
setelah berakhirnya bertukar pesan dengan naren. kini acha mulai membuka kota bekalnya dan dia duduk di sofa sambil mengerutu.
"kenapa gak sibuk aja selamanya gak usah ngirim chatt aja selamanya, ngapain cuman dua minggu lagian udha tenang tenang gak ad yang ganggu, terus sekarang tiba tiba maaf yah, gak ada spesial spesialnya banget nyebelin" ucap nya sambil akan menyiapkan makanan nya.
"heii kenapa kamu mengerutu" ucap arga yang datang sejak tadi mengetuk pintu tak dibukakan dan berujung membuka pintu sendiri.
"hah kak afgan sejak kapan ada di sini" ucap acha
"kakak baru sampai" ucap arga
"kok gak ngetuk pintu" ucap acha
"sudah kakak ketuk dari tadi tapi kau tak ada membukakan pintu untuk kakak, mungkin saking sibuknya mengerutu sampai kau tak mendengar kakak mengetuk pintu" ucap arga
"akh mungkin sepertinya begitu, tapi ngomong ngomong kakak kesini dengan siapa" ucap acha
"kakak bersama nela" ucap arga
"lalu dimana nela kak" ucap acha
"dia dibawah sedang menyapa temannya" ucap arga
"heii aku disini" ucap nela yang masuk karena pintunya terbuka
"haiii nela aku merindukanmu" ucap acha
"akh sini sini peluk aku aku juga merindukan mu" ucap nela
"Iyah kau terlalu sibuk mempersiapkan pertunangan mu sih" ucap acha yang memeluk nela
"tadi saja mengerutu sekarang sudah bertemu dengan nela kau langsung ceria" ucap arga
"siapa yang mengerutu kak" ucap nela
"itu orang di sebelahmu" ucap arga
"kenapa cha kau mengerutu" ucap nela
"gak papa kok kesel aja banyak kerjaan" ucap acha
"tapi kok kayanya tadi nyebut nyebut naren" ucap arga
"apaansih udah lah ayo kita makan siang aja" ucap acha
"yaudah ayo, ekhh karin gak diajak makan siang bareng juga" ucap nela
"gak, dia udah di ajak makan siang diluar sama kak ansa" ucap acha
"hah ansa, kak ansa" ucap arga dan nela barengan
"Iyah kak ansa" ucap acha
"kok bisakak ansa sama karin" ucap nela
"akhirnya dia normal juga" ucap arga
"heh emang sejak kapan kak ansa gak normal, bisalah orang kak ansa yang jatuh cinta duluan" ucap acha
"kita kok baru tau yah"ucap nela
" Iyah yah mungkin private kali" ucap arga
"Iyah lah orang baru dua minggu, gak private kalian aja yang kudet ayah bunda aja tau, dan rencananya mereka bukan depan mau saling ngenalin keluarga dan sebulan atau dua bulan abis kalian tunangan mereka mau nikah" ucap acha
__ADS_1
"hah punya rencananya udha sampai segitu tapi baru kenal 2 minggu" ucap nela
"yah kan kita juga emang begitu langsung rencanain tunangan" ucap arga
"mereka kan ngejar umur, takut ketuaan punya anaknya" ucap acha
"ouh gitu yah"ucap nela
" lagian kayanya ansa gak mau dilangkahin kita makannya dia cepet cepet ke rencana nikah aja" ucap arga
"nah bener gitu tuh" ucap acha
"yah mungkin begitu, yaudah ayo lanjutin makannya keburu abis jam makan siang" ucap nela
"yaudah Iyah" ucap acha
merekapun melanjutkan acara makan mereka.
kembali ke naren.
saat ini dia yang masih dikamarnya pun turun untuk makan siang dia tampak lebih segar dari sebelumnya.
saat tiba di meja makan.
"nak ayo kita makan" ucap bunda naren
"Iyah bunda" ucap naren
"kau sudah terlihat segar dari sebelumnya nak" ucap ayah naren
"Iyah ayah sudah lumayan hilang rasa lelahku" ucap naren
"baguslah" ucap ayah naren
merekapun mulai makan tanpa ada pembicaraan disana. selesai makan kini mereka berkumpul di ruang keluarga.
