampai di bagasi.
"dek mobil kamu yang mana" ucap Arga
"yang itu warna silver" ucap acha
"ouh yang itu" ucap Arga
"Iyah emang kenapa" ucap acha
"gak mau mobil yang lebih kecil lagi kaya yang di bagasi sebelah sana" ucap Arga
"ngak kak, mobilnya terlalu bagus takut malah nanti jadi bahan dibegal" ucap acha
"ouh gitu, bener juga sih kamu sih gak mau di setirin" ucap Arga
"nanti 2 bulan lgi baru mau di supirin kak" ucap acha
"keburu kakak dong yng supirin" ucap Arga
"heheh gak papa dong" ucap acha
"Iyah sih emang gak papa" ucap Arga
"kaka sekarang mau kemana" ucap acha
"mau jemput nela, makannya kakak nawarin kamu mau dianterin kaka atau ngak " ucap Arga
"ouh gitu yah, yaudah acha mau jalan duluan aja" ucap acha lalu berjalan menuju mobilnya
"hati hati yah dek" ucap Arga
"Iyah kak, dah" ucap acha lalu dia mulai memasuki mobilnya
Arga juga menaiki mobilnya.
kini mobil mereka mulai melaju menuju keluar dari kediaman pak Ryan. menuju arah tujuan masing masing.
acha pun kini sudah sampai di perusahaan, dia mulai memasuki perusahaan nya dan disapa oleh para karyawan nya. sekarang acha menuju ruangan CEO namun sebelum dia memasuki ruangan CEO dia disapa oleh karin
"selamat pagi nona" ucap karin
__ADS_1
"pagi juga karin, apa ada masalah" ucap acha
"tidak ada masalah nona tapi karna sebentar lagi adalah ulang tahun perusahaan cabang disini maka setiap devisi mengusulkan untuk merayakannya dan meminta persetujuan dari nona" ucap karin
"akh iya aku melupakan itu, kapan acaranya karin" ucap acha
"dua minggu lagi nona" ucap karin
"dua minggu lagi waktu yang singkat untuk mempersiapkan itu, bagaimana kalau kita lakukan sederhana aja, dan tolong beritahu pada setiap devisi untuk membuat nasi tumpeng seunik mungkin dan yang baling unik akan diberikan hadiah, tentunya rasanya juga harus sangat enak" ucap acha
"baik nona kalau begitu akan saya umumkan pada setiap devisi" ucap karin
"yasudah kalau begitu saya masuk ke ruangan saya, dan juga tolong bawakan berjas yang belum saya tandatangani kemarin" ucap acha
"baik nona" ucap karin
acha pun masuk ke dalam ruangannya dan mulai mengerjakan pekerjaannya, selang beberapa menit karin mengetuk pintu dan memberikan berkas yang akan acha tandatangani.
"permisi nona ini berkas berkas yang Anda minta" ucap karin
"Iyah katin simpanlah dimeja" ucap acha yang sedang pokus pada komputer
karin pun menyimpan berkas tersebut lalu dia kembali pamit
"kalau begitu saya kembali ke ruangan saya nona" ucap karin
"yah silahkan" ucap acha
karin pun pergi dari ruangan itu, dan acha pun melanjutkan pekerjaannya.
tak terasa saat mengerjakan semuanya, kini sudah memasuki waktu makan siang, acha yang menyadari itu ia akan keluar namun tiba tiba pintu diketuk.
tok.. tok...
"masuk" ucap acha
"permisi nona" ucap karin
"yah karin ada apa" ucap acha
"siapa orangnya" ucap acha
"kurang tau nona, tapi kemungkinan dia adalah kolega bisnis nona" ucap karin
"ouh persilahkan masuk saja" ucap acha
"baik nona" ucap karin lalu dia pun keluar dan menyuruh orang tersebut masuk
"silahkan tuan anda sudah di perbolehkan masuk" ucap karin
"terimaksih, kalau begitu saya permisi masuk" ucap naren
"yah silahkan tuan" ucap karin
naren langsung memasuki ruangan ceo tersebut.
"Hai nona" ucap naren
acha langsung menoleh
"ekh naren" ucap acha
"yah aku naren kenapa tidak dipersilahkan duduk" ucap naren
"tidak, kalau saja aku tau kau adalah tamunya aku akan tolak mentah mentah" ucap acha
"kenapa ditolak sih" ucap naren
"gak papa" ucap acha
"terus sekarang gimana aku mau di usir nih" ucap naren yang masih tetap berdiri
"udah terlanjur udah silahkan duduk" ucap acha
"terimakasih" ucap naren lalu dia pun duduk.
"ada apa kamu kemari naren" ucap acha
__ADS_1
"ini aku membawakanmu makan siang jadi ayo kita makan siang" ucap Arga memperlihatkan rantang yang ia bawa
"kenapa harus repot repot membawakan makan siang" ucap acha
"tak apa aku tak merasa direpotkan, ayo kita makan" ucap naren dan mulai membuka rantang nya
"humm" ucap acha
mereka mulai membagi makan yang ada dirntang tersebut dan mulai memakannya.
"kau tau makanan ini adalah buatan ibu ku" ucap naren
"buatan ibu mu" ucap acha
"yah, tadi aku bilang pada ibu aku akan memasak untukku membawa bekal, lalu ibu bilang biar ibu saja yang memasak karena takut aku terlambat, jadi ini adalah masakan ibu" ucap naren
"ouh begitu yah memangnya kau bisa memasak" ucap acha yang masih terus mengunyah
"bisa dong, nanti kapan kapan aku akan masakan untukmu yah" ucap naren mulai menyuap kembali makanannya
"humm baiklah aku tunggu" ucap acha
"bagaimana pendapatmu tentang rasanya" ucap naren
"ini sangat enak" ucap acha
"baguslah kalau enak" ucap naren
"yah kan buatan ibu kamu pasti enak kan, sudah sangat berpengalaman" ucap acha
"hahah yah kau benar" ucap naren
"sudah ayo lanjutkan saja makannya" ucap acha
"yah tentu saja" ucap naren
mereka pun melanjutkan makannya hingga semua habis tak tersisa, setelah selesai acha pun menata kembali rantang makan yang dibawa oleh Arga.
"bagaimana kenyang" ucap naren
"yah sangat kenyang" ucap acha
"baguslah" ucap naren
"huum" ucap acha
"acha sebenarnya aku kemari bukan cuman untuk membawakan makanan, tapi juga akan mengajakmu kencan malam ini" ucap naren
"hah kencan" ucap acha pura pura tekejut
"iyah kencan" ucap naren
"untuk apa kencan" ucap acha
"yah ingin mengajakmu untuk lebih dekat bersama saja"ucap naren
" ouh begitu" ucap acha
"yah apakah kau mau menerima tawaran ku" ucap naren
"huum boleh saja, kebetulan aku juga tidak ada kegiatan" ucap acha
"terimakasih kalau kau mau nanti aku jemput ke rumahmu yah" ucap naren
"boleh" ucap acha
"nanti aku akan datang ke rumahmu jam 8" ucap naren
"yah aku akan bersiap siap" ucap acha
"kalau begitu makan siang sudah dan aku sudah mengungkapkan keinginanku untuk mengajakmu berkencan, jadi aku permisi kembali ke kantorku" ucap naren
"yah silahkan pergilah" ucap acha
"assalamu'alaikum" ucap naren lalu dia mulai berjalan pergi
"waalaikumsalam" ucap acha
__ADS_1