
pov. bu lita
setelah kembali dari rumah pak Ryan kini bu shena menuju rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA.
"permisi Sus saya mau mengambil hasil teh DNA atas nama lita" ucap bu lita
"ouh sebentar nyonya, and boleh langsung menuju ruangan didekat laboratorium" ucap suster itu
"terimakasih sus" ucap bu lita
bu lita pun menuju ruang yang ditujunkeun oleh suster tersebut.
setelah memasuki ruangan itu kini dia bertemu dengan dokter.
"permisi dok saya mau menanyakan bagaimana dengan hasil tes DNA yang 2 minggu lalu saya lakukan" ucap bu lita
"atas nama siapa bu" ucap dokter itu
"atas nama lita utami" ucap bu lita
"ouh sebentar saya cek dulu" ucap dokter tersebut sambil mencari nama lita utami
"Iyah silahkan" ucap bu lita
"ini bu hasilnya" ucap dokter menyerahkan amplop putih
"terimakasih dok, kalau begitu saya permisi dulu" ucap bu lita
"sama-sama" ucap dokter
setelah itu bu lita pun pulang menuju rumahnya.
sedangkan disisi lain saat ini dikediaman pak Ryan
sekarang mereka sudah selesai solat isya dan edang berganti baju untuk berangkat menuju perkumpulan keluarga. setelah selesai mereka berkumpul di ruang tengah
"ayo nak kita berangkat kau sudah siap" ucap bu shena
"Iyah bun ayo tapi bentar kak Arga mana" ucap acha
"ouh Iyah Arga" ucap bu shena
lalu dari tangga turun lah Arga
"tuh Arga bun" ucap pak Ryan
"Arga kenapa kamu pake baju kaos gitu pake kemeja yang bunda simpen dikamar kamu dong" ucap bu shena.
"gak papa bun kaos ini aja, lagian kan kita gak kemana mana" ucap Arga
"kaka gimana sih kan kita mau ke rumah nenek mau kumpulan keluarga" ucap acha
"lah kenapa kalian gak bilang aku kan gak tau" ucap Arga
__ADS_1
"dasar Arga kan tadi pas kita pulang cepet ayah dah bilang" ucap pak Ryan
"benarkah, akhh mungkin aku yang lupa" ucap Arga
"ayolah cepat kaka ganti baju" ucap acha
"yasudah tunggu" ucap Arga langsung kembali ke kamarnya.
mereka menunggu Arga ganti baju.
"ikh kaka lama banget sih ngapain aja dari tadi mandi lagi ya kakak" ucap acha
"ngak kok tadi nyari kemejanya disimpen bunda dimana ternyata dikasur" ucap Arga
"huh alasan saja kakak ayo cepat berangkat" ucap acha
"Iyah sabar adikku kenapa dari tadi kau marah marah mulu sih" ucap Arga dan menarik hidung acha
"ikh kaka diam" ucap acha
"ayo cepat kalian jangan berantem" ucap pak Ryan
merekapun akhirnya berangkat menuju rumah nenek.
setelah sampai disana sudah banyak orang dan saat mereka masuk mereka di sambut.
"ekhh kakak kakak baru dateng biasanya paling awal" ucap saudara sepupu bu shena
"lah bun malah nyalahin Arga lagi" ucap Arga
"kamu sih pake acara malah lupa baju segala jadi lama kan sudah diam" ucap bu shena
"ekhh kak mereka berdua siapa" ucap orang itu
"nanti akan aku ceritakan" ucap bu shena
"hum baiklah" ucap orang itu
"ayo acha dan nela kalian salim pada bibi, dia adalah sepupu bunda" ucap
acha dan nela mengangguk lalu menyalami sepupu bu shena tersebut.
"kalian cantik sekali yah" ucap sepupu bu shena
"akh terimakasih bi" ucap mereka berdua
"ayo kita menuju meja makan untuk makan malam, semuanya sudah hadir disini" ucap sepupu tersebut.
mereka pun berjalan menuju meja makan yang besar dan di sana sudah ada semua orang.
