Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
keluar kota


__ADS_3

kini mereka semua sudah selesai sarapan.


acha yang sebentar lagi berangkat dia mulai menanyakan pada pelayan apa bekalnya sudah slesai di masukan atau belum.


"bi bekal yang tadi apa udah dimasukin ke dalam kotak bekal" ucap acha pada pelayan


"sudah nona dan saya juga sudah memasukan ke dalam totebag, apa mau diambilkan sekarang" ucap pelayan


"ouh sudha terimakasih bi, iyah tolong ambilkan dan juga saya lupa bi meminta mengisikan minum" ucap acha


"akan saya ambilkan, soal minum saya sudah siapkan air putih ke dalam botol tapi bila nona ingin membawa jus atau lainnya akan saya buatkan terlebih dahulu" ucap pelayan


"bibi perhatian banget, udah inget harus bawain minum, ngak papa bi air putih juga, tapi acha niatnya emang mau bawa 2 botol, tolong satu botol lagi di isi jus tomat yah bi, dan maaf tolong buatkan terlebih dahulu jus nya, acha tadi lupa membuatnya" ucap acha


"tentu nona, baik akan bibi buatkan nona tidak perlu sungkan" ucap pelayan


"terimakasih bi" ucap acha


"kalau begitu saya akan kebelakang mengambil kotak bekal dan membuatkan jus tomat nya nona" ucap pelayan


"silahkan bi" ucap acha


saat pelayan pergi, semua orang merasa heran dengan acha yang membawa bekal.


"nak tumben kamu bawa bekal" ucap pak Ryan


"iyah dek ada apa nih bawa bekal" ucap arga


"ekh kalian ini biarin dong jadi acha kan bawa makanan homemade gak usah jajan diluar biar lebih sehat" ucap bu shena


"yah itu acha bawa bekal supaya gak beli keluar" ucap acha


"ouh begitu yah" ucap Arga


"nah bagus mening gitu na tiap hari kamu bawa bekal" ucap pak Ryan


"iyah ayah ini juga acha bakal sering sering bawa bekel" ucap acha


"bagus nak, kalo nanti bunda yang buatin yah" ucap bu shena


"baik bunda" ucap acha


"nah bagus" ucap pak Ryan


saat obrolan itu, pelayan pun datang dan membawakan bekal acha.


"ini nona bekalnya, botol minumnya sudah saya masukan didalam totebag juga" ucap pelayan menyimpan di atas meja makan.


"terimakasih bi" ucap acha


"sama sama nona, kalau begitu saya permisi" ucap pelayan


"silahkan bibi" ucap acha


pelayan pun pergi kembali dan mengerjakan tugasnya.


"bun, yah, kak, acha mau berangkat yah ini bekalnya udah dateng" ucap acha


"yaudah hati hati" ucap bu shena


"ayah juga ini mau berangkat bersama kak Arg, ayo arga" ucap pak Ryan


"iyah ayo yah" ucap arga


"kok ayah sama kak arga pak maman mana" ucap acha


"pak maman gak ada nak, lagi isin sodaranya mau nikah dia jadi wali nikahnya" ucap pak Ryan


"ouh begitu ya, aku kira pa maman kemana" ucap acha


"kan semalem abis kencan sih jadi gak tau pak maman ijin pulang" ucap arga meledek


"apa bahas kencan lagi, kakak sadar gak sih kakak tuh nyalahin diri sendiri kan kakak yang nyuruh kencan huh dasar nyebelin" ucap acha merajuk


"hahah kasian banget adek kakak ini terpaksa" ucap arga


acha tak menjawab dia memilih terus membangunkan bibirnya.


