
kini mereka sudah sampai di tempat buss.
mereka turun dari mobil dan barang barang milik mereka dibawa oleh bodyguard acha yang selalu mengikuti dari belakang, dan juga tentunya mereka akan ikut ke kemah karena untuk menjaga keamanan disana nantinya
"nona ini kita bawa ke mobil apa ke tempat yang ada di dalam" ucap penjaga
"bawa dulu masuk kesana, karena aku tidak tau bus mana yang akan aku masuki" ucap acha
"ouh baiklah nona kalau begitu" ucap penjaga satu.
mereka kini bergegas mesuk kedalam tempat yang disediakan. disana sudah tampak ada keluarga lainnya.
"assalamu'alaikum" ucap bu shena, pak Ryan, acha dan naren.
"waalaikumsalam, kalian baru sampai kah, dan bersama siapa itu" ucap Ibu pak Ryan
"Iyah ma, kami baru datang, ini calon mantu kita" ucap pak Ryan
naren hanya tersenyum ramah, dan seketika senyumnya merekah kalau di akui sebagai calon menantu.
"bukan oma ayah ngado ngadai" ucap acha
"oalah, gak papa kok sayang kalaupun iyah, siapa namamu nak" ucap Ibu pak Ryan
"perkenalkan nama saya naren oma " ucap acha
"ouh naren" ucap Ibu Ryan
"Iyah oma" ucap naren
merekaoun melanjutkan berbincang ringan. hingga sekarang semuanya sudah berkumpul dan dari situ mereka semua pun berdiskusi untuk tempat bus.
"okey jadi untuk keluarga nela, acha, ansa, arga, shanin, nenek, nenek buyut, kita satu bus, untuk keluarga om wikra, om cahya, dan om romi, satu bus karena termasuk keluarga yang cukup banyak, sedangkan keluarga, tenteram amel tante mona, tante syasya itu satu buss dan juga keluarga oma mirna,oma janah, oppa lukman satu bus, jadi total ada 4 buss dan 1 bus untuk persediaan stock makanan, dan juga di setiap buss sudah disediakan cemila, baiklah sebelum berangkat mari kita berdoa terlebih dahulu" ucap ansa panjang lebar.
setelah itu merekapun menuju buss yang sudah dibagi oleh ansa tadi, sekarang tinggal tempat duduk mereka masing masing.
naren yang binggung duduk di manapun dia mulai bertanya.
"maaf kak Arga aku duduk dimana yah" ucap naren
"kau dduk dibelakang kami bersama acha" ucap Arga
"ouh baiklah" ucap naren.
kini naren pun duduk di tempat yang diperintahkan, dan tak lama datanglah acha
"aku duduk dimana ini" ucap acha
"itu dibelakang bersama naren" ucap nela
"kok sama naren sih" ucap acha
"mau gimana liat tuh udah penuh, aku udah sama kak Arga, mbak karin sama kak ansa, dan liat yang lainnya udah pas diduduki masing masing" ucap nela
"yaudah tukeran aja aku sama kamu, kak Arga sama naren aja" ucap acha
"gak mau aku" ucap Arga
"cha kalau kamu emang gak mau sama aku duduknya gak papa, aku naik bus di tempat makanan aja" ucap naren kecewa
__ADS_1
"udah nak kamu duduk sama naren aja, masa naren dia mau berdua sma sopir di bus makanan" ucap bu shena
naren segera berdiri dan hendak pergi
"ekh naren mau kemana" ucap acha
"aku mau pindah bus" ucap naren
"jangan, yaudah gak papa aku duduknya deket jendela asalkan" ucap acha
"kalau kamu kepaksa lebih aku udah pergi aja" ucap naren lalu dia mulai berjalan
"ikh tunggu, udah gak papa sini aja aku gak kepaksa kok" ucap acha memegang tangan naren
"kamu sih cha acara drama gak mau segala kasian tuh naren" ucap nela
"Iyah maaf ayo duduk, aku duduknya deket jendela ini" ucap acha
"humm yaudah" ucap naren lalu dia diam, dia sedikit kecewa dengan sikap acha "buat apa dia mengajakku kalau akhirnya begini" ucap naren
mobil buss pun mulai melaju perlahan karena semua sudah duduk ditempatnya masing masing. disitu naren hanya diam tanpa berniat berbicara apapun.
acha hanya memperhatikan naren saja tanpa niat berbicara apapun.
