
setelah sampai rumah kini mereka semua istirahat.
berbeda dengan nela yang kini masih memikirkan semua yang telah terjadi.
"kenapa semua ini terjadi harus kepada siapa aku meminta penjelasan haruskah aku pulang ke kampung, jikalau memang mereka yang dulu menculik atas dasar apa, ataukah mungkin mereka yang menemukan ku, kalau seperti itu aku akan berterimakasih pada mereka yang mau merawatku lagi pula satu tahun ini aku belum pulang ke kampung" ucap nela.
kini dia memilih untuk pergi ke taman belakang rumah dan duduk dikursi yang tadi sore iya duduki.
"semuanya berubah saat aku tinggal dirumah ini bahkan aku tingal disini hanya baru tiga minggu sekarang akau menemukan orang tuaku yang asli, bu lita ternyata orang tua kandungku, pantas saja aku selalu merasa nyaman bersamanya karena memang mungkin ikatan batin yang kuat" ucap nela dalam hati tatapannya kearah depan.
tiba tiba Arga ikut duduk disana nela tak menyadari
itu.
"hey, kenapa kau melamun" ucap Arga
"ehh" ucap nela tersentak
"kau kenapa memikirkan tentang tadi atau tentang ku" ucapnya Arga nada mengejek
"aku tak memikirkan mu sama sekali kenapa kau selalu mengusik ketenangan ku" ucap nela sinis
"eumm, maaf la tadinya aku ingin menghiburmu" ucap Arga
"hmm" ucap nela
"aku tau mungkin tadi kau sangat terkejut akan hal itu tapi bagaimana pun itulah kenyataan nya kau harus menerima mereka sebagai orang tua mu" ucap Arga
"aku memang menerimanya, tapi kenapa bisa Semua ini terjadi itu lah yang terus mengusik pikiranku 18 tahun aku tak tau sama sekali tentang kebenaran bahwa aku bukan anak mereka" ucap nela
"mungkin karena saking mereka menyayangi mu mereka tidak memberitahu fakta itu" ucap Arga
"yah mungkin" ucap nela
"nela bagaimana dengan ungkapan ku tadi sore" ucap Arga
"aku tak tau harus berkata apa" ucap nela
"kalau kau belum mau menjawab tentang perasaan ku aku akan menunggu sampai kau siap" ucap Arga
"eumm baiklah akan aku jawab secepatnya" ucap nela
"baiklah, ayo kembali ke rumah ini sudah malam tak baik untuk kesehatan mu" ucap arga
"Iyah ayo" ucap nela
merekapun menuju rumah dan masuk ke dalam kamar masing masing.
keesokan harinya.
kini mereka sudah ada di meja makan dan bersiap untuk ke kantor.
"nela apa kau akan ke kantor" ucap pak Ryan yang melihat nela sudah rapih
"Iyah ayah nela akan ke akan ke kantor" ucap nela
"apa kau tidak apa bekerja setelah kejadian semalam" ucap pak Ryan ragu
__ADS_1
"tidak apa ayah nela baik baik saja" ucap nela
"baiklah kalau begitu ayo kita sarapan saja yah" ucap pak Ryan
"baik " ucap nela
merekpun sarapan dan setelah selesai mereka berangkat menuju kantor.
di perjalan Arga selalu mencuri pandang pada nela. nela yang di pandang pun membuka suara.
"kenapa kak, ada apa dengan ku" ucap nela
"tidak ada apa apa kok" ucap Arga
"ouh" ucap nela
"Iyah ini sebentar lagi kita akan sampai" ucap Arga
" kak kalian itu sebenarnya ada hubungan apa sih kok gak cerita ama acha, nela juga tumben gak cerita aneh banget kalian maen sembunyi sembunyian akh" ucap acha
"ngak ada apa apa kok cha" ucap nela
"Iyah gak ada apa apa" ucap Arga
"bohong masa kemaren acha kan liat kalian ditaman sore sore lagi nongkrong" ucap acha
"kamu salah liat kali" ucap Arga
"ngak dong ngapain aku salah liat" ucap acha
"lagian yah cuman ngak sengaja aja lagi di taman cha duduk bareng sambil ngobrol" ucap nela gugup
"ikh kan itu kata nenek" ucap nela bersemu merah
Arga yang mendengar akan hal itu berbunga bunga kini dia yakin bahwa nela juga perasaan yang sama padanya, dia sedikit lega akan hal itu cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
mobil pun berhenti.