"nela ayo duduk disini bersama kami" ucap bu lita
"baik tante" ucap nela lalu duduk didekat bu shena
__ADS_1
setelah semua duduk kini mereka makan malam bersama hanya obrolan ringan dan melucu sesaat.
setelah sampai kini mereka berkumpul diruang keluarga. rumah itu memeng sangat luas ditempati oleh nenek dan kakek pak Ryan dan memeng tempat berkumpul semua kerabat.
semua laki laki berkumpul dan membicarakan perusahaan sedangkan kaum perempuan membicarakan fashion dan segala hal.
semua orang bertanya tanya siapa acha dan nela karena baik bu shena maupun pak Ryan belum ada yang berbicara apapun mengenai mereka.
sekarang saat semuanya berkumpul untuk diberi wejangan oleh kakek dan nenek pak Ryan.
"semuanya terimakasih selalu mau hadir di setiap acara keluarga ini, semunya sudah mau menyempatkan hadir di tengah kesibukan kalian masing masing, aku selalu berharap kedepannya kita tetap bisa bersama seperti ini berkumpul setiap bulan meskipun aku dan istriku sudah tiada" ucap kakek Wijaya
"tentu saja kek kami akan terus seperti ini" ucap ayah pak Ryan
"baguslah, kalau begitu tetap lestarikan silaturahmi ini" ucap kakek Wijaya
setelah berbicara seperti itu kini pak Ryan berbicara.
"kalian pasti bertanya tanya kan terutama kakek ada orang yang asing disekitarnya, disini Ryan ingin menjelaskan tentang mereka, pertama yah dia adalah acha anak angkat kami, kami baru mengangkatnya 1 bulan lalu, dan maaf kami baru memperkenalkan nya saat ini karena memang baru sekarang perkumpulan keluarga di adakan, ayo nak kau sakiti semua tenteram tante mu dan juga sepupumu, (acha pun melakukan apa yang diperintahkan) aku mohon semoga kalian mau menerima nya, sedangkan untuk yang kedua dia adalah.... " ucap pak Ryan terpotong.
"sebentar kak, biar aku yang menjelaskan tentang nela" ucap bu lita.
"kenapa kau yang menjelaskan" ucap kakek
"ada sesuatu yang ingin aku bicarakan tolong dengarkan aku baik baik" ucap bu lita
"ayo bicaralah" ucap kakek Wijaya.
"nela adalah teman acha yang tinggal dirumah kak Ryan, namun aku sering merasa nyaman dengan nya, bahkan aku sangat menyayangi nya, hingga saat suatu hari aku melihat ada tanda lahir dipunggung nya percis seperti anakku yang hilang, dan saat itu pikiran bahwa neka adalah anakku semakin membuncah, dan aku diam diam melakukan tes DNA bersamanya dengan mengambil rambutnya secara diam diam juga (dia menggengam tangan nela) dan tadi sore saat aku telah pulang dari rumah kak Ryan aku tidak langsung pulang menuju rumahku melainkan aku datang ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengambil hasil tes DNA, aku belum sempat mengeceknya aku takut kecewa dengan hasilnya, ini suamiku kau buka hasilnya" ucap bu lita terisak lalu memberikan sebuah amplop pada suaminya
"sayang" ucap suaminya penuh harap saat mengambil amplop tersebut
"ambil dan buka lah" ucap bu lita menatap suaminya.
suami bu lita berusaha membuka amplop tersebut.
semua orang terkejut atas penuturan bu lita begitupu pak Ryan, terutama nela, dia begitu terkejut atas apa yang diucapkan bu lita.
setelah suami bu lita membuka dan membaca hasilnya dia langsung memeluk nela dan mencium seluruh wajah nela
"nak terimakasih terimakasih kau sudah kembali kami begitu merindukan kamu" ucap suami bu lita mengeratkan pelukannya.
setelah mendengar penuturan tersebut bu lita memeluk mereka.
"maafkan bunda nak bunda tidak tau kau anak bunda yang selama ini bunda cari, bunda baru menyadari sekarang maafkan bunda" ucap bu lita dia mengecup seluruh wajah nela
nela hanya diam di perlakukan seperti itu yah dia sangat sangat terkejut dengan hasil tes DNA nya
"nak ini ayah nak maafkan ayah yang tak bisa menjaga mu" ucap suami bu lita
"maafkan bunda, bunda bahkan tak tau kehidupanmu bahkan sekeras ini diluar sana" ucap bu lita
semua orang yang ada disana sangat terharu akan hal itu
__ADS_1