"kenapa dia jadi diam yah apa salahku, apa karena aku tidak mau duduk bersama nya tadi" ucap acha dalam hati.
naren terus menatap lurus kedepan.
kini mobil melaju dengan kecepatan rata-rata.
acha memandangi jalan dari jendela ketika dia melihat spot yang terlihat bagus, dia mulai memotret nya.
maren yang melirik acha seperti kedinginan, dia langsung mematikan AC yang mengarah padanya.
"kalau kedinginan bilang" ucap bareng dengan nada yang lembut
"maaaf" ucap acha
"ini pakai jaketnya" ucap maren setelah dia mengambil jaket yang sedari tadi dia simpan di atas, tempat penyimpanan barang.
"terimakasih" ucap acha
"iyah sama sama" ucap naren
acha pun mulai memakai jaket tersebut. dan naren pun juga memakai jaket yang sama dengan acha.
"kok jaket kita sama kapan kau membelinya" ucap acha
"iyah ini memang sengaja ku beli, ini yang beli kakaku yang habis dari Korea kira kira sebulan lalu" ucap naren
"lalu kenapa baru kau kasih sekarang" ucap acha
"tadinya aku ingin memberikan jaket ini saat aku mengajakmu kepuncak, setelah kau menerima cintaku, tapi ternyata kau lebih dulu mengajak bersama, dari pada menunda hal yang pasti lebih baik sekarang aku berikan padamu" ucap naren
"ouh begitu yah terimakasih" ucap acha
"iyah sama sama, apa kau mau makanan, ibuku membawakan ini" ucap naren menyodorkan makanan yang disimpan diatas.
"waw risol dan kebab" ucap acha
__ADS_1
"iyah ambil, itu buatan ibuku" ucap naren
"wah aku mau" ucap acha
"yah ambilah dan aku juga akan membagikan ini pada yang lainya" ucap naren
"yasudah silahkan" ucap acha
naren pun mulai membagikan makanan, makanan tersebut ke orang orang yang ada di bus, setelah selesai diapun duduk kembali.
"ini minum untukmu" ucap naren yang baru duduk
"terimakasih" ucap acha
"sama sama" ucap naren
"ayo kau makan juga" ucap acha
"iyah tentu saja" ucap naren
"nak ini kau beli di healthy foods yah" ucap Ibu shanin
"saya tidak beli tante ini dibawa dari rumah buatan bunda" ucap naren
"wah tapi rasanya sama persis seperti makanan di healthy foods ya" ucap Ibu shanin
"kebutuhan itu milik bunda saya tante" ucap naren
"waw punya bundamu hebat hebat, kita punya besan lengkap sekali bunda Arga usaha pempek terenak, dan sekarang calon acha, marahnya pemilik healthy foods hebat hebat" ucap Ibu shanin
"ikh tante ada ada aja sih, tuh kak shanin juga apa tuh calon suaminya pemilik apa, dia kan sore tadi juga bawa calon, upss maaf keceplosan" ucap acha
"acha" ucap shanin
"wah wah siapa mama gak tau nih shanin" ucap Ibu shanin
"itu loh mah devara" ucap shanin
"ouh devara aduh tante kira siapa tante hampir khawatir" ucap Ibu shanin
"loh berarti tante udah tau" ucap acha
"udah dong, dia itu pemilik itu tempat yang nyediain sayur n hidroponik itu loh segar segar" ucap Ibu shanin
"ouh bagus dong berarti nanti kita belinya di kak devara aja" ucap acha
"yah tentu saja itu memang sudah direncanakan olehnya" ucap Ibu shanin
"hah, berarti sore mereka bertemu karena itu" ucap acha
"heheh iyah cha, maaf yah gak bilang bilang" ucap shanin
"ikh kenapa gak di ajak aja" ucap acha
"tenang nak acha dia bakal nyusul nanti kesana kok bawain sayur segar" ucap Ibu shanin
"wah wah memang yah sudah bersekandal" ucap acha
"itu harus cha" ucap shanin
__ADS_1