Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
menolong


__ADS_3

keesokan harinya.


hari ini acha berangkat lebih pagi ke kantor, karena ada rapat. dia tidak sarapan bersama karena dia membawa bekal.


sekarang dia sedangan berada di kantor dan menghadiri rapat.


setelah selesai rapat dia teringat bodyguard nya yang belum dia berikan tempat tadi dia hanye menyuruh bodyguard nya diam dulu di parkiran.


"karin, aku mau ke parkiran dulu yah" ucap acha setelah keluar dari ruang rapat


"silahkan nona" ucap karin


lalu acha pun menuju parkiran dn saat tiba di parkiran. para bodyguard langsung menghampiri acha.


"kalian ayo ikut aku" ucap acha


"yah mari nona" ucap mereka


lalu acha pun berjalan menuju lobby dan mereka menuju ruangan kosong.


"nah disini tempat kalin. ini ada kursi dan disini ada kaca, yang dimana ada aksen kalian melihatku disana aku keluar" ucap acha menjelaskan dengan detail


"baiklah nona, terimakasih"ucap penjaga


" kalau kalian butuh makanan atau copy kalian bisa ke OB atau ke ruang pantry yah" ucap acha


"yah baik nona terimakasih" ucap para bodyguard


"kalau begitu aku kembali ke ruangan ku" ucap acha


"yah silahkan nona" ucap penjaga


acha pun kembali keruangan nya.


"lapar juga yah belum sarapan, makan dulu deh" ucap acha saat sudah sampai di ruangannya.


diapun mulai memakan bekalnya. setelah selesai makan dia melanjutkan pekerjaannya.


saat ini tiba waktunya jam istirahat.


acha yang tak sadar sudah waktunya istirahat terus mengerjakan pekerjaan nya.


lalu tiba tiba pintu ruangan acha diketuk.


tok tok tok..


"masuk" ucap acha


"permisi nona" ucap karin


"iyah karin ada apa" ucap acha


"saya mau mengingatkan sudah waktunya jam istirahat nona" ucap karin


"ouh yah" ucap acha


"kok tumben yah maren gak ngirim pesan nyuruh makan siang, tadi pagi juga gak ngirim pesan" ucap acha dalam hati


"iyah nona, mari nona mau makan siang di kantin atau pesan makanan" ucap karin


"ngak karin, aku mau keluar ke supermarket mau beli cemilan buat di simpen di ruangan bodyguard aku" ucap acha


"loh sejak kapan nona mengunakan bodyguard" ucap karin

__ADS_1


"sejak kemarin karin, karena ulah kak ansa, katanya dia itu biar aku ada yang ngejagain dan butuh apa apa mudah" ucap acha


"wah perhatian banget yah keluarga non acha saja jadi mau keluarga seperti itu" ucap karin


"kamu nikah aja sama kak ansa kalau mau kelurga yang perhatian" ucap acha menyeletuk


"haha saya tidak berharap menikah dengan keluarga nona, karena itu tidak mungkin" ucap karin


"tidak ada yang tidak mungkin karin" ucap acha


"nona bisa saja" ucap karin


"ya sudah aku mau ke supermarket dulu apa kamu mau nitip sesuatu" ucap acha


"ngak udah non" ucap karin


"yaudah kalau begitu aku pergi dulu dah" ucap acha


acha pun mulai masuk ke lift dan sekarang dia sudah ada di loby. dan dengan sigap para bodyguard yang melihat itu langsung menghampiri acha.


"nona mau kemana" ucap bodyguard


"akh kalian sudah sigap saja ada di depanku membuatku kaget" ucap acha dengan ekspresi kagetnya


"kami memang dituntut untuk seperti itu nona" ucap penjaga 1


"ouh begitu yah" ucap acha


"iyah nona" ucap mereka serempak


"yasudah mari kita akan ke supermarket sekarang" ucap acha


"baik nona, silahkan anda di depan duluan" ucap penjaga 3


"baik nona, berikan saja nomor nona nanti biar kami yang mengirim pesan pada nona jadi lebih mudah nona hanya tinggal simpan saja nomor kami" ucap penjaga 4


"baiklah ini nomorku" ucapnya setelah menuliskan nomornya di kertas


merekapun kini melanjutkan langkahnya dan segera bergegas menuju parkiran. lalu mobil pun melaju menuju super market.


setelah sampai di supermareket.


hanya ada satu orang penjaga yang masuk menjaga acha sedang yang lainnya berjaga di luar. achapun mulai memilah milih snack dan cemilan.