"arga udah, gak liat adek kamu itu kasian tuh dia cemberut mulu" ucap bu shena


"hahah iyah bun maaf" ucap arga


"udah bun, mau berangkat aja aku (acha pun mencium tangan bu shena, lalu pak ryan) assalamu'alaikum acha berangkat" ucap acha mulai pergi


"heh kamu sama kakak gak salim nanti kamu kewalat yah bakal nyesel nanti siang" ucap arga


"biarin, abisnya kakak jahat" ucap acha merajuk seperti anak kecil dan terus melanjutkan langkahnya.


kini acha sudah sampai diparkiran, dia pun mulai memasuki mobilnya menuju parkiran.


mobil acha pun kini melaju menuju kantor.


setelah sampai dikantor kini acha mulai memasuki ruang CEO. dan dia sudah disambut karin di depan pintu.


"selamat pagi nona" ucap karin


"pagi karin" ucap acha


"ini nona ada berkas yah membutuhkan persetujuan nona" ucap karin sambil membawa setumpuk berkas


"huh tampaknya pekerjaanku hari ini cukup banyak" ucap acha

__ADS_1


"iyah nona, dan untung saja hari ini nona tidak memiliki jadwal rapat, dan cukup banyak juga berkas yang harus anda tandatangani" ucap karin


"akh baiklah, eum karin tolong bawakan yah berkas ke dalam ruangan ku, karena lihatlah aku membawa dua jing jing tas" ucap acha sambil memperlihatkan yang ia bawa


"tentu nona tak masalah itu tugas saya" ucap karin


merekapun masuk kedalam ruangan CEO dan menuju meja kerja acha. karin lalu menyimpan berkas tersebut di meja, dan acha pun juga duduk.


"eum karin nanti saat makan siang ku ke ruangan ku yah, kita makan siang bersama, tas yang aku bawa ini berisi bekal dan aku membawakan untuk porsi kita berdua" ucap acha


"terimakasih nona, saya kan kesini saat makan sing tiba, tapi kenapa nona membawa bekal, bukankah sering ada yang mengantarkan untuk nona" ucap karin


"nah itu, aku membawa bekal supaya tak dikirim makanan, dan bisa menolak dengan alasan aku membawa sendiri" ucap acha


"ouh begitu yah nona, saya kira yang sering mengirim bekal adalah ibu nona" ucap karin


"bukan karin, yang mengirim adalah naren, dan aku malas akan itu" ucap acha


"jangan malas nona, nanti takutnya nona malah merindukannya" ucap karin


"tidak akan karin" ucap acha


"baiklah nona saya permisi keruangan saya karena banyak yang harus saya kerjakan" ucap karin


"yah silahkan karin aku juga akan mengerjakannya" ucap acha


karin pun pergi dari ruangan tersebut dan menuju ruangannya. kini tinggalah acha sendiri dia mulai menata mejanya, terlebih dahulu dia menyimpan kotak bekal nya disamping meja.


"nah sekarang sudah rapih, aku mulai mengerjakan dari yang mana terlebih dahulu yah" ucapnya sambil melihat berkas. lalu dia mengambil salah satu berkas dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


dia terus mengerjakan pekerjaannya dan tanpa sadar kini sudah menunjukan jam makan siang.


saat sibuk dengan pekerjaannya itu ada notifikasi pesan masuk. dia melirik nya dan mengambil HP tersebut dan yah ternyata dari maren.


^^^selamat siang acha^^^


^^^selamat makan siang^^^


^^^jangan terlalu pokus dalam bekerja^^^


^^^kau harus makan siang^^^


siang, akh iyah sudah waktu


makan siang.


^^^tuh kau terlalu pokus bekerja^^^


tidak waktu makan siang kan


baru saja tiba


^^^maaf yah aku tidak bisa mengirim^^^


^^^makan siang hari ini^^^


tak masalah, lagi pula aku tidak


terlalu mengharapkan, lagi pula


merepotkan mu, harus mengirim


makan siang terus. lagi pula


aku juga membawa bekal sendiri.


^^^tak apa aku malah senang mengirimi ^^^


^^^kau makan nan supaya gini mu ^^^


^^^terpenuhi, baguslah kalau kau^^^


^^^membawa bekal sendiri^^^


iyah aku membawa bekal


agar kau tak repot mengirim


makanan.