"dek itu pesenan yang kamu minta mau kamu ambil sekarang kalau mau, kakak akan ambil sekarang" ucap zaferina
"eum boleh kak, tapi apa kak apa bisa tolong tuliskan surat nanti di dalam isi books nya" ucap naren
"tentu, bentar kaka ambil dulu yah" ucap zaferina
"silahkan kak" ucap naren
zelfarina pun mengambil barang barang yang dipesan naren semuanya.
sedangkan meraka berbincang.
"naren jadi kapan kau akan membawa pujaan hatimu tersebut ke rumah ini" ucap bunda naren
"yah semingguan ini saja bunda, karena naren juga butuh waktu untuk mengajak acha" ucap naren
"ouh begitu yah" ucap bunda naren
"rencana mu kedepannya akan melakukan apa" ucap ayah naren
"naren baru mau meminta maaf kepada acha terlebih dulu dengan memberikannya hadiah dan kejutan" ucap naren
"hadih dan kejutan apa" ucap ayah dan bunda naren berbarengan
"itu dia bunda ayah" ucap naren menuju kakak iparnya yang berjalan ke ruang tamu sambil membawa 2 kantong books besar
"apa itu isinya nak" ucap bunda naren
__ADS_1
"ini semua pesanan oleh oleh dari naren" ucap zaferina
"ouh begitu ini kejutan untuk acha nya" ucap bunda naren
"tidak.hanya itu bun, ada lagi yang akan di buatkan oleh ku dan istriku juga bunda" ucap xamza
"apalagi itu" ucap ayah naren
"makan malam spesial ayah, untuk mengganti yang waktu itu gagal dan juga maaf tidak memberinya kabar selama 2 minggu ini" ucap naren
"wah ide bagus bund ajuga jadi ingin bantu mempersiapkan" ucap bunda naren
"okey bund boleh membatu, memaksakan makanan malamnya, kan masakan bunda paling enak" ucap naren
"okey bunda siap" ucap bunda naren
"tapi rencananya kalian akan membuat makan malamnya diamana" ucap ayah naren
"di hotel kita yang cantik itu ayah" ucap xamza
"ouh kenapa hotel kita" ucap ayah naren
"untuk memastikan ketidak hafalan seperti sebelumnya ayah" ucap naren
"ouh baiklah bagus kalau begitu" ucap ayah naren
"memenagnya acaranya akan dilakukan kapan" ucap bunda naren
"besok bunda" ucap naren
"ouh baiklah bunda akan belanja besok kau mau masak apa stek apa lagi atau apa ayam bumbu sayur atau capcay atau apa" ucap bunda naren heboh
"apa saja yang menurut bunda enak dihidangkan" ucap naren
"okey baiklah kita persiapkan semuanya sebagus mungkin agar berkesan" ucap xamza
"yah kau benar" ucap ayah naren
"ekh Akka apa gaun dan perhiasannya disatukan pada books yang sama" ucap naren
"sudah, memangnya kenapa" ucap zaferina
"kakak bisakah kau tuliskan surat" ucap naren
"surat cinta" ucap zaferina
"iyah semacam itu kak" ucap naren
"baiklah apa tulisannya, biar kakak yang tulis" ucap zaferina
"ini kak tolong tulis, untukmu sehacha Wijaya
untuk menebus semua kesalahanku padamu, aku merencanakan sesuatu yang istimewa untukmu, tapi aku harap jangan kecwa dengan sesuatu hal yang ku rencanakan ini bisa jadi yang ku rencanakan gagal, dan untuk mendampingimu nanti bertemu diriku dalam sesuatu yang istimewa itu, ku berikan kau sebuah gaun merah hati beserta jilbab dan perhiasannya, aku harap kau memakainya, dan semoga kau menyukainya.
dariku naren adinata. nah kak sudah seperti itu saja" ucap naren
"tidak ditambahkan kata ini love you, atau i miss you juga" ucap zaferina
"akh tidak usah seperti itu saja" ucap naren
"baik ini ku masukan ke boks nya" ucap zefarina
"terimakasih kak zefa sudah mau membantuku" ucap naren
__ADS_1
"tak apa dengan senang hati" ucap zefarina