"eum penjaga 1 apa kalian menyukai snack ini" ucap acha


"yah kami menyukainya nyonya" ucap penjaga 1


"eum kalian suka yang pedas pedas tidak" ucap acha


"kami suka nona, makanan jenis apapun kami suka, bahkan kami pernah memakan belatung" ucap penjaga 1


"hah, benarkah, untuk apa memakan belatung" ucap acha yang sambil memasukan cemilan kedalam keranjang belanja yang dibawa oleh bodyguard


"itu untuk mental kami seberapa kuat dan mampu ketika nanti kami menjaga seseorang" ucap penjaga 1


"ouh begitu yah, apakah dari kalian sudah ada yang menikah" ucap acha yang penasaran


"belum nona kami boleh menikah kecuali sudah umur 30 tahun, atau bisa kurang dari itu minimal sudah 5 tahun dalam melakukan pengabdian" ucap penjaga satu mengikuti langkah acha


"apa itu peraturan kak ansa, tega sekali" ucap acha


"bukan tuan ansa nona, tapi itu adalah sumpah dari orang yang melatih kami" ucap penjaga 1

__ADS_1


"ouh ku kira suruhan kak ansa karena dia tidak mau jadi jomlo sendirian" ucap acha


"haha, nona pandai meledek kaka sendiri" ucap bodyguard


"kau bisa tertawa juga, tolong jangan bilang bilang kak ansa yah" ucap acha


"tentu saya bisa tertawa nona, karena saya juga manusia, tentu saya tidak akan bilang pada tuan ansa, saya akan menjaga rahasia nona, kecuali keselamatan nona yang akan selalu saya laporkan pada tuan" ucap penjaga satu


"haha baiklah" ucap acha


"iyah nona" ucap penjaga 1


"tampaknya semunya sudah selesai aku beli ayo sekarang ke tempat es cream aku mau membeli eskrim dan frozen food untuk nanti ku makan di kantor dan untuk makanan kalin juga" ucap acha


"nona ini untuk kami apa tidak terlalu banyak" ucap penjaga 1


"tentu tidak, karena kalian kan juga banyak, dan juga ini untuk stock seminggu" ucap acha sambil memilah milih es cream


"terimakasih nona" ucap penjaga


"yah sama samaa ayo kita ke kasir" ucap acha


saat merka sampai di kasir disana cukup mengantri dan acha urutan paling belakang, acha diam dan menunggu. namun tiba tiba dia mendengar bisik bisik orang orang yang membuat telinga dan mulutnya panas.


"hey lihat lah ibu ibu yang di depan kita, kau ingat, tubuhnya dulu hampir terbakar dan bahkan dia membahayakan orang banyak"


"kau tau dari mana"


"heh berita itu 2 tahun kalau orang orang mengihan ibu itu dan mersa jijik padanya"


"wah lalu sekarang kok tubuhnya bisa bagus mulus lagi"


"iyah lah kan dia tuh di oplas, untung aja suaminya kaya, kalau enga mungkin dia tubuhnya jelek dan buruk sampai sekarang bakal terus dihina"


"yah bagus yah suaminya kaya jadi dia bisa berubah dan gak ada yang tau kalau dulunya gitu"


"ikh orang orang yang tau dia dulu mungkin sekarang dia ngerasa jijik"


sedangkan seorang ibu yang sedang dibicarakan itu dia menangis tersedu sedu.


acha yang melihat itu langsung dia melabrak ibu ibu yang sedang menggosip tersebut.


"bu, maaf yah kalau acha gak sopan, tapi kuping acah tuh panas sama bibir acha gatel, acha gak bisa ngeliat orang dihina kaya gini, karena acha dulu pernah ngerasain gimana rasanya dihina, apa ibu ibu ini gak punya hati ngomong in orang, ngehina orang kaya gitu, apa kalian ini gak mikir gak sih kalau anak kalian yang dihina gimana" ucap acha


"hih neng lagian ngapa ikut campur segala mulut mulut kita ini" ucap Ibu ibu tersebut


"lah terus ibu juga apa hubungannya, tubuh ibu ini kok ibu komen" ucap acha


"nak sudah biarkan saja ibu sudah terbiasa" ucap ibu yang dihina, setelah menyelesaikan perbelanjaannya.


"ibu ayah sama acha aja acha antar, biar ibu gak dihina" ucap acha


"terimakasih na" ucap ibu tersebut


"pak penjaga ini tolong bayar sama bapak yah, ini kartu debit nya" ucap acha menyerahkan kartunya pada penjaga


"baik nona" ucap penjaga 1


"ibu ibu, kalau ibu ibu ngehina lagi saya liat saya akan langsung laporkan ke polisi awas aja" ucap acha


ibu ibu tersebut langsung merinding mendengar apa yang di ucapkan acha


"ayo bu kita keluar" ucap acha

__ADS_1


"yah ayo nona" ucap ibu tersebut


__ADS_2