Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
tante jeany


__ADS_3

acha membawa ibu tersebut ke dalam mobilnya.


"ibu apa ibu tak apa, ini minum dulu" ucap acha


"tente tak apa, terimakasih" ucap Ibu tersebut


"Iyah tente sama sama, perkenalkan tante saya acha" ucap acha


"perkenalkan tante, jeany"ucap bu jeany


"ouh, tante apakah tante mau ku anter pulang" ucap acha


"tidak usah nak, tante tadi bersama supir" ucap bu jeany


"baiklah kalau begitu biar acha antar ke sopir" ucap acha


"nak terimakasih yah telah membela tante, walau kau tak tau kebenarannya, aku sangat sangat berterimakasih nak" ucap bu jeany


"tak masalah tante, tante kita kan harus membela sesama apalagi aku pernah merasakan hal yang sama" ucap acha


"kau baik sekali nak, apakah kau sudah punya pacar" ucap bu jeany


"belum tante" ucap acha


"yang menjadi pacar mu sepertinya sangat beruntung, karena kau peduli pada sekitar" ucap bu jeany


"akh tente bisa saja, disebelah mana supir tante" ucap acha


"nah itu supir tante" ucap bu jeany


mereka pun menghampiri supir bu jeany.


"bu ibu kenapa sepertinya habis menangis" ucap supir bu jeany


"ibu tak apa" ucap bu jeany


"ibu mau pulang mari silahkan masuk ke mobil" ucap bu jeany


"Iyah sebentar yah, nak acha sekali lagi terimakasih sudah menolong tante, kondisi tante memang seperti ini sejak 2 tahun lalu, nanti kalau ada kesempatan tante cerita padamu yah, sekarang tante mau pulang" ucap bu jeany


"iyah tante sama sama, kalau ada waktu dan bisa bertemu kembali acha siap mendengarkan cerita tente, kalau begitu tante hati hati yah" ucap acha


"iyah dah acha" ucap bu jeany sambil mesuk ke mobil


"dah tante" ucap acha


"dah acha" ucap bu jeany sambil mobilnya pun melaju.


setelah mobil bu jeany melaju kini acha pun berjalan kembali menuju mobil.


"apakah tadi pak penjaga 1 sudah selesai membayar" ucap acha


"ini nona saya disini" ucap pak penjaga 1 yang berada di belakang mobil


"ouh baguslah, ayo kita kembali ke perusahanperusahan" ucap acha


"mari nona" ucap penjaga


kini mereka pun pergi menju perusahaan.


setelah sampai di perusahaan kini acha menyuruh para penjaga membawa belanjaannya ke ruangan yang sudah di sediakan.


"ini tolong di tata semau kalian saja yah, dan ini mau saya bawa untuk di masak og" ucap acha


"baik terimakasih nona" ucap penjaga 2


"nona terimakasih banyak yah telah repot repot menyediakan makanan pada kami" ucap penjaga 5


"aku seperti ini karena sebagai bentuk terimakas; pada kalian yang menjaga ku, karena kan kalian di bayar oleh kak ansa" ucap acha

__ADS_1


"yah nona itu memang tugas kami" ucap penjaga


"yasudah aku mau ke ruangan ku" ucap acha


"yah silahkan nona" ucap penjaga


acha pun menuju lift tapi sebelum itu dia menghampiri og terlebih dahulu.


"eum mbak" ucap acha


"Iyah nona kenapa" ucap og


"tolong ini dimasak yah, yang ini di goreng dan buat sambal geprek laku yang ini dibakar dan di goreng" ucap acha


"baik nona" ucap og


"semuanya barang barangnya sudah ada disini, nanti ke ruangan saya kan yah" ucap acha


"baik nona, mohon di tunggu yah" ucap og


"Iyah terimaksih" ucap acha


acha pun mulai menaiki lift dan sekarang dia sudah di ruangannya, tapi saat masuk dia bertemu dengan karin.


