
30 menit berlalu dari arah sebelah kanan nampak acha dan juga naren datang menghampiri mereka, dengn naren membawa kayu bakar di tangannya.
"akhirnya kalain kembali juga nak ayah menunggu kalian sejak tadi" ucap pak ryan
"iyah ayah maaf, tadi aku melihat lihat daerah sini sambil mengambil kayu bakar" ucap acha
"tadinya kalau kalian belum datang juga ayah akan menyusul kalian ke sana" ucap pak ryan
"maaf om, saya tau om khawatir, tapi dengan sekuat tenaga saya, saya pasti akan menjaga acha" ucap naren
"iyah om tau nak, tapi om takut terjadi hal hal yang lebih menakutkan lainnya masalahnya, kita ini dekat dengan hutan" ucap pak ryan
"iyah om, tapi alhamdulillah naren sudah tau tentang daerah ini mana yang aman dan tidak aman" ucap naren
"akh syukurlah" ucap pak ryan
"memangnya kau seblumnya pernah kesini" ucap Arga
"yah Kak aku pernah kesini setelH lulus SMA, saat liburan waktu itu aku kesini bersama teman teman yang sering muncak" ucap naren
"ouh begitu pantas saja" ucap Arga
"iyah kak" ucap naren
"kau suka memuncak naren, berarti kau anak gunung" ucap pak ryan
"iyah om saya suka muncak, tapi saya tetap anak mamah dan papah saya bukan anak gunung, saya hanya menyukai daerah Pegunungan" ucap naren
"hahah, kau bisa saja, yah maksudnya itu" ucap pak ryan
"sudah jan ditanya dulu, ayo sayang kamu istirahat dulu saja naren juga, kalian pasti cape kan" ucap bu shena
"akh iyah terimakasih tente, saya akan menyimpan kayu bakar ini di sebelah tenda dapur terlebih dahulu" ucap naren
"yah silahkan" ucap bu shena
setelah naren selesai menyimpan kayu bakar tersebut dia kembali ke tempat tadi.
dan naren pun duduk di sebelah acha.
"naren" ucap Arga
"Iyah kenapa kak" ucap naren
__ADS_1
"begini jadi saat sebelum acara pertunangan berlangsung kita akan menginap terlebih dahulu" ucap Arga
"Iyah kak boleh tentu saja, memang naren sudah mempersiapkan itu" ucap naren
"untuk masalah pembiayaannya, kira kira berapa yah" ucap nela
"tidak usah kak, lagian sejak awal kan memang ini sebagai balasan atas mau nya acha di anak berkencan" ucap naren
"tapi waktu itu aku kan meminta balasan hanya sebuah ruangan saja tidak bersama hotelnya, jadi lebih baik aku membayarnya" ucap Arga
"tidak usah kak, toh kita akan menjadi keluarga, itupun kalau acha menerima, kalauun tidak, itu adalah balasan karena kalian menerima naren dengan baik" ucap naren
"nak, tentu saja acha akan menerimamu, toh kami sudah mempercayakan dirimu untuk menjadi pasangan acha walau dalam keadaan acha belum menerimamu" ucap pak Ryan
"Iyah om terimakasih sebelumnya semuanya kembali ke keputusan acha" ucap naren
"nah acha apa kau tidak akan menerima naren" ucap nela
"aku butuh waktu untuk menjawabnya" ucap acha
"tapi kami yakin kau akan menerimanya" ucap bu shena
"do'akan saja tante" ucap naren
setelah selesai solat kini semuanya di instruksikan untuk tidur siang, karena nanti malam akan di adakan api unggun, dan esoknya mereka akan pulang. persis seperti kemah pada umumnya yah.
semua memasuki tenda masing masing. dan semua pun mulai terlelap. berbeda dengan acha, ketika semua sudah mulai terlelap dan keadaan sepi. dia keluar dari tenda dan mulai agak menjauh dari tenda, dia menatap pemandangan sambil berpikir dan merenung.