^^^haha kau jujur sekali yah^^^


tentu lah kita harus jujur


dari pada membuat orang berharap


^^^haha kau seperti menyindir^^^


tidak sama sekali


^^^aku ingin bilang untuk 2 minggu ^^^


^^^kedepan aku tidak akan mengirimi ^^^


^^^kau makanan^^^


baguslah


^^^iyah kau harus sering membawa bekal yah^^^


tentu aku akan sering bawa bekal

__ADS_1


^^^kau tidak mau tanya kemana aku ^^^


^^^tidak mengirimi kamu makanan^^^


aku tak peduli


^^^baiklah kalau kau tak peduli^^^


iyah sudah aku mau makan siang


^^^silahkan tuan putri^^^


percakapan pun berakhir kini acha pun mulai membuka kotak bekalnya dan saat membuak bekal dia teringat karin belum juga mengetuk pintu apakah karin sama sepertinya terlalu pokus pada pekerjaannya.


lalu dia segera mengambil kembali hpnya dan menelpon karin


tut... tut...


halo karin


halo nona


kenpa kau belum juga ke ruangan ku


maaf nona saya sekarang masih mengerjakan pekerjaan.


sudahi pekerjaanmu itu ayo kita makan siang saja


baik nona saya segera kesana.


yah aku tunggu.


telpon pun berakhir dan acha mulai berjalan ke arah sopa dan membawa bekalnya tersebut.


dan saat itu karin mengetuk pintu.


tok. tok. tok..


"masuklah karin" ucap acha


lalu karin pun masuk.


"ayo duduk lah kemari karin" ucap acha


"baik nona" ucap karin lalu berjalan ke arah karin.


"ayo kita makan karin" ucap acha


"iyah nona baik" ucap karin kaki


"apakah kau suka makan ini, kalau tak suka tak apa" ucap acha


"suka nona, dan sayur tumis ini adalah kesukaan saya dari kecil" ucap karin jujur


"wah kau suka ternyata selera kita sama, maaf yah kalau rasanya kurang enak ini buatanku" ucap acha


"tak apa nona, kan belum dicoba, jadi tidak usah bilang tidak enak" ucap karin


"yasudah ayo cobalah" ucap acha


"baik nona akan saya coba" ucap karin dia mulai memasukan makan ke mulutnya


"bagaimana rasanya" ucap acha memperhatikan ekspresi karin


"enak nona ini benar benar enak" ucap karin


"haha terimakasih" ucap acha


"saya yang harusnya berterimakasih nona" ucap karin


"sudahlah karin eum, ayo lanjutkan saja makannya" ucap acha


"iyah nona" ucap karin


merekapun melanjutkan makannya hingga selesai.


setelah selesai karin mengucapkan terimakasih dan berbincang terlebih dahulu.


"nona terimakasih makan siangnya" ucap karin


"yah sama sama karin, eum karin besok aku tidak akan ke kantor, aku Titip perusahan yah karin" ucap acha


"kenapa nona tidak akan ke kantor, baik akan saya jaga nona" ucap karin


"ada urusan keluarga" ucap acha


"ouh begitu yah nona, kalau nona besok tak kantor berarti saya harus melaporkan sesuatu hari ini"ucap karin


" melaporkan apa" ucap acha


"karyawan ingin membuat acara di perusahaan untuk minggu, seperti makan makan dan lainnya, dan berencana untuk membicarakannya besok pada nona apakah nona akan setuju" ucap karin


"baiklah kalau begitu,tentu aku aka setuju atur saja apa yang dibutuhkan untuk acara besok untuk anggaran biar aku yang tanggung" ucap acha


"baik nona kalau begitu" ucap karin


"yah karin, tampaknya sekarang makan siang sudah selesai aku akan melanjutkan pekerjaanku" ucap acha


"baik nona kalau begitu saya akan kembali keruangan saya permisi" ucap karin


"silahkan karin" ucap acha

__ADS_1


__ADS_2