"nona, akhirnya nona kembali juga" ucap karin


"akh maaf karin aku lupa mengabari mu, tadi di supermarket ada insiden yang membuatku lama, dan juga cukup ramai tadi supermarket" ucap acha


"Iyah nona tak apa, nona apakah sudah makan" ucap karin


"belum karin, aku sedang menyuruh og untuk membuatkan makan siang untukku" ucap acha


"baguslah nona, nona jangan sampai tidak makan siang" ucap karin


"terimakasih karin telah menghawatirkan ku" ucap acha


"baik kalau begitu aku mau ke ruangan ku dulu" ucap acha


"yah silahkan nona" ucap karin


acha pun masuk ke ruangnya dan dia mulai melirik hpnya.


"kenapa yah sudah jam makan siang lewat tapi tidak ada pesan dari naren, apa mungkin karena dia bosan yah karena aku membalas pesannya selalu seadanya" ucap acha bermonolog


acha terus termenung, hingga ada yang mengetuk pintu ruangannya.


tok tok.... tok...


"permisi nona" ucap og


"Iyah masuklah" ucap acha


og pun masuk kedalam ruangan acha, dengan membawa nampan


"ekh mba sudha beres" ucap acha


"Iyah nona ini sudah" ucap og


"apakah mbak sudah makan" ucap acha


"belum nona" ucapnya tersenyum tipis


"baiklah ayo makan bersamaku, dan mba mohon tolong pangil kan bakal karin yah, agar kita makan sama sama" ucap acha


"apa tida apa apa saya makan diruangan nona" ucap og


"tentu tidak dong mbak" ucap acha


"baiklah nona saya akan pangil kan mbak karin" ucap og

__ADS_1


"yah silahkan" ucap acha


og tersebut pun keluar dan menjual ruangan karin


tok... tok.. tok...


"mbak permisi" ucap og


"Iyah masuk" ucap karin


"maaf nona mengaggu, saya disuruh nona acha untuk memanngil nona" ucap og


"ouh baiklah mari" ucap karin tersenyum lebar


merekapun menuju ruangan acha dan mengetuk pintu ruangannya.


tok tok tok.


"masuk" ucap acha


merekapun masuk kedalam ruangan acha


"ayo duduklah" ucap acha


"ada apa nona acha menangis saya" ucap karin lalu duduk


"mari kita makan bersama" ucap acha


"tapi nona" ucap karin


"ayolah temani aku makan dengan, mbak,... siapa namanya" ucap acha pada oge


"saya nina nona" ucap nina


"ouh baiklah ayo mbak nina duduk disini" ucap acha


"tidak apakah nona" ucap nina


"tentu tidak ayolah mari kita makan ini" ucap acha


"Iyah terimakasih nona" ucap nina dan karin


merekapun memakan makanan tersebut. sampai makann tersebut habis.


"nona ini biar saya bawa kembali ke ruangan oge" ucap nina


"Iyah baiklah tolong yah nina" ucap acha


"Iyah nona permisi, terimakasih" ucap nina


"iyah silahkan" ucap acha


nina pun pergi menuju ruang og


"nona acha sayapun akan kembali ke ruangan saya terimakasih makanannya"ucap karin


" sama sama karin" ucap acha


acha pun kini kembali mengerjakan pekerjakan hingga jam pulang.


sedangkan di sisi dunia lainnya. saat ini naren sedang disibukan dengan pekerjaannya. dia lupa membawa HP nya dan dia berangkat dari jam 5 pagi.


"aduh aku melupakan hpku bagaimana ini, apakah acha sudah sarapan, apa dia menunggu pesan dariku kah" ucap naren


dia terus melanjutkan pekerjaannya sampai kini sudah waktunya makan siang.


"aduh gimana yah aku jadi bimbang gini apa acha sudah makan siang yah, aku tidak bisa mengiriminya pesan hpku ketinggalan sedangkan pekerjaanku tak bisa ditinggalkan, akh semoga saja acha makan siang" ucap naren


setelah itu naren terus disibukan dengan pekerjaan yang begitu menumpuk

__ADS_1


__ADS_2