Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
nela pergi ke kampungnya


__ADS_3

"bunda gak habis pikir bisa bisanya itu terjadi selama ini tanpa diketahui" ucap bu shena


"Iyah, padahal ayah saat memeriksa kesana semua selalu baik baik saja dan seakan tak ada apa apa" ucap pak Ryan


"mungkin saja mereka bersikap seakan tidak ada apa apa ketika ayah datang, dan yah nela juga pernah cerita kadang dia diganggu ketika dia sedang membersihkan lantai, tapi dia selalu bisa melawan dan mengancam akan langsung melaporkan pada ayah jadi sejak itu dia tidak di ganggu" ucap acha


"yah nela kenapa ayah lupa tidak menanyakan tentang pembullyan di perusahaan waktu itu" ucap pak Ryan


"Iyah benar yah harusnya kita bertanya lebih dulu pada nela" ucap bu shena


"ayah dan bunda benar acha pun melupakan bahwa apa yang sering diceritakan nela di perusahaan yang dimiliki ayah dan sekarang acha lah yang jadi CEO nya" ucap acha


"untung saja semuanya sekarang sudah dipecat dan semoga tidak ada lagi perlakuan seperti itu, ayah bahkan sangat syok mengenai korupsi yang sudah terjadi selama 2 tahun hingga mencapai 2 miliar, dan baru terungkap sekarang, kalau saja belum ketahuan semuanya mungkin ayah tidak akan tau seberapa banyak kerugian yang akan kita dapat dari korupsi tersebut" ucap pak Ryan


"benar ayah ini sudah takdir Alloh harus terungkap semuanya sekarang" ucap acha


"benar memang harus sekarang terungkapnya" ucap bu shena


"ayah harap kedepannya perusahaan lebih baik lagi dari kemarin ayah percayakan semua ini padamu, masa depan perusahaan ada padamu, setelah 2 tahun kau menjabat perusahaan cabang ayah akan memberikan perusahaan pusat untuk mu, atau jika kau menikah sebelum 2 tahun ayah harap suamimu yang mengantikan posisi ayah" ucap pak Ryan


"Iyah ayah aamiin, soal menikah ntah lah ayah acha tidak tau jodoh tak ada yang tau bisa saja kan bebrapa bulan kedepan ternyata acha menikah" ucap acha


"yah seperti itu, ayah harap jangan terlalu cepat dulu menikah ayah ingin menghabiskan banyak waktu dulu bersamamu" ucapan pak Ryan


"tidak ayah, acha kan pernah bilang meski nanti acha menikah acha akan tetap meminta suami acha untuk tinggal disini karena acha akan mengurus ayah dan bunda" ucap acha


"nak ayah dan bunda tidak apa, ayah takut nanti suamimu malah ingin kalian tingal berdua" ucap bu shena


"tidak bunda acha akan mengurus kalian sampai ajal menjemput acha" ucap acha


"terimakasih nak" ucap bu shena


"tidak perlu terimakasih ayah bunda, acha adalah anak kalian sudah sepantasnya" ucap acha


"kami bersyukur memiliki mu nak" ucap pak Ryan


"ayah bunda tak terasa sekarang sudah malam, acha mau pamit kekamar saja" ucap acha


"Iyah nak tidurlah" ucap bu shena


acha pun mengangguk lalu diapun pergi menuju kamarnya.


setelah sampai dikamar seperti biasa dia melakukan rutinitasnya yaitu memakai skincare malam, dan setelah itu barulah dia tidur


keesokan harinya.


sekarang mereka sudah sarapan dimeja makan. dan disana ada Arga juga.


saat sudah selesai makan. ada kedatangan nela beserta bu lita dan suaminya.