"ayo kita sudah sampai"ucap Arga
merekapun turun dari mobil tersebut.
" eumm aku duluan yah" ucap nela
"baiklah" ucap acha
nela bergegas pergi menuju devisi nya dia berharap tidak ada yang melihatnya lagi turun dari mobil tersebut. kini dia susah sampai di dalam devisi nya
"huh selamat" ucap nela
"kamu kenapa kaya maling gitu" ucap karyawan
" ngak kok" ucap nela.
sedangkan acha dan Arga kini dia akan memasuki lift, saat akan memasuki lift khusus cwo dia tiba tiba dihadang seseorang.
"permisi nona boleh saya bicara sebentar" ucap seorang karyawan
__ADS_1
"ouh boleh ada apa" ucap acha
"ini untuk nona, saya sangat menyukai nona" ucap karyawan tersebut
"eum tapi maaf saya tidk bisa menerimanya" ucap acha
"ayo lah nona balas perasaanku dan ambil bunga ini" ucap nya memaksa
tiba tiba Arga menghampiri mereka.
"hey kau kenapa kau memaksa adikku menerima mu" ucap Arga
"akh maaf tuan saya menyukai nona jadi saya meminta untuk menerimanya" ucap karyawan tersebut
"kau menyukai adikku, punya kemampuan apa kau untuk menjaga adikku" ucap Arga
"saya sangat bijak dalam segala hal tuan" ucap karyawan tersebut
"ouh keahlian macam apa, apakah dalam bela diri" ucap Arga
"tidak tuan kalau dalam bela diri saya tak bisa" ucap karyawan tersebut
"ouh tak bisa, berani sekali kau menyatakan cinta pada adikku sedangkan adikku tak menerimanya dan kau memaksa, heh ingat ini siapapun yang menyukai adikku akan berhadapan dengan diriku terlebih dahulu ingat itu, kalau dia tidak bisa lolos dariku jangan harap dia akan menjadi pacar adikku" ucap Arga
"kak sudah biarkan saja ayo kita lanjutkan saja keruang CEO" ucap acha
"sana kau pergi dan aku harap jangan pernah kau mengejar lagi adikku" ucap Arga dengan tegas
"baik tuan" ucap karyawan tersebut sambil bergetar.
karyawan tersebut pun pergi dan kini acha dan Arga menuju ruang CEO.
"kaka nanti lain kali jangan seperti itu kan dia kasian" ucap acha
"kau ingat kata kakak, kakak akan selalu menjagamu dari lelaki lelaki seperti tadi" ucap Arga
"baik ka acha mengerti kok akan hal itu, tapi kan tadi dia ketakutan dengan kakak" ucap acha
"baguslah agar dia tau tak sembarang orang bisa dekat dengan adikku ini" ucap Arga.
"humm baiklah" ucap acha
kini mereka keluar dari lift dan masuk menuju ruang ceo, Arga mengajarkan acha tentang cara cara dalam menjadi CEO dan ber presentasi di hadapan klien.
"nah kau sudah paham kan sekarang" ucap Arga
"sudah kak" ucap acha
"kalau begitu karena sekarang akan ada klien yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita lebih baik kau yang memimpin" ucap arga
" baiklah aku akan mencobanya" ucap acha
"sebentar lagi mungkin orangnya akan datang, ayo kita keruang rapat saja" ucap Arga
"ayo kak" ucap acha
kini mereka menunggu di ruang rapat dan tak lama dari itu pintu ruang rapat pun dibuka dan menampilkan satu sosok yang begitu gagah dan tampan, semua mata tertuju padanya terutama acha
__ADS_1
"dia" ucap acha