Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
RINDU


__ADS_3

RINDU


Setelah semuanya selesai. Ingin rasanya aku segera pulang ke rumah.


Dimana...


Aku bisa melihat senyum manis dari ibuku


Aku memang sosok kura-kura yang begitu nakal dan telah banyak berbuat salah serta ulah.


Namun tetap saja aku memiliki hati yang lembut


Yang di wariskan dari ibu ku, untuk diriku.


Batin ku begitu bergetar....dan terasa berguncang-guncang

__ADS_1


Seolah-olah ingin meledak. Menggebu-gebu...


Sesak....karena tak kuasa menahan kerinduan.


Hari itu juga setelah pembagian raport serta ijazah yang aku terima di lengkapi acara perpisahan. Aku menikmati semuanya. Acara dan kebersamaan dengan orang tua. Ibu dan bapak.


Aku pulang ke bandung setelah acara perpisahan sekolah selesai. Tak lupa aku berpamitan dengan teman-teman ku. Terutama zimy dan rey. Bagi kami ini adalah sebuah moment yang mengharukan dimana kami mungkin akan menempuh perjalanan masing-masing. Namun itu bukan lah sebuah akhir dari persahabatan kami.


Yah kami saling menyemangati dan mendoakan. Kami semua akan melanjutkan ke perguruan tinggi.


Aku ingat kembali semua periatiwa yang terjadi kepadaku selama tiga tahun terakhir. Begitu banyak pelajaran dan pengalaman yang aku dapatkan. Diamana...aku bisa paham bagaimana cara melewati dan menjalani kehidupan ini. Peristiwa aku dengan chaidirmenjadikan aku orang yang penuh dengan kehati-hatian. Dan pengalaman ku selama sekolah, menjadikan kuperibadi yang mandiri dan tak mudah menilai seseorang dengan pandangan buruk. Bahwa tidak semua orang,siswa atau anak muda yang melakukan kenakalan remaja adalah manusia yang buruk,tak memiliki nilai ataupun hati nurani.


Jutru terkadang mereka memiliki hati nurani yang lembut. Setia. Dan juga penuh dengan kepdeulian terhadap sesama. Namun yang aku lihat. Mereka memiliki kehidupan yang berbeda pada umumnya. Yah mereka lebih bebas untuk mengekspresikan diri. Mereka tidak jaim dan tak suka berpura-pura. Mereka lebih terlihat apa adanya. Lebih menggunakan naluri dibandingkan gengsi. Dan tak suka mendengarkan apa kata orang. Yah itu lah kami. Aku dan teman-temanku.


Aku bersyukur atas apa yang aku alami. Dan aku sangat berterimakasih kepada chaidir dan april. Karena berkat mereka aku mendapatkan pengalaman hidup yang mungkin tak banyak orang mengalaminya.

__ADS_1


Dan mungkin aku tidak akan penuh dengan kehati-hatian jika berteman dengan seorang wanita.


Setelah aku kembali kebandung seperti biasa aku membantu ibu mencuci pakaian dan pergi ke pasar setiap pagi nya. Yah untuk membeli kebutuhan dapur. Seperti itu lah aku dari dulu SMA sampai sekarang menempuh jenjang perguruan tinggi.


Mengingat semua itu. Aku jadi sedikit berubah setelah mengenal wanita tionghoa itu. Si gadis polos yang memiliki pancaran cahaya pada wajahnya.


Aku ulangi aku sudah lelah dengan kaum hawa. Namun entah kenapa aku begitu merindukanya saat ini.


Sebenarnya...aku benci dengan rindu yang aku rasakan ini. Menurutku perasaan rindu kepada lawan jenis yang belum halal, adalah sebuah musibah dan bukan anugrah. Bagaimana tidak! Rindu ini tidak bisa tersalurkan. Dan akan terus mengoyak-ngoyak serta menyayat hati. Terlebih...kita akan bertanya-tanya apakah orang yang kita rindukan, merindukan kita juga? Ataukah jika kita memikirkan nya, apakah ia juga memikirkan kita?. Sering sekali rindu yang datang mengganggu segala jenis aktifitas dalam kehidupan seseorang.


Jika ada orang yang berkata bahwa merindukan seseorang itu indah. Maka semuanya adalah sebuah kebohongan. Rindu lebih banyak derita dari pada sebuah keindahan. Indah jika sudah halal dan hidup bersama. Indah jika rindu kita terbalas. Namun...bagaimana dengan rindu yang belum halal? Atau rindu yang tak terbalas? Apakah itu masih bisa di katakan sebuah kerinduan yang indah?


Hari demi hari telah aku jalani. Aku dan amira tak pernah bertemu kembali. Yah karena aku memutuskan untuk tidak bertemu sebelum aku menghalalkanya. Ini demi diriku dan juga amira. Aku tak ingin kami berdua terjerumus ke hal-hal yang kurang baik. Aku tahu amira adalah wanita yang baik dan juga cantik. Namun apalah daya di saat kami sudah memiliki perasaan satu sama lain jika belum siap untuk saling menghalalkan dalam sebuah ikatan pernikahan. Hubungan yang dekat di dasari juga dengan perasaan suka atau cinta pada umumnya. Jika belum halal maka dosa hukumnya dalam agama islam. Yah ini demi menjaga harkat martabat serta kehormatan wanita.


Karena wanita layaknya seperti sebuah mahkota dan permata yang di jaga kehindahanya, kau tahu permata? Permata di simpan di sebuah kotak berlapis kaca yang tebal. Di sekeliling nya di beri batasan seperti tali merah supaya orang-orang asing tak dapat memilikinya secara sembarangan. Hanya orang-orang tertentu lah yang dapat memilikinya. Yaitu tentu nya bukan orang-orang biasa.

__ADS_1


Sama hal nya seperti wanita, yang di jaga keindahanya serta kehormatanya seperti permata, dan jika tergores sekali saja, nilainya akan turun sama hal nya seperti permata jika tergores sedikit saja maka nilainya akan turun. Jika permata turun nilai rupiahnya. Maka wanita akan turun nilai kehormatanya di mata kaum lelaki.


__ADS_2