
Cinta sepotong Silver Queen
Sejauh mata memandang tanpa sadar ku melihat sesosok bidadari cantik sedang duduk diam di tengah rerumputan yang hijau sambil memandang ke atas, bibirnya tersenyum lebar, bola matanya penuh dengan cahaya yang menandakan bahwa hatinya bersih penuh dengan kesejukan. Baju yang ia kenakan berwarna merah jambu panjang layaknya pakaian muslimah yang salihah, kerudungnya berwarna merah muda, dan ia berkulit putih beralis tebal sedikit menipis. Sekali lagi tanp ku sadar ia menoleh kepadaku yang sedang berjalan hampir mendekati tempat ia sedang berdiam diri. iapun tersenyum dan aku membalas senyumannya dari kejauhan, lalu iapun menyapaku melambaikan tangan sambil tersenyum, sekilas aku merasa wajahnya sudah tak asing bagiku, sepertinya aku pernah bertemu denganya, setelah semakin dekat aku perhatikan ternyata dia gadis tionghoa yang ku temui waktu itu. dan sekarang aku bertemu kembali denganya.
“Hai..! sedang apa disini?” Ujarnya padaku.
“harusnya aku yang bertanya demikian sedang apa kamu disini?”
“aku sedang menikmati pemandangan disekitar sini, lantas apa yang kamu lakukan disini?”
“sama seperti yang sedang kamu lakukan aku sedang berjalan-jalan dan menikmati pemandangan di sekitar sini.”
“owh...begitu..!”
Sejenak hening membisu tak ada percakapan, kami pun saling mengalihkan pandangan.
“apakah ini sebuah kebetulan?” ia bertanya padaku.
“mungkin!!! Mungkin juga tidak.
“maksudnya gimana aku kurang paham.
“ya...mungkin Allah sudah merencanakan semuanya karena menurut pandangan islam semua yang ada di dunia ini telah di rencanakan oleh sang maha pencipta yaitu Allah.”
__ADS_1
“hehe iya benar-benar.”sambil menikmati pemandangan dengan wajah yang santai.”
“oh ya aku belum sempat bertanya nama kamu siapa?.
“kenapa kamu ingin tahu namaku siapa!.”
“ya...aku ngerasa gak adil aja kalau kamu sudah tahu namaku siapa, sementara aku sendiri gak tahu nama kamu siapa, nanti aku manggil kamu dengan sebutan apa?”
“ owh...gitu ya...ya... nama ku Nur amira Ann Lee Binti Abdullah, itu adalah nama yang aku pilih saat aku baru memeluk agama islam, kalau nama yang di berikan oleh orang tua ku sebelum aku memeluk agama islam adalah Lee EungHui.
Aku sedikit tercengang dengan perkataannya ternyata ia seorang mualaf, tapi memang tidak aneh lagi mengingat ia keturunan tionghoa wajahnyapun putih bersih matanya sipit seperti cina, jadi...pantas saja jika ia seorang mualaf.
“owh....jadi kamu seorang mualaf.” jawab ku dengan nada yang santai.
“lantas aku harus bagaimana? Aku tidak merasa heran atau pun kaget ketika mendengar bahwa kamu adalah seorang mualaf karena aku lihat wajahmu sepert keturunan tionghoa, wajah mu sangat-sangat...terlihat seperti orang cina.
“owh...hehehe gitu...ok...ok memang aku keturunan cina.
Di sela-sela perbincangan kami aku hendak mengeluarkan sesuatu dari tas yang ku bawa.
“amira aku punya sesuatu buat kamu!.
“apa?.
__ADS_1
“ini aku punya coklat silverqueen, kamu mau gak?
“boleh.” dengan ekspresi wajah yang senang sambil tersenyum.
“tapi sebelum itu kita bagi dua yah! kamu tahu gak kenapa harus di bagi dua?”
“enggak tahu, kenapa emangnya?” wajah nya terheran-heran alis dan keningnya sedikit mengkerut.
“karena menurutku makna dari coklat yang di bagi dua itu melambangkan bahwa segala hal yang di miliki oleh kita itu bukan sepenuhnya milik kita sendiri melainkan milik orang lain.
Contoh nya cinta dan kasih saying. cinta yang kita miliki saat ini pasti akan selalu di bagi, entah itu... pada kekasih, ibu atau pun ayah. cinta itu ketika di bagi akan terasa indah membuat kita tersenyum hampir sama seperti coklat, ketika di gigit dan di rasakan, rasanya enak terasa manis bahkan bisa membuat orang yang menikmatinya tersenyum dan bahkan terkadang tak bisa berkata apa-apa hanya bisa mengungkapkan bahwa rasanya enak.
Sama hal nya seperti cinta ketika kita merasakan cinta dan kasih sayang dari seseorang, kita hanya bisa tersenyum, juga terkadang tak bisa berkata apa-apa hanya bisa merasakan bahwa perasaan ku bahagia pada saat ini itu saja, sama seperti aku yang pada pagi ini bisa bertemu denganmu yang tak pernah ku duga dan ku bayangkan sama sekali.”
“ah kamu sosoan puitis, tapi benar juga sih..apa yang kamu bilang itu, bahwa cinta dan kasih sayang yang kita punya memang harus di bagi dan jika tidak di bagi bukan cinta namanya.
“apa aku boleh bertanya?”
“ya boleh silahkan mau tanya apa?”
“sejak kapan kamu jadi mualaf? dan bagaimana kamu bisa menjadi mualaf. mungkin lebih ke perjalanan kamu menjadi seorang mualaf hehe.”
“mmmh..boleh..boleh.. aku masuk agama islam menjadi seorang mualaf tentu di awali dengan mengucapkan dua kalimat syahadat sewaktu aku kelas tiga SMA di malaysia saat itu aku merasa tertarik dengan islam karena kebetulan sekolah yang aku tempati mayoritas beragama islam secara... mau atau tidak mau... aku bergaul dan melihat kebiasaan mereka sehari-hari, yang paling membuat hatiku terketuk selebihnya penasaran yaitu ketika melihat teman-temanku yang beragama islamberwudhu, aku melihat wajah mereka begitu bersih, lembab dan terlihat begitu segar..begitu sejuk seperti ada pancaran ketenangan dalam diri mereka terutama pancaran pada wajah mereka, sepintas aku merasa ingin mencoba untuk berwudhu namun aku tidak tahu bagaimana cara untuk berwudhu, dan yang kedua aku melihat teman-temanku yang memeluk agama islam cepat sekali move on dengan kata lain cepat menerima setiap permasalahan yang mereka alami dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan,penyesalan atau pun emosi yang terkadang tak bisa di bendung tatkala mendapatkan suatu musibah, namun bagi kami sebagai seorang kristiani khususnya aku sendiri sulit sekali untuk move on menerima segala hal yang terjadi, lalu yang paling membuat aku terkesan dan tertarik di saat teman-teman muslimku kehilangan orang yang mereka cintai, mereka mudah sekali menerima dengan hati yang ikhlas dan bahkan bersyukur, mereka berkata bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini milik Allah dan akan kembali kepadanya, mereka juga berkata bahkan sebutir debu sekalipun milik Allah dan kita tidak punya hak atas itu, kita hanya di titipi saja ujar temanku saat itu. Itulah yang membuat aku tertarik dengan ajaran yang di bawa oleh nabi muhammad.”
__ADS_1