"ternyata orang yang ku benci dan ku angap baik adalah orang yang sama, tapi kenapa kenapa bisa semua itu terjadi, aku tidak menyangka setelah mendengar penjelasannya tadi ternyata dia orang yang sering menolongku ketika aku pulang sekolah, tapi kenapa dia harus menyembunyikan kebaikan, dan dia berlaku buruk terang terangan, aku ingin rasanya mengatakan itu pada naren namun, aku yak mau mengungkap langsung identitas ku, apa yang akan dia lakukan saat dia tau itu adalah aku, apa dia akan terkejut, dan dia berkata sebelumnya dia akan menikahi acha yang di hina, tapi setelah bertemu aku acha yang dia angap tak kenal tina tiba dia ingin menikahi ku, dia bilang aku persis seperti acha yang dia hina itu, faktanya adalah aku orang yang sama, sekarang aku harus memilih yah atau tidak, aku memang memiliki sedikit rasa dengannya, tapi hati ini saat ini sedang tidak yakin, dia setengah kecewa dan setengah terharu, dulu dia ku anggap lelaki jahat, dan sekarang didepanku, dia adalah lelaki baik, dan dia kini berubah menjadi baik, dia bahkan berpikir ingin memperkenalkan aku dengan acha yang dia hina, padahal aku hanya satu orang. dan dia bilang dia mencariku selamat dia tahun dan anak buahnya baru menemukan titik terakhir ku, semoga saja saat nanti aku menjawab yah atau tidak padanya dan memberitahu kebenaran tentang siapa aku, orang orangnya belum menemukan aku, aku tidak ingin dia taun terlebih dahulu dari orang orangnya aku ingin, aku terlebih dahulu yang jujur padanya, kenapa kisah ku menjadi rumit seperti ini, aku dipertemukan kembali dengan orang yang sama, bahkan keluargaku menerima dia, aku bahkan sampai sekarang tak ingin memberi tahu kedua orang tuaku, bahwa dia lelaki yang menghinaku. memikirkan semua ini hanya akan membuat hatiku tak tenang lebih baik aku sejenak mendiamkan diriku"ucap acha laku dia menutup mata sejenak.
saat acha sudah sedikit terlelap tiba tiba seseorang menepuk pundaknya.
"acha" ucap ansa
seketika acha terlonjak kaget "kakak, aku kira siapa, aku kaget banget" ucap acha
"kamu sedang apa disini ayo sana tidur besok malam kau akan begadang" ucap ansa
"lalu kenapa kakak juga ada disini" ucap acha "kakak tidak mengantuk, dan kakak memang berencana akan menemui karin disini" ucap ansa
"kakak, pacaran mulu, mentang mentang ada kesempatan, harus dong lagian kakak ketemua juga bukan buat pacaran ada urusan" ucap ansa
"urusan apa sih, acha pengen tau" ucap acha
__ADS_1
"gak usah kepo nanti kamu liat aja kejutannya" ucap ansa
"ngak mau mau sekarang" ucap acha
"nanti aja, udah sana balik ke tenda lagian ngapain sih disini ngelamun de" ucap ansa
"aku gak ngelamun" ucap acha
"terus ngapain tadi dong tidur masa disini di tenda lah" ucap ansa
"gak aku lagi nenangin pikiran" ucap acha
"nenangin pikiran mau nerima naren apa ngak, de lebih baik Terima aja naren kakak yakin dia baik dan akan menjaga kamu, lagian kakak gak akan setuju kalo seandainya ada lelaki lain yang mau sama kamu, kakak udah setuju sama naren" ucap ansa
"udah lah kak jangan naren nare aja terus, bosen aku, aku kan pengen nenangin diri doang, lagian tujuan acha buat kemah juga buat nenangin firi dan ngerasain suasana baru" ucap acha
"yasudah kalau begitu syukurlah, asal jangan sampai memikirkan hal lain" ucap ansa
"Iyah ngak kok" ucap acha
dari arah kiri terlihat karin sedang berjalan menghampiri mereka
"haii cha" ucap karin
"Hai mbak" ucap acha
"kita ngerencanain kejutannya sama acha juga" ucap karin pada ansa
"ngak, orang disini kebetulan ada acha lagi ngelamun" ucap ansa
"ouh gitu, ngelamun kenapa kamu cha" ucap karin
"ngak papa kok mbak, acha cuman lagi nenangin pikiran lagian liat pemandangan" ucap acha
"ouh gitu yah" ucap karin
"Iyah mbak, yaudah deh kalau gitu acha pergi yah, takut ngengangu rencana kalian, dah" ucap acha sambil berdiri dari duduknya dan dia mulai berjalan
"sini aja cha mau kemana" ucap karin
"udah gak papa biarin aja" ucap ansa
"kasian dia tau" ucap karin
__ADS_1
"lagi banyak pikiran aja mungkin" ucap ansa