Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
bunga dari naren


__ADS_3

mentari pagi kini sudah nampak menyinari ruangan kamar acha. dengan senyum indahnya dia mulai berdiri di balkon dan menghirup udara segar, kamarnya yang mengarah ke taman belakang membuatnya bisa menghirup udara bebas.


"wah segar sekali, aku ingin joging dulu akh, cuacanya juga segar" ucap acha dan dia mulai menganti bajunya lalu turun dan menuju taman belakang.


saat dia menuruni tangga ada bu shena yang mau menaiki tangga.


"nak kau mau kemana" ucap bu shena


"mau joging bunda cuacanya juga lagi bagus bunda" ucap acha


"ouh gitu yasudah kalau begitu bunda akan menghampiri ayah mu dulu"ucap bu shena


" ayah udah siap siap bunda"ucap acha


"belum, kan ini mau bunda bantu siap siap" ucap bu shena


"ciee bunda sweet banget, semalem juga acha malah ditinggalin, ayah sama bunda kencan berdua aja" ucap acha


"gak diringalin sayang kan ada kak Arga sama ka ansa nela juga" ucap bu shena


"males sama mereka mah bunda" ucap acha


"mereka kaya gitu juga karena sayang sama kamu nak" ucap bu shena


"sayang sih sayang tapi gitu" ucap acha


"jangan gitu nak, yasudah bunda mau ke atas dulu yah, ayahmu kasian udah nungguin" ucap bu shena


"iyah bunda acha juga mau joging dulu dah bunda" ucap acha lalu diapun menuruni tangga dan menuju halaman belakang.


acha pun kini sudah mulai joging setelah selesai joging dia kini mulai duduk di taman belakang.


"enak juga disini suasananya" ucap acha sambil melihat sekeliling dan kini dia menatap pada bunga yang ada di disana "ekh, kemaren kan aku di kasih bunga tulip sama naren, aku simpen di mana yah, akh aku lupa lagi aku tanya bibi aja deh" ucapnya dia langsung berjalan menuju dapur.


setelah sampai dapur. dia mulai menghampiri pembantu yang ada disana.


"bi" ucap acha


"Iyah kenapa nona nona butuh sesuatu" ucap pelayan tersebut.


"bunga tulip yang kemarin kemana yah acha lupa kan acha Simeon di meja tuh" ucap acha


"ouh bunga non, kemarin bibi liat bunganya kan tergeletak nah itu masih segar, terus bibi masukin deh pas bunga bening, bibi kasih air juga biar terus segar" ucap pelayan tersebut.


"terus bibi simpen dimana sekarang" ucap acha


"bibi simpen bunganya di ruang tamu non" ucap pelayan tersebut

__ADS_1


"acha kok gak liat yah, akh mungkin efek kesel sama kak Arga" ucap acha


"ayo bibi tunjukin" ucap pelayan tersebut


"ouh ayo bi" ucap acha


merekapun kini berjalan menuju ruang tamu


"nah ini non" ucap pelayan itu sambil menunjuk pada pas bunga yang ada di meja ruang tamu.


"wah Iyah bagus bi, acha mau simpen dikamar acha aja akh" ucap acha


"itu terserah non, kan punya non" ucap pelayan tersebut


"Iyah yah, makasih bi" ucap acha


"sayang kamu sedang apa nak" ucap pak Ryan yang baru turun dari tangga bersama istrinya


"ini ayah acha ngambil bunga dari naren yang kemaren" ucap acha


"ouh gitu" ucap pak ryan


"siapa yang masukin ke pas bunga sayang bunda kok baru liat dan baru sadar bunga yang dikasih naren kemarin" ucap bu shena


"sama bibi bun, acha juga lupa inget inget tadi selesai joging dan acha kan duduk dulu ditaman belakang tuh, acha liat bunga dan acha pikir mau tanam bunga juga ekh inget deh kemaren bunga yang di kasih naren acha lupa simpen, pas ditanyain ke bibi ternyata bibi udah masukin disini" ucap acha


"Iyah bun acha juga kira dah dibuang" ucap acha


"tenang aja sayang pembantu disini gak akan buang kok kecuali kalau udah disuruh dan sekiranya gak dibutuhin baru mereka buang, atau yah diamaanin" ucap pak Ryan


"ouh gitu yah ayah" ucap acha


"iyah begitu sayang" ucap bu shena


"yasudah ayo kita sarapan terlebih dahulu" ucap pak Ryan


"ayah dan bunda duluan aja dulu acha mau simpen ini, sekalian ganti baju dulu" ucap acha


"aduh aduh bunganya disimpen dikamar nak" ucap pak Ryan


"iyah dong yah kan dikasih calon suaminya jadi simpen nya dikamar" ucap bu shena


"ikh ngak gitu bunda, biar kamarku ada nuansa alam nya aja" ucap acha


"ouh gitu toh" ucap bu shena


"udah akh bunda acha ke kamar" ucap acha lalu dia pergi

__ADS_1


"aduh anak itu yah" ucap bi shena


"udah bun biarin dia malu" ucap pak Ryan


acha kini sudah sampai dikamarnya dan dia menyimpan bunganya di dekat kaca agar bunganya tersinari matahari.


"nah kan bagus disini" ucap acha lalu dia menganti bajunya.


dia pun kini mulai turun dan sarapan.


"ayo bunda kita sarapan" ucap acha


"iyah, mari kita sarapan" ucap bu shena


"nak kamu jangan ke kantor dulu yah sampai nanti setelah kemarin baru kamu ke kantor" ucap pak Ryan


"iyah ayah acha tidak akan ke kantor kok, acha hanya akan memantau perusahaan dari laptop saja" ucap acha


"iyah lebih baik seperti itu saja, nanti siang kau ke perusahaan ayah saja sambil mengantar makan siang, bersama bunda juga" ucap pak Ryan


"baik ayah" ucap acha


"yasudah teruskan sarapannya" ucap pak Ryan


merekapun melanjutkan sarapannya hinga selesai dan diselangi perbincangan ringan.


setelah selesai sarapan kini pak Ryan pun pamit untuk ke kantor.


"ayah pamit ke kantor dulu yah bun, cha, nanti kalian dijemput oleh pak maman saja yah, jangan bawa mobil sendiri dulu" ucap pak Ryan


"baik ayah" ucap acha


"yasudah ayah berangkat assalamu'alaikum" ucap pak Ryan. lalu bu shena dan acha mencium tangan pak Ryan.


setelah kepergian pak Ryan kini acha pun mulai pamit ke kamarnya.


"bunda acha mau ke kamar yah mau memantau perusahaan dan mengecek email' ucap acha


"" iya baiklah nak, bunda juga mau ke kamar" ucap bu shena


"yasudah dah bunda" ucap acha


kini acha mulai berjalan menuju kamarnya, dan setelah sampai dia menuju meja kerjanya, telebih dahulu dia mengecek hpnya.


"aku mau poto dulu bunga tadi aku, terus aku posting" ucap acha dia mulai membuka hpnya dan memotret bunga tadi.


"nah sudha sekarang aku akan posting caption nya apa yah" ucap acha lalu berpikir akh ini saja "menatap bunga membuatku sadar proses panjang yang kita lewati akan menghasilkan sebuah keindahan yang luar biasa namun seiring berjalannya waktu sesuatu yang indah itu bisa hilang dan terkubur" udah tingal posting deh" ucap acha dan dia pun mulai memposting poto tersebut.

__ADS_1


__ADS_2