
Ia...memang bisa saja ini di rencanakan. Tapi ibu tidak yakin jika chaidir melakukan hal seperti ini. Mengingat...chaidiradalaha siswa berfrestasi sekaligus ketua dari eskul basket di sekolah. Mana mungkin chaidir melakukan hal seperti ini. Terlebih chaidir adalah anak dari kepala sekolah sekaligus ketua yayasan di sekolah ini.
Ya tapikan namanya juaga manusia bu. Bisa saja chaidirmelakukanya.
Lantas motif apa sehingga chaidir mau melakukan itu kepadamu?
Aku hanya terdiam saja. Tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya kepada bulina. Bahwa chaidirmenjebaku dengan maksud dan tujuan ia cemburu kedaku karena april. Jika aku mengatakan yang sebenarnya...maka april juga akan terseret kedalam masalah ini.
Kenapa diam saja?
Mmmmh...
__ADS_1
Katanya...kamu memukuli chaidir karena cemburu melihat chaidir dekat dengan orang yang kamu suka? Apa betul itu?
Sekali lagi aku kaget dengan perkataan bulina. Ternyata chaidir benar-benar menjebaku. Apa jangan-jangan..chaidir menyeret april dalam masalah ini?
Tidak bu. Justru....(aku terdiam lagi. Aku tidak ingin memperkeruh masalah ini. Dan aku tidak ingin aprl terseret. Namun aku juga tidak bisa terus-terusan di pitnah seperti ini).
Memangnya aku cemburu kepada siapa bu? Siapa perempuan yang aku suka. Sehingga aku berani melakukan hal seperti itu? Dan kenapa bisa ada video aku sedang memukuli chaidir? Dan memang jika chaidir menolak untuk berkelahi denganku. Kenapa ada memar di wajahku ini. Kalau memang chaidir enggan untuk berkelahi.
Ibu juga tidak tahu siapa perempuan (siswi) yang kamu suka di sekolah ini. Karena chaidir ingin merahasiakanya, chaidir tidak ingin nama temanya itu tercoreng. Katanya temanya ini sangat baik dan memang chaidir akrab denganya. Jadi chaidir tidak ingin memberi tahukan siapa siswi tersebut. Kamu lihat? Begitu baikmyachaidir. Bagaimana mungkin chaidir melakukan hal seperti itu dengan menjebak mu dan seolah-olah sedang mempitnahmu. Dan lagi. Video itu ibu dapatkan dari salah satu siswa yang tak sengaja berada di sana, melihat kamu yang sedang memukuli chaidir, siswa itu tidak berani memisahkan kalian. Karena ia takut melihat amarah mu yang begitu besar. Sehingga ia memutuskan untuk merekam nya.
Sekali lagi aku terbelalak melihat orang yang masuk ke ruangan BK. Ternyata orang yang merekam ku dengan chaidir adalah orang yang memintaku untuk mengikuti rapat.
__ADS_1
Nah ini saksinya. Bili mengatakan kalau ia melihat kamu sedang memukuli chaidir.
Ia bu (ujar bili memotong pembicaraan) saat itu saya sedang ada di lantai dua di ruangan kelas xi ipatujuh.kebetulan saat itu saya belum pulang dikarenakan saya menyelesaikan tugas kelompok menghias papan untuk dekorasi pagelaran minggu depan yang di adakan bersama dengan acara pertandingan basket. Dan waktu itu saya kaget melihat chaidir yang sedang di bukuli. Saya bingung harus berbuat apa. Saya tidak berani memisahkanya. Saya juga takut di pukuli. Saya tidak jago berkelahi. Dan akhirnya saya berpikir untuk merekamnya sebagai bukti untuk memberikan hukuman atas perbuatanya.
Aku yang mendengarkan perakataanya sangat kesal. Bisa-bisanya bili mengatakan hal seperti itu. Bukanya dia yang mengajak ku untuk mengikuti rapat. Sekarang dia menuduhku dengan perkataan yang bukan-bukan. Ini memang jelas sudah di rencanakan.
Enak saja kamu bili...!! (Ujarku)
Bukanya kamu yang menemuiku dan memintaku untuk mengikuti rapat di sekolah selepas isya? Kenapa kamu menuduh ku yang tidak-tidak. Dengan mengatakan kalau kamu melihat aku sedang memukuli chaiidir. Aku punya bukti kalau kamu yang memintaku untuk menghadiri rapat.
Ya sudah silahkan mana buktinya kalau memang aku yang meminta mu untuk menghadiri rapat!!
__ADS_1
Bu saya meminta ijin untuk memanggil zatnika dan soyef untuk menjadi saksi.
Yahsilahkan. (Bu lina menyuruh salah satu siswa yang ada di kolidor untuk memanggil zatnika dan soyef. Kebetulan siswa yang sedang bulina ajar. Diminta bulina untuk menghapal sebuah materi dan nanti akan di tes satu-persatu. Karena bulina mengurusi masalah ku dengan chaidir.