
mereka kini sudah sampai dirumah pak Ryan.
"kakak mau kerumah dulu"ucap acha
"yah, kakak mau nginep di sini lagian" ucap Arga
"ouh gitu" ucap acha
"Iyah ayo masuk" ucap Arga
"ayo" ucap acha sambil berjalan masuk ke rumah
setelah merek sampai di ruang keluarga disana sudah ada bu shena dan pak Ryan
"assalamu'alaikum bunda ayah" ucap acha dan Arga berbarengan
"waalaikumsalam, ekh acha sama Arga, udah pulang nak" ucap bu shena
"Iyah bun" ucap acha
"Arga kesini juga mau nginep" ucap pak Ryan
"Iyah ayah Arga mau nginep" ucap Arga
"ouhh baguslah" ucap pak Ryan
"Iyah lagian ada yang mau Arga sampaikan" ucap arga
"ouh begitu, acha mobil kamu udah selesai mobil kamu tadi sama pihak bengkel dianterin" ucap pak Ryan
"beneran yah" ucap acha
"Iyah benar, liat aja di garasi" ucap pak Ryan
"nanti deh acha liatnya pagi pagi aja" ucap acha
"hum yaudah, sana kamu istirahat aja bersih bersih" ucap bu shena
"Iyah bun yah" ucap acha
diapun segera berlalu menuju kamarnya.
mulai membersihkan diri dan berwudhu lalu menuju mushola.
setelah itu mereka menyelesaikan solat magrib sampai solat isya dan seperti biasanya mereka makan malam terlebih dahulu lalu berkumpul di ruang keluarga
"Arga kamu akan kembali ke kantor ayah atau tetap di kantor papamu sampai kau bertunangan" ucap pak Ryan mulai membuka obrolan
"tidak ayah, beberapa minggu lagi aku akan ke perusahaan ayah, karena bentar lagi kakak juga pulang ke sini"ucap Arga
"ouh baguslah" ucap pak Ryan
"kakak mau ke perusahaan cabang yang aku kelola atau ke pusat" ucap acha
"nanti kakak ngelola perusahaan pusat bareng kamu cha, ayah kan mau pensiun dini" ucap Arga
"lah kok gitu sih yah" ucap acha
__ADS_1
"yah iyahlah gitu gimana lagi orang kamu juga udah mahir soal perusahaan" ucap Arga
"tapi aku merasa gak mampu" ucap acha
"gak papa nanti kan kalo dah nikah sama naren naren yang tanganin urusan perusahaan kamu tinggal duduk manis aja" ucap Arga
"ngarep banget sih kakak sama si naren kaya yang bakal mau aja dia sama aku kalo tau tentang jati diri aku sebenarnya" ucap acha ketus
"yah bakal tetep nerima lah" ucap Arga
"kakak kan gak tau yang sebenar nya jadi gitu pikirannya" ucap acha
"yah walaupun gak tau tapi kakak yakin kok, dia bakal tetep nerima kamu apapun keadaannya" ucap Arga
"gak usah berpikir kaya gitu kak, lagian aku gak berharap banyak dan lagi walaupun dia mau sama aku aku juga maunya nikah 2 tahun lagi" ucap acha
"kenapa dua tahun lagi gak boleh loh nunda nunda pernikahan kalau ada jodohnya" ucap Arga
"gak papa acha mau ngurus dulu bunda ama ayah, takutnya siapapun jodohnya dia gak mau tinggal sama ayah dan bunda kan aku yang dilema, nikah cepet gak ngurus bunda" ucap acha
"hummm Iyah juga sih" ucap Arga
"bunda sama ayah tuh mendukung kamu mau kapanpun nikah, mau kamu di bawa sama suami kamu juga gak papa asal harus selalu inget pulang" ucap bu shena
"pasti dong bun" ucap acha
"ekhh sayang, kata ayah pas kemaren ayah nelpon, katanya kan dia tuh ngumumin kalo acha dan nela cucu nya, nah ada tuh salah satu kolega bisnisnya yang ke kakek nanyain apa acha udah punya calon, katanya kalau belum dia mau kenalan sama acha minggu depan" ucap pak Ryan
