
kini satu bulan pun berlalu.
dimeja makan.
"ayah bunda selamat pagi" ucap acha
" pagi juga nak" ucap pak ryan
"ekh sayang sudah bangun" ucap bu shena
"nela kemana"ucap acha
"Belum turun, kayanya masih siap siap" ucap bu shena
"ouh gitu yah" ucap acha lalu acha duduk
setelah acha duduk baru lah nela datang.
"kamu kok lama la" ucap acha
"Iyah ini tadi ngerjain tugas tugas desain ekh malah kelupaan udah jam 7 jadi lama" ucap nela
"ouh gitu yah" ucap acha
"iyah, kamu hari ini jadi kan ke perusahaan cha" ucap nela
"jadi dong abis makan aku mau ganti bajunya" ucap acha
"ouh gitu baguslah" ucap nela
"ayo dong kalian makan jangan ngobrol aja nanti keburu telat loh ke kantornya" ucap bu shena
"hehe Iyah bun bentar acha ambilin dulu makannya, kamu ambil sendiri yah la" ucap acha sambil menyendokan makanan
"Iyah ini juga mau ambil sendiri kok" ucap nela saat dia akan menyendokan nasi dia melihat arga.
"hih nyebelin udah tenang dia minggu gak ketemu dia malah ketemu dia juga akhirnya nyebelin banget kesel gua mah" ucap nela dalam hati.
"assalamu'alaikum bun yah" ucap arga
"waalaikumsalam ekh nak ayo makan dulu kamu belum sarapan kan" ucap bu shena
"hehe bunda tau aja aku laper" ucap arga
"yaudah ambil makanan kak, aku males ngambilin soalnya aku dah selesai ngambil nyuruh aja sama nela kak, kan dia tuh baru mau ngambilin" ucap acha
"humm yaudah tolong yah nela ambilin" ucap arga
"hah... ekh Iyah bentar" ucap nela tersenyum miring
setelah selesai nela lalu mengambilkan nasi. saat akan menyendokan lauk pauk dia menatap arga
"eum sama ayam nel sama sayur" ucap arga
"sayur nya kan banyak kak, sayur yang mana" ucap nela agak kesal
"itu yang deket daging la" ucap arga
"ini kak udah" ucap nela memberikan piring
sekarang semuanya makan tanpa ada perbincangan. selesai makan mereka akan berangkat tapi sebelum itu mereka berbincang dulu.
"cha kamu sekarang jadi kan ke perusahaan" ucap arga
"Iyah kak jadi kok" ucap acha
"kok masih pake baju ruamh sih" ucap arga
__ADS_1
"Iyah kak sabar dong ini mau ganti baju" ucap acha
"cepet kaka tungguin" ucap arga
"Iyah tunggu" ucap acha
"arga kamu ke perusahaan cabang yah berarti nanti ayah sama pak maman aja ke perusahaan nya, nela berangkat nya sama arga dan acha aja okey" ucap pak Ryan
"Iyah yah siap" ucap arga
"baik yah" ucap nela
"pah emang hari ini acha langsung kerja engak kan cuman kesana dulu belum bener bener langsung kerja" ucap bu shena
"Iyah emang engak mantau aja dulu dia" ucap pak Ryan
"ouh gitu" ucap bu shena
"sambil nunjukin bahwa yah dia emang bener bener bisa berubah gitu" ucap pak Ryan
"bener yah bunda rasanya pen ikut juga ke perusahaan pengen liat reaksi orang orang gimana pas tau acha udah berubah sangat drastis" ucap bu shena
"ya, ayah pun begitu tapi ini untuk melihat dulu seberapa tidak mengenali acha mereka" ucap pak Ryan
"Iyah ayah benar, bunda sangat berharap setelah perubahan ini selain fisiknya yang dirubah tapi mintanya lebih kuat dan dia lebih bisa menghadapi dunia luar" ucap bu shena
"Iyah bun semoga saja" ucap pak Ryan.
saat perbincangan itu acha pun turun dari kamarnya dia pun menuju semua orang berkumpul
"nak apakah kau sudah siap" ucap bu shena
"sudah bun" ucap acha
"nak persiapkan dunia mu selanjutnya, karena ayah yakin setelah ini akan banyak perubahan dalam hidupmu" ucap pak Ryan
"baiklah ayo kita berangkat" ucap pak Ryan
"ayo ayah" ucap acha
"nak ayah tidak akan ikut ke perusahaan cabang kau ditemani arga saja" ucap pak Ryan
"baiklah ayah kalo begitu" ucap acha
"yah berangkat lah bersama arga dan nela" ucap pak Ryan
"yasudah kalo begitu ayah" ucap acha
setelah percakapan itu mereka pamit dan bersalaman pada bu shena dan pak Ryan pak Ryan lebih dulu menuju perusahaan dan sekarang tinggal acha, nela dan arga yang akan berangkat sebelum itu.
