
kini mereka sudah menuju ruang tamu. dan disana sudah dicambut oleh bu shena.
"assalamu'alaikum" ucap maren dan mamanya.
"waalaikumsalam, ehh nak naren da n juga ini mamanya yah, ayo silahkan duduk"
"akh Iyah tante terimakasih sebelumnya perkenalkan ini mama naren"ucap naren lalu iya duduk
"Iyah jeng perkenalkan saya jenaira" ucap bu jenaira yang sudah duduk disebelah naren
"ouh Iyah saya shena ibunya acha"ucap bu shena
"tante achanya dikamar kah" ucap naren
"Iyah dia tadi ingin bersiap sambil menunggu mu, mungkin dia akan turun, mohon di maklum yah jeung biasalah anak perempuan itu kalau ada pacarnya kan selalu mempercantik diri dulu" ucap bu shena
"Iyah jeung tidak apa apa, itu sudah biasa ekh iyaa bu ini saya membawa sedikit masakan saya untuk kalian coba dan makan siang nanti"ucap bu jenaira
"aduh jeung repot repot segala, kami juga sudah masak banyak hari ini" ucap bu shena
"akh tidak apa apa jeng" ucap bu jenaira
sedangkan saat ini naren sedang mencoba menyembunyikan bunga tulip yang iya bawa, karena dia akan memberikan pada acha sebelum acha melihat terlebih dahulu bunga tulip itu.
sedangkan saat ini acha yang berada dikamar dia segera turun karena dia ingin berada di ruang tamu dan menjemput naren, dengan senyum lebarnya dia sekarang sedang menuruni tangga,
saat ia sudah turun dan dibawah tangga senyum lebarnya kini mulai surut.
mereka yang berada di ruang keluarga melihat di ada acha langsung tersenyum. naren langsung mendekati acha dengan satu tangannya membawa bunga tulip di belakang. saat sudah di depan acha dia menatap acha lalu berkata.
"acha bagaimana kabarmu apa kau sudah lebih baik" ucap naren
"aku sudah lebih baik tapi kenapa kau malah sudha ada disini sana pulang lagi biarkan aku sudah disini baru kau datang aku kan tak sempat menyambutmu dan ibumu aku jadi malu membuat ibu mu menunggu" ucap acha dengan berbisik dan bibir cemberutnya
"maaf maaf, sudah jangan cemberut begitu, ini aku bawakan sesuatu untukmu" ucap naren lalu menyerahkan bunga tulip pada acha
dengan mata berbinar nya acha tersenyum dan ia berkata"untukku, terimakasih, aku suka bunga tulip" ucap acha sambil mencium bunga tersebut.
"tak salah aku memilihnya" ucap acha
"ayo kesana lihat ibuku sudah menatapku begitu, dan aku juga ingin menyapa ibu mu" ucap acha yang belum melihat ibu naren
"yasudah ayo" ucap naren
naren dan acha mulai mendekati sopa. saat acha melihat ibu naren dia tersadar dan lalu berkata.
"tante zeany" ucap acha sedikit terkejut dan langsung mencium tangan bu jenaira
"nak acha"ucap jenaira tak sama terkejutnya
"apa kalian saling kenal mama"ucap naren
"kami pernah saling bertemu sayang, dia membantu ibu saat di supermarket,saat kau ada diluar kota" ucap jenaira
"ouh begitu yah bun" ucap naren
"apa ibu sekarang baik baik saja" ucap acha
"Iyah nak ibu lebih baik, dan bagaimana denganmu apa kamu baik baik saja ibu dengar kamu mendapatkan insiden yang kurang menyenangkan" ucap bu jenaira
"acha sudh lebih baik" ucap acha
"syukurlah, ibu tidak pernah menyangka sayang ternyata kau adalah wanita yang dicintai anak tante, saat itu tante bahkan sempat ingin mengenalkan mu pada naren ternyata takdirnya lebih baik dari pada yang direncanakan, jodoh gak akan kemana nak" ucap bu jenaira
"ibu bisa saja" ucap acha
"sudah sudah ngobrolnya ayo kita makan siang aja, lihat nak bu jenaira juga sudah membawakan masakannya" ucap bu shena
"kok bu jenaira" ucap acha
"Iyah nak sebenarnya nama tante, ekh mama saja yah pangil nya, nama asli mama itu jenaira" ucap bu jenaira
"ouh begitu yah tan, ekh mama maksudnya" ucap acha
"ayo sekarang kita ke ruang makan aja yah" ucap naren
__ADS_1
"kamu udah laper yah" ucap acha
"Iyah kamu laper nak kenapa dari tadi gak ngomong aja makan duluan" ucap bu jenaira
"heheh dikit sih bun, sebenarnya biar nanti ngobrolnya lebih panjang acha sama naren" ucap naren
"huh buat modus dasar" ucap bu jenaira
"yaudah yaudah kasian tuh nak naren ayo kemeja makan" ucap bu shena
"Iyah jeng ayo" ucap bu jenaira
mereka kini sudah berada di ruang makan dan segera duduk.