"loh kok ayah baru cerita, siapa yah orangnya, acha kan lagi deket sama naren tapi gak tau kejelasannya"ucap bu shena
"ayah juga kurang tau kejelasannya, nah Iyah makannya kan besok malam dia mau kencan kita tunggu aja apa pas kencan hasilnya gimana" ucap pak Ryan
"ouh jadi kamu belum yakin, terus gimana kalao terserah ayah" ucap pak Ryan
"yah semua keputusan berada pada ayah" ucap acha
"kalo menurut bunda kita liat naren ngajak kencan mau ngapain, nah kalo dia suka atau ngungkapin perasaan lebih baik kita tolak ajakan kolega bisnis nya ayah" ucap bu shena
"kan emang gitu bun rencana ayah" ucap pak Ryan
"ouh Iyah benar, sekarang tinggal bagaimana besok" ucap bu shena
"bunda sudha bersiap yah untuk dapat menantu" ucap Arga
"hahah benar Arga" ucap bu shena
"kalian kenapa seneng banget sih kalau acha punya calon suami" ucap acha
"kan biar ada yang bantu ayah ngelola perusahaan" ucap pak Ryan
"humm terserah kalian deh, acha mau kekamar aja dah ngantuk" ucap acha
"loh loh kenapa merajuk" ucap pak Ryan
"ngak merajuk ayah udah acha mau ke karena dah" ucap acha lalu melangkah pergi menuju kamar.
semua orang tertawa melihat tingkah acha.
__ADS_1
acha yang mendengar dirinya ditertawakan pun memilih untuk tak mempedulikan itu dan terus menuju kamarnya.
setelah sampai kamar dia segera memakai ritwal memakai skincare nya lalu setelah selesai sebelum tidur dia memikirkan sesuatu terlebih dahulu.
naren kenapa denganmu, aku tak yakin kau menyukaiku kalau kau tau siapa aku sebenarnya mungkin sketika kau akan langsung membenciku di detik itu juga, haha lucu bukan bumi seakan kecil aku bisa dipertemukan kembali dengannya, aku memang memiliki persaan padanya, tapi karena bullyan yang sering dia perbuat membuat hati dan mataku menutup kata cinta dan suka terhadapnya, ya Alloh semuanya aku serahkan padamu, engkaulah yang maha tau kalau memang dia jodohku berarti dia yang terbaik menurutmu.
saat lamunan itu tiba tiba hpnya berdering ada telpon dari naren.
"naren ada apa tumben menelpon" ucap acha lalu mengangkat telponnya
hallo.
hallo acha.
ada apa menelpon ku tumben.
tidak aku mau menanyakan kau sudah makan malam.
sudah kok, tumben biasanya juga ngirim pesan.
hehe takut gak dibales sih kalau ngirim pesan gitu.
yah aku bales bales aj kalau akunya belum tidur dan megang HP.
ouh gitu yah baguslah.
ya memang bagus.
sekarang kau sedang apa.
aku baru saja mau tidur, tapi tiba tiba kau menelpon.
ouh jadi kau sudah mau tidur yah maaf kalau begitu aku mengganggu.
yah sangat menggangu.
kenapa jawabanmu ketus sekali.
biasalah mau pms jadinya ketus gini.
ouh begitu yah memang begitu yah mood wanita mau pms.
yah memang, ada lagi yang ingin kau bicarakan.
eumm tidak ada sih, hanya ingin menanyakan kabar mu saja.
yasudah aku matikan saja yah aku juga mau tidur.
humm baiklah selamat tidur yah.
iyah.
tut.
acha langsung mematikan telpon secara sepihak.
pesan author.
__ADS_1
gak kerasa yah udah lebaran aja.
minal Aidzin walfaizin semuanya mohon maaf lahir dan batin. selamat merayakan hari kemenangan. see you