__ADS_1


"selamat pagi kak" ucap bu lita


"pagi" ucap bu shena


"kalian ada apa sekalian kemari dan seperti mau berpergian jauh bawa tas besar" ucap pak Ryan


"kami kemari mengantarkan nela untuk pamit kepada kalian" ucap suami bu lita


"nela mau kemana emangnya om" ucap acha


"yah biar nela saja yang menjelaskan karena itu maksud tujuan kami kemari" ucap suami bu lita


"jadi ayah, bunda, acha, kak Arga, nela hari ini mau kembali ke rumah asal nela mainnya nela pamit ke Banjar ke rumah orang tua nela" ucap nela


"ouh jadi mau hari ini yang kata kamu kemaren itu, ayah kita nanti seminggu an lagi" ucap pak Ryan


"Iyah mau sekarang aja biar semuanya cepet selesai dan nela gak kepikiran lagi kenapa semua ini terjadi" ucap nela


"baiklah hati hati yah" ucap pak Ryan


"yah gak ketemu nela dong 2 hari" ucap acha cemberut


"gak papa kali kan cuman 2 hari bukan setahun" ucap nela


"tetep aja gak ketemu" ucap acha masih tetap cemberut


"udah sih de jan cemberut kan bisa vc" ucap arga


"ekh kamu ke ruang tamu sana sambil bawa ayah bunda sama tante, kakak mau ngomong dulu ama nela" ucap Arga berbisik


"ikh maunya kakak tu mah berduaan" ucap acha berbisik kembali


"cepet dong" ucap nya berbisik


"yaudah" ucap acha lalu dia mendekati ke arah tante lita yang sedang berdiri.


"om tante ayah bunda ngobrolnya yu di ruang keluarga aja gak enak masa di ruang makan" ucap acha


"akh Iyah benar bunda sampai lupa mengajak tante lita untuk ke ruang tamu, ayo kita ke ruang tamu saja" ucap bu shena


"ayo kak" ucap bu lita


merekapun ke ruang keluarga kini tinggal Arga dan nela.


"nela" ucap Arga


"Iyah kak" ucap nela gugup


"kalo kamu mau pergi dia hari ini, terus yang kamu bilang mau jawab perasaan aku kapan, harusnya sekarang kan" ucap arga

__ADS_1


"aku gak bisa sekarang kak pikiran aku masih berkecamuk mau tau jawaban orang tua aku dibanjar" ucap nela


"yaudah terus mau kapn kamu bilangnya" ucap Arga


"nanti setelah pulang okey" ucap nela


"baiklah aku akan menunggu ayo ke ruang tamu" ucap Arga


"ayo" ucap nela


mereka berdua pun akhirnya ke ruang tamu.


setelah sampai ruang tamu.


"om, tante, ayah bunda, aku sama acha pamit mau ke kantor kalau gitu yah" ucap Arga


"tante juga ini mau berangkat kok ayo la" ucap bu lita


"ayo bun" ucap nela


mereka sepupunya keluar rumah, acha dan Arga pun pamit pada bu shena


satu persatu mobil pun melaju dan keluar dari rumah pak ryan menuju tujuan nya masing masing.


acha beserta Arga kini mereka sudah smpai di kantor.


acha beserta Arga disapa dengan baik oleh karyawan karyawannya. sebelum mereka menuju ruang ceo. mereka ke resepsionis dulu.


"selamat pagi bu" ucap resepsionis


"pagi, kamu tolong ijin kan nela yah untuk dua hari ini" ucap acha


"baik nona" ucap resepsionis


"terimakasih, kalau begitu saya mau ke ruang ceo" ucap acha


"sama sama, silahkan nona" ucap resepsionis.


acha dan Arga pun menuju ruang ceo.


"kak kemarin acha belum bercerita kan ke kaka, apa saja yang sebenarnya acha bicarakan dengan karyawan" ucap acha


"yah memangnya apa hanya menyapa mereka saja kan" ucap Arga


"bukan itu saja kak acha juga mendapatkan kenyataan bahwa dalang pembullyan di perusahaan yah memang dari devisi ke uangan" ucap acha


"dasar yah devisi bagian itu bisanya berulah" ucap Arga geram


"tapi untung sudah di pecat kan" ucap acha

__ADS_1


"yah benar untung sudah kita pecat" ucap Arga


kini mereka sudah sampai di ruang ceo dan merekapun mengerjakan semuanya pekerjaan tersebut sampai jam pulang tiba.


__ADS_2