"wah wah nyonya menjamu nya banyak sekali" ucap bu jenaira
"ngak kok jeng, kan tadi kami ngiranya kalian akan datang bertiga atau bahkan lebih" ucap bu shena
"Iyah jeung tadinya kami mau datang banyakan, tapi suami saya lagi sibuk, dia hanya titip salam saja" ucap bu jenaira
"ouh begitu yah" ucap bu sheba
"lagian tante nanti mau dikira lamaran kalau banyakan, terus takut malah acha tolak deh" ucap naren
"ikh ngak lah" ucap acha
"berarti bakal diterima dong kalau dilamar" ucap naren dengan senyum jahilnya
"apasih udha ayo makan katanya laper gimana sih" ucap acha
"yaudah ayo makan" ucap naren
dan merekapun kini mulai makan. setelah selesai makan kini mereka mulai kembali ke ruang tamu.
"eum tante naren boleh ijin mau bicara berdua sama acha boleh gak" ucap naren tiba tiba
"kenapa gak ngomong disni aja sih, lagian mau ngomongin apa kita gak akan ikut nimbrung juga kan jeung" ucap bu jeanaira
"hehe iyah sih jeung, tapi yaudah gak papa kamu boleh kok ajak ngobrol berdua acha, kalau kamu ngerasa itu privasi kalian" ucap bu shena
"hehe makasih tente" ucap naren
"nah kan syukurin" ucap bu jenaira
"yaudah kamu mau gak ngobrol berdua ama aku, kalau gak mau juga gak papa"ucap naren
" yaudah ayo, kita ngobrol di taman aja" ucap acha masih dengan pura pura jealous nya
"Iyah makasih" ucap naren
"bun, ma" aku mau ngobrol berdua dulu sama naren yah" ucap acha
"silahkan nak" ucap bu shena dan bu zenaira
kini mereka berjalan ke arah taman dan saat sudah ditaman mulai duduk ditaman.
"kamu mau ngomong apa" ucap acha agak cuek
"kalau kamu jealous yaudah gak usah jadi" ucap naren murung
"ikh gak boongan" ucap acha
"hah" ucap naren
"Iyah boongan, maaf yah, makasih yah udah ngasih bunga btw, dan kenapa juga kamu bisa kepikiran ngasih bunga tulip" ucap acha
"akh untunglah, sama sama, itu karena bunga tulip cantik dan sederhana seperti dirimu" ucap naren
"ouh begitu yah" ucap acha
"Iyah, ekh kok jadi kamu yang ngajak ngobrol" ucap naren
"yaudah sekarang kamu yang ngomong lah" ucap acha
"hehe Iyah, kamu baik baik aja kan, aku khawatir terus sama kamu, maaf aku gak langsung kesini dan baru hari ini" ucap naren
__ADS_1
"yah seperti yang kamu lihat aku baik baik aja,gak papa kok" ucap acha
"syukurlah, maaf gak bisa melindungi kamu" ucap naren
"gak papa kok, lagian tuh bilang gak bisa jagain tuh kalau kamu ada sama aku dan kamu diem aja, kamu kan gak lagi sama aku pas kejadiannya" ucap acha
"huum Iyah maaf"ucap naren
"gak papa ikh" ucap acha
"makasih dah nolongin ibu aku, dan aku juga mau cerita soal ibu aku dan ada masalalu aku" ucap naren
"yaudah ayo cerita" ucap acha antusia
"jadi.... "
drett... drett...
tiba tiba HP naren berbunyi
"akh acha sebentar" ucap naren
dia mengangkat telponnya
iyah halo aditya
halo pak
Iyah kenapa
ini pak 45 menit lagi anda ada rapat dengan kolega bisnis bapak.
akh Iyah aku lupa
Iyah pak maaf menggangu kegiatan bapak
Iyah tak apa.
"kenapa naren"ucap acha
" ini aditya telpon dan aku baru ingat ada rapat hari ini, rapatnya 45 menit dan ini waktunya mepet kalau aku cerita karena akan panjang, maaf yah jadi aku harus segera pulang" ucap naren
"humm yasudahlah tak apa" ucap acha
"yasudah ayo kita ke ruang keluarga untuk ke bunda ku dan pamit"ucap naren
" baiklah"ucap acha
kini acha dan naren sudah berada diruang keluarga
"ekh kalian sudah ngobrolnya" ucap bu shena
"Iyah bun" ucap acha
"Iyah kenapa bentar amat" ucap bu jenaira
"ini bun naren ada rapat jadi kita harus pulang sekarang" ucap naren
"cancel aja lah rapatnya" ucap bu jenaira
"gak bisa bun ini penting banget" ucap naren
"gak akan bikin perusahaan kamu bangkrut juga kan kalo penting pun" ucap bu jenaira
"Iyah bun tapi penting" ucap naren
"yaudah ayo pulang" ucap bu jenaira
"ekh pamit dulu bun" ucap naren
"ekh Iyah lupa, jeng pamit yah nanti ngobrol ngobrol lagi, na acha mama pamit yah" ucap bu jenaira
"Iyah jeng pasti" ucap bu shena
"Iyah ma hati hati yah" ucap acha
__ADS_1
"tente acha naren pamit maaf yah" ucap naren
"Iyah hati hati" ucap bu shena dan acha