
Setelah kami selesai memberikan penjelasan. Dimas mulai membuka porum pertanyaan. Selang beberapa menit lamanya tidak ada yang bertanya. Dimas mulai prustasi karena sudah cape-cape ia menjelaskan namun tak ada yang mengajukan pertanyaan jauh dari kata inisiatif untuk memiliki rasa keingin tahuan atas apa yang telah di jelaskan oleh kami. Namun dimas tak putus asa. Ia kembali membuka porum pertanyaan “silahkan teman-teman bila ada yang mau bertanya?” Ujarnya dengan nada yang plet…
Selang beberapa menit ada mahasiswa teman kami mengacungkan tangan sambil melihat ke kiri dan ke kanan. Yang lain pun mulai terdiam fokus menatap kepada teman kami yang mengacungkan tangan. Semua perhatian tertuju padanya. “yah silahkan” ujar dimas.
Tadi kamu menjelaskan bahwa sebelum melaksanakan on the job training kita harus tahu dulu mau melamar ke hotel mana, dan kita memilih departemen apa? Juga kita di haruskan mempersiapkan syarat-syarat yang harus di penuhi sekaligus mempersiapkan surat lamaran.
Ya betul. Jawab dimas.
Lalu….setelah itu langkah selanjutnya apa? setelah aku mempersiapkan persyaratan-persyaratan yang sudah di tentukan. “ya kamu tinggal mengikuti tahap selanjutnya yaitu…tahap interview dengan pihak hotel yang kamu pilih, itu pun…setelah kamu mengirimkan surat lamaran dan mendapatkan panggilan dari hotel yang bersangkutan.
Oooh…apakah ada kemungkinan jika saat interview tidak terpilih?
Ya…pasti ada kemungkinan…tapi tenang saja mengingat waktu pemilihan kita untuk magang di hotel atau pun restaurant masih panjang dan kerja sama pihak kampus dengan hotel juga terbilang luas. Kalau…pun kamu tidak keterima di salah satu hotel yang kamu minati. Masih ada hotel yang lain yang bisa kamu pilih.
Oooh….gitu ya…ya. Satu lagi deh kalau sebelum magang uang semesteran belum di lunasi apa masih bisa magang?
Mahasiswa yang lain ikut sorak sepontan. Waaaah ia tuh gimana…biasanya kalau uang semesteran belum lunas…ujung-ujung nya di kasih surat pengumuman untuk segera melunasi uang semsteranya dengan alasan supaya bisa melaksanakan on the job training. Dan jika tidak di lunasi tidak bisa mengikuti kegiatan kampus(on the job training)
__ADS_1
Dimas dan aku nyengir…ketika melihat anak-anak yang ribut dengan masalah uang semester. Yah menurut ku itu sesuatu hal yang wajar…mengingat biyaya kuliah tidak sedikit pastilah mereka sedikit mengeluh dengan hal-hal seperti ini. Bagaimana tidak. Diantara kami khususnya kaum lelaki tentu sangat benci dengan hal-hal yang berkaitan dengan pembayaran dikarenakan..kami paham betul tidak semua yang memiliki setatus mahasiswa-mahasiswi memiliki finansial yang baik atau bahkan di atas rata-rata yang di sebut sangat kaya. Tak jarang di antara kami harus berjuang sendiri melunasi biyaya uang semesteran kampus demi meringankan beban orang tua kami. Tak lama kemudian dimas mencoba untuk menenangkan mahasiswa-mahasiswi yang ada di ruangan. “ ya teman-teman tenang dulu. Untuk masalah uang semesteran saya sudah berbicara dengan pihak prodi untuk sedikit meringankan perihal masalah keuangan. Dan alhamdulillah…pihak prodi dan BAK memberikan keringanan dalam pelunasan biyaya semester akhir ini. Katanya uang semester paling lambat di lunasi pada saat menjelang pelaksanaan sidang. Dan bagi…mahasiswa-mahasiswi yang akan melaksanakan on the job training masih bisa melaksanakan magang dengan catatan uang semesteran harus di bayar setengahnya yaitu lima puluh persen dari nomilah yang sudah di tentukan. Jelas!! Dimas dengan penuh tatapan yang serius.
Ya jelas…jawab mahasiswa yang bertanya tadi.
Ya sudah kalau begitu kita akhiri pengumuman ini. Setelah ini tidak ada kegiatan lagi. Mengingat hanya 2 mata kuliah yang kita ikuti hari ini. Jadi kelas di bubarkan terimakasih asalamuallaikum.
Walaikumsallam….jawab (semua).
*****
Dim ko hari ini cuman dua mata kuliah sih! Bukanya tiga yah?
Ya…terus kenapa jadi dua? (Sambil berjalan menyusuri anak tangga untuk ke lantai dasar)
Tadi…pak darmawan ngasih kabar…sama gwa…katanya dia gak bisa masuk kelas hari ini, karena ada halangan…dan memang udah gwa follow up ke BAK ternyata emang pak darmawan gak bisa masuk karena ada seminar yang harus beliau isi.
Oooh…jadi gitu…yaudah lah. Abis ini lu mau kemana?
__ADS_1
Ya balik lah, mau kemana lagi?
Emangnya lu gak mau ikut sama anak-anak?
Hah kemana? Dimas terheran-heran sambil mengawinkan kedua halisnya.
Katanya…sih mau nonton, makan sama karokean.
Ah gak…(dengan wajah yang terlihat malas dahi nya mengkerut sambil menggerakan tanganya ke kiri dan ke kanan).
Oooh ya udah kalau gak mau. “ memangnya lu mau ikut?” ujarnya balik bertanya.
“enggak…”yasudah kalau begitu jangan banyak nanya kalau gak akan ikut. “Yah….gwa kan cuman nanya kali aja lu mau ikut….gitu aja sewot lu (sambil mengadukan pundak ke arah dimas.
Gwa gak sewot cuman lagi cape aja ngurusin program kuliah nya anak-anak. Lu mau pulang langsung rik? “Mmmmh….kayak nya gwa sholat dzuhur dulu deh ini udah jam dua. “Oh ia gwa lupa kita belum sholat dzuhur. Yaudah ayo rik.
Kami berjalan ke masjid dekat kampus. Seperti biasa kami melepaskan sepatu, kaos kaki, tas, dan juga jam tangan yang kami kenakan. Mulai mengambil air wudhu mrmbasuh kedua telapak tangan kami, berkumur, lalu membersihkan sela-sela hidung dengan menghirup air ke dalam hidung lalu di keluarkan lagi sebanyak tiga kali. Pungsinya untuk membersihkan kotoran yang ada di dalam hidung seperti bakteri yang menempel. Lanjut ke anggota badan yang lainya seperti wajah,rambut, tangan sampai siku, telinga dan yang terakhir kaki. Setelah itu tak lupa kami membacakan doa selesai berwhudu dilanjutkan dengan persiapan sholat berjamaah.
__ADS_1
Aku dimintai menjadi imam oleh dimas, dimas melantunkan komat tepat di samping kanan ku sedikit mundur hampir sejajar. Akupun memulai takbir dengan khusu. Dimas pun mulai menyusul melakukan takbir. Seorang makmum hukumnya tidak boleh mendahului imam disaat melaksanakan sholat. Karena imam adalah pemimpin. Jadi secara tidak langsung bisa dikatakn seorang mamum harus mengikuti arahan imam yang jadi pemimpin. Setelah beberapa lama kemudian kami menyelesaikan roka'at demi roka'at dan menyelesaikanya dengan salam zhikir dan doa.
Setelah itu kami kembali keparkiran untuk mengambil motor lalu saling berpamitan.