"cha kamu di belakang yah" ucap arga
"Iyah kak" ucap acha
mereka memasuki mobil saat nela akan duduk dibelakang.
"heh.. nela kamu didepan" ucap arga
"loh kok aku di depan" ucap nela
"yaudah sih tinggal di depan jangan banyak protes" ucap arga
"yaudah deh" ucap nela lalu ia duduk di depan.
mobil pun melaju menuju perusahaan dan sekarang mereka sudah sampai di perusahaan acha sudah turun sedangkan nela yang akan turun dicekal pergelangan tangannya terlebih dahulu.
"bersiaplah setelah ini setiap hari kita akan bertemu dan tentunya kau akan duduk disamping ku setiap hari" ucap arga
__ADS_1
"ikh lepas, aku tak peduli itu" ucap nela berusaha melepaskan tangannya
"baguslah kalau begitu ayo cepat kau turun" ucap arga
"ini juga mau turun tapi kau malah mencegahnya" ucap nela
merekapun turun
sedangkan acha yang tadi turun lebih dulu dia memandangi perusahaan itu
"aku tak tau akan seperti apa respon mereka saat melihat rupaku yang baru" ucap acha dalam hati
arga dan nela yang melihat acha langsung menegurnya.
"cha ayo masuk kok berdiri aja" ucap arga
"akh.. Iyah ayo" ucap acha tersadar dalam lamunannya.
saat acha masuk satu langkah disana dia disapa ramah oleh pak satpam. tapi pak satpam memang dulu pun menyapanya dengan ramah. sedangkan saat mulai memasuki lobby dia disambut dengan ramah juga. yah berbeda dengan sebelumnya dimana dia ditatap tajam dengan senyum palsu.
"apa mereka tak mengenaliku seperti dulu yang menatap ku dengan tajam" ucap acha dalam hati
dan kini acha pun mulai berjalan akan menuju lift sebelum itu dia berpapasan dengan karyawan lelaki dan perempuan mereka menyapa acha juga dan tersenyum ramah bahkan ada bisikan
"wah itu siapa yah cantik banget" ucap karyawan lelaki
"siapa dia tampaknya orang penting karena dia bersama pak arga" ucap karyawan wanita
"apa tambahan mereka kalau tau kalau orang yang mereka duga adalah acha" ucap acha dalam hati
kini mereka sudah memasuki lantai atas dan akan menuju ruang ceo.
"kak kita akan mulai dengan apa" ucap acha
"kita berjalan saja mengecek devisi lain dan melihat apa tanggapan mereka" ucap arga
"baiklah kalau begitu kak" ucap acha
"ayo kita mulai dari devisi terdekat"ucap arga
" ayo kak" ucap acha
saat mereka menuju ruangan pertama semunya stabil dan tidak ada terjadi apapun sampai devisi berikutnya saat mereka akan menuju devisi dei lantai berikutnya tiba tiba ada bisik bisik yang bahkan melukai hati acha begitupun arga
"heh ini siapa cantik bener" ucap karyawan 1
"Iyah bener yah dari pada anaknya yang waktu itu" ucap karyawan 2
"menurut gue dia yang pantes jadi anak nya pak Ryan soalnya liat cantik bodynya bagus" ucap karyawan 1
arga mendengar itu dia sangat geram lalu dia menggebrak meja.
"heh kalian jangan banyak bergosif yang tidak tidak kalau tidak mau di pecat, dan yang kalian bicarakan itu dia dia adalah acha yang kalian hina" ucap arga
merekapun terkejut.
"maaf tuan jangan pecat kami, nona acha maafkan saya telah lancang menghina anda" ucap karyawan 1
"tidak apa kok" ucap acha
"sekali lagi kalian menghina adikku jangan harap kalian bisa bekerja dimanapun" ucap arga
"kak sudah ayo kita lanjutkan mengecek devisi lainnya" ucap acha
"ayo" ucap arga
merekapun melanjutkan menuju devisi lain